Pages

Senin, 15 Agustus 2022

PLTN (Fissi) masa depan: IMSR, U Deplesi Sebagai BB, dan PLTN Apung

PLTN (Fissi) masa depan (Generasi IV) diharapkan dapat menjawab tantangan seperti ramah lingkungan, berkelanjutan, relatif murah, dapat diatur dayanya, pengelolaan limbah yang relatif mudah, tahan proliferasi, grid tersendiri (tak perlu terhubung PLN), sehingga dapat memenuhi kebutuhan energi, mempercepat pengembangan ekonomi, dan mengurangi kemiskinan di setiap negara.

IMSR
April 2018 Terrestrial Energy AS (pemasar IMSR di pasar AS), berafiliasi dengan Terrestrial Energy Inc., meneken MoU dengan Energy Northwest untuk melakukan studi tapak, konstruksi, dan operasi Integral Molten Salt Nuclear Reactor (IMSR) di Idaho.
Tahun 2013 perusahaan Canada, Terrestrial Energy Inc (TEI) (bermarkas di Missisauga, Ontario) yang didukung oleh CNL (Canadian Nuclear Laboratories) menawarkan SMR dengan 3 jenis  IMSR (Integral Molten Salt Reactor), IMSR80 (32,5MWe), IMSR300 (141MW), dan IMSR600 (291MW) yang menggunakan teknologi sederhana dalam bentuk molten fluorida atau garam khlorida, relatif murah, bahan bakar cair merangkap pendingin (LEU sebagai UF4 dalam garam cair thorium sebagai salah satu opsi  dengan pengayaan lebih rendah dari reaktor konvensional), reaktornya tidak bertekanan dan tidak menggunakan air, moderator grafit, lebih aman, suhu keluar teras sekitar 700oC, ukuran lebih kecil dibanding SMR lainnya dengan daya sepadan. Biaya pembangkitan energi sekitar kurang dari 1 sen USD per kWh. Umur desain reaktor sekitar 50 tahun.

Reaktor dipadamkan dan dibiarkan mendingin setiap 7 tahun, lalu daya diganti oleh reaktor di teras baru yang tersedia dalam silo di sebelahnya. 
Status IMSR: th 2017, FS untuk IMSR komersial di CNL di tapak Chalk River telah dimulai, dan tinjauan desain vendor pra-lisensi tahap satu oleh CNRC telah selesai. Aplikasi sertifikasi desain atau ijin konstruksi ke NRC AS diserahkan Oktober 2019.
Daya reaktor 30 hingga 300 MWe atau lebih besar lagi (serial beberapa unit bila diperlukan) yang cocok sebagai pengganti PLTU batubara, cukup menempati lahan sempit, untuk daerah terpencil, dan operasi industri. Peralatan reaktor cukup dikirim via truk dan kereta api. Limbah nuklirnya diupayakan amat rendah tanpa limbah Pu.

TWR/SWR (U Deplesi) / MCFR

Perusahaan TerraPower (AS) yang memanfaatkan para ilmuwan dan insinyur dari LLNL (Lawrence Livermore National Laboratory), The Fast Flux Test Facility, Microsoft, universitas (MIT, California Berkeley, Oregon State, Michigan, Texas A&M, Nevada, dll.), sejumlah suasta, staf manajemen berpengalaman dari Siemen AG, Areva NP, project ITER, dan USDOE, menawarkan solusi bila suatu negara ingin membangun PLTN di masa depan.
Tawaran TWR adalah
  1. Reaktor yang disebut reaktor cepat TWR (Traveling Wave Reactor / reaktor biak-bakar, status desain: konsep) adalah PLTN generasi IV menggunakan fitur keselamatan pasif guna memitigasi skenario kecelakaan. Analisis fitur tsb telah dilaksanakan sesuai dengan persyaratan IAEA, kode dan standar USNRC, ASME, dan IEEE. Desainnya masih terus dikembangkan guna mendefinisikan kriteria keselamatannya.
  2. Bahan bakar (BB) utama adalah limbah uranium deplesi (UD) (sekitar 99,7% U-238) yang saat ini berlimpahan di pabrik pengayaan uranium, dan dapat pula berupa BBB (Bahan Bakar Bekas) LWR yang sementara ini masih tersimpan di silo-silo di seluruh penjuru dunia. Pada awal penyalaan reaktor, campuran logam mengandung sekitar 10% U-235 diperkaya (<20%) atau Pu-239 dan U-238 digunakan sebagai starter, kemudian netron yang dihasilkan dapat membiakkan dan membakar U-238 (yang telah meluruh menjadi Pu-239):

    \mathrm{^{238}_{\ 92}U + \,^{1}_{0}n \;\rightarrow\; ^{239}_{\ 92}U \;\rightarrow\; ^{239}_{\ 93}Np + \beta \;\rightarrow\; ^{239}_{\ 94}Pu + \beta}

    sehingga menghasilkan energi 50 kali lipat lebih tinggi untuk setiap kilogram uranium pada PWR konvensional. Sisa BB dari daur ulang BB TWR juga dapat digunakan. 
  3. Dapat mengakomodasi penggunaan BB U-alam dan thorium-alam yang sangat cocok untuk Indonesia. Penggunaan teknologi alternatif seperti  BB Thorium dan reaktor garam cair (Molten Salt) sedang dikaji.
  4. PLTN tersebut menggunakan teknologi reaktor cepat yang telah teruji, sehingga sekali BB itu masuk teras reaktor, mereka akan tinggal di dalamnya selama 40-60 tahun (sesuai dengan umur ekonomi PLTN) sehingga triliunan rupiah biaya BB yang dikeluarkan pada PLTN yang beroperasi sekarang ini bisa dihemat.
  5. Karena menggunakan Uranium deplesi, dan tidak menggunakan proses-ulang BBB, PLTN jenis TWR tahan proliferasi, sehingga material untuk senjata nuklir tidak mungkin diperoleh. Oleh karena itu, pemasaran PLTN TWR tidak akan dipengaruhi secara politis oleh negara maju.
  6. PLTN jenis TWR hanya bergantung pada hukum alam fisika guna mempertahankan keselamatan PLTN tanpa intervensi operator.
  7. Terrapower menandatangani NDA (Non-disclosure Agreement) dengan fihak Toshiba (pengembang ultracompact reactor 10 MW, 4S, yang beroperasi terus menerus selama 30th tanpa penanganan BB). Beberapa teknologi yang digunakan dalam 4S dipertimbangkan untuk dialihkan ke TWR. 
Manajemen dalam teras dimulai dari reaksi fissi di bagian tengah teras reaktor, di tempat pembiakan itu terjadi, sementara BB segar dari sisi luar teras bergerak ke tengah secara progresif, dan BBB bergerak dari tengah ke bagian luar. In-core management itu dilakukan setiap dua tahun sekali (Hal ini bertentangan dengan konsep traveling wave, TWR. Oleh karena itu, konsep TWR kemudian akan berubah menjadi Standing Wave Reactor, SWR). Resuffle itu menggunakan peralatan robot, dan bejana kungkung tetap tertutup selama proses resuffle berlangsung.
Sebagai SWR, teknologi thorium dan MSR juga dilirik oleh perancang TWR.

Ciri Desain PLTN TWR adalah:
  • Pendingin sodium (Na) pada tekanan atmosferik, kecelakaan LOCA tidak dimungkinkan (Perhatian: Na itu piroforik, terbakar bila berkontak dengan udara, dan meledak bila berkontak dengan air; ingat kasus Monju, Jepang th 1995 & th 2010; Superphoenix, Perancis 1996)
  • Reaktor kolam dengan inersia panas tinggi
  • Panas luruh memerlukan lebih dari 25 jam untuk mendidihkan pendingin pada 1 atm
  • Cukup menggunakan sirkulasi udara untuk membuang panas bahang. Suhu teras sekitar 550 oC dengan daya berkisar antara 100-1000 MW. Ukuran teras silinder berdiameter 3m dan tinggi 4 m.
  • Reaksi kimia dengan paduan logam U (bukan oksida) tidak menghasilkan gas hidrogen
  • Fitur keselamatan melekat dapat mematikan reaktor tanpa menggunakan batang kendali dan tanpa pompa sirkulasi pendingin
  • Didesain untuk mengatasi bencana alam seperti gempa bumi, tsunami, banjir, dll.
  • Tidak ada isi-ulang BB selama 40-60 tahun
  • Desain ini juga dipelajari di Univ. Xiamen dan CGNPC, Tiongkok
  • BB utama TWR adalah U-deplesi; jadi tidak memerlukan pengayaan dan proses-ulang BB. Delapan ton DU diharapkan menghasilkan 25 miliar kWh dengan derajad bakar lebih dari 25%.  Di AS (Paducah) saja tersedia sekitar 750 ribu ton U-deplesi yang cukup sebagai BB PLTN TWR (SWR) untuk menerangi seluruh rumah di AS selama 700 tahun.
Purwarupa TWR-P
B&W meneken MoU dengan TerraPower dalam sistem energi nuklir. Fase desain awal skala komersial akan berdaya besar 1.150 MW, berpendingin Na cair, berBB U-deplesi atau U-alam. Kolaborasi itu melibatkan fasilitas B&W di Lynchburg dan beberapa tempat lainnya yang berupa desain dan fabrikasi komponen, fabrikasi purwarupa & layanan BB, pengembangan proses fabrikasi BB, desain reaktor, uji untai alir, uji material, dan dukungan lisensi. Sementara, TerraPower akan mengurusi sisi komersialnya ke seluruh penjuru dunia.
Reaktor demonstrasi, TWR-P, sedang dikembangkan (1475 MWth; paduan logam U-10%Zr; U-diperkaya awal 15,75%; kelongsong SS ferritik-martensitik HT-9; silinder teras diam. 4 m, tinggi 5,5 m; duduk dalam bejana reaktor setinggi 17,65m). Sementara, TP-1, 500 MWe (`1200 MWth, waktu konstruksi 4 th) selesai dirancang dengan isi-ulang BB setiap 40 tahun dan upaya lisensinya masih terus berlangsung.

Sebelumnya, TerraPower juga meneken MoU dengan KAERI (2012) untuk membuat purwarupa 150MWe PGSFR th 2028. KAERI saat ini mengembangkan teknologi pembakaran limbah beracun umur panjang dalam BBB dari reaktor PWR yang saat ini sudah dioperasikan.

PLTN TWR/SWR diharapkan dapat masuk skala komersial sekitar tahun 2022. Akan tetapi, purwarupa belum dibuat, karena perusahaan  lebih tertarik untuk mengembangkan konsep reaktor maju lain yang disebut MCFR yang telah ditekuninya sejak 2015.

Molten Chloride Fast Reactor (MCFR)

Pada oktober 2015 Terrapower bersama dengan Southern Co. mempelajari desain MCFR (Molten Chloride Fast Reactor) sebagai teknologi alternatif yang menggunakan garam-garam cair sebagai pendingin dan BB. Pada bulan Februari 2022 diberitakan bahwa 2 perusahaan itu setuju membangun MCFR demonstrasi di INL (Idaho National Laboratory). Dana sekitar $45Juta dari DOE diinvestasikan untuk melakukan uji material dalam reaktor. Program DOE selama 5 tahun yang disebut ARDP (Advanced Reactor Demonstration Program) yang memberikan dana sekitar $170juta kepada kedua perusahaan itu yang berkolaborasi dengan INL (Idaho National Lab), CORE POWER, Orano Federal Services, EPRI (The Electric Power Research Institute) dan 3M Co., untuk mempercepat dan memanfaatkan MCFR komersial dalam desain, lisensi, dan operasi MCRE (Molten Chloride Reactor Experiment) di INL.  Kritikalitas pertama MCRE diskedulkan akhir 2025. Target daya reaktor komersial jenis MCFR adalah sekitar 1200 MWe.

Desain ini mengalirkan garam cair pendingin dan BB melalui teras reaktor, sekaligus terjadi reaksi fissi dan panas yang dihasilkan disirkulasikan melalui alat tukar panas, via lup garam khlorida, sehingga dapat dimanfaatkan untuk memanaskan proses industri, penyimpanan panas atau membangkitkan listrik. Reaktor ini bersuhu tinggi, sehingga poses menjadi lebih efisien dalam memproduksi listrik, bla dibandingkan dengan reaktor jenis LWR. Selain itu, limbah nuklirnya sedikit dan dapat memanfaatkan limbah dari reaktor lain.

Kelebihan MCFR:
  • Tidak ada berkas EB yang difabrikasi, diganti atau disimpan
  • Isi-ulang BB secara online untk operasi ajeg guna menaikkan pemanfaatan dan ketersediaan BB
  • Mampu menggunakan aneka macam BB seperti U deplesi, U alam, thorium, bahkan BB Bekas
  • U diperkaya hanya digunakan untuk penyalaan awal saja
  • Mampu mengikuti beban dan mendukung pembangkit lain dalam jala-jala (grid).
  • teknologi nuklir maju bebas karbon / energi bersih berkelanjutan yang berbiaya rendah, dan memenuhi sasaran emisi gas rumah kaca pada tahun 2050.

PLTN APUNG (versi Rusia / Tiongkok) dan OSMR (celup versi MIT)

Bila PLTN darat dianggap kurang aman, mengapa anda tidak memilih PLTN apung yang agak jauh dari bibir pantai?

J. Buongiorno (Michael Golay, Neil Todreas, dkk (MIT/AS) mengusulkan konsep PLTN apung/celup yang berjangkar mirip platform seperti anjungan minyak lepas pantai dengan reaktor nuklir sebagian tercelup ke dalam air-laut. Sementara, PLTN apung Rusia (KLT-40C, 35 MW) mengapung (+bergerak) di laut dan PLTN-nya berada di dalam tongkang/kapal. Model tongkang ini pernah disinggung akan dimiliki oleh Gubernur Gorontalo, Indonesia yang kemudian batal. PLTN apung  (FNPPs) semula diusulkan oleh Rosatom (Kementerian Tenaga Atom Federasi Rusia), Rusia yang  dikenal dengan Akademik Lomonosov (bekas kapal pemecah es).

Sejak kejadian kecelakaan di Fukushima, ide PLTN Apung/celup versi MIT, daya: 50-1000 MW yang disebut Floating Offshore NPP, OSMR, Offshore Small Modular Reactor) mengemuka di AS bila di lihat dari sisi ekonomi dan keselamatan guna mengantisipasi kecelakaan nuklir akibat gempa sekaligus tsunami. Ide itu dimungkinkan dengan mengkombinasikan teknologi PLTN (PWR/BWR, dll) dengan teknologi offshore platform untuk eksplorasi & eksploitasi migas lepas pantai yang telah mapan / dikuasai dengan baik.

Kelebihan PLTN Apung/Celup OSMR adalah :
  • Lokasinya sekitar 10 km dari bibir pantai yang jauh dari pemukiman penduduk guna mengantisipasi kecelakaan nuklir (bila ada) dilengkapi dengan transmissi listrik bawah laut
  • Bila terjadi kecelakaan, penduduk di bibir pantai tidak perlu dievakuasi, karena lepasan (venting) gas radioaktif berada di bawah permukaan laut
  • Gempa bumi dan dan tsunami tidak akan berefek kepada struktur PLTN karena gelombang air laut lebih kecil  bila dibandingkan dengan gelombang yang menerpa bibir pantai.
  • Dekomisioningnya juga mudah, ia tinggal ditarik ke fasilitas dekomisioning di darat seperti prosedur tarik yang biasa dilaksanakan oleh kapal laut dan kapal selam nuklir. 
  • Air-laut berfungsi sebagai pendingin alami tak terbatas (versi MIT: reaktor nuklir tercelup dalam air-laut) setelah reaktor dipadamkan.

PLTN Apung versi Rusia
PLTN apung Rusia, Lomonosov
Rusia dan Tiongkok meneken MoU untuk membangun 6 PLTN Apung (Versi Rusia: Akademik Lomonosov) mulai tahun 2019 senilai USD 400juta. Sebelumnya, Rosatom membangun PLTN apung di lepas pantai Chukotka / Rusia tahun 2016 (beroperasi tahun 2018) guna memasok listrik bagi platform minyak lepas pantai.




PLTN Apung versi Tiongkok
PLTN Apung buatan Tiongkok
Tiongkok memiliki rencana rinci untuk membuat program PLTN apung juga yang diselesaikannya th 2020. Hal itu dimaksudkan untuk memperkuat posisi di bidang maritim, agar dapat mengeksploitasi sumber alam samuderanya. PLTN lepas pantainya juga akan memberikan energi terhadap industri migas lepas pantai dan proyek pengembangan kepulauan. Dua PLTN apung akan dibangun oleh CGN dan CNNC.



PLTN KECIL & MENENGAH

PLTN berdaya Kecil & Menengah di dunia (SMR Maju) banyak sekali ragamnya yang dapat dipertimbangkan untuk diadopsi di masa depan, sementara BATAN (Indonesia) merancang reaktor nuklir sendiri yang disebut  RGTT200 (200 MWe).

Pada tahun 2018 ada 50 rancangan SMR yang sedang dibangun umtuk aneka penggunaan. Tiga SMR demo industri dan akan beroperasi sekitar 2019-2022, yaitu CAREM 25 (PWR Integral, purwarupa, Argentina), HTR-PM (High Temperature Gas Cooled Reactor) Tiongkok, KLT-40S PLTN Apung, Federasi Rusia. Federasi Rusia telah memproduksi 6 reaktor RITM-200 (PWR Integral), 4 reaktor telah dipasang di kapal pemecah es, Sibir dan Arktika yang akan mulai beroperasi th 2020. Pemanfaatan SMR (Small Modular Reactors) dengan daya yang lebih besar akan siap sesudah 2030.

Desain SMR (Small Modular Reactor) maju lainnya (yang akan siap sekitar 2025-2030) di antaranya adalah:

1. Reaktor berpendingin Air di darat (Land based(Status: September 2020)

  • CAREM-25 (30 MWe, PWR integral, pelet UO2/heksagonal, 3,1%) (CNEA, Argentina); status: konstruksi (purwarupa).
  • ACP-100 (100 MWe, PWR integral, UO2/17x17, <4,95%) (CNNC, Tiongkok); status: Desain detil).
  • CANDU SMR (300MWe, PHWR (air berat), U alam, 0,71%), (Candu Energy Inc, Canada); status: desain konsep
  • CAP200 (>200 MWe, PWR Integral, pelet UO2/17x17, 4,2%). (SNERDI/SPIC, Tiongkok); Status: desain konsep selesai.
  • DHR400 (Distric heating), LWR tipe kolam, UO2/17x17, <5,0%), (CNNC, Tiongkok), Desain dasar.
  • HAPPY200 (hanya pembangkit panas, PWR, UO2/17x17, rerata 2,76%-maks 4,45%), (SPIC, Tiongkok); status: desain detil.
  • TEPLATOR (lorong dalam bejana tekan reaktor, tidak menghasilkan listrik), VVER-440 / heksagonal 12 pin BB, BBBekas <1,2% (UWB Pilsen & CIIRC CTU, Republik Czech); status: desain konsep.
  • NUWARD (2x170 MWe, UO2/17x17, <5%), (EDF Consortium, Perancis); status: desain konsep.
  • IRIS (335 MWe, PWR integral, UO2/MOX/17x17, <5%) (IRIS, International Consortium, beberapa negara); status: desain dasar.
  • DMS (300 MWe, ABWR, 4,3%) (Hitachi-GE Nuclear Energy, Jepang), desain dasar.
  • IMR (350 MWe, PWR integral, pelet UO2/21x21, 4,8%) (Mitsubishi HI, Jepang); status: desain konsep selesai.
  • SMART (100 MWe, PWR integral, pelet UO2/17x17, <5%) (KAERI, Korsel & KA CARE, Saudi Arabia); status: desain tersertifikasi.
  • RITM-200 (53 MWe, PWR Integral, pelet UO2/heksagonal, <20%) (OKBM Afrikantov, Federasi Rusia); status: pengembangan (enam reaktor RITM-200 dibangun sebagai pemecah es Arktika, Sibir & Ural. PLTN basis darat).
  • UNITHERM (6,6 MWe, PWR, partikel UO2 matriks Silumin/Zr, <20%) (NIKIET, Fed. Rusia); staus: desain konsep.
  • VK-300 (250 MWe, BWR, pelet UO2/heksahedron, 4%) (NIKIET, Federasi Rusia); status: desain detil reaktor dan fasilitas kogenerasi standar.
  • KARAT-45 (45-50 MWe, BWR, pelet UO2 / heksagonal, 4,5%) (NIKIET, Fed. Rusia); status: Desain Konsep.
  • KARAT-100 (10MWe, BWR, pelet UO2 / heksagonal, 4,0%) (NIKIET, Fed. Rusia); status: Desain Konsep.
  • RUTA-70 (70 MWth, tipe kolam, cermet (0,6 UO+ 0,4 Al alloy), 3%) (NIKIET, Fed. Rusia); status: desain konsep.
  • ELENA (0,068 MWe, PWR, pelet UO2 / MOX (opsi), 15,2%) (NRC "Kurchatov Institute", Federasi Rusia); status: desain konsep.
  • UK-SMR (443MWe, PWR 3 lup, pelet UO2/17x17, <5%) (Rolls-Royce and Partners, UK); status: desain konsep.
  • NuScale (60 MWe, PWR integral, pelet UO2/17x17, <5%(NuScale Power. LLC, AS); status: ditelaah oleh badan regulatori.
  • BWRX-300 (270-290 MWe, BWR, UO2/10x10 array, rerata 3,4% - maks 4,95%) (GE-Hitachi Nuclear Energy, AS & Hitachi-GE Nuclear Energy, Jepang); status: lisensi awal diinisiasi di UK, Kanada AS.
  • SMR-160 (160 MWe, PWR, pelet UO2, maks 4,95%) (Holtec International, AS); status: pengembangan untuk Laporan Analisis Keselamatan awal guna mendukung proyek komersial dan lisensi awal.
  • Westinghouse-SMR (225 MWe, PWR integral, pelet UO2/17x17, <5%) (Westinghouse Electric Company LLC, AS); status: desain konsep lengkap.
  • mPower (195 MWe, PWR integral, pelet UO2/17x17, <5%) (BWX Technologies, Inc., AS); status: desain konsep.

2. SMR berpendingin air (di laut, Apung/Celup) (Marine Based)
  • KLT-40S (35 MWe, PWR, PLTN apung, pelet UO2 dalam matriks silumin, 18,6%) (JSC OKBM Afrikantov, Federasi Rusia); status: terkoneksi ke grid di Pevek pada bulan Desember 2019. Operasi komersial penuh pada Mei 2020.
  • RITM-200M (50 MWe, PWR integral, PLTN Apung, pelet UO(BB keramik-metal) / heksagonal, <20%) (JSC OKBM Afrikantov, Federasi Rusia); status: enam reaktor purwarupa dibuat dan dipasang untuk pemecah es (2 di antaranya sedang diuji).
  • ACPR50S (50 MWe, PWR, PLTN apung, pelet UO2/17x17, <5%) (CGNPC, Tiongkok); status: penyelesaian desain konsep/program, penyiapan desain proyek.
  • ABV-6E (6-9 MWe, PWR, PLTN apung/angkut, pelet UO2/heksagonal, <20%) (JSC OKBM Afrikantov, Rosatom, Federasi Rusia), Desain Akhir.
  • VBER-300 (325 MWe, PWR integral, PLTN Apung/Angkut sekaligus kogenerasi, pelet UO2/heksagonal, 4,95%) (JSC OKBM Afrikantov, Federasi Rusia); Status: Tahap Lisensi
  • SHELF (6,6 MWe, PWR integral, PLTN celup air-laut, pelet UO2 / heksagonal) (NIKIET, Federasi Rusia), Desain Detil.

    3. SMR Temperatur Tinggi Berpendingin Gas

    • HTR-PM (210 MWe, HTGR, Pebble, He/C, UC, 8,5%) (INET, Tsinghua University, Tiongkok); status: Konstruksi final, uji komisioning sirkit utama dimulai pada tahun 2020.
    • STARCORE (ada 3 bejana tekan: Blok 1: 14MWe, Blok 2: 20MWe, Blok 3: 60MWe, HTGR, TRISO Prismatik, 15%) (StarCore Nuclear, Kanada, UK dan AS); status: desain konsep awal - konsep.
    • GTHTR300 (100-300 MWe, HTGR, Prismatik, He/C, UO2, TRISO, 14%) (Konsorsium JAEA, Jepang); status: Desain Dasar lisesnsi awal tuntas.
    • GT-MHR (288 MWe, HTGR, Prismatik, He/C, LEU 14-18% atau WPu) (JSC OKBM Afrikantov, Federasi Rusia); status: Desain Awal tuntas; teknologi kunci didemonstrasikan.
    • MHR-T (205,5x4 MWe, HTGR (modular), Prismatik, He/C, TRISO, <20%, produksi H2) (JSC OKBM Afrikantov, Federasi Rusia); Status: Desain Konsep.
    • MHR-100 (25-87 MWe, HTGR, Prismatik, He/C, TRISO, <20%) (JSC OKBM Afrikantov, Fed. Rusia), status: Desain Konsep.
    • PBMR-400 (165 MWe, HTGR, Pebble bed dengan BB partikel tersalut, He/C, TRISO, 9,6% LEU atau WPu) (PBMR SOC Ltd., Afrika Selatan), status: Desain Awal tuntas; uji demonstrasi fasilitas; proyek dihentikan tahun 2020 guna perawatan.
    • A-HTR-100 (50 MWe, HTGR, Pebble bed dengan BB partikel tersalut, He/C, TRISO, LEU atau WPu) Eskom Holdings SOC Ltd., Afrika Selatan), status: Desain Konsep tuntas; kegiatan Litbang (R&D) berjalan.
    • HTMR100 (35 MWe, HTGR, Pebble partikel TRISO, He/C, LEU, LEU/Th or TH/HEU atau Th/Pu) (Steenkampskraal Thorium (Pty) Limited, Afrika Selatan); status: Desain Konsep.
    • Xe-100 (35 MWe, HTGR, He/C, UCO TRISO Pebble, He/C, rerata 14,5% - maks 18,5%) (X-energy LLC, AS); status: pengembangan Desain Dasar.
    • SC-HTGR (272 MWe, HTGR, Prismatik, He/C, BB partikel UCO TRISO dalam blok grafit heksagonal, rerata 14,5% - maks 18,5%) (Framatome Inc., AS), Desain Konsep.
    • HTR-10 (2,5 MWe, HTGR modular, He/C, BB partikel TRISO (Kernel UO2, 17%) (Tsinghua University, Tiongkok); status: operasional.
    • HTTR (30 MWth, HTGR Prismatik, He/C, partikel TRISO UO2 tersalut keramik, 3-10%) (JAEA, Jepang); status: operasional.
    • RDE/Micro-PeLUIt (singkatan dari "Reaktor Daya Eksperimental", "Pembangkit Listrik dan Uap Panas Industri") (3 MWe, HTGR, He/C, elemen bentuk bola dengan BB partikel tersalut, 17%) (BATAN, Indonesia), status: lisensi/ijin tapak (PUSPIPTEK, Serpong) diberikan BAPETEN pada tahun 2017. Pengembangan desain detil sedang berjalan sebagai bagian dari fase persetujuan desain.

    4. SMR Spektrum Netron Cepat Berpendingin Natrium / Timbal
    • BREST-OD-300 (300 MWe, LMFR, BB campuran PuN-UN, pendingin/moderator Pb, hingga 14,5%, (NIKIET, Fed. Rusia); status: Desain Detil dengan potensi menyala pada tahun 2026.
    • ARC-100 (100 MWe, LMFR / tipe kolam, BB logam paduan U-Zr, 13,1%) (ARC Nuclear Canada, Inc., Kanada); status: desain konsep.
    • 4S (Super Safe, Small & Simple) (10 MWe, LMFR, U-Zr alloy, <20%) (Toshiba Corp., Jepang); status: Desain Detil
    • MicroURANUS (20 MWe, Lead-Bismuth Cooled Reactor, pendingin/moderator Pb-Bi (45-55% berat, eutectic alloy), BB UO2 / heksagonal, ada 3 zona dengan pengayaan 8, 10, 12%) (UNIST, Republik Korea), status: desain konsep awal. 
    • LFR-AS-200 (200 MWe, LMFR tipe kolam, pendingin Pb tanpa moderator, MOX heksagonal, maks 19% / Pu 23,2%) (HNE = Hydromine Nuclear Energy, Luxembourg); status: Desain Awal.
    • LFR-TL-X (5, 10, 20 MWe, LMFR, pendingin Pb, tanpa moderator, LEU kaset silindris, 19,75%) (HNE, Luxembourg); status: Desain Konsep.
    • SVBR (100 MWe, LMFR, Pb-Bi eutectic alloy, UOheksagonal, <19,3%) (JSC AKME Engineering, Federasi Rusia); status: Desain Detil untuk konstruksi pada th 2025.
    • SEALER (3 MWe, reaktor kecil berpendingin Pb, UO2 / Heksagonal, (LeadCold, Swedia); status: Desain Konsep.
    • EM2 (265 MWe, MHTFR, pelet UC/ Heksagon, 14,5%/LEU, (General Atomics, AS); status: Desain Konsep.
    • Westinghouse Lead Fast Reactor (>450MWe, tipe kolam, LMFR, oksida, transisi ke UN, <19,75%), (Westinghouse Electric Company, AS); status: desain konsep.
    • SUPERSTAR (120 MWe, tipe kolam, LMFR, pendingin Pb, <12%), (Argonne National Laboratory, AS); status: Desain Konsep.

    5. MSR (Molten Salt Small Modular Reactor)
    • IMSR (195 MWe, MSR/Molten Salt Reactor, BB garam Fluorida/grafit, <5%, LEU), (Terrestrial Energy, Canada); status: Desain konsep tuntas - basic engineering sedang berjalan.
    • smTMSR-400 (168 MWe, MSR, pendingin BB garam LiF-BeF2-ZrF4-ThF4-UF4 / grafit, 19,75%), (SINAP, CAS, China); status: desain konsep awal.
    • Copenhagen Atomics Waste Burner 0.2.5 (100 MWth, MSR, pendingin garam BB, moderator air berat, Transuranic, jenis BB LiF-ThF4, inventori BB Bekas), (Copenhagen Atomics, Denmark); status: Desain Konsep.
    • ThorCon (250 MWe, Thermal MSR, pendingin garam molten, moderator grafit, jenis BB UF4, ThF4, min 5% / maks 19,7%), (Thorcon International, USA and Indonesia); status: Desain Dasar tuntas.
    • FUJI (200 MWe, MSR, pendingin fluorida molten, moderator grafit, BB garam molten Th dan U, pengayaan 2% (0,24%U-233 + 12% Th), Pu atau LEU dapat digunakan), (International Thorium Molten Salt Forum: ITMSF, Jepang); status:  Tahap Eksperimental, 3 MSR dibangun, desain detil belum dimulai.
    • Stable Salt Reactor (300-900 MWe, MSR, tipe reaktor BB statik MS Fast Reactor, pendingin garam molten ZrF4-KF, Reactor grade Pu),  (Moltex Energy, UK & Kanada), status: transisi dari konsep ke engineering, ulasan desain vendor kanada sedang berjalan.
    • LFTR (250 MWe, MSR, pendingin garam BB LiF-BeF2-UF4, moderator grafit, U-233 dari Th), (Flibe Energy, AS); status: Desain Konsep.
    • KP-FHR ( 140 MWe, jenis reaktor modular, pebble bed, HT Salt cooled R, pendingin Li2BeF4, moderator grafit,  BB partikel TRISO dalam matric pebble grafit, 19,75%), (Kairos Power, AS); status: desain konsep sedang berjalan.
    • Mkl PB-FHR (100 MWe, FHR / Fluoride-salt-coloed-high temperature reactor, pendingin Li2BeF4, moderator grafit, BB partikel TRISO dalam matriks pebble grafit, 19,9%), (Univ. California, Berkeley, AS); status: Desain Pra-konsep.
    • MCSFR (50 / 200 / 400 / 1200 MWe, tipe reaktor MSR-fast Chloride, pendingin garam BB NaCl-XCly-YCl-UCl3/4-PuCl3-FPCly, pengayaan 10% Pu (total Pu+U) atau 15% HALEU, persyaratan daur BB: daur BB tertutup U/Pu atau SNF/DU/NU (1 t/GWe-yr)), (Elysium Industries, AS); status: Desain konsep. 

     6. SMR ukuran kecil
    •  Energy Well (8 MWe, tipe kolam,Flioride HTR, pendingin garam molten FLiBe, BB TRISO,15%), (Centrum vyzkumu Rez s.r.o., Czech Republic); status: desain pra-konsep.
    • MoveluX (3-4 MWe, tipe reaktor Heat-pipe cooled and calcium-hydride moderated reactor, moderator CaH2,  BB U3Si2 / Heksagonal, 4,8-5,0%), (Toshiba Corp, Jepang); status: desain konsep.
    • U-Battery (4 MWe, HTG micro R, pendingin He, moderator grafit, BB TRISO / heksagonal, <20%), (Urenco, UK); status: desain konsep.
    • AURORA (1,5 MWe, Fast Reactor, pendingin logam cair, BB logam), (OKLO Inc., AS);  status: aplikasi lisensi gabungan yang diterima oleh US NRC.
    • Westinghouse eVinci Micro Reactor (0,2-15 MWe, tipe reaktor Heat Pipe cooled, pendingin pipa panas, moderator logam hidrida, BB TRISO atau lainnya dalam kapsul, 5-19,75%), (Westinghouse, AS); status: desain konsep.
    • MMR (>5 MWe, HTGR / micro-reactor / baterai nuklir, He/C, BB FCM atau TRISO / heksagonal, HALEU 19,75%), (Ultra Safe Nuclear Corp., AS); status: desai dasar / awal.


      Disusun oleh: Fathurrachman Fagi; WA 0812-1088-1386; ffagi@yahoo.com


      Tidak ada komentar:

      Posting Komentar