Pages

Sunday, March 29, 2015

MOTOR & SEPEDA LISTRIK

Motor listrik (molis) & sepeda listrik (selis) di masa depan harus mampu menjawab tantangan seperti ramah lingkungan, bebas (sedikit) perawatan, bebas ganti oli mesin / tune-up, suara nyaris senyap, harga ekonomis, bila mungkin tidak menggunakan BBM sama sekali, dan baterai yang dipakai dapat diisi-ulang berkali-kali dan berumur panjang. Akan tetapi, kelemahan molis & selis (terhadap motor bensin/bioetanol) perlu diantisipasi sebelum memilikinya, misalnya: umur baterai terbatas dan harganya cukup mahal (umumnya hanya 2th, harganya sekitar Rp.1-4,9juta); laju rendah (sekitar 28-40km/jam); jarak tempuh sekali cas baterai terbatas (40-60 km); waktu cas baterai cukup lama (sekitar 6-8 jam); desain tak secantik molis & selis asing; dan jaringan dealer dan bengkel resmi yang tersedia masih terbatas. Perusahaan molis & selis berusaha menekan kelemahan itu kepada konsumen di lapangan dengan menjelaskan kelebihan-kelebihan produk mereka.

Bila anda sudah faham kelebihan dan kelemahan molis & selis, maka anda dapat merakit sendiri atau membeli molis / selis di pasaran yang sesuai dengan selera anda. Anda dimohon berhati-hati bila ingin membeli secara online, karena banyak terjadi penipuan. Kemudian periksalah untuk molis apakah perlu menggunakan STNK & BPKB (biasanya bila kecepatannya >35km/j). Bila perlu, merek mana yang bersedia mengurus STNK dan BPKB.

Dinamo pengisi baterai atau sumber listrik lain seperti sel surya, sel tunam, kayuhan/gowesan pedal yang dihubungkan ke dinamo, sistem pengereman molis & selis, dll. dalam sistem pengisian baterai sebaiknya ditambahkan agar waktu cas baterai lebih pendek dan jarak tempuh molis & selis dapat lebih jauh. TE Novanda (TM UN Malang, 2008) telah melakukan uji-coba penyisipan dinamo pengisi baterai yang dipasang pada roda, sehingga putaran roda dapat menghasilkan arus listrik sekaligus mengisi baterai. Hasil uji-coba menunjukkan bahwa tegangan / daya listrik yang dihasilkan / lama pengisian pada laju tertentu adalah: 20V / 80W / 5jam (5km/j); 30V / 120W / 3,3jam (12km/j); 38V / 152W / 2,6jam (19km/j). Hal itu terbukti bahwa makin cepat kendaraan, pengisian baterai makin besar, dan waktu cas baterai lebih cepat.

Bagi anda yang masih sayang kepada motor bensin lalu tertarik ingin mengubahnya menjadi motor hibrid tanpa mengubah tampilan pabrik, maka PT Retrofit Indonesia bersedia membantu dengan cara menambahkan komponen molis seperti motor (pada roda depan), controller, handle, aki/baterai, layar kendali, dll (biaya ~Rp.3,5juta). Bila ingin merakit sendiri, lihatlah rakitan siswa SMKN 1 Seyegan, Sleman, Yogyakarta, atau rakitan mahasiswa UI, Depok, atau mahasiswa D3 T.Mesin ITS, Surabaya. Perhatikan pula kerapihan koneksi kabel guna menghindari bahaya konsleting listrik selama di parkir (dan pengisian baterai) yang dapat menyebabkan kebakaran.

Contoh Molis Baterai

Pemanfaatan teknologi baterai penggerak roda belakang pada sebuah produk purwarupa molis (EM-SMK) dilakukan oleh siswa SMKN I Tirtajaya, Karawang, Jabar yang dilengkapi dengan satu dinamo yang disambungkan ke roda via V-belt. Dinamo tsb menghasilkan tegangan 50 volt, sekaligus mengisi baterai, sehingga purwarupa molis ini tidak perlu dicas ke listrik PLN. Molis tsb mampu bergerak hingga 40-50 km/j, dengan jelajah tak terbatas. Purwarupa itu menghabiskan dana Rp.16 juta. Molis ini di masa depan perlu diproduksi massal untuk rakyat di pedesaan terutama daerah yang tak terjangkau jaringan listrik PLN.

Purwarupa motor gede listrik (mogelis) sport buatan SB Nugraha (Banjarsari, Solo) (bodi dan mesin motor didesain sendiri) menggunakan empat aki (100A) sebagai penggerak molis dengan laju maksimum 60 km/j (dapat diubah ke 120 km/j). Motor menggerakkan roda belakang via roda gigi dan rantai. Aki dicas selama 3-6 jam untuk jarak sekitar 100 km. Ada kipas pendingin, 3 relay perpindahan voltase 24V, 36V, dan 48 V, sehingga kecepatan dapat naik 20km/j per 12V. Mogelis dilengkapi sekring via MCB, guna menghindari konslet.

Purwarupa molis jenis mopet, berdaya setara motor bensin 30cc, EROS, dibuat oleh RC Susanto (Ubaya), dengan jarak tempuh hanya 15 km (sekali cas), berkecepatan 35-40 km/j. Kerangka, peleg, dan beberapa bagian bodi dibuat sendiri, sisanya (motor, baterai 36V, controller, dll) dibeli/impor dari Tiongkok. Bila voltase baterai dinaikkan, daya jelajah akan bertambah.

Molis besar Harley Electric 1 penumpang, yang mirip motor Harley Davidson memiliki 4 baterai kering (12V/65Ah, impor dari Tiongkok, Rp.13,5juta) yang berkapasitas 7HP, setara 5kW atau setara motor bensin 115 cc. Molis ini melaju 70 km/j dengan jelajah 100km (sekali cas di kampus UNS Kentingan, Solo selama 6 jam) dibuat oleh mahasiswa D3 T. Mesin UNS, Solo, Jateng. Indikator baterai dipasang via nyala lampu (merah, kuning, hijau) di kemudi motor. Perbaikan masih diperlukan.

Purwarupa moblis (molis) balap (tim: Apatte 62) Aristo, roda 3 (2 depan 1 belakang) (1 tempat duduk) dibuat oleh mahasiswa F. Teknik UB, Malang. Rangka terbuat dari paduan logam Aluminium, dan bodi terbuat dari serat karbon / poliuretan. Ia dilengkapi motor listrik BLDC 48V / 800W, dan 4 baterai (48V 20Ah), sehingga mampu melaju ~47km/j.

Molis/moblis roda 3 (2 depan 1 belakang) (1 tempat duduk) dengan rangka & bodi terbuat dari bambu dirakit oleh mahasiswa jurusan Otomotif Politeknik TEDC Bandung (Cimahi) melaju 40km/j dengan baterai Li 38,5V/4,8 Ah, daya listrik 1kWh untuk jelajah 200km (sekali cas 2 jam) yang juga dapat dikendalikan dengan remote control. Purwarupa yang telah dibuat: Cimahi-1, Cimahi-2, dan Cimahi-3 (Gelsolin).

Estungkara 2.0 UNS, Solo
Tim otomotis Bengawan mahasiswa D3 T. Mesin UNS mendesain dan membuat purwarupa moblis roda 3 (2 belakang 1 depan) (1 tempat duduk) Estungkara 2.0 dengan spek: bodi serat karbon dengan bobot 40kg, baterai Li 20Ah (yang dapat bertahan hingga 3 jam) dengan jelajah 150km/kWh yang kemungkinan masih dapat ditingkatkan lagi di masa depan. Spek motor, dan kecepatan molis tidak tersedia.

Moblis (molis) roda 4 (1 tempat duduk) ARJUNA buatan T. Mesin, T. Industri (F.Teknik) dan Elins (FMIPA) UGM mampu melaju 60 km/j (maks) (10km dalam 12'32", juara 1 kategori Uji kecepatan, KMLI-VI, Bandung, Nov 2014). Ia menggunakan 2 motor BLDC 48V/45Ah; 1 kW dengan 2 controller. Sumber tenaga berasal dari 4 aki (@12V, 45Ah) yang dirangkai seri. Adu balap mobil juga diadakan di berbagai tempat termasuk di UGM (2013).

TITEN-G-VI, Univ. Jember, 2014
Moblis (molis) roda 4 (1 tempat duduk) TITEN-G-VI (F.Teknik, Univ. Jember) dengan bobot 51 kg memenangkan Juara Umum (Juara 1 kategori uji percepatan dan uji efisiensi, juara 2 perlambatan) KMLI-VI, Bandung, Nov 2014. Spek daya motor berjenis BLDC dengan kapasitas 2x800W, baterai Lead acid 48V/35Ah.
TITEN-G-V, Univ. Jember, 2013
Titen-G-VI mampu melaju 55 km/j (jarak 10 km ditempuh dalam 17 menit 30 detik) dengan energi hanya 204,48Wh. Sebelumnya, (TITEN G-V), bobot 143 kg, melaju ~ 55km/j sejauh 60 km (aki penuh, 48V/35Ah, power motor 1kW) juga menyabet gelar juara umum (juara 1 untuk kategori percepatan + pelambatan; Juara 2 untuk kategori kecepatan + efisiensi, dalam KMLI-V, Bandung, Nov 2013).

Speeder Inelca, STTNas, 2014
STTNas Yogyakarta (tim EL-MECHANIZER) menampilkan moblis (molis) roda 4 (1 kursi) varian Speeder Inelca pada KMLI VI, POLBAN (Politeknik Negeri Bandung), Bandung, Nov 2014, dan berhasil menjadi Juara 1 kategori Uji Daya Tanjak.  Persyaratan moblis dalam lomba: tegangan baterai maks 48V, kapasitas maks 2,2kWh, daya motor maks 2kW.

Car-Toee-10, STTNas, 2013
Tahun 2013, STTNas meluncurkan varian CAR-TOEE-10 pada KMLI-V, POLBAN, Okt 2013, dan berhasil menjadi Juara 2 kategori uji tanjakan, dan Juara 2 kategori kecepatan. Spek teknis (motor & baterai) belum dijelaskan.

All New Speeder II, 2012
Tahun 2012, STTNas meluncurkan varian All New Speeder II, pada KMLI-IV, POLBAN, Bandung, Nov 2012, dan berhasil menyabet juara Umum III (Juara 1 kategori Efisiensi Serapan Energi Listrik). Tidak ada spek motor & baterai.

Speeder II Revolution, STTNas, 2011
Tahun 2011, STTNas meluncurkan varian Speeder 2 REVOLUTION pada KMLI-III, POLBAN, Bandung, Okt 2011, dan berhasil menjadi juara umum III. Tidak ada spek motor & baterai.
 
STTNas, Yogya, 2010
Tahun 2010, STTNas meluncurkan moblis (molis) pada KLMN-II, POLBAN, Bandung, Nov 2010, dan berhasil memperoleh juara 2 kategori uji kecepatan dan juara 2 kategori uji Efisiensi. Tidak ada spek teknis motor & baterai.

MANDALIKA-EV
Moblis (molis) roda 4 (1 tempat duduk) diluncurkan oleh mahasiswa F. Teknik (T. Mesin) UNRAM varian MANDALIKA-EV, menyabet Juara 2 kategori uji perlambatan pada KMLI V, POLBAN, Bandung, Nov 2013. Sementara, pada KMLI VI, POLBAN, Bandung, Nov 2014, MANDALIKA-EV menyabet Juara Umum II ( Juara 3 uji dampak, Juara 2 uji percepatan). Tidak ada spek teknis motor & baterai.

NAGA GENI
Moblis (molis) roda 4 (2 kursi) NAGA GENI adalah bagian program riset Dept. Ristek Himpunan Mahasiswa D3 T. Mesin ITS Surabaya (2012). Ia melaju maks 45km/j sejauh 85km (sekali cas 3 jam). Tahap selanjutnya, teknologi KERS diterapkan pada molis ini. Spek teknis (Motor & Baterai) tidak ada.

Force UNISI
Moblis (molis) FTI UII Yogya 1 kursi yang disebut Force Unisi, adalah molis yang dilengkapi dengan sistem kontrol buatan sendiri. Ia memiliki baterai GS-NS60 12V/45Ah yang dilengkapi panel instrumen sensor gadget (Galaxy TAB) bersistem operasi android (versi Jelly Bean) yang diletakkan di tengah bilah kemudi. Tujuannya untuk 1) instrument display & monitoring, dan 2) parameter input.
Contohnya: mencatat speedometer, indikator baterai, meter RPM, GPS, stopwatch, odometer, tombol lampu depan/belakang & lampu sein, dan fitur lainnya. Penggerak roda belakang: 2 unit motor BLDC @ 1kW. Molis ini masih perlu diteruskan pengembangannya, agar dapat bergerak dengan cepat, karena laju dan jelajahnya belum diketahui pasti.

Moblis (molis) roda 4 (1 penumpang) batu SATAM, dan Mentilen / TARSIUS X4 dirakit oleh mahasiswa F. Teknik (T. Mesin) UBB (Univ. Bangka Belitung) yang diikut-sertakan dalam  KMLI VI, POLBAN, Bandung, Nov 2014. Spek teknis motor dan baterai tidak dijelaskan.

Moblis roda 4 (1 kursi) dibuat oleh mahasiswa F. Teknik (T. Mesin) KHAD UMY Yogya. Daya motor 1,6kW, laju ~50km/j. Ia menggunakan 4 baterai 48V, (2 besar 55Ah, 2 kecil 35Ah). Bobot 120 kg.

Molis niaga / angkut serbaguna rakitan Pusdatek F. Teknik UNY (Univ Negeri Yogyakarta) roda 3 (1 depan 2 belakang) (1 penumpang + bak barang berdimensi 100x90 cm, tinggi 30 cm) diluncurkan Maret 2015 sebagai sarana transportasi. Ia mampu mengangkut beban ~500kg dengan laju 60km/j dari 4 baterai 48V/32Ah sejauh 60km (sekali cas 3-4 jam). Ia dapat maju/mundur layaknya mobil, dan belum diproduksi massal sehingga harga masih ~Rp.25-30juta. Perbaikan masih terus dilakukan.

Merak, SELIS, Indonesia
Molis merek SELIS buatan Indonesia roda 2 (2 penumpang) berpenampilan sporty dijual sekitar Rp.18juta (tipe Merak & Jalak). Motor: 1000 W, Baterai 70V, 12A, jarak tempuh 60 km, berat maks 200 kg, laju maks 70-90 km/j. waktu cas baterai sekitar 4-6 jam (dicolokkan ke listrik PLN di mana saja). Molis ini memerlukan STNK & BPKB, dan pengguna diminta memeriksa dahulu ke instansi terkait apakah STNK & BPKB dapat diterbitkan untuk molis ini. 

Molis asing mulai membanjir masuk ke Indonesia (2015). Skuter listrik, VMOTO, berteknologi e-max (Eropa) dan rekayasa Jerman, (kini memproduksi 2 merek, vmoto & emax, laju 90 km/j, jarak tempuh 120 km) diproduksi di Li Shui, Nan Jing, Tiongkok, sekitar 300.000 unit/tahun (brand dari Australia). Harga Rp 18-30 juta tergantung tipenya. Ia dipasarkan di Indonesia oleh PT Garansindo Technologies. Varian e-max berupa 1) seri City: 80S, 80L; 2) seri V: 90S, 110S, 110L, 120L, 120LD, 120LD+; 3) seri VX: 110L, 110S. Varian vmoto: 1) Retro; 2) Vmoto1; 3) V5.

Molis asing Emoto (buatan Tiongkok) molis pertama di Indonesia hingga tahun 2014 masih bertahan dengan varian Xenos, Renza, Spirit, Titan, VIP dan Sonia yang sanggup lari ~80 km/j. Daya motor hub 350W, baterai 48V 24Ah, waktu cas 8 jam, jarak tempuh 45 km untuk pemakaian 2 jam. Ia telah berplat-nomor (STNK & BPKB) dan pajaknya disetarakan dengan motor bensin 8cc (Rp.60ribu). Harga ~Rp.8juta/unit).

Zero SR
Molis besar asing buatan AS (produsen: Zero Motorcycles) jenis premium masuk ke Indonesia yang diimpor oleh PT Garansindo Technologies (sebagai distributor) dengan merek ZERO (dengan varian Zero SR, Zero DS, Zero DS Police, Zero S, Zero FX, dan Zero FX military & Police). Zero akan mengaspal di Indonesia dalam waktu dekat. Varian tertinggi Zero SR berupa molis sport berdaya 67TK dan torsi 144Nm, akselerasi 0-100km/j hanya ditempuh dalam 3,3 detik, mampu jelajah 298 km. Kisaran harga di Indonesia (untuk seluruh varian) adalah Rp.170-300 juta. Sementara varian Zero DSP dipakai oleh kepolisian di LA, AS (kecepatan maks 158 km/j).

Honda RC-E
Molis Honda menampilkan 3 varian utamanya, yaitu 1) motor balap Honda RC-E (tampangnya mirip motor balap /  sport, daya setara motor bensin 250cc); 2) Honda EV CUB (desain agak jadul, mirip bebek lawas C-70 50 th silam, dayanya setara motor bensin kap. 100cc); dan 3) Honda EVE-NEO (seperti skuter, 2,8 kW/daya setara motor bensin kap. 50cc), kecepatan 30 km/j, baterai ion lithium, tegangan 72V, 12,6Ah, torsi 4 Hp dan 11 Nm, daya jelajah 34 km. Isi-ulang baterai 1/2jam, yang cocok untuk kendaraan rumahan, usaha jasa, makanan cepat saji, dan surat kabar.

Kapal Listrik (baterai)
Purwarupa Kapal Laut bertenaga dari baterai buatan dalam negeri dikembangkan oleh PT TDL (Terang Dunia Lestari). Spek baterai: 220Vdc/7A (4 buah); motor listrik berdaya 6HP (2 buah) jenis tempel; Controller (2 buah). Kapal berukuran panjang 5m, lebar 2,5m, bobot 500kg + awak kapal 5 orang. Laju kapal 3-7 knot (5,56-13 km/j). Kapal tsb sedang diuji-coba dengan jarak 1 mil dari P. Putri Timur menuju P. Putri Barat (di Kep. Seribu). 
Sementara, PT TDL juga membuat kapal/perahu listrik sungai dengan baterai 220Vdc (efisien daya listriknya). Baterai dicas dengan charger standar selama 5 jam, dan charger khusus sekitar 1/2 jam saja). Kelengkapan lainnya: Motor listrik AC 3 phase 5HP; dan  controller; (semua produk buatan PT TDL sendiri, TKDN ~100%). Ia dapat melaju ~ 9 knot (28% tenaga dari motor listrik, yang dapat melaju selama 1 jam 10 menit), dan dapat bergerak maju/mundur (diuji-coba di Marunda, Tanjung Priuk, Jakut, di sungai Banjir Kanal Timur, 6km dari laut lepas). Bobot: kapal berbahan fiber 150kg, motor 40 kg, baterai 50kg, awak kapal 5 orang 250kg; jadi berat total ~500kg.


Molis Sel Tunam (Fuel Cell)

Purwarupa sepeda motor sel tunam (PEMFC) buatan BPPT diaplikasikan ke molis yang telah ada di Indonesia dengan cara mengganti baterainya dengan sel tunam yang ternyata 28 liter gas H2 mampu menghasilkan listrik 500 W, dan menggerakkan motor dengan kecepatan hingga 60 km/j. Tabung metal hydride H2 dengan tinggi 20 cm diameter 10 cm mampu memampatkan gas H2 hingga 740 liter. Molis jenis ini belum diproduksi massal.

Penggunaan 2 sumber listrik berupa gabungan antara baterai penggerak roda (depan/belakang atau tengah) dan sel tunam (sebagai pengisi baterai) perlu difikirkan di masa depan. Gabungan 2 sumber listrik itu dilakukan oleh molis asing Hero iON.


Molis Tenaga Surya 

Tambahan energi listrik pengisi aki dari sel surya selain listrik dari PLN juga telah dilakukan.

Dua mahasiswa T Elektro Untag (Univ 17 Agustus) Surabaya (R Wicaksono & SY Permana) merakit molis beratap sel surya (100Wp) (yang mereka sebut TETA-1) yang arus listriknya disimpan dalam 3 aki (@ 12 V 7,2Ah). Daya motor dc 250W 36V. Jarak tempuh hanya 8 km (karena kapasitas simpan aki yang rendah). Bila strum aki menurun, molis dibiarkan di bawah terik matahari 2,5 jam.

Molis roda-tiga beratap sel surya (Cakra Hybrid) dirakit oleh siswa SMK PGRI 2 Ponorogo, Jatim. Presiden SBY, Menristek, dan Gubernur Jatim sempat mencobanya. Daya listrik pengisi aki berasal dari 2 sumber, listrik PLN dan sel surya. Kecepatannya ~ 40 km/j bila 3 baterai (@12 V) terisi penuh, daya motor 500W 28A (diletakkan di roda depan). Ukuran roda 17", suspensi berupa spiral & shock absorber, disertai lampu sein dan lampu depan. Anak bangsa perlu terus meningkatkan kreativitasnya agar desain teknologi kreatif yang dihasilkan makin menarik.

Bandingkanlah becak karya anak bangsa di atas dengan becak buatan Jepang, Meguru (gambar samping). Sisipan nuansa khas kipas Jepang (kipas terbuat dari bubur kayu Jepang / washi & lantai terbuat dari bambu) mampu mempercantik becak elektrik ini. Lampu sein & depan juga disematkan, sehingga menimbulkan kesan klasik dan modern. Daya penggerak hanya berasal dari baterai ion Li (atapnya belum dilengkapi sel surya). Bila baterai terisi penuh, ia mampu bergerak hingga 40 km (V ~ 40 km/jam).

Becak Wisata Tenaga Surya atau disingkat "Beta Gaya" yang menyerupai becak cinta dirakit oleh siswa semua kejuruan di SMKN 2 Lamongan, Jatim, dengan dana Rp.20 jutaan. Sumber listrik selain PLN juga berasal dari 4 panel surya (@ 12V/10A) yang tersimpan dalam 4 aki (@ 12V/10Ah), kemudian daya dari aki menggerakkan 2 motor listrik (@ 500W) sehingga dapat melaju ~50 km/j. Becak roda empat yang dilengkapi GPS dapat dimuati 4 orang, dan bergerak sejauh ~80km. Bila sinar MH cukup, jarak tempuh akan bertambah.

Molis roda tiga beratap sel surya (2 depan, 1 belakang, untuk 1 penumpang) rakitan 15 siswa Madrasah Aliyah MA) Fatwa Alim Tulung, Kec. Saradan, Madiun (2014), yang mereka sebut Mobil Jangkrik 01 melaju ~50 km/j yang bertahan 1-1,5 jam sesuai cerahnya matahari. Dana yang dikeluarkan sekitar Rp.15juta (termasuk uji-coba). Jangkrik 01 berpenggerak motor roda belakang. Arus listrik dari sel surya 100W disimpan dalam 4 aki (@12V) 48V 20A via BCL (Battery Control Regulator) yang diteruskan ke motor. Daya lsitrik dari PLN dapat pula mencas baterai.

Motor listrik roda empat go green, buatan 39 mahasiswa Politeknik Jember, Comet-1, didesain seperti mobil ruang angkasa beratap sel surya (listrik disimpan dalam aki) dan rangka+bodi terbuat dari bahan bekas & daur ulang. Daya motornya 250W, melaju 40 km/jam selama 2-3 jam, sedangkan roda diambil dari sepeda rusak. Biaya yang telah dihabiskan sekitar Rp. 10 juta. Motor roda empat ini masih akan disempurnakan di masa depan dengan sebutan Comet-2.

Siswa SMK Muhammadiyah 1 Padang, Sumbar merakit Sepeda Motor Internet Tenaga Surya (SMONET TSU) (2014). Rakitan yang diklaim pertama di Indonesia itu digunakan umtuk mengakses internet bagi mereka yang berada di daerah/pelosok yang belum dialiri listrik. Bak belakang Sepeda motor roda tiga (bensin) dapat mengakomodasikan 5 komputer yang UPS-nya mendapatkan listrik dari sel surya. UPS terangkai dengan server internet via Wi-Fi.

Molis HIBRID (bensin+baterai)

Bila anda masih sayang dengan motor bensin anda dan ingin menghibridkannya dengan motor listrik, maka uraian berikut mungkin berguna. Sekitar 86,3 juta motor bensin (2013) di Indonesia dapat dihibridkan.
 
PT Retrofit Indonesia (2012) (PT BMMR) merakit motor bensin roda dua dengan tambahan molis dengan cara menempatkan brushless hub 500W (molis pelan, bila ingin cepat ganti 1000W) pada penggerak roda depan (pelek diganti dari 14" menjadi 16", atau ganti pelek racing dengan ukuran sama, rem cakram depan dimodifikasi, dan tuas/choke dipasang yang digerakkan oleh jempol untuk menyalakan molis) agar tidak mengganggu mekanisme bawaan motor bensin. Dalam keadaan berjalan molis dapat di-off, lalu tekan tombol stater, motor bensin menyala. Ketika daya 4 baterai / aki 12V (48V) habis (selama 2 jam, melaju ~30-50 km/j), otomatis motor bensin akan menyala (autocharging, gerakan roda menggerakkan dinamo yang mengisi baterai). Isi-ulang baterai ~1,5 jam (via PLN). Baterai diletakkan di keranjang belakang (disembunyikan dimana saja sesuai kondisi motor bensin). Biaya tambahan ditaksir sekitar Rp. 3,5 juta (termasuk baterai). Pemasaran utama retrofit ditujukan kepada koperasi SMK.

Molis bermesin (Lisin) Honda Supra (2008) (bensin+Baterai) roda dua dirakit oleh SMKN 1 Seyegan Sleman, Yogyakarta (2012) dengan penampilan rapi. Molis didukung oleh 4 baterai 12V (4x12V), melaju ~30-40 km/j, sedangkan bila diubah ke mesin bensin melaju sesuai dengan standar motor bensin. Saat baterai habis, maka sistem secara otomatis menyalakan motor bensin dan gerakan roda mengaktifkan dinamo dan menimbulkan arus listrik yang mengisi baterai hingga penuh.

Sepeda motor hibrid Honda Supra 125 cc (bensin + Baterai) dua roda dirakit pula oleh mahasiswa UI, Depok (2012), daya motor 48V / 700W, 4 baterai (@12V/26Ah) disambung seri. Garpu depan dimodifikasi agar dapat mengakomodasi motor penggerak roda depan, kecepatan ~35 km/j dengan jelajah baterai 50 km. Di masa depan motor akan diganti berdaya 1000W agar start motor bergerak lebih cepat.

Sepeda Motor Hibrid dirakit oleh mahasiswa D3 T. Mesin ITS (bensin+baterai). Pada laju tertentu, ia menggunakan energi listrik. Bila laju di bawah yang ditentukan, maka otomatis menyalakan motor bensin. Selain itu, motor hibrid telah menggunakan teknologi KERS (Kinetic Energy Recovery Systems) pada sistem pengereman roda belakang.

Molis hibrid (bensin+baterai) empat roda (mesin Yamaha Mio) dirakit oleh mahasiswa UI, Depok (DW Utama). Pengalihan sistem dilakukan oleh micro controller. Daya listrik menggerakkan motor diperoleh dari: 1) 2 roda belakang dipasang motor; 2) alternator yang digerakkan oleh as motor bensin via belt. ke dua sumber listrik masuk dan tersimpan dalam 4 aki 12V yang diseri menjadi 48V hingga menghasilkan 35Ah. Kecepatan diset <40 km/j. Jelajah ditentukan oleh kapasitas aki dan BB dalam tangki motor.

Konversi Total Motor bensin >> Motor Listrik
  • Motor bensin tua & rusak (Honda Astrea Legenda 2001) dirombak dan difungsikan kembali oleh 5 siswa SMK Raksana-1, Medan (2010) dengan cara membuang tangki bensin dll., kemudian menyisipkan panel surya dan 4 aki dc (@12V) beserta kabel yang diperlukan. Aki dan dinamo mengapit roda bagian belakang. Molis itu melaju 40km/j (dimuati 2 orang) dengan pengecasan aki selama 1 jam sejauh 60 km.
  • Enam mahasiswa D3 T. Mesin UNS merombak motor bensin Honda menjadi molis (Gen.II), berbaterai ion-Li buatan Fakultas. Ia melaju 70 km/j. Cas baterai 1/2 jam.

Selis Tenaga Baterai/Aki

Sepeda listrik (MTB) hasil rakitan A Andreas dilengkapi dengan baterai dan dinamo/motor pada roda belakang [1 (V ~55km/j), (2 + 3 + 4 + 5 diklaim V ~70-80km/j), (6, 7 + 8 uji tanjakan / turunan)]. Selain itu, selis dengan dinamo tengah dirakit pula. Sepeda ini cukup cepat, mampu untuk bermanuver di mana saja.  Bandingkan kecepatannya dengan yang dirakit di LN. Selis dengan penggerak roda depan dapat bergerak cepat juga.

Sepeda dengan dua roda samping (kiri & kanan, diameter 1,5 m) Two Wheels Vehivle (ETV) (Agustus 2012) yang dapat berputar 180 derajat, mirip mainan anak-anak, dan memiliki kursi bekas Isuzu Panther dirakit oleh 4 siswa D3 FT-UNS, Solo (V ~20 km/j) sebagai tugas akhir yang menghabiskan dana Rp.11 juta. Daya baterai lithium adalah 36 V 17 Ah yang dapat bertahan 2-4 jam, dan dicas selama 4 jam. Sepeda itu diinspirasi oleh perancang sebelumnya (03/2009-02/2011), para mahasiswa T. Mesin Univ, Adelaide, Australia yang telah mendesain dan merakit kendaraan serupa yang semula disebut Bumblebee, kemudian berevolusi menjadi EDWARD (Electric Diwheel With Active Rotation Damping) dengan laju maks 40 k/j.

EBI (Eco Bike Indonesia) diciptakan oleh  GA Putra (Bantul, DIY, lulusan STMIK AMIKOM) yang berhasil dalam kompetesi Asia Youth Tech Enterpreneurship Camp di Seoul Korsel (2013). Kayuhan (gowesan) pedal sepeda dapat menghasilkan listrik (dual charging, selain dari PLN) yang mengisi baterai, sehingga dapat menghemat daya baterai. Voltase yang dapat dibangkitkan gowesan adalah 220 V dengan daya 1.000-2.500 Watt. Laju EBI 48 km/j.

Sepeda listrik DN lainnya adalah karya siswa beberapa SMK yang bekerjasama dengan PLNSMK Bunda Kandung, Psr Minggu, Jkt; SMKN 5 (El Bike), Pisangan, Jakut; SMKN 1 Budi Utomo; dan SMK 26 (Seli 26) (sepeda lipat, roda 16", 12V 20Ah, bila V~30km/j jelajah hanya 10 km, waktu cas 2 jam untuk 1 jam perjalanan, motor penggerak berada di luar sepeda yang dihubungkan dengan rantai).

SekutNix, selis klasik dibuat oleh R Elson dkk dari bengkel KKM (R. Elson adalah Pemrakarsa mobil sport listrik Indonesia, SELO). SekutNix dilengkapi dengan baterai Ion-Li 36V / 8Ah, motor BLDC, penggerak belakang 250 W, jarak tempuh 60 km, melaju dengan kecepatan 20-30 km/j. Sepeda ini tanpa boncengan, dan masih terus disempurnakan.

Tim (8 mahasiswa + 1 dosen) D3 T. Mesin UNS merakit 2 tipe selis: downhill (berat ~60kg) dan sepeda lipat (berat~45kg) memanfaatkan modifikasi rangka sepeda angin. Tenaga sepeda berasal dari listrik & gowes. Daya motor setara 0,5HP (penggerak roda belakang); Aki 15V; jelajah 40-50km sekali cas (3-4jam). Beban ~100kg. Biaya pembuatan purwarupa Rp6-7juta per unit; Mereka digunakan di lingkungan kampus UNS oleh petugas pengantar surat atau satpam di tiap-tiap fakultas.

Sepeda Listrik Roda Tiga (SLRT) dibuat oleh TH Ismaji (+ Alumni TS-UGM, dirakit oleh siswa SMK BLPT, DIY) yang dikhususkan untuk para lansia dan difabel. Sepeda ini mampu mengangkut beban 150 kg dilengkapi aki kering 12 A, dengan jarak tempuh 60 km, V = 30-35 km/j dan waktu cas baterai 6-7 jam. Bandingkan SLRT tsb dengan SLRT rakitan Brazil.

Selis roda 3 (2 di depan) untuk warga difabel (cacat kaki) (2014) yang melaju maks 40km/j sejauh 30 km dirakit oleh siswa SMK Triyasa 2 (Surabaya) dan SMK Sedayu (Gresik), Jatim. Selis tsb memiliki 4 aki (@12V) yang dapat diisi-ulang selama 5jam.

Wiwien MR Yogya (2012) menciptakan generator listrik dc 12V, kemudian diubah ke ac 220V / 2kW yang digunakan untuk las-lasan dan merakit molis, selis, becak, dan moblis, sekaligus arus sisa dimanfaatkan untuk mengisi-ulang baterai generator listrik  dc 12V.

Produk rakitan selisnya, di antaranya adalah selis roda tiga [2 depan 1 belakang (motor di roda belakang) dan 1 depan 2 belakang (motor tengah 48V)] dengan kerangka SS, dan kedua varian itu dapat bergerak mundur. Di sisi lain, Dia juga merakit skuter listrik (2014) (molis) dimana pengendara cukup duduk di stang skuter. Tahun 2015 selis roda empat (1 penumpang) berhasil dirakit pula dengan motor diletakkan di roda belakang.

Becak listrik yang masih perlu penyempurnaan juga dirakit oleh Wiwien, menggunakan 4 aki 12x4V 20Ah, daya motor 500W (masih impor) mampu membawa beban 300kg, dan melaju ~30km/j sejauh 60km per cas (4 jam). Assesoris yang dilengkapi: lampu sein, lampu depan, lampu rem, klakson. Dana total Rp.10juta. Roda becak asli diganti roda motor dengan ban lebih tebal. Karya lainnya adalah berupa moblis (mobil listrik 1 (roda tiga), 2A / 2B / 2C3A / 3B).

R. Elson merakit becak biasa Ciheras, Jabar menjadi becak listrik (dana hanya Rp.2,5 juta). Spek yang diusulkan seperti gambar samping. Misalnya, motor dipasang pada roda belakang (250W / maks 500W). Spek nyata becak listrik yang sudah berjalan belum diketahui dan masih perlu penyempurnaan. Karya R. Elson lainnya: moblis SELO (150 kW, jelajah 250km), dan PLTB di Ciheras, Tasikmalaya, dan Sumba.

SELIS DIGNITY
Selis buatan Indonesia dengan merek SELIS melaju 28-30km/j, jelajah maks 40 km, daya angkut/beban 150 kg, daya baterai 36V 10Ah dan waktu cas 8 jam. Harga on-line di Indonesia (Jan 2015) merek SELIS sekitar Rp. 4,2-5juta (+PPN 10%) (tergantung varian/spek). Suku cadang sangat lengkap. Varian yang lebih kuat (motor 350W, baterai 48V 20Ah, laju 35 km/j, beban maks 150 kg, jelajah 60 km) adalah Elang (Rp.7,15 juta), Garuda (Rp.7,8juta), dan Merpati (Rp.6,8juta). Daya motor tergantung kepada baterai, gowesan tidak mengisi baterai. Varian baru SELIS, MTB (DIGNITY) roda 20", motor 36 B & 250 W di roda belakang, baterai ion-Li 36V 8,8 Ah, lebih ringan, menjelajah ~80 km dg laju maksimal 50 km/j.

Selis spesial angkut beban berat yang dilengkapi dengan boncengan / taruh barang maks 100 kg adalah Highlander yang dibuat oleh PT Multisukses Wahana Karya, Jakarta Barat, dengan jarak tempuh sekitar 70-80 km yang disertai indikator sisa daya baterai, lampu sorot + sein, kunci remote, alarm, berkecepatan sekitar 40-50 km/j dengan daya angkut total 180 kg. Bila dalam perjalanan ditemukan daya baterai habis, maka sepeda masih dapat dikayuh/digowes hingga sampai tempat pengecasan. Cas baterai perlu waktu 4-5 jam. Harga (Jan 2015) sekitar Rp 6,5juta (48V) - Rp.7juta (60 V).

Mars
Selis asing buatan Tiongkok (Super rider) membanjir ke Indonesia dengan merek nama-nama planet, salah satunya dipasok oleh E-bike Indo, dengan merek Mars (kuning, kecil, cocok untuk anak-anak); Venus-1 (cocok untuk ABG); dan Venus-2 (cocok untuk ibu-ibu/belanja). Jenis lain hadir dengan nama Green Meteor-1 dan Meteor-2 yang bentuknya mirip motor matic, apalagi tanpa pedal. Sepeda ini dilengkapi dengan stater layaknya motor matic, disertai kunci remote & alarm. Lajunya 40-50km/j, dengan jelajah ~50 km, sedangkan yang tanpa pedal berjarak tempuh 80 km. Cas baterai 4-5 jam. Suku cadang mudah diperoleh. Harga selis sekitar Rp.3,9-5,2 juta. Merek lainnya: Neptunus, Pluto, Jupiter, dan Earth. Pada ajang IIMS 2014 lalu di Jakarta, selis merek Pluto, Jupiter, Earth, dan Mars, laku keras terutama merek Earth sempat laku >90 unit.

Merek lain yang hadir di pasaran: Momentum (Harga 7,5 juta), Tiger (tipe Power 07, ZIP F8, TEC ONE JAZZ, TEC ONR PRO, SPEDTRIK 4U, SPEDTRIK V6, harga Rp.5jutaan), Yahonta (tipe FIT, NEO, JOY, MIAO Harga Rp.5 jutaan) dan Fantaci (Harga bervariasi, tergantung jenis).

Yamaha ikut bermain di kelompok selis ini. Ia hadir dengan varian Metis X (gbr samping, desain maskulin, atraktif, cocok untuk kaum pria, harga Rp.12 juta, dibuat di pabrik Yamaha, Tiongkok) dan Metis J2 (lebih kalem, cocok untuk ibu-ibu belanja dan remaja putri ditambah pedal gowes seperti sepeda biasa, dan boks simpan di belakang untuk membawa barang belanjaan/lainnya). Spek Metis X: beban maks 90 kg, baretai 48 V, daya listrik 240 W, laju maks 20 km/j. Ada 2 pilihan moda laju: Power & Eco.

PT GIG (Garasindo Inter Global) mengimpor/menghadirkan selis Italia, ITALJET. Selis ini mulai mengaspal di Indonesia sekitar Juli 2015. Ada lima varian yang diproduksi oleh Italjet, yaitu Diablone, Angel, Ascot Sport, Ascot Classic dan Mantra. Dua varian lagi sedang dikembangkan. Fitur Italjet adalah: motor listrik berdaya 350W, laju maks 32km/j tanpa kayuh, baterai ion-Li (cas 4 jam), jelajah ~100km. Ban tebal: 26"x3,5. Harga sekitar Rp. 50jutaan.


Selis Tenaga Surya

Upaya penambahan atap sel surya kepada selis (roda 2 dan 3) telah banyak dilakukan.
  • Selis roda dua beratap surya dirakit oleh mahasiswa T.Fisika FT-UGM. Motor diletakkan di bawah jok (tengah) dan menempel langsung (tanpa rantai) pada ban roda belakang guna menggerakkan selis.
  • Sepeda beratap surya dirakit oleh PT GENM (Green Energy Nusantara Mandiri). Motor diletakkan di roda depan.

Selis roda 3 diberi tambahan atap sel surya (Type E canopy 1) guna mengurangi waktu isi-ulang via colokan PLN kepada 6 baterai 12 V (3 aki basah & 3 aki kering), dan dirakit oleh siswa SMKN Klakah, Kab. Jember (H Kurniawan & HJ Satrio) dengan biaya total Rp.9juta. Dengan beban 90 kg, ia dapat melaju 30km/j. Energi dari sel surya disimpan dalam aki, yang langsung menggerakkan motor listrik di roda belakang. Bila aki diganti baterai ion-Li, mustinya laju dan jelajahnya akan bertambah.

Becak yang dibiarkan apa adanya kemudian ditambah sel surya (di atap becak) dan komponen listrik lainnya (motor, controller, aki, dll) pada bodi becak dirakit oleh siswa T. Mesin SMKN 1 Losarang, Indramayu, Jabar yang menyerap dana sekitar Rp.25 juta. Menristek (GM Hatta) sempat duduk mencobanya. Daya aki mampu bertahan 4 jam dengan laju becak sekitar 40 km/j.

Becak beratap sel surya lainnya dirakit di UPT PPPK Dinas Pendidikan Jatim oleh siswa SMK Trisakti Tulangan, Sidoarjo, Jatim. Listrik dari 2 panel surya 50V disimpan dalam aki kering (12V 12A) kapasitas 50 Wp selama 2,5 jam yang mampu menghasilkan daya 288W. Motor diletakkan di roda belakang dan hanya bergerak maju saja dilengkapi dengan lampu sein, rem cakram, dll. Becak melaju ~30km/j, dan masih dapat dikayuh dengan gigi belakang bila arus listrik habis.

Becak tenaga surya rakitan siswa SMK Piri 1 Yogyakarta, yang mereka sebut BELIS I (anti lelet, anti BBM, dan anti polusi) dengan motor penggerak roda tengah (3 phase 350 W, brushless) yang arus listriknya berasal dari 4 aki kering (48V 12Ah). Aki menerima tambahan arus listrik dari 4 sel surya yang diletakkan di belakang, atau dicas ke listrik PLN. Becak dapat melaju 20km/j sejauh 60km per cas. Pada malam hari dapat menempuh 40 km per cas. Becak dilengkapi lampu depan dan masih dapat dikayuh. Beban maks 350 kg (Mei 2013). Feb 2014 BELIS II dirakit dengan memasang panel surya di atap becak.

Becak (muat 2 orang) elektrik tenaga surya (+cas PLN) dirakit oleh Mahasiswa PENS ITS dengan tambahan 3 aki (masing-masing 12V 26A, 2 aki untuk motor, 1 aki untuk lampu sein, & asesori lainnya), motor dc penggerak belakang, sistem kontrol PI-FUZZY, dan pengereman mekanik. Laju becak ~20 km/j sejauh 15 km (selama 4 jam). Panel surya 50 WP menghasilkan listrik 2A atau 19 V. Bila tidak ada matahari, maka gowesan pedal selama 3 jam dapat membantu motor penggerak.

Becak beratap tenaga Surya yang disebut CAKSUR (BeCAK SURya) dirakit Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, Perdagangan, dan ESDM Pemkab. Sidoarjo untuk mengatasi masalah PKL (para pedagang sate, siomay, roti, dll) di Sidoarjo, agar tidak ngendon (diminta lebih sering bergerak).  Energi listrik datang dari sel surya (100W) dan cas PLN guna mengisi aki. Strum aki menggerakkan motor becak dengan laju maks 30 km/j. Berat beban becak maks 150 kg.

Selis roda empat bertenaga surya untuk 2 penumpang dirakit oleh siswa SMK Muhammadiyah Kudus (2013). Untuk menjalankanya dibantu dengan sedikit gowesan pedal. Empat buah aki basah digunakan sebagai penyimpan listrik dari sel surya. Motor diletakkan di bawah kursi yang dihubungkan dengan rantai ke roda belakang.

Sepeda roda empat (1 di depan, 3 di belakang) bertenaga surya (Rp6juta) dirakit oleh B. Rozikin (alumni MIPA-ITS) seorang pekerja bengkel di Ds. Sekar Kurung, Kec. Kebomas, Gresik, Jatim. Motor diletakkan di roda tengah belakang yang menggerakkan molis dengan laju 25km/j sejauh 30km (malam). Dua panel surya (sebagai atap sepeda) berdaya 100W 12V dc mengisi 3aki 12V (di bawah jok) (2 aki 35Ah, satunya 12Ah).

Selis bekas (Trekko) yang bermasalah baterainya diperbaiki oleh F.Ardian (Pontianak), cas baterai 48V diganti 12V, dan semula pengecasannya via listrik PLN diganti via panel surya. Lampu bawaan molis diganti LED. Aliran listrik seri diubah ke paralel. Daya motor 350W, melaju ~45 km/j, jelajah sekitar 50 km. Waktu cas 4-8 jam dilakukan di rumah via panel surya, sehingga panel surya yang semula menempel di selis dicopot, guna memperbaiki aerodinamika selis.


 Perkembangan  Molis & Selis di Luar Negeri

Jumlah Selis yang hanya digunakan di Tiongkok, India, Jepang sekitar 405 juta (2014) dan diprediksi akan menaik hingga sekitar 1 miliar di Asia, Eropa, dan AS pada tahun 2020. Sementara, pertumbuhan Molis diprediksi akan lamban (akibat mahalnya harga komponen dan rendahnya minat pemakai), yaitu dari sekitar 1,2 juta (2014) menjadi hanya 1,4 juta (2023). Oleh karena itu, perkembangan Selis ramah lingkungan yang menggunakan baterai (ion-Li, polimer Li, atau udara-Li), sel tunam, sel surya atau gabungan di antara mereka, dapat dilipat atau tidak, mendorong minat pengusaha LN/DN untuk terus mengembangkannya dengan menampilkan fitur-fitur menarik.

Misalnya, Molis & selis roda 2 dapat dilipat, sehingga mudah ditenteng, disimpan, dan diletakkan dalam mobil; Roda tiga yang roda belakangnya bisa dirapatkan, kemudian untuk meletakkan belanjaan maka roda belakang diregangkan, sehingga sepeda menjadi beroda tiga. Contoh lain adalah Selis roda tiga (dapat dilipat, sempit, jarak 2 roda belakang hanya 35cm) VIENNA, muatan 150liter/40kg (buat membawa belanjaan, piknik ke luar kota, tempat duduk anak, barang jasa misalnya bawa surat kabar, makanan cepat saji,  dll), untuk sekali cas (3 jam), daya jelajah sampai 60km, dan melaju dg bantuan pedal sampai 22 km/jam. Model lain, adalah BIQUATTRO (2 roda belakang dapat dirapatkan).  Selis roda 3 juga dapat dilipat & dirapatkan, dan dimuatkan ke mobil. Teknik melipat selis merek lainnya juga ditampilkan.

Beberapa contoh molis dan selis di dunia selengkapnya ditunjukkan berikut ini.

Contoh molis kencang (baterai)
KILLA CYCLE (AS) adalah molis spesial untuk balapan yang berakselerasi 0-100 km/j dalam 1 detik, (tercepat di dunia) menggunakan baterai LiFePO4 375V 14 Ah, daya 500+HP, rakitan dari sel A123Systems. Baterai dapat diisi-ulang hanya 10 menit saja (dari PLTBayu di rumah). Daya motornya 260 kW (500HP), menggunakan 2 motor dc (berat 37kg). Laju molis tercatat 387 km/j (top record: ~ 435 km/j).

Molis CHIP YATES Superbike (AS) berakselerasi 0-100 km/j dalam 1-2 detik; berdaya dorong 258HP, torsi 400lb-ft, laju tercepatnya 316 km/jam. Daya berasal dari 3 pak baterai yang terdiri atas 6 sel polimer ion-Li dan didesain khusus menaikkan tegangan pada arus sekitar 500A. Chip Yates sendiri penemu paten KERS (Kinetic Energy Recovery System) mendapatkan arus listrik tambahan untuk isi-ulang baterai dari sistem rem di roda depan.
   
LIGHTNING LS-218 (AS), laju 350 km/j, daya 200HP, berakselerasi 0-100 km/jam dalam 2 detik (baterai ion-Li 380V 12kWh, isi-ulang setiap190km atau 380V 15kWh, isi-ulang setiap 240 km), cocok untuk balapan, harga USD38.900,-. suara desir terdengar (bukti ada motor lewat); Perawatan: rantai diminyaki berkala.

SAROLEA SP 7 Superbike (Belgia), berakselerasi 0-100 km/j dalam 2,8 detik; 180 HP, laju 240 km/j; berat 200 kg; torsi 400 Nm; bodi terbuat dari fiber karbon. Motor balap ini dilengkapi ban balap Bridgestone Battlax V02 terbaru.
       
MISSION R (Mission Motorcycles, San Fransisco, AS) daya 120 kW (160 HP), torsi 120lb/ft pada 15 kWh; Ia berakselerasi 0-100 km/j dalam 3 detik menggunakan daya hantaman, dan laju puncaknya pada 240 km/j dengan jelajah 193 km (322 km dalam kota). Harga USD 36.500+.
ENERGICA varian EGO (Italia) daya 100 kW (134 HP), 195 Nm, laju maks 240 km/j, jelajah 200km (bila V~60km/j) atau 100 km (bila V~100km/j), atau hanya 50 km di landasan pacu. Akselerasi 0-100 km/j dicapai dalam 3 detik, desiran kecil terdengar (Harga USD 34.000+ tergantung harga baterai), fiber karbon, roda terbuat dari paduan logam cor aluminium, daya baterai 11,7 kWh (isi-ulang 1200x), waktu isi-ulang 3,5 jam (arus ac), 30 menit (arus dc), ada GPS 10 Hz, dan bluetooth.

Molis ZERO (California, AS) (Zero Motorcycles adalah produsen molis terbesar di dunia), nyaris senyap, baterai ion-Li, dengan varian S/USD13.345, SR/USD17.345 (akselerasi 0-100 km/j dicapai dalam 3,3 detik, laju maks 163 km/j, daya baterai 11,4 kWh, jelajah 220 km, charger 110V, daya motor 67 HP); DS/USD13.345, FX/Trail (USD9.845, harga di AS). Zero DSP dipakai oleh Polisi di AS (gambar samping).
LITO SORA (Quebec, Canada); . Fitur-fiturnya adalah baterai Polimer Li densitas tinggi (cas 2jam), sistem GPS terintegrasi, layar sentuh, tempat duduk dapat diatur secara elektronik (naik/turun, pertama di dunia), komponen suspensi kualitas tinggi, sistem rem regeneratif, wadah simpan dapat dikunci, bodi dilapisi fiber karbon dan khasis aloy aluminium, transmissi CVT. Sora dapat berakselerasi  0-100 km/j dalam 4 detik, laju maks 189 km/j, jelajah 192km, dan sistem notifikasi unik yang akan mengirim e-mail kepada anda bila pengecasan sudah selesai dan siap untuk ditunggangi. Harga ~USD44.000.

Brutus V9
Molis BRUTUS 2 (akselerasi 0-100 km/j dalam 4,7 detik); 161 km/j; berat 226 kg. Daya 153 V / 4,9 kWh baterai polimer Li (mati setelah jalan 80.000 km, dengan perawatan minim), isi-ulang (110V) selama 3,5 jam setiap 160 km. Kemudian, Brutus 2 didesain-ulang menjadi Brutus V2 Rocket (harga ~USD26.500) dengan baterai 21,7 atau 17,8kWh dan motor 130HP (100kW), torsi 172ft.lb pada 6000 rpm. Sementara Brutus V9 (harga USD32.500, 2015) melaju 184 km/j, jelajah 448 km (dalam kota), 336 km (di tol); baterai 18,8 atau 33,7kWh, Daya: 125HP, torsi 277ft.lb.

Molis BRAMMO (AS), Empulse R (2014, harga USD14,000) (akselerasi 0-100 km/j dalam 4,8 detik, laju maks 177km/jam), daya dipasok oleh 7 baterai, 104V & 9,3kWh, 54bhp (40kW) @4500rpm, torsi 66lb.ft (90Nm). Setiap modul berisi 36 ion-Li sel NiCoMn. Enertia PLus (kap.6,2 kWh, 188,8 V, 54 HP, jelajah 128 km, laju maks 96 km/j, baterai ion-Li NCM, 1500x isi-ulang, 7,5 jam), Empulse LE (kap. 10,2 kWh, 103,6 V, , 54 HP, jelajah 128 km, laju maks 96 km/j, baterai ion-Li, 500x isi-ulang, 3 jam); Enertia Plus LE.

BULTACO varian Rapitan dan Rapitan Sport (buatan Spanyol) daya 40 kW, 125 Nm,  jelajah 180-200 km, 55 HP, laju maks 144 km/j (dapat menempuh 129 km), baterai ion-Li, dapat diisi-ulang 3,5 jam (ac), 45 menit (dc). Sistem suspensi depan, Rem regenaratif terletak pada roda belakang. Tangki depan bekas tangki BB cocok digunakan untuk penyimpanan helm.
 

Molis balap/sport (di AS, UK, Italia, 2012) berdaya 100HP (73 kW @ 5800 RPM, torsi 105Nm (77,4 ft.lb) buatan Inggris MAVIZEN TTX02 (laju maks 210 km/j), akselerasi 0-100km/j ditempuh dalam 5 detik, halus, senyap, menggunakan brushed motor dc ganda 96V, dan daya baterai Polimer Li 7,5 kWh (waktu cas 4 jam) bersistem pendingin udara, dilengkapi dengan Wi-Fi & bluetooth. Molis ini juga legal digeber di jalan raya, yang dapat menempuh 120-209 km (tergantung baterai) tapi kalau digeber di  track balap, jelajah hanya 64 km. Daya sisa baterai terlihat di dashboard (layar sentuh). Rem depan: cakram ganda; rem belakang: cakram single. Gearbox: 1-speed; transmissi: rantai. Harga: USD41.500 (2014).

HARLEY-DAVIDSON (Milwaukee, Wisconsin, AS) varian Livewire belum diproduksi massal (masih dalam proyek, menunggu sumbang saran para mania HD yang sedang melakukan touring di jalan publik untuk pelanggan di Asia/Malaysia, Eropa Canada, dan AS). Th 2014, sekitar 1500 saran sudah masuk; dan menawarkan lagi kepada 6800 pengendara; th 2015, Livewire akan mencapai UK, Perancis, Jerman Itali, dan Belanda. Daya motor 55 kW 74 HP, laju maks 147 km/j, jelajah 209 km, isi-ulang baterai selama 30-60 menit, spek lain seperti baterai belum dibuka. Bila kendali listrik diturunkan, rem generatif bekerja.

Yamaha juga tidak mau ketinggalan di dunia molis versi sport. Varian PES1 (PES = Passion-Electric-Street) (gaya streetbike) dan PED1 (PED = Passion-Electric-Dirt) (gaya motor Trail) pernah diperkenalkan di Tokyo Motor Show 2013, dan akan diproduksi massal tahun 2016 yang hadir dengan transmisi manual dan otomatis.

Purwarupa molis Jepang (2007), GENESIS, varian EV-X7 hasil kerjasama Genesis & Axle Corp. dengan motor magnetik hibrid (antara elektromagnet dan magnet permanen), menempuh jarak 180km, sekali cas (selama 6 jam) dan dapat melaju 150 km/j. Motor baru yang disebut SUMO, (singkatan dari super motor) disisipkan di roda belakang yang 7x lebih efisien dibanding skuter BBM. Motor menghasilkan daya 2130W pada efisiensi 80%, dan mampu mendaki lembah dengan kecuraman 6 derajad pada laju 24km/j.

Lit Motors, San Fransisco, AS, menampilkan purwarupa molis roda dua C-1 (menjadi AEV = Autobalancing Electric Vehicle bila diproduksi) (1+1 penumpang) untuk travel di perkotaan yang mampu menyeimbangkan diri via sistem stabilisasi roda gila horizontal (adanya sistem gairoskop yang dikendalikan secara elektronik), sehingga tidak akan terjatuh meski ditabrak dari samping. C-1 menggunakan torsi tinggi pada hub motor listrik, dan rem regeneratif saat pengereman dengan memanfaatkan teknologi KERS guna menyimpan energi kinetik pada roda-gila gairo. C-1 juga dilengkapi dengan fitur keselamatan seperti pada roda empat, misalnya seat belts, multiple airbags, proteksi benturan samping, sasis baja pada sistem stabilitas gairo. Baterai: ion Li (LiFePO4) 8-10kWh (negara berkembang 4-6kWh), sehingga mampu berakselerasi 0-100km/j dalam <6 detik, laju maks 161 km/j, dan jelajah 320km. (sekali cas 6 jam untuk 120V, 4jam untuk 220V, 1/2 jam bila pakai DC). Harga ~USD 24.000,-.

Rusia menampilkan molis perangnya yang kabarnya mampu menempuh jarak sekitar 320km. Jenis baterainya masih dirahasiakan. Molis itu dapat masuk dalam bagasi mobil biasa (mungkin dapat dilipat). Berat molis sekitar 55-65kg. Daya motor 3kW, dan laju maks 110km/j. Selain pengendara, jenis senjata/amunisi, dan peralatan taktis apa yang dapat dibawa dapat dilihat dalam gambar. Harga sekitar 300K rubles (USD 10.000) (2014).


Contoh molis hibrid (bensin + baterai)

Pabrikan Honda juga membuat molis hibrid pada motor besarnya, Gold Wing, yaitu perubahan pada rangka bodi, roda depan, sumber penggerak hibrid (yang dipasang pada rangka bodi antara head pipe dan swing arm pivot, berupa mesin yang memiliki crankshaft aksial sejajar panjang kendaraan, dan motor yang dipasang pada poros roda depan). Ringkasnya, mesin 6 silinder diubah menjadi mesin 4 silinder dipadu dengan motor listrik dengan menerapkan teknologi KERS (Kinetic Energy Recovery  System) (2011) yang banyak digunakan di tim Formula-1. Honda telah mematenkan produknya. Teknologi ini belum dapat direalisasikan.

Skuter tiga roda (buatan Italia) Piaggio meng-upgrade MP3 125 (bensin) menjadi Hybrid, yang disebut MP3 300ie (2010) atau HyS di AS, sistem hibrid paralel dengan cara menaikkan volume mesin dari 125cc (14HP, lamban) menjadi 278cc (22HP, isi tangki BB 12 liter) + molis (baterai ion-Li, 2,6 kW, 15 Nm, brushless permanent magnet), sehingga daya total hibrid 25HP seperti skuter bensin Piaggio 400cc. Tombol di handel ada 3 moda. Moda "Hybrid" artinya 2,6 kW (3,5 HP) molis membantu mesin. Moda "Hybrid Charge", menggunakan mesin bensin sambil mencas baterai ion-Li. Moda "Electric", jalan seperti molis sejauh ~ 20 km. Bila menggunakan rasio moda 2/3 hibrid dan moda 1/3 elektrik, maka kebutuhan bensin hanya 2 liter untuk 100km. Skuter ini dapat mundur saat parking dan pengereman (cakram 240 mm pada 2 roda depan 1 belakang) juga berfungsi memberi listrik ke baterai. Bila baterai dicas via PLN perlu waktu 3 jam.


Contoh molis baterai
 
Skuter listrik cantik & pintar buatan Taiwan GOGORO (2015) memiliki dashboard digital, semua bodi terbuat dari paduan aluminium, melaju 0-50 km/j dalam 4,2 detik, (laju maks 100 km/j), jelajah 97 km (bila laju tetap 40 km/j). Dua baterai (di bawah tempat duduk) buatan Panasonic Corp. mudah diambil untuk diganti dengan baterai yang sudah terisi penuh di Kios Gogoro (GoStation). Semua lampu terbuat dari LED, tersedia sambungan koneksi bluetooth ke smartphone app. Kios Gogoro perlu disediakan di beberapa tempat operasi skuter Gogoro.

Skuter listrik ZEV (Z Electric Vehicle Corporation) yang dianggap paling cepat (paling bertenaga) dengan jelajah terjauh dibuat oleh AS dan Tiongkok yang dirakit di AS, Australia dan Vietnam untuk pasar AS, Eropa, Asia, dan Australia. ZEV memiliki >13 varian dari ZEV 3600 (lambat, 60 km/j, jelajah 51 km) hingga ZEV 10 LRC (cepat) dengan daya 10kW (13 HP) melaju ~130 km/j dengan jelajah hingga 230 km. Ia memakai baterai ion-Li atau Natrium Silikat. Rahasia kekuatan ZEV ada pada torsi masiv berdiameter besar, motor multifase di roda belakang yang hub-nya berpendingin minyak, sehingga tidak merusak motor pada laju tinggi. Tidak ada rantai, tidak ada sabuk penggerak, tidak ada udara yang dihembus ke motor, sehingga motor lebih halus. Tiga Elektronik transmisi disediakan untuk mengontrol amper & voltase (torsi & rpm). ZEV Versi baru (2015) telah dibuat dengan daya 12,2 kW, 84V. Laju motor dicek oleh GPS. Ada 2 jenis ZEV, untuk angkut barang berat, dan untuk gaya. Beberapa varian yang didemo adalah 8500; T-10 (motor 10kW,  baterai 10kWh berupa 28 buah masing-masing 100Ah, mampu bawa barang 100 kg, dimiliki kepolisian, laju 121 km/j, ban lebih lebar); 7000; T7100 (versi baru untuk kepolisian, laju 125 km/j); B750 (untuk bawa barang berat/kembung ~100 kg, tidak perlu SIM, ~35 km/j); DOT (3000W); B4000 (4000W); 2700; 4100L; 6000L; SPORTER (750 / 875 W, takperlu SIM); dan 6100;

Molis trail KTM (FREERIDE E) (buatan Austria) hadir dengan varian, XC, SX, dan SM terutama di Eropa. Varian XC cocok untuk pemula yang tidak ikut rally. Sebaliknya, mereka yang ikut bertanding, gunakan varian SX. Molis ini diberi tenaga oleh motor 22HP pada 4500 rpm dan torsi 42 Nm, dan sel baterai ion-Li sebanyak 360 dengan daya 2,6 kWh (dilengkapi pendingin). Bila baterai (mudah diambil) dicas normal, akan terisi penuh selama 80 menit, (bila hanya terisi 80%, waktu cas ~50 menit) dengan arus 10A (kalau ingin cas cepat, perlu 13A) untuk berkendara selama 1 jam. Harga USD14.600+ (XC), dan USD14.310+ (SX).
Produsen mobil Toyota menampilkan transportasi perkotaan dengan molis tiga roda (2 depan 1 belakang) i-ROAD yang diberi tenaga oleh baterai ion-Li, 2 motor berdaya 2kW di roda depan yang bila melaju 30km/j, maka jelajah 50km sekali cas (3 jam). Laju maks 60km/j (Jepang, Eropa 45km/j). Molis ini untuk 1 penumpang (Jepang), atau 2 orang ( Eropa). Kaki pengendara tidak menyentuh aspal, sehingga i-ROAD aman, kedap cuaca, badan pengendara terlindungi dan tak perlu memakai helm. Ia dilengkapi penerangan, pemanas, audio, dan bluetooth. Ada 5 warna ditawarkan kepada pengguna.

Molis empat roda Renault Twizy (2 penumpang, depan belakang) rancangan F. Leboinne & L. Bove dapat melaju hingga 85km/j dengan jelajah 100km (sekali cas 3,5 jam) yang juga menampilkan desain yang manis dan mudah dikendarai. Ia dipasarkan oleh Renault dan diproduksi di Valladolid, Spanyol. Spek: daya 17 HP (13kW), torsi maks 57 Nm, drag 0,64 Cd/A, beban maks 31 liter, roda: 13", rem regenaratif, bluetooth. Harga dari BP6.895,-(+VAT) atau dari 7.700 Euro-an (USD10.000). Baterai: ion Li 6,1 kWh (22MJ) di bawah kursi depan. Berat Motor dan baterai 400kg. Sudah laku lebih dari 14.160-an unit (Okt 2014) di Jerman, Perancis, Itali, Spanyol, dan Benelux, dan Inggris. Jepang meluncurkannya dengan nama baru NMC (Nissan New Mobility Concept), sedangkan Tiongkok kabarnya mengopi dengan merek Rayttle E28 (beberapa bagian sedikit diubah) yang harganya setengah dari harga Renault Twizy.
Sementara, anak bangsa (Wiwien Yogya) menandinginya dengan model serupa (2A / 2B / 2C) dengan kapasitas penumpang lebih banyak (2-4) (3A / 3B) yang memanfaatkan peralatan dan bengkel seadanya.

Molis city car Casple-Podadera 2 kursi buatan Spanyol (rancangan Fransisco Podadera) (dapat dilipat / diperpendek, dari 2,3m menjadi 1,9m, supaya dapat masuk ke tempat parkir yg sempit). Ia memiliki akselerasi 0-100km/j dalam waktu 11 detik dengan laju maks 110km/j dan jelajah 130km. Konsumsi energi ~95Wh/km, bobot 720kg. Podadera menantang molis perkotaan lainnya Hiriko (city car, 2 kursi) yang pemasaran komersialnya dikembangkan oleh MIT Media Lab sejak 2003 bersama dengan Konsorsium Mobilitas Pengendara Hiriko di negara Basque (komunitas otonomi di Utara Spanyol) (Hiriko artinya urban = perkotaan).

Baterai (sewa, dicas hanya 15 menit) yang dimilikinya berbasis ion Li sehingga dapat menjelajah ~120km. Motor penggerak berada di bagian dalam masing-masing roda yang menghasilkan daya 20HP, dan laju terkendali secara elektronik sekitar 50km/j. Bobot ~500kg. panjang semula 2,5m dapat dilipat/diperpendek menjadi 1,5m saat parkir sambil berputar 60 derajad. Penumpang dapat keluar mobil lewat kaca depan. Harga USD16.400 ~ Euro12.500.


Konversi Total Motor bensin >>> Motor Listrik


Bagi anda yang tertarik merombak motor bensin menjadi motor listrik, cobalah ikuti petunjuk cara mengkonversinya dalam beberapa situs berikut:
11 langkah konversi menjadi molis: konversi moben (Honda Rebel) ke molis; Dirikan molis anda (Kawasaki)Motor Kawasaki Ninja 750R; Honda VF750 (bensin) menjadi molis; Konversi Suzuki GSX-R 750 RS (1989) bensin ke Molis [1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11], dll.


 Contoh molis tenaga surya  
Kereta kuda (1600an) diganti menjadi kereta surya (Amish Buggy) (Pinecraft, Sarasota, Florida, AS, 2013) muat untuk 6 orang, keempat rodanya dipasangi rem, bisa maju/mundur; ada kaca spion, lampu sein, GPS, 4 baterai 12 V (48V), 4 panel surya. Dalam parade malam minggu, kereta surya ini ikut tampil. Kecepatannya 22 km/j (maju) dan 13 km/j (mundur). 
Sayang, Andong Yogyakarta bertenaga surya belum terlihat di jalan Malioboro. Demikian pula delman Betawi bertenaga surya belum terlihat di area Monas. Cobalah siswa SMKN di Yogya dan Jakarta membantu merealisasikan kendaraan legendaris bertenaga surya (+baterai) itu sekaligus melestarikan budaya tradisional dengan sentuhan teknologi masa kini, agar kota menjadi bersih dan ramah lingkungan.

SunRed (pabrikan kendaraan Spanyol) mendesain purwarupa molis cangkang siput (clamshell) (2012) yang bodi keseluruhan diselubungi sel surya seluas 3,1 m2. Ia diharapkan melaju hingga 50 km/j, sejauh 30 km. Semua fungsi molis dapat diakses dan dikontrol via layar LCD 6.4". Motor memiliki penggerak roda depan. Kemudian, SunRed berkolaborasi dengan Quimera guna menyempurnakannya, agar tidak hanya mendapat energi dari sel surya, tetapi juga dari jaringan listrik. Spek: Daya 18kW, Torsi 96Nm, konsumsi 10kWh/100km, jelajah 100km, waktu cas 1 jam, baterai polimer Li, dan berpendingin air.


Contoh molis Sel Tunam (Fuel Cell)

Molis sel tunam HERO iON, konsep dari Hero MotoCorp pada Auto Expo (2014) India, menggunakan baterai baru Udara-Li (energi spesifiknya 5-15 kali ion-Li) dan roda maglev yang dilengkapi oleh sel tunam sebagai pengisi baterai dengan 2 kapasitor super untuk menggerakkan dua roda. Waktu tempuh 0-100 km/j adalah 5 detik (kencang) dengan laju 160 km/j, dan jelajah 300 km. Rem ABS terkendali secara elektronik. Motor listriknya merangkap rem, yang berfungsi sebagai pemberi tenaga listrik tambahan via roda magnetik (hubless wheels, pusat roda tidak ada). Fitur kendali berupa teknologi ride-by-wire, yang terintegrasi dengan sensor lalu-lintas dan sistem VSA (Variable Situational Awereness) untuk mendeteksi lintasan sekitar dan deteksi benturan.

Molis ENV (2007) produksi dari Intelligent Energy (IE Inggris) menggunakan PEMFC yang menghasilkan daya 6 kW 48V dc, 80 km/j, jelajah 160 km (selama 4 jam), isi-ulang hidrogen diperlukan sekali di beberapa tempat; bahan material bodi molis terbuat dari paduan logam Aluminium untuk pesawat. Di sisi lain, IE bekerjasama dengan Suzuki (2008) untuk memasarkan molis sel tunam, Suzuki Crosscage. Ia menjelajah sekitar 200 km dengan daya setara motor bensin 125cc.

SELIS
Contoh selis kencang (baterai)
  • Selis gunung, cepat, motor roda belakang, CARRERA / Vulcan (Inggris) memiliki daya motor 1000 W, baterai ion-Li 48 V 12 Ah, V ~ 65km/jam.
  • Selis CYCLONE (buatan Yunani) motor tengah, cepat (menempuh Athens-Monastiraki) (6000W 48V 12Ah, 2 baterai basis ion-Li /LiFePO4, sel sebanyak 38.140). Ada Rem cakram, klakson, lampu depan, kaca spion, layar tayang kecepatan, sisa baterai, dll.
  •  Selis sangat cepat (2014) (MTB), HPC XC-4A "VIPER", roda belakang, daya motor 5000W, 90 V, laju 96 km/jam, jelajah 144 km, 7 gigi, kerangka lebih gemuk terbuat dari paduan logam) dibuat terbatas, aki terjaga baik dalam kantong kuat, lampu amat terang (4000 lumen, cocok untuk jalan malem di hutan), sadel empuk, dilengkapi suspensi shock kompresi & kaca spion.
Selis gunung (2015) (buatan AS) HPC seri XC 7000W AWD (All Wheels Drive) (penggerak roda depan/belakang) adalah selis yang ditawarkan oleh Hi-Power Cycles, kerangka paduan logam Al (6061)/fiber karbon, depan/belakang memakai rem cakram hidrolik, dengan varian XC-1, XC-2,dan XC- Elite. Gowesan pedal menambah daya motor hingga 80km/j. Hal itu terjadi pada varian HPC XC ELITE dan pilihan bagi XC-1 dan XC-2. Baterai: 90V 1395Wh HPC Elite Li-NMC, umur 4-5 tahun. jelajah > 64 km (laju di tanah datar 29km/j). Selis ini bukan untuk dipacu di jalan raya. Versi XC-1 memiliki fitur pembagian berat 50:50, seimbang, dapat bermanuver tanpa rasa seperti sebuah sepeda motor. Torsi terbelah 70:30 dengan 70% ke penggerak belakang dan 30% ke penggerak depan. Berikut adalah HPC REVOLUTION, naik/turun gunung, jelajah 161km, daya: 4.000-6.500W, laju: ~97km/j (harga mulai USD7.000); HPC REVOLUTION X, melaju sekitar 100km/j, 6.500W; HPC New 6000W melaju ~100km/j.
  • Versi lawas (2014) HPC XC-1 AWD (penggerak depan/belakang), 5500 W, baterai 74V, 925Wh, laju 61 km/j (Striker), atau 74 km/j (Thunderbolt). Sementara, HPC XC-2 AWD (pengerak depan/belakang) MTB, 5600W/8000W, 72V, laju 75-80 km/jam, spesial untuk mendaki gunung. Sementara HPC XC-1 4000W (AeroShield) dapat melaju hingga 92 km/j. 
  • Versi 2013 HPC 4000W XC-2, 90V, (Thunderbolt) melaju hingga 80 km/j dan menempuh jarak 176 km. Sementara HPC WOLVERINE 8k2 8000W 2WD (2013) melaju hingga 72km/j (Striker)  atau 88 km/j (Thunderbolt), dengan jelajah 90 km.
  • Selis HPC gunung/pantai sangat cepat dengan 2 sumber daya (5000 W roda depan dan 5000 W roda belakang, tapak ban lebar), ban tebal, 100 V, spesial untuk mendaki gunung pasir / tepi pantai, tetapi ia dilarang berjalan di jalan raya.
Selis Stealth B-52 Bomber (Arizona, AS) (meniru nama-nama pesawat tempur AS) 72V, 18 Ah, baterai basis ion-Li (LiFePO4) motor roda belakang 750/4500 W. Juga dapat dipakai di gunung dengan motor 4500 W, laju 80 km/j, suspensi depan & belakang, 9 gigi, cenderung mirip motocross waktu cas 2-3 jam (800x). Varian lain: F-37 Fighter (motor 3700W, 48V 77A), dan H-52 Hurricane (3500W/4500W). Berikut contoh Stealth Fighter 9.000W, baterai 90V100Ah (78km/j).

 Selis gunung SUNAHME (Canada), suspensi penuh, motor roda belakang, baterai basis ion-Li (800x), waktu cas 1-6jam; tersedia 3 varian, The Interceptor, (2,4/4,8kW, motor 4800/7200W, V~80/90km/j), jelajah 140/300km ; The Raptor (2,4/3,2kW, motor 4800/7200W, laju 80/90km/j, jelajah ~120 /~150km); Cruez (1,6/2,4kW, motor 3200 / 4800W, V~55/65km/j, jelajah~90/140km).

CRYSTALYTE 5303, motor roda depan 3000W, baterai basis ion-Li LiFePO4 (25kg) dari Tiongkok, daya 72V 40 Ah, Laju ~ 80-85km/jam, ada cruise control, jelajah ~ 140 km; Sementara, Varian 5403 motor roda belakang, laju ~94km/j, daya baterai 100V 80Ah.
SPA Bicicletto (Torino, Italia, 2014), selis ini menampilkan gaya, cantik, dan produk eksklusif, diproduksi terbatas dan mahal. Motor diletakkan di roda belakang, baterai basis ion Li 36V 25Ah di dalam rangka (karbon), waktu isi-ulang baterai 5 jam, daya 250/500W tergantung peraturan di negeri jual, jelajah 50 km, bila dibantu gowes jelajah menjadi 120 km, melaju 45 km/jam.

VECTOR e-bike (Ukraina) motor roda belakang, material komposit untuk rangka; Ada 3 varian: 48V 2000W Lightning (pemakai di perkotaan, laju 45 km/j, jelajah 80 km sekali cas); 72V 4000W Tornado (laju 45 km/j, jelajah 100 km sekali cas, mudah mendaki ke bukit); 84V 7000W Typhoon (paling bertenaga, laju 80 km/j, mirip berkendara seperti molis, jelajah 120 km sekali cas, dapat menjelajah ke segala bukit nan tinggi).

  • SIEMPRENBICI (Spanyol), selis ringan, penggerak tengah, rangka suspensi kuat terbuat dari fiber karbon; daya motor 600 W (22 V 27 A) yang cocok untuk naik/turun gunung (besar, untuk di jalan hanya diperbolehkan 250W). Jadi, perlu fitur klakson, lampu depan/belakang, lisensi dan asuransi, dll. Variannya adalah Mountain Wolf.
  • SURAIN Ezekiel (Surain adalah lokasi di Belgia dekat utara Perancis), selis gunung bukan untuk jalan raya; terbuat dari paduan logam Al 7075-T6, motor hub 2,5 kW, baterai 72V 15Ah sel Panasonic, laju 60 km/j.  Varian lain: BARON (untuk putri; 36V/15Ah sel Panasonic, motor 350W, laju 25 km/j); RV (baterai KOKAM 48 V/40Ah, laju 85km/j); dan EOL (pendorong roda belakang, masih dirahasiakan).
  • STROMER ST1  (Swiss) motor roda belakang, baterai diselipkan dalam kerangka (gampang dibuka untuk dicas) varian ELITE (36V 11,5 Ah, ~36 km/j, 9 gigi) dan PLATINUM (36V 14,5 Ah, ~45 km/j, 27 gigi).
Berikut adalah uraian tentang velomobil yang disukai di Eropa dan AS. Apa itu Velomobil ? (mobil sepeda, kendaraan yang digerakkan oleh manusia (HPV) (kadangkala dibantu baterai, misalnya 48V 15Ah LiFePO4 yang disebut velomobil elektrik), yang dikungkung oleh bahan fiber-karbon / fiberglass / plastik / polimer guna memperbaiki aerodinamisnya dan melindungi penumpang dari cuaca dan risiko benturan).
ELECTROVELO (2013) (becak Cepat 3 roda, 2 depan 1 belakang) (rakitan sendiri, Canada); daya dorong/motor diletakkan di roda belakang, melaju sekitar 65 km/j, jelajah 200 km (40 km/j + gowes); baterai 48/60V 20Ah LiFePO4; 100W dc conveter untuk sistem lampu (12V), fan, pemanas, dan radio; Motor: crystalyte 405; controller 35A; rem cakram depan, ditambahkan Cycle Analyst Computer; Desain Electrovelo dan cara merakitnya dapat dilihat di sini. Konsumsi daya 9Wh/km pada ~30km/j.

 Purwarupa Velomobil listrik / becak Belanda hibrid (baterai & gowes) 3 roda (2 depan 1 belakang), AERORIDER SPORT (Belanda) / SUNRIDER (Jerman) memiliki 7 gigi, motor 750W, baterai 48V 12Ah Li, charger 3A, kecepatan 45 km/j, setirnya pakai joystick ganda, menggunakan pedal/gowes untuk mempercepat lajunya. Ia telah dibuat sebanyak 50 (th 2015). Konstruksi material dari bahan komposit, fiberglass poliester tekan dan ditopang suspensi aluminium di semua roda.  Aerodimanisnya menghindari angin dan hujan. Ada lampu depan & belakang, monitor baterai, kaca spion belakang, dll.

Velomobil lainnya adalah Allewender 6 typ 2 (Jerman, 2009), selis roda tiga, daya 1,5 kWh / 100 km, jelajah 200 km, laju maks 45 km/j, berat <50kg, motor diletakkan di roda belakang. Sementara, Model-model velomobil karya para desainer dapat disaksikan di sini beserta demo velomobil di jalanan (Belanda, 2011). Banyak pula pengguna menjelajah menggunakan Velomobil dengan laju tinggi (111km/j, 87 km/j, 104km/j, 70km/j, 96km/j, 76km/j)

Velomobil tripod buatan EcoSpeed, Portland, Oregon, AS, dengan motor penggerak tengah dapat mendaki bukit meski membawa kopor. Jenis Tripod didesain sebagai kendaraan komuter lengkap dengan lampu depan, belakang, dan rem, ruang baterai, kunci nyala, motor hub 500W yang melaju hingga 32 km/j sejauh 48 km, bila ditambah dengan gowesan anda, maka akan makin jauh, sedangkan spek baterai dapat diubah sesuai selera anda.

Sementara, velomobil Challenger yang didesain oleh Ocean Cycle (Inggris) diproduksi dengan varian Trice Q, Trice QNT, dan Sprint Trikes. Challenger dikerudungi material fiberglass dilengkapi dengan suspensi penuh. Motor hub 250/500/750W (sesuai selera), dan baterai ion-Li 20Ah. Jelajah tak terbatas sesuai kemampuan gowes pengguna.

Purwarupa Velomobil hibrid roda 3 (selis & gowes / kayuh) Rath Racer (2 penumpang, dibuat oleh R. Kronfield, Minneapolis, AS) mampu melaju hingga 160 km/j (moda 'throttle') menggunakan motor listrik 20 kWh yang ditempatkan di roda belakang. Gowesan akan mempercepat laju selis, sekaligus mengisi baterai. Baterai berupa ion Li 9,2 kWh. Bodi terbuat dari serat karbon dilengkapi dengan lampu depan/belakang, sabuk pengaman, air-bag, trunk space dan full suspension. Harga sekitar USD40.000,-.

Masih banyak lagi model velomobil elektrik lainnya guna memenuhi selera pengguna.

Ada pula contoh velomobil elektrik yang telanjang (seperti scorpion) dari perusahaan HP Velotechnik Jerman (terkesan kurang aman, karena tak terkungkung), apalagi bila melaju tinggi. Pada contoh ini baterai yang digunakan adalah ion-Li 36V 20Ah, cas 3 jam, kapasitas 446Wh, jelajah 105km. Kalau digowes doang melaju hanya 6km/j. Motor diletakkan di tengah dihubungkan dengan rantai ke roda belakang. Ia melaju hingga 70km/j (baterai+gowes), sedangkan normalnya hanya 35-45 km/j. Suspensi 3 roda terintegrasi dalam desain kerangka yang terpisah dari daya gowes anda, dan sandaran dapat diatur, agar nyaman berkendara. Di bagian depan diberi sedikit hambatan angin (streamer). Pengamannya (yang terlihat oleh pengendara lain) hanya berupa tiang bendera kecil (menyala di malam hari) dan lampu merah di belakang. Di musim dingin (+beban) Scorpion berfungsi dengan baik.

Desain serupa dari AS (North Carolina) disebut Outrider sebagai selis leyeh roda tiga, dengan 4 varian/model: 1) 209 Enduro: laju 32 km/j sejauh 106 km (gowes) atau 72 km (tanpa gowes), dan daya hingga 2.086 W. Harga USD6.000; 2) 311 Solo: laju 48 km/j sejauh 134 km (gowes) atau 90 km (tanpa gowes, pada 32km/j), dan daya hingga 2.800 W. Harga USD8.000; 3) 411 Hyperlite: laju 64 km/j sejauh 134 km (gowes) atau 90 km (tanpa gowes, pada 32km/j), dan daya hingga 4.200 W. Harga USD10.000. 4) 422 Alpha: laju 64 km/j sejauh 266 km (gowes) atau 179 km (tanpa gowes, pada 32km/j), dan daya hingga 4.200 W. Harga USD12.000 (2012); Ia dilengkapi dengan kaca spion, dan tiang berbendera (safety flag) di belakang (tiang menyala bila malam). Baterai Polimer Li 2.131W disimpan di bawah tempat duduk, 44,4V 48Ah. jelajah 422 Alpha antara 179-266 km tergantung laju dan gowesan anda. Motor tergantung pilihan anda, 750 W, 2.100W, dan 4200W. Lampu depan adalah LED 1000 lumen buat jalan malam. Untuk ganti gigi tekan tombol di tengah besi gowes dengan tumit anda. Laju, seting daya, dll dapat dilihat di layar.


Contoh selis normal (baterai)

Selis baru (2015, motor pendorong tengah, bottom bracket) Haibike (AS) RX29 & FS-RX (4 suspensi, motor 350W, baterai 48 V 11 Ah, 400 Wh, jelajah 161 km muka datar, pedal menambah daya motor, rem disk hidrolik), All Mtn PRO & RX, NDURO PRO & RX, Fat Six (4 suspensi, 10 gigi, motor 350 W, gowesan membantu daya motor dengan respon cepat, baterai buatan Jerman Bosch 36V 11 Ah 390 Wh, laju 40km/j/ dapat dilihat di layar, jelajah 97 km/ada 4setelan, ban gemuk 10 cm).

Selis inovatif (UK) dengan kerangka dan roda terbuat dari cetakan injeksi paduan logam magnesium, ban tebal, dapat dilipat, dan roda dapat dilepas, berat 16 kg, disebut Gocycle G2, dengan rem cakram hidrolik, rantai tertutup (tanpa perawatan), 3 gigi, garpu satu sisi, gaya berkendara dengan smartphone app. Motor hub 250 W diletakkan di roda depan, disediakan tayangan di stang, semua kabel berada di dalam rangka, sehingga terlihat rapi. Kendali jauh disediakan untuk berkomunikasi dengan komputer dalam selis, misalnya laju motor dapat diatur 25 km/j. Baterai Li, jelajah 64 km.
  • YAMAHA YPJ-01 (Jepang), baterai ion-Li, daya motor tengah berdaya 250 W, memiliki 22 gigi, berintegrasi dengan smartphone untuk mengetahui informasi selis. (laju, jelajah, sisa daya baterai, ketinggian, posisi gigi, dll).
  • Selis lipat KAFU (Tiongkok) (12 varian), V=25-30 km/j, jelajah >50km, baterai: Li 36V 9Ah, motor roda belakang (36 V/250W), ukuran roda: 20 inchi.
  • Selis lipat EW (Electro-Wheels) Accordion (Tiongkok), penggerak roda belakang, EW-01-EN & EW-02-NA, V~20/23 km/j, jelajah 80/45km, motor dc 36V/240W, baterai ion-Li 36V/8Ah.
  • Selis lipat baterai basis ion Li 36V/10,4Ah (cas 6 jam), motor 250W roda belakang, 6 gigi, laju 25km/j, Jarak 60km,  Batribike Breeze buatan Inggris, dan mudah dimuatkan ke mobil (harga 829 BP). Selis lipat buatan Inggris lainnya: VOLT, Halfords Coyote, Dillenger Cheetah, Ever Eco (ECF10), Byocycles, Velosolex, dll.
  • selis lipat buatan Jerman: Wisper 806 Classic.
  • Selis lipat buatan AS: Prodeco Phantom X2 versi 4, dll.
EMMO (Toronto, Canada), baterai gel, Skuter Listrik: varian Monster, GT5, GT80, Urban, Urban 2.0, Titan, Soho, Prestige, MAX, S6, H5, Sabre, X, T300, dan Alien; Selis varian F6 (dapat dilipat, tidak boleh bawa boncengan, V~30 km/j, jelajah 45km, cas 3-6 jam, baterai 36V/10Ah ion-Li, motor 36V dc 350W); Skuter Mobilitas varian T300 (24V/33Ah, V~maju 8/15km/j, mundur 4km/j, jelajah 45km, cas 3-8 jam, sudut tanjak 20 derajad, motor dc 24V/500W, 2 Baterai Lead Acid 12V/33Ah).

Selis gunung segala medan memiliki ban besar/gemuk (Buatan Canada, 2013/2014), Surly Moonlander, dengan ketebalan sekitar 4,7 inchi (12 cm) yang cukup besar untuk berjalan di segala medan paling kasar, kayu, rumput, bebatuan, bukit/gunung, pasir, salju, jalan setapak di hutan, dll. yang dilengkapi dengan kit BionX (350W, baterai ion-Li 48V, 10 gigi) menghasilkan kecepatan 32 km/j, dan jelajah 56 km sekali cas.

Electric Trike 3 roda (1 depan 2 belakang) (becak, 3 penumpang, didesain oleh Malupe Agro Ltd, Hungaria, 2011). Speknya adalah 4 baterai Lead acid, atau NiCd dengan berat 1/2-nya, (4x12) 48V (diletakkan di bawah kursi belakang), daya motor di roda depan 49V 3kW, (belum beratap surya), pengisian baterai menggunakan PLTBayu, stir seperti stir sepeda motor, bisa maju/mundur, kecepatan sampai 55 km/j, jelajah 140 km, panel kontrol listrik, suspensi udara (muka & belakang) dan rem.

Sepeda taksi 3 roda (1 depan 2 belakang) GOCab untuk antar/jemput anak-anak sekolah buatan Vanraam adalah selis dengan bantuan gowesan pedal yang dapat membawa 8 anak (maks), bisa maju atau mundur. GoCab awalnya hanya tersedia di Belanda. Kecepatan dengan gowesan sekitar 20-60km/j. Bila tanpa gowes hanya 8 km/j. baterai basis ion Li 36V 11,2 atau 24,8 Ah buatan Jerman yang disebut baterai dadu. Jelajah sekitar 30km  (maks cas 500x).  Harga 7.500 Euro-an.


Contoh Selis Sel Tunam (Fuel Cell)
Purwarupa selis buatan Tiongkok dengan merek Pearl Hydrogen (2007) varian ACTIVE dari Shanghai Pearl Hydrogen Power Source Technology Co., melaju 25 km/j, jelajah 100 km, dengan membawa gas hidrogen yang diletakkan dalam tabung 600 liter gas hidrogen kembar; ukuran roda 20", berat 32 kg (lebih ringan), memperoleh tenaga listrik dari PEMFC dan motor elektrik brushless. Hanya memakan waktu 30 menit untuk mengisi-ulang gas hidrogen, dibandingkan mencas baterai sekitar 3 jam. Belum ada rencana selis tunam semacam ini diekspor ke luar Tiongkok.

Purwarupa selis HYDRO-BIKE (2008) hibrid, yang menggunakan gas hidrogen dan listrik dari PLN didesain oleh Horizon Fuel Cell Technologies [Perusahaan pemasok sel tunam kelas dunia dari Singapura (2003), dan produsen PEMFC <1000W. Sistem 5000-10.000W sedang disiapkan]. Hydro-bike menggunakan tempat simpan hidrogen padat (solid Hydrogen storage).

Purwarupa selis Hydrocycle bermotor roda belakang yang dikembangkan oleh  Manhattan Scientific Inc. di AS (2008) (bekerjasama dengan unit perusahaan NovArs di Pasau, Jerman) menggunakan komposit material tumpukan sel tunam bentuk silinder yang didesain secara unik (beratnya hanya 0,78 kg), sehingga mampu menghasilkan daya motor 670 W, laju 30 km/j pada jalan datar dengan jarak tempuh sekitar 70-100 km untuk satu tabung jinjing fiber karbon 2 liter gas hidrogen bertekanan yang diletakkan di belakang dudukan sepeda.  Gowesan pedal cukup ringan di jalan tanjakan. Tabung jinjing dengan mudah dapat diisi-ulang. Limbahnya berupa air saja.

Demonstrasi Selis sel tunam dengan penggerak roda belakang yang disebut Alter Bike (Cycleurope memperkenalkan dengan nama GITANE) (2013) buatan Perancis (Cycleurope, Pragma Industries & Ventec) menggunakan BB gas hidrogen dalam 2 cartridge  yang dengan mudah diselipkan ke wadahnya di bawah dudukan sepeda. Tahun 2016 selis ini akan dijual ke publik. Penggunaan moda hibrid dengan tambahan sumber listrik dari bateria ion-Li sedang dikaji.

Selis sel tunam (BB gas hidrogen) yang disebut Hy-Cycle dirakit oleh mahasiswa Australia (University of New South Wales, UNSW) (2014). Satu tabung berisi 100 liter gas hidrogen dapat menempuh jarak 125 km (pada laju 20km/j); laju maks 35 km/j dengan motor roda depan. Baterai berupa ion-Li 518 Wh yang secara ajeg dicas oleh sel tunam. Tabung gas H2 berkapasitas 738Wh yang dapat diganti dengan yang baru dalam  waktu hanya 1/2 menit.

    Contoh selis Tenaga Surya
    Selis roda dua (sepeda dengan panel surya dari AKT), tanpa pedal, tanpa baterai (2013), daya listrik hanya datang dari sel surya yang berada di atap yang langsung menggerakkan motor di roda belakang. Selis ini dicoba oleh S. Milward untuk melewati gurun Sahara Barat tgl 22-31 April 2013 (9 hari, rerata menempuh 170 km/hari), menjelajah sejauh 1275 km dari Guelmin di Maroko Selatan, menyeberang Sahara Barat, lalu tiba di perbatasan Mauritania dengan laju 20-30 km/j. Sel surya mampu memberikan listrik 16.000 Wh selama perjalanan itu yang setara dengan penerangan untuk satu rumah selama setahun. Hal itu bertujuan untuk mengumpulkan uang amal, dari badan amal Oxfarm.
     
    Selis roda tiga / becak berbadan plastik (buatan Organic Transit, AS), ELF, (velomobil listrik, hanya untuk satu orang, varian lain bisa + 1 dewasa atau + 2 anak kecil boncengan), digerakkan oleh tenaga surya 100W dan gowesan pedal yang dilengkapi oleh baterai basis ion-Li 750W, melaju 32 km/j (bila + gowesan pedal bisa sampai 48 km/j), jelajah 24 km, waktu cas (Matahari) 6 jam, sedangkan via PLN (2,5 jam); Lampu depan / belakang, sinyal terbuat dari LED; kaca spion, rem cakram, kursi dapat diatur. Harga mulai USD 5495.
      Selis roda tiga (2 depan 1 belakang) dirakit oleh  F. Khan mahasiswa Univ. Eng. &  Techn. Lahore, Pakistan yang beratap surya (40W) dan baterai (12V/80Ah). Kerangka selis ini terbuat dari Aluminium bentuk T di bagian depan, disambungkan dengan potongan sepeda tua di bagian belakang dan dipasang penyerap kejut. Motor 24V diletakkan di tengah, dan dihubungkan ke roda belakang via rantai, agar selis melaju 30km/j sejauh 70 km.
      • Selis roda tiga (Taiwan, 2013) (2 orang, 1 di muka, 1 di belakang) telah dirakit, dan daya motor berasal dari sel surya dan baterai, laju 15 km/j (surya saja), 22 km/j (surya + baterai).
      • Baterai dari MTB (buatan HPC, Hi-powercycle), selis gunung 5000W 2WD (motor pada roda depan/belakang, suspensi ganda), dicas menggunakan lembaran sel surya 60 W yang dapat dilipat dalam tas, biarkan baterai dicas via sel surya sebentar, kemudian selis dapat berjalan kembali. 
      • Selis sel surya (sel surya diletakkan di depan) roda 3, (Fukuoka, Jepang), buatan sendiri, dc 48 V.  
      • Selis roda 4 beratap sel surya (2013) pada mobil baterai anak-anak, buatan sendiri. Sebelumnya, baterai diisi-ulang setiap 30 menit. 
      • Dan lain-lain.
      Contoh hibrid sepeda normal + Roda-Gila (KERS)

      Teknologi alternatif masa depan pengganti motor listrik adalah penggunaan teknologi roda-gila (KERS, Kinetic Energy Recovery System) langsung pada sepeda biasa. Roda-gila besi cor 7 kg dapat menyimpan energi sehingga dapat mempercepat laju sepeda, mirip selis. Sepeda ini tidak perlu dicas, tetapi anda sebagai pemakai sepeda roda-gila perlu dicas dengan makanan 4 sehat 5 sempurna.


      Sepeda Terbang

      Di LN sepeda terbang (Hoverbike) gabungan antara motor dan helikopter telah dikembangkan (rakitan Teknisi Perusahaan Malloy Aeronautics,Surrey Guildford, Inggris, melaju 72 km/j, daya 22 V, berat 2,2 kg, harga mainan itu Rp.21 jutaan), yang dapat dilipat, dan dikendarai di darat. Ilmuan Cheko juga sedang mencoba sepeda terbang (hanya berlangsung 5 menit). Sebelumnya (Juni 2013) Paravelo, sepeda berparasut (buatan Inggris) juga berhasil terbang.

      Hal itu perlu difikirkan dan dirakit secara lokal oleh anak bangsa di masa depan. Siswa SMK BA (Bukit Asam) sedang mencoba merancang sepeda terbang tersebut.

      SPLU (Stasiun Pengisian Listrik Umum)
        
      SPLU di beberapa titik telah disiapkan oleh PLN (telah diresmikan oleh PLN dan hanya tersedia di kantor-kantor PLN). Pengisian baterai selama 1 jam dikenakan biaya Rp.2000,- (2012). Spesifikasi SPLU adalah arus listrik 32 A, tegangan 220 V, dan daya 7 kW. Pembangunan SPLU PLN hanya memakan waktu seminggu dengan biaya sekitar Rp.6 jutaan (2012). Bila komplit beserta travo, kabel instalasi dan pondasinya, maka investasi totalnya sekitar Rp 20 jutaan (2012).

      Sementara, SPLU produksi Itron terlihat seperti gambar samping. PLN bekerjasama dengan Itron (Cikarang) yang baru membangun 60 titik guna mengantisipasi permintaan isi-ulang baterai molis & selis yang belum begitu banyak. SPLU tsb setinggi 1,5 meter yang dilengkapi dengan alat colokan listrik ke baterai molis yang cocok untuk molis dan mobil listrik. SPLU dilengkapi dengan panel unjuk daya listrik yang akan dialirkan ke baterai. Pengisian baterai otomatis akan terhenti bila daya yang dikeluarkan sudah sesuai permintaan, dan bila baterai sudah terisi penuh. Teknologi kunci isi-ulang baterai harus didukung oleh stasiun cas yang dapat berupa teknologi energi terbarukan, misalnya PLTS/PLTB/ PLTAL/PLTBiogas/PLTBm, dll.

      SPLU molis, Barcelona, Spanyol
      Dari sisi penyediaan SPLU, bandingkan SPLU PLN tsb dengan SPLU molis yang tersedia di Barcelona (Spanyol) yang dilengkapi dengan tanda lokasi pengisian baterai dan peta lokasi lain di sekitarnya, dan SPLU selis di stand penyewaan listrik Sanyo, Tokyo, Jepang yang dilengkapi dengan 36 panel surya berkapasitas 9,7 kWh.


      SPLU selis, di Tokyo, Jepang
      Nissan (di Jepang) melaporkan bahwa sejak molis, selis, dan moblis dikenalkan 1 dekake lalu, jumlah SPLU (~40.000) melebihi jumlah SPBU (~34.000, BBM). Namun, SPLU itu banyak berada di lokasi pribadi yang melayani isi-ulang baterai beberapa mobil sekaligus, guna menghindari kekuatiran pengendara akan mengalami 'low-bat' di lokasi jauh dari SPLU.


      Lithium (Li) Dalam Negeri

      Penggunaan baterai basis ion-Li pada molis & selis DN masih sedikit karena harganya masih mahal (Impor dari LN). Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya memroduksi baterai ion-Li DN/lokal. Infrastrukturnya diupayakan dengan cara membentuk Konsorsium Nasional Riset Baterai Lithium yang melibatkan para akademisi dan peneliti di Kemenristekdikti (LIPI, BPPT, BATAN, UI, UGM, ULM, dan ITS), dan fihak swasta (Nipress Indonesia) yang telah menghasilkan purwarupa baterai (basis ion Li jenis LiMnPO4, LiFePO4, dll.) guna mendukung industri moblis. Konsorsium motor listrik juga sudah dibentuk guna mendukung penggunaan magnet yang kuat (Magnet Nd).

      Pabrik baterai Li DN (PT Nipress Tbk / NIPS, Cileungsi, Bogor) yang mampu memproduksi 2 juta baterai basis Ion-Li jenis LiFePO4 per tahun (untuk moblis, molis, selis, tank, kapal selam, pesawat, dan BTS) (60% diekspor ke 80 negara) telah diresmikan oleh menteri BUMN. Sebelumnya (2007), PT PGBI, Cikarang, Bekasi, Jabar yang memproduksi bateri Lithium coin telah diresmikan pula oleh Menperin. Sementara, Fak Teknik UNS (Universitas Sebelas maret ) Solo (2014) juga telah mampu memproduksi baterai basis ion Li (LiFePO4) (yang diberi nama SmarT UNS) berkinerja tinggi (3000x isi-ulang selama 1 jam, atau ~7 tahun) untuk selis dengan bantuan dana hibah untuk litbang dari PDP (Rp.2 miliar). Baterai yang berkode 18650 (diameter 18mm, tinggi 65mm, angka 0 berarti bentuk silinder) akan dihargai Rp.50-100ribu/buah dengan menggandeng PT LEN Industri & PT Nipress yang dianggap telah memiliki peralatan untuk memproduksi baterai secara massal dan mempunyai jaringan distribusi pemasarannya.

      Lumpur Lapindo, Sidoarjo, Jatim
      Di sisi lain, Indonesia secara tak terduga mendapatkan anugerah dari Allah SWT berupa luapan lumpur Lapindo yang mengandung logam Li kadar tinggi. Hingga saat ini logam Li tsb belum diekstrak maksimal.  Oleh karena itu, Lumpur Lapindo akan menjadi primadona bahan baku pabrik baterai Li di masa depan. Saat ini lumpur Lapindo dimanfaatkan untuk membuat baterai merek Lusi Pro, bahan keramik, dan bahan bangunan, seperti  genteng, batu bata, batako dan sejenisnya.

      Sepeda motor & sepeda listrik sebagai pengganti sepeda motor bensin cukup bermanfaat untuk digunakan di masa depan, karena ramah lingkungan (tanpa BBM sama sekali) dengan catatan baterai ion-Li (termasuk baterai polimer lain yang lebih baik & ringan) harus diproduksi dalam negeri dengan tingkat kandungan lokal yang tinggi.