Pages

Selasa, 27 Juni 2017

1. MOTOR & SEPEDA LISTRIK

Motor Listrik (Molis), Mobil Listrik (Moblis), bus listrik (Buslis), Kereta Api Listrik (Kalis), Pesawat Terbang Listrik (Peterlis), dan Sepeda Listrik (selis) di masa depan harus mampu menjawab tantangan seperti ramah lingkungan, bebas (sedikit) perawatan, bebas ganti oli mesin / tune-up, suara nyaris senyap, harga ekonomis, bila mungkin tidak menggunakan BBM sama sekali, dan baterai yang dipakai dapat diisi-ulang berkali-kali dan berumur panjang. Akan tetapi, kelemahan molis/moblis & selis (terhadap motor bensin/bioetanol) perlu diantisipasi sebelum memilikinya, misalnya: umur baterai terbatas dan harganya cukup mahal (umumnya hanya 2th, harganya sekitar Rp.1-4,9juta); laju rendah (sekitar 28-40km/jam); jarak tempuh sekali cas baterai terbatas (40-60 km); waktu cas baterai cukup lama (sekitar 6-8 jam); desain tak secantik molis/moblis & selis asing; dan jaringan dealer dan bengkel resmi yang tersedia masih terbatas. Perusahaan pembuat molis/moblis & selis berusaha menekan kelemahan itu kepada konsumen di lapangan dengan menjelaskan kelebihan-kelebihan produk mereka.

Bila anda sudah faham kelebihan dan kelemahan molis/moblis & selis, maka anda dapat merakit sendiri atau membeli molis/moblis & selis di pasaran yang sesuai dengan selera anda. Anda dimohon berhati-hati bila ingin membeli secara online, karena banyak terjadi penipuan. Kemudian periksalah untuk molis/moblis apakah perlu menggunakan STNK & BPKB (biasanya bila kecepatannya >35km/j). Bila perlu, merek mana yang bersedia mengurus STNK dan BPKB.

Dinamo pengisi baterai atau sumber listrik lain seperti sel surya (PLTS), sel tunam (PLTST), PLTMn (magnet permanen), Balaruna (versi Kang Dicky), kayuhan/gowesan pedal yang dihubungkan ke dinamo, sistem pengereman molis/moblis & selis, dll. dalam sistem pengisian baterai sebaiknya ditambahkan, agar waktu cas baterai lebih pendek dan jarak tempuh molis/moblis & selis dapat lebih jauh. TE Novanda (TM UN Malang, 2008) telah melakukan uji-coba penyisipan dinamo pengisi baterai yang dipasang pada roda, sehingga putaran roda dapat menghasilkan arus listrik sekaligus mengisi baterai. Hasil uji-coba menunjukkan bahwa tegangan / daya listrik yang dihasilkan / lama pengisian pada laju tertentu adalah: 20V / 80W / 5jam (5km/j); 30V / 120W / 3,3jam (12km/j); 38V / 152W / 2,6jam (19km/j). Hal itu terbukti bahwa makin cepat kendaraan, pengisian baterai makin besar, dan waktu cas baterai lebih cepat.

Bagi anda yang masih sayang kepada motor bensin lalu tertarik ingin mengubahnya menjadi motor hibrid tanpa mengubah tampilan pabrik, maka PT Retrofit Indonesia bersedia membantu dengan cara menambahkan komponen molis seperti motor (pada roda depan), controller, handle, aki/baterai, layar kendali, dll (biaya ~Rp.3,5juta). Bila ingin merakit sendiri, lihatlah rakitan siswa SMKN 1 Seyegan, Sleman, Yogyakarta, atau rakitan mahasiswa UI, Depok, atau mahasiswa D3 T. Mesin ITS, Surabaya. Perhatikan pula kerapihan koneksi kabel guna menghindari bahaya konsleting listrik selama di parkir (dan pengisian baterai) yang dapat menyebabkan kebakaran.

Contoh Molis (baterai) Karya Anak Bangsa

SELIGED
Sepeda Listrik Gede karya Wiwin Vegas, Yogya yang Go Green untuk motor gede berkinerja mirip motor metik (ongkos buat: Rp.15, 25, 35juta). Mereka dibuat sejak 2011 (4 seliged). Bodi Al+SS, baterai Li 48V10Ah, laju maks 30km/j, jelajah 35km (sekali  casa ~3 jam). Dinamo (Midrive 500W 48V) dan baterai masih impor dari LN. Velg motor Harley Davidson dimodif dengan jari-jari sepeda ditambah asesoris lampu dan kabel.
 
Pemanfaatan teknologi baterai penggerak roda belakang pada sebuah produk purwarupa molis (EM-SMK) roda dua (dua penumpang) dilakukan oleh siswa SMKN I Tirtajaya, Karawang, Jabar yang dilengkapi dengan satu dinamo yang disambungkan ke roda via V-belt. Dinamo tsb menghasilkan tegangan 50 volt, sekaligus mengisi baterai, sehingga purwarupa molis ini tidak perlu dicas ke listrik PLN. Molis tsb mampu bergerak hingga 40-50 km/j, dengan jelajah tak terbatas. Purwarupa itu menghabiskan dana Rp.16 juta. Molis ini di masa depan perlu diproduksi massal untuk rakyat di pedesaan terutama daerah yang tak terjangkau jaringan listrik PLN.

Purwarupa motor gede listrik (mogelis) sport roda dua (dua penumpang) buatan SB Nugraha (Banjarsari, Solo) (bodi dan mesin motor didesain sendiri) menggunakan empat aki (100A) sebagai penggerak molis dengan laju maksimum 60 km/j (dapat diubah ke 120 km/j). Motor menggerakkan roda belakang via roda gigi dan rantai. Aki dicas selama 3-6 jam untuk jarak sekitar 100 km. Ada kipas pendingin, 3 relay perpindahan voltase 24V, 36V, dan 48V, sehingga kecepatan dapat naik 20km/j per 12V. Mogelis dilengkapi sekring via MCB, guna menghindari konslet.


Purwarupa molis roda dua (dua penumpang) jenis mopet, berdaya setara motor bensin 30cc, EROS, dibuat oleh RC Susanto (Ubaya), dengan jarak tempuh hanya 15 km (sekali cas), berkecepatan 35-40 km/j. Kerangka, peleg, dan beberapa bagian bodi dibuat sendiri, sisanya (motor, baterai 36V, controller, dll) dibeli/impor dari Tiongkok. Bila voltase baterai dinaikkan, daya jelajah akan bertambah.


Molis besar Harley Electric roda dua (1 penumpang,) yang mirip motor Harley Davidson memiliki 4 baterai kering (12V/65Ah, impor dari Tiongkok, Rp.13,5juta) yang berkapasitas 7HP, setara 5kW atau setara motor bensin 115cc. Molis ini melaju 70 km/j dengan jelajah 100km (sekali cas di kampus UNS Kentingan, Solo selama 6 jam) dibuat oleh mahasiswa D3 T. Mesin UNS, Solo, Jateng. Indikator baterai dipasang via nyala lampu (merah, kuning, hijau) di kemudi motor. Perbaikan masih diperlukan.


Purwarupa molis balap (tim: Apatte 62) Aristo, roda 3 (2 depan 1 belakang) (1 penumpang) dibuat oleh mahasiswa F. Teknik UB, Malang, Jatim. Rangka terbuat dari paduan logam Aluminium, dan bodi terbuat dari serat karbon / poliuretan (biasa dipakai di badan pesawat terbang & mobil balap kelas dunia). Ia dilengkapi motor listrik BLDC 48V / 800W, dan 4 baterai (48V 20Ah), sehingga mampu melaju ~47km/j, dengan jelajah 300km/kWh.


Moblis Bambu, TEDC Bandung
Molis roda 3 (2 depan 1 belakang) (1 penumpang) dengan rangka & bodi terbuat dari bambu dirakit oleh mahasiswa jurusan Otomotif Politeknik TEDC Bandung (Cimahi) melaju 40km/j dengan baterai Li 38,5V/4,8 Ah, daya listrik 1kWh untuk jelajah 200km (sekali cas 2 jam) yang juga dapat dikendalikan dengan remote control. Purwarupa yang telah dibuat: Cimahi-1, Cimahi-2, dan Cimahi-3 (Gelsolin).


Estungkara 2.0 UNS, Solo
Tim otomotif Bengawan mahasiswa D3 T. Mesin UNS mendesain dan membuat purwarupa molis roda 3 (2 belakang 1 depan) (1 penumpang) Estungkara 2.0 dengan spek: bodi serat karbon dengan bobot 40kg, baterai basis ion Li 20Ah (yang dapat bertahan hingga 3 jam) dengan jelajah 150km/kWh yang kemungkinan masih dapat ditingkatkan lagi di masa depan. Spek motor, dan kecepatan molis tidak tersedia.

Molis niaga / angkut serbaguna rakitan Pusdatek F. Teknik UNY (Univ Negeri Yogyakarta) roda tiga (satu depan dua belakang) (1 penumpang + bak barang dengan dimensi 100x90 cm, tinggi 30 cm) diluncurkan Maret 2015 sebagai sarana transportasi. Ia mampu mengangkut beban ~500kg dengan laju 60km/j dari 4 baterai 48V/32Ah sejauh 60km (sekali cas 3-4 jam). Ia dapat maju/mundur layaknya mobil, dan belum diproduksi massal sehingga harga masih ~Rp.25-30juta. Perbaikan masih terus dilakukan.

MOTEC R3 (TIGER)
Molis roda tiga, Tiger, 3 penumpang (1 depan, 2 belakang) buatan Taiwan (Pasar Turi, Surabaya) berpenutup anti hujan (bemo mini) muncul di Solo (milik Dwi Ari Susanti, menyebutnya mini green car matic) tanpa STNK, pelat kendaraan, dan pajak. Ia juga hadir di Kediri. Ia memiliki panjang 2m, lebar 1m, tinggi 1,6m; berbobot 100kg. Molis ini bergerak dengan dinamo brushless 1 kW (memiliki penggerak maju/mundur) dengan bantuan 5 aki kering 60V 20A jenis SLA (Sealed Lead Acid) 12V 12Ah atau accu SLA 12/12. Laju maks 35km/j, jelajah 70-80km untuk sekali cas (setiap 5 jam sekali, 150W), dan daya angkut 125kg. Harga Rp33jutaan. Di dashboard, ada switch maju/mundur, klakson, wiper, dan indikator sein.  

Contoh Molis buatan pabrik

ELECTRA (Molis)
Motor roda tiga (niaga serbaguna) buatan China, Nozomi,(bekerjasama, dengan pengusaha Indonesia membentuk PT NOI, Nozomi Otomotif Indonesia), bermain di Indonesia dengan varian Electra (molis: aki 12V, 36A, daya 800W, laju maks 50km/j, jelajah 60km sekali cas/8-10jam, 250kg, suspensi depan: teleskopik, belakang per daun + shock absorber) yang khusus untuk wanita yang masuk ke sektor usaha Mikro Kecil / pedagang, wisata, dll. Versi BBM-nya disebut Srikandi (AC 110).
Motor wisata
Kapasitas daya angkut 250kg, mesin OHV 110cc (yang dilengkapi dengan pendingin air dan udara), 4,9 kW (8.000 rpm), torsi maks 6Nm (5.000rpm), laju maks 45 km/j, dan (kapasits BBM 4,75 atau 14 liter, tergantung varian, 1liter/30km). Pilihan warna hijau, orange, hitam, dan merah. Pabrik: Subang, Jabar (10Ha), 60.000 unit/th. Modif-nya: motor cafe, motor tangki, motor toko, motor molen, motor wisata, motor boks aluminium, dan motor sampah. Harga ~Rp.21.5-25,5juta.

GESITS
ITS bekerjasama dengan PT Garansindo (Agustus 2015) merakit purwarupa 3 jenis molis (klasik, sport / cafe racer, dan skuter (Gesits) (basis teknologi seperti molis EZZY) dengan laju maks 110km/j yang menggunakan penggerak sabuk (belt) pada putaran 4500rpm. Mereka menggunakan baterai ion Li (LiFePO4) sebanyak 162 sel berkapasitas 100V, sehingga menghasilkan daya 5kW (6,7HP), torsi 15Nm, pendingin cair, transmissi rantai / sabuk, dan molis dapat menjelajah sejauh 85-100km sekali cas (2jam) dan regenerative break. Ia akan diproduksi sekitar 2018.
Baterai dapat digunakan hingga 3000x cas atau 10 tahun pemakaian. Bila cas baterai habis, baterai baru dapat diambil di SPBU / retailer minimarket terdekat (atau kepada masyarakat yang tinggal di perumahanan, ala UKM). Seluruh komponen molis dibuat oleh ITS, tetapi baterai, shock absorber, dan roda berasal dari vendor lain. Dimensi: 1904 (P) x 687 (L) x 1086 (t) mm, ukuran roda 14 inchi, dan dilengkapi rem cakram (depan / belakang). Harga ~Rp.15 Jutaan yang dilengkapi dengan aplikasi IVC Droid dengan pemesanan via on-line (tidak via dealer). Pengembangan baterai Li buatan DN akan digarap oleh UNS (buat baterai) & UGM (proses daur-ulang) untuk motor Gesits.

TERRA A4000i VS
Penantang Gesits (skutik listrik Garasindo+ITS) datang dari Jepang buatan Terra Motors Electric Vehicle via PT JML (Jaya Mimika Lestari) dengan memproduksi varian A4000i, A2000, dan S750. Varian A4000i berwarna putih bersih dengan penggerak motor listrik 1kW, baterai Li 48V, 40Ah, lama cas 4,5jam, laju 60km/ja sepanjang 60km.
Aplikasinya dibuka dengan iPhone, Gesits menggunakan Android yang lebih banyak dipakai di Indonesia. Spek: sasis tubular, P = 1.793mm, L = 750mm, T = 1,275mm, berat total 118kg, kap angkut 2 orang. Penggerak motor berupa hub atau tromol roda belakang yang berarti transfer tenaga langsung tanpa perantara.
 
VIAR, Q1 (2017)
Molis Viar, Q1, (buatan PT Triangle Motorindo, Semarang, bekerjasama dengan Bosch & UGM, sesuai dengan Perpres No.22 th 2017, tanpa BBM) e-scooter pintar telah meluncur di Jakarta yang dikhususkan untuk para komuter (perkotaan) yang efisien, praktis, dan serbaguna. Perawatannya mudah tidak perlu minyak lumas dan ke bengkel hanya untuk ganti ban. Sistem penggerak: Bosch; jelajah 60km sekali cas ( 5-7jam, Rp. 3000); tenaga 800 Watt (1,5HP), 2 mode: L & H; laju: 60km/j; baterai ion Li dengan siklus isi 600-800 kali berkapasitas 60V 20Ah; kapasitas baterai: 2kWh; Bodi: LxWxH: 1,68x0,69x1,22m; bobot 68,5kg; Ground Clearance: 155mm; rangka bodi: baja; suspensi depan: teleskopik; suspensi belakang: doube swing shock. Lampu depan/belakang: LED. Tidak punya penyimpanan helm. Molis ini sudah dilengkapi dengan STNK. Sistem mesin Bosch sangat rapat, sehingga anti kemasukan air (banjir, tidakmelewati dek atau pijakan kaki, ~1/2 ban). Harga mulai dari Rp. 16,2 juta (on the road jakarta, ada STNK, dan No. Polisi).

Merak, SELIS, Indonesia
Molis merek SELIS buatan PT Juara Bike, Indonesia, roda dua (dua penumpang) berpenampilan sporty dijual sekitar Rp.18juta (tipe Merak & Jalak). Motor: 1000 W, Baterai 70V, 12A, jarak tempuh 60 km, berat maks 200 kg, laju maks 70-90 km/j. waktu cas baterai sekitar 4-6 jam (dicolokkan ke listrik PLN di mana saja). Molis ini memerlukan STNK & BPKB, dan pengguna diminta memeriksa dahulu ke instansi terkait apakah STNK & BPKB dapat diterbitkan untuk molis ini. 


Molis asing mulai membanjir masuk ke Indonesia (2015). Skuter listrik, VMOTO, berteknologi e-max (Eropa) dan rekayasa Jerman, (kini memproduksi 2 merek, vmoto & emax, laju 90 km/j, jarak tempuh 120 km) diproduksi di Li Shui, Nan Jing, Tiongkok, sekitar 300.000 unit/tahun (brand dari Australia). Harga Rp 18-30 juta tergantung tipenya. Ia dipasarkan di Indonesia oleh PT Garansindo Technologies. Varian e-max berupa 1) seri City: 80S, 80L; 2) seri V: 90S, 110S, 110L, 120L, 120LD, 120LD+; 3) seri VX: 110L, 110S. Varian vmoto: 1) Retro; 2) Vmoto1; 3) V5.

Molis asing Emoto (buatan Tiongkok) molis pertama di Indonesia hingga tahun 2014 masih bertahan dengan varian Xenos, Renza, Spirit, Titan, VIP dan Sonia yang sanggup lari ~80 km/j. Daya motor hub 350W, baterai 48V 24Ah, waktu cas 8 jam, jarak tempuh 45 km untuk pemakaian 2 jam. Ia telah berplat-nomor (STNK & BPKB) dan pajaknya disetarakan dengan motor bensin 8cc (Rp.60ribu). Harga ~Rp.8juta/unit.


Zero SR
Molis besar asing buatan AS, ZERO (produsen: Zero Motorcycles) jenis premium masuk ke Indonesia (Mei 2015) yang diimpor oleh PT Garansindo Technologies (sebagai distributor) dengan varian Zero SR (14,2kWh, 298km, 67HP, torsi 107lb-ft (144Nm), 164km/j, Rp. 290 juta+, off the road); Zero DS (9,4kWh, 230juta+); Zero DS Police; Zero S (9,4kWh, Rp.230juta+); Zero FX (2,8kWh, Rp.175juta+); dan Zero FX military & Police. Zero mengaspal di Indonesia tahun 2015. Varian tertinggi Zero SR berupa molis sport berakselerasi 0-100km/j hanya ditempuh dalam 3,3 detik. Molis tsb menggunakan baterai berbasis ion Li dengan kemampuan prima hingga 500.000km
Kisaran harga di Indonesia (untuk seluruh varian) adalah Rp.170-300 juta (belum termasuk biaya balik nama). Sementara varian Zero DSP dipakai oleh kepolisian di LA, AS (kecepatan maks 158 km/j). Bila anda tertarik memilikinya, siapkan tanda jadi Rp.5juta dengan garansi 5 tahun (160.000km).

Contoh Kapal / Perahu Listrik DN (baterai) 

Purwarupa Kapal Laut bertenaga listrik dari baterai buatan dalam negeri dikembangkan oleh PT TDL (Terang Dunia Lestari). Spek baterai: 220Vdc/7A (4 buah); motor listrik berdaya 6HP (2 buah) jenis tempel; Controller (2 buah). Kapal berukuran panjang 5m, lebar 2,5m, bobot 500kg + awak kapal 5 orang. Laju kapal 3-7 knot (5,56-13 km/j). Kapal tsb sedang diuji-coba dengan jarak 1 mil dari P. Putri Timur menuju P. Putri Barat (di Kep. Seribu).

Sementara, PT TDL juga membuat kapal/perahu listrik sungai dengan baterai 220Vdc (efisien daya listriknya). Baterai dicas dengan charger standar selama 5 jam, dan charger khusus sekitar 1/2 jam saja). Kelengkapan lainnya: Motor listrik AC 3 phase 5HP; dan  controller; (semua produk buatan PT TDL sendiri, TKDN ~100%). Ia dapat melaju ~ 9 knot (28% tenaga dari motor listrik, yang dapat melaju selama 1 jam 10 menit), dan dapat bergerak maju/mundur (diuji-coba di Marunda, Tanjung Priuk, Jakut, di sungai Banjir Kanal Timur, 6km dari laut lepas). Bobot: kapal berbahan fiber 150kg, motor 40 kg, baterai 50kg, awak kapal 5 orang 250kg; jadi berat total ~500kg.


Mahasiswa T. Mesin UMS (Univ. Muhammadiyah Surakarta) merancang purwarupa perahu listrik wisata hibrid dengan memanfaatkan tenaga angin dan tenaga listrik dari baterai. Prinsip dasar perahu hibrid itu adalah adanya kincir angin bersumbu vertikal yang menggerakkan altenator untuk menghasilkan daya listrik yang kemudian disimpan dalam aki 12V (menjadi penuh sekitar 3,5 jam). Daya listrik tsb akan menggerakkan motor 2HP, sehingga perahu berukuran 5m dengan 2 awak dapat melaju ~ 4 knot dengan jarak tempuh 3km.

Uji-coba perahu listrik dengan spek: motor listrik 12Vdc, 7HP; baterai lead acid 120Ah/12V; laju ~7 knot; bobot mesin 15kg + awak 2 orang maks 200kg; gear box terkopel ke diferensial 1:10; juga telah dilakukan di Danau Grati, Pasuruan (2010); kemudian di telaga Ngipik, Gresik (Nov 2010).
  • Perahu listrik (teknologi Freeneg) dengan motor 3 fase 220V 2HP (dicoba di P. Seribu), baterai 14Ah 220Vdc, laju maks 8knot, jelajah 30km sekali cas (7-15 menit, standar: ~4jam).

Contoh Kapal Surya (+baterai)

Purwarupa kapal Jalapatih 2 (semi-trimaran, awak 1 orang) bertenaga surya (solar sel 80x160cm) karya mhs Sistem Perkapalan ITS, Surabaya, mewakili Indonesia di "Dutch Solar Challange" Amsterdam, Belanda, Juli 2016. Bodi kapal terbuat dari fiber Karbon sepanjang 6m lebar 1,4m tinggi 1,4 m, dengan daya propeller 1,25PK, dengan laju 10 knot dengan menggunakan baterai Pirofosfat yang lebih cepat pengisiannya . Biaya pembuatan ~150juta-an.

Purwarupa kapal lain (awak 1 orang) buatan ITS adalah Batharakala (desain step hull, melaju 13 km/j) dan Triton (desain: V planning hull, bangunan atas aerodinamis) yang dibuat oleh Tim Batharasurya Solar Boat ITS berlaga di Yanagawa Solar Boat Festival 2016 di Prefektur Fukuoka, Jepang (menghabiskan biaya ~20juta-an). Baterai yang digunakan 2 x 12V 18Ah. Panjang 2,75m dan lebar 0,6 m. Karya lainnya berupa robot boat dan kapal penyelamat yang terbuat dari bahan plastik daur ulang untuk penanggulangan korban banjir (~ 15 juta-an).
 
Purwarupa kapal ringan (bodi terbuat dari fiber) pengamanan laut (Kamla) (75x25cm, hole/lambung kapal, ruder, propeller, panel surya, komponen lsitrik) bertenaga sel surya (di atap kapal) dibuat oleh 4 mhs FT Ubaya (Univ Surabaya), yang disebut "ELMAN". Sel surya berupa 28 buah panel (5x5cm). Energi Matahari diubah menjadi listrik yang disimpan dalam baterai (berkapasitas 7kW) lalu arus dari baterai digunakan untuk menggerakkan propeller. Tegangan 7V membuat kapal melaju 1,5knot (2,73km/j)

Molis Sel Tunam (Fuel Cell

Purwarupa sepeda motor sel tunam (PEMFC) buatan BPPT diaplikasikan ke molis yang telah ada di Indonesia dengan cara mengganti baterainya dengan sel tunam yang ternyata 28 liter gas H2 mampu menghasilkan listrik 500 W, dan menggerakkan motor dengan kecepatan hingga 60 km/j. Tabung metal hydride H2 dengan tinggi 20 cm diameter 10 cm mampu memampatkan gas H2 hingga 740 liter. Molis jenis ini belum diproduksi massal.

Penggunaan 2 sumber listrik berupa gabungan antara baterai penggerak roda (depan/belakang atau tengah) dan sel tunam (sebagai pengisi baterai) perlu difikirkan di masa depan. Gabungan 2 sumber listrik itu telah dilakukan oleh molis asing Hero iON.

Molis Tenaga Surya 

Tambahan energi listrik pengisi aki dari sel surya selain listrik dari PLN juga telah dilakukan.

Dua mahasiswa Teknik Elektro Untag (Univ 17 Agustus) Surabaya (R Wicaksono & SY Permana) merakit molis beratap sel surya (100Wp) (yang mereka sebut TETA-1) yang arus listriknya disimpan dalam 3 aki (@ 12 V 7,2Ah). Daya motor dc 250W 36V. Jarak tempuh hanya 8 km (karena kapasitas simpan aki yang rendah). Bila strum aki menurun, molis dibiarkan di bawah terik matahari 2,5 jam.

Molis roda-tiga beratap sel surya (Cakra Hybrid) dirakit oleh siswa SMK PGRI 2 Ponorogo, Jatim. Presiden SBY, Menristek, dan Gubernur Jatim sempat mencobanya. Daya listrik pengisi aki berasal dari 2 sumber, listrik PLN dan sel surya. Kecepatannya ~ 40 km/j bila 3 baterai (@12 V) terisi penuh, daya motor 500W 28A (diletakkan di roda depan). Ukuran roda 17", suspensi berupa spiral & shock absorber, disertai lampu sein dan lampu depan. Anak bangsa perlu terus meningkatkan kreativitasnya agar desain teknologi kreatif yang dihasilkan makin menarik.

Bandingkanlah becak karya anak bangsa di atas dengan becak buatan Jepang, Meguru (gambar samping). Sisipan nuansa khas kipas Jepang (kipas terbuat dari bubur kayu Jepang / washi & lantai terbuat dari bambu) mampu mempercantik becak elektrik ini. Lampu sein & depan juga disematkan, sehingga menimbulkan kesan klasik dan modern. Daya penggerak hanya berasal dari baterai ion Li (atapnya belum dilengkapi sel surya). Bila baterai terisi penuh, ia mampu bergerak hingga 40 km (Laju ~ 40 km/jam).

Becak Wisata Tenaga Surya atau disingkat "Beta Gaya" yang menyerupai becak cinta dirakit oleh siswa semua kejuruan di SMKN 2 Lamongan, Jatim, dengan dana Rp.20 jutaan. Sumber listrik selain PLN juga berasal dari 4 panel surya (@ 12V/10A) yang tersimpan dalam 4 aki (@ 12V/10Ah), kemudian daya dari aki menggerakkan 2 motor listrik (@ 500W) sehingga dapat melaju ~50 km/j. Becak roda empat yang dilengkapi GPS dapat dimuati 4 orang, dan bergerak sejauh ~80km. Bila sinar MH cukup, jarak tempuh akan bertambah.


Molis roda tiga beratap sel surya (2 depan, 1 belakang, untuk 1 penumpang) rakitan 15 siswa Madrasah Aliyah MA) Fatwa Alim Tulung, Kec. Saradan, Madiun (2014), yang mereka sebut Mobil Jangkrik 01 melaju ~50 km/j yang bertahan 1-1,5 jam sesuai cerahnya matahari. Dana yang dikeluarkan sekitar Rp.15juta (termasuk uji-coba). Jangkrik 01 berpenggerak motor roda belakang. Arus listrik dari sel surya 100W disimpan dalam 4 aki (@12V) 48V 20A via BCL (Battery Control Regulator) yang diteruskan ke motor. Daya lsitrik dari PLN dapat pula mencas baterai.

Motor listrik roda empat go green, buatan 39 mahasiswa Politeknik Jember, Comet-1, didesain seperti mobil ruang angkasa beratap sel surya (listrik disimpan dalam aki) dan rangka+bodi terbuat dari bahan bekas & daur ulang. Daya motornya 250W, melaju 40 km/jam selama 2-3 jam, sedangkan roda diambil dari sepeda rusak. Biaya yang telah dihabiskan sekitar Rp. 10 juta. Motor roda empat ini masih akan disempurnakan di masa depan dengan sebutan Comet-2.

Siswa SMK Muhammadiyah 1 Padang, Sumbar merakit Sepeda Motor Internet Tenaga Surya (SMONET TSU) (2014). Rakitan yang diklaim pertama di Indonesia itu digunakan umtuk mengakses internet bagi mereka yang berada di daerah / pelosok yang belum dialiri listrik. Bak belakang Sepeda motor roda tiga (bensin) dapat mengakomodasikan 5 komputer yang UPS-nya memperoleh listrik dari sel surya. UPS terangkai dengan server internet via Wi-Fi.

Molis HIBRID (bensin+baterai)

Bila anda masih sayang dengan motor bensin anda dan ingin menghibridkannya dengan motor listrik, maka uraian berikut mungkin berguna. Sekitar 96 juta motor bensin di Indonesia dapat dihibridkan (jumlah itu terus tumbuh 12% per tahun).
 
PT Retrofit Indonesia (2012) (PT BMMR) merakit motor bensin roda dua dengan tambahan molis dengan cara menempatkan brushless hub 500W (molis pelan, bila ingin cepat ganti 1000W) pada penggerak roda depan (pelek diganti dari 14" menjadi 16", atau ganti pelek racing dengan ukuran sama, rem cakram depan dimodifikasi, dan tuas/choke dipasang yang digerakkan oleh jempol untuk menyalakan molis) agar tidak mengganggu mekanisme bawaan motor bensin. Dalam keadaan berjalan molis dapat di-off, lalu tekan tombol stater, motor bensin menyala. Ketika daya 4 baterai / aki 12V (48V) habis (selama 2 jam, melaju ~30-50 km/j), otomatis motor bensin akan menyala (autocharging, gerakan roda menggerakkan dinamo yang mengisi baterai). Isi-ulang baterai ~1,5 jam (via PLN). Baterai diletakkan di keranjang belakang (disembunyikan dimana saja sesuai kondisi motor bensin). Biaya tambahan ditaksir sekitar Rp. 3,5 juta (termasuk baterai). Pemasaran utama retrofit ditujukan kepada koperasi SMK.

Molis bermesin (Lisin) Honda Supra (2008) (bensin+Baterai) roda dua dirakit oleh SMKN 1 Seyegan Sleman, Yogyakarta (2012) dengan penampilan rapi. Molis didukung oleh 4 baterai 12V (4x12V), melaju ~30-40 km/j, sedangkan bila diubah ke mesin bensin melaju sesuai dengan standar motor bensin. Saat baterai habis, maka sistem secara otomatis menyalakan motor bensin dan gerakan roda mengaktifkan dinamo dan menimbulkan arus listrik yang mengisi baterai hingga penuh.

Sepeda motor hibrid Honda Supra 125 cc (bensin + Baterai) dua roda dirakit pula oleh mahasiswa UI, Depok (2012), daya motor 48V / 700W, 4 baterai (@12V/26Ah) disambung seri. Garpu depan dimodifikasi agar dapat mengakomodasi motor penggerak roda depan, kecepatan ~35 km/j dengan jelajah baterai 50 km. Di masa depan motor akan diganti berdaya 1000W agar start motor bergerak lebih cepat.

Sepeda Motor Hibrid dirakit oleh mahasiswa D3 T. Mesin ITS (bensin+baterai). Pada laju tertentu, ia menggunakan energi listrik. Bila laju di bawah yang ditentukan, maka otomatis menyalakan motor bensin. Selain itu, motor hibrid telah menggunakan teknologi KERS (Kinetic Energy Recovery Systems) pada sistem pengereman roda belakang.


Molis hibrid (bensin+baterai) empat roda (mesin Yamaha Mio) dirakit oleh mahasiswa UI, Depok (DW Utama). Pengalihan sistem dilakukan oleh micro controller. Daya listrik menggerakkan motor diperoleh dari: 1) 2 roda belakang dipasang motor; 2) alternator yang digerakkan oleh as motor bensin via belt. ke dua sumber listrik masuk dan tersimpan dalam empat aki 12V yang diseri menjadi 48V hingga menghasilkan 35Ah. Kecepatan diset <40 km/j. Jelajah ditentukan oleh kapasitas aki dan BB dalam tangki motor.

Konversi Total Motor bensin >> Motor Listrik
  • Motor bensin tua & rusak (Honda Astrea Legenda 2001) dirombak dan difungsikan kembali oleh 5 siswa SMK Raksana-1, Medan (2010) dengan cara membuang tangki bensin dll., kemudian menyisipkan panel surya dan 4 aki dc (@12V) beserta kabel yang diperlukan. Aki dan dinamo mengapit roda bagian belakang. Molis itu melaju 40km/j (dimuati 2 orang) dengan pengecasan aki selama 1 jam sejauh 60 km.
  • Enam mahasiswa D3 T. Mesin UNS merombak motor bensin Honda menjadi molis (Gen.II), berbaterai ion-Li buatan Fakultas. Ia melaju 70 km/j. Cas baterai 1/2 jam.

MOBIL LISTRIK DALAM NEGERI

Feb 2015 lalu, Presiden Jokowi menyaksikan penekenan kerjasama studi kelayakan pengembangan mobil ASEAN (yang bertenaga listrik) antara perusahaan asal Indonesia PT ACL/ACE dan perusahaan asal Malaysia, Proton Holdings Berhad (B to B). Dalam beberapa laporan terlihat bahwa pejabat Indonesia dikenalkan dengan mobil listrik Malaysia sekaligus menikmati / mengendarai Proton Iriz EV. Rakyat Indonesia sontak tergugah dan teringat kembali pengembangan Mobil Listrik Nasional (Molina) sejak 2007/2008 hingga kini. Apalagi, Menristekdikti menegaskan bahwa pengembangan mobil nasional (2015) harus berupa teknologi mobil listrik (bukan mobil BBM/gas/lainnya), karena Indonesia akan sulit menandingi negara lain seperti Jepang dan Korea bila mengembangkan mobil BBM. Akhirnya (Februari 2016), Pemerintah via Dirjen ILMATE Kemenperin mendorong pengembangan mobil listrik, terutama stasiun cas, baterai, dan motor listrik.

Proton Preve REEV
Perlu diketahui bahwa moblis Malaysia, seri Proton EV, telah maju pesat dan menjadi pemain kuat di ASEAN. Proton EV mengembangkan purwarupa moblis murni dan moblis hibrid, contohnya, Proton Persona REEV, Proton Iriz EV, Proton Preve REEV (hibrid), Proton Exora REEV (hibrid), dan Proton Saga EV
Pejabat IND-MY di moblis Iriz EV
Lima moblis Exora REEV dan tiga moblis Saga EV telah diserahkan ke Pemerintah Malaysia untuk diuji-coba di DN, sedangkan Proton Exora REEV diuji-coba di RAC Future Car Challenge 2011 from Brighton to London, karena moblis tsb memang dirancang khusus untuk diekspor ke seluruh dunia (kawasan tropik dan sub-tropik) dengan mengikuti standar Eropa. Dr Mahathir tertarik untuk memperkenalkan Proton Iriz EV ke pejabat Indonesia. Bahkan, secara individu, SELO (yang tidak lolos uji kelayakan dan tidak diminati Indonesia) dilirik investor Malaysia (terutama pengembangan motor listriknya yang dikuasai benar oleh pencipta SELO, Ricky Elson / Indonesia) agar dapat meningkatkan kemampuan motor listrik Malaysia. Bila Elson setuju menularkan ilmunya, maka kasus Brain Drain dari Indonesia Ke LN akan terjadi.

Selo & Gendhis
Di sisi lain, masyarakat pengguna dan pembuat moblis masih memerlukan keseriusan pemerintah terhadap pengembangan moblis. Hal itu dibuktikan pada ajang IIMS 2014 lalu di Jakarta terutama di sudut pameran moblis Indonesia (di ruang semi permanen) yang ternyata sepi pengunjung. Minimnya infrastruktur, sosialisasi, dan kebijakan pemerintah di bidang moblis dituding menghambat ketertarikan pengunjung moblis buatan Indonesia itu. Moblis yang dipamerkan Indonesia saat itu adalah SELO (mirip Lamborghini, daya 130 kW setara 182 HP, laju maks 220 km/jam) dan GENDHIS (mirip Toyota Velfire, laju maks 150 km/jam) produksi bengkel KKM yang siap dijual bila sukses melewati tahap uji tipe dan tahap uji-coba. 

Tampilan kendaraan listrik DN di IIMS Agustus 2015 lalu berupa moblis roda 4 karya mahasiswa UII Yogyakarta (Force/Kaliurang UNISI), dan molis roda 2 karya PT Garansindo + ITS (jenis skuter dan klasik). Hingar-bingar sepeda / motor listrik asing (Italjet, Zero) mulai terasa di DN, dan motor / mobil BBM asing masih mendominasi dalam ajang IIMS 2015. 

Blue Warior 15
Tahun 2016 pada pameran automotif IIMS 2016 (Hall C, JIExpo, Kemayoran, Jakpus), menampilkan 6 moblis karya anak bangsa hasil rancangan mahasiswa tujuh kampus di Indonesia (ARJUNA, UGM; KUJANG 193, Pasundan, Bandung; TARUSBAWA, ITENAS, Bandung; P-ELCAR, POLBAN, Bandung; BLUE WARRIOR 15, Politeknik Negeri Jakarta, Kaliurang UNISI Gen.2, UII (Unisi), Ygoyakarta).

Sebenarnya, moblis sudah lama dikembangkan oleh anak bangsa dan Indonesia dianggap tidak tertinggal dengan negara lain terutama di negara Asia Tenggara. Buktinya, produk-produk moblis dari berbagai perguruan tinggi, pengusaha, SMK Negeri dan Swasta, dan pribadi telah muncul di berbagai kesempatan. Di sisi lain, Agustus 2014 lalu, mantan Menteri P&K (M Nuh) meneken kerma dengan 5 Perguruan Tinggi (UI, UNS, UGM, ITB, ITS) guna mengembangkan Molina, dengan target memproduksi masal 10.000 unit pada th 2018 dengan dana dari LPDP Rp.24 triliun. Saat itu, Pemerintah siap mengucurkan dana Rp 76 miliar untuk masing-masing Institusi. Konsistensi itu perlu dipertahankan dan ditelusuri kembali dalam era pemerintahan baru (2014-2019).
  
Di lain fihak, pemain moblis asing jeli melihat 1) pasar moblis di Asia Tenggara terutama Indonesia yang menggiurkan, dan 2) kelambanan pengembangan moblis produk DN di Asia Tenggara. Hal itu wajar bila mereka ingin masuk negara ASEAN, termasuk ke Indonesia.

Tesla model S
Salah satu pemain dan produk asing itu adalah Tesla (model S) asal AS (2012 telah beredar di pasar Amerika, harga ~Rp.914 juta; di Indonesia: Rp 2-4,4 miliar) (daya 85 kWh, akselerasi 0-100 km/j hanya 3,2 detik, laju 250 km/j, jelajah 407 km sekali cas selama 8-10 jam, umur baterai 8-10 th) yang masuk dan mengaspal di Indonesia. 

Contoh Pemain lain adalah hadirnya perusahaan Tiongkok (bekerjasama dengan PT lokal) yang akan membuat pabrik mobil listrik di Cirebon (Kec. Pangenan) atas nama PT ARRTU International. Salah satu produk anak perusahaannya di Cawang, PT Arrtu Mega Energie, adalah Batik, Bajaj Listrik yang digadang-gadang akan mengganti bajaj merah di Jakarta.

N Phaloek dan rancangannya
Contoh pemain moblis dari negara ASEAN adalah Angkor 2014. Moblis (2+2 penumpang) buatan Kamboja (negara yang lebih miskin dari Vietnam). Angkor EV, dibuat oleh desainer lokal Nhean Phaloek, dan diproduksi oleh perusahaan Heng (menelan dana US$20juta) di Prov. Kandal.
Ia dioperasikan oleh smart phone dan RFID, dilengkapi oleh sistem GPS melaju 60km/j (maks) dengan jelajah 300km sekali cas. Beberapa onderdil masih diimpor dari LN. Kamboja akan mengekspor Angkor EV ke Eropa, AS, Korsel, dan kemungkinan pula ke Indonesia.
Beberapa pengamat menilai bahwa produk moblis yang harganya hanya Rp 96juta dianggap mengungguli Indonesia di ASEAN, karena Indonesia masih sibuk dengan mobil BBM versi baru (lihat IIMS 2015), dan tidak segera memproduksi dan mengekspor mobil listriknya (dengan aneka alasan, misalnya masih lemahnya produk bantu DN seperti baterai, motor listrik, controller, kapasitor, magnet permanen, dll).

Oleh karena itu, bila pemerintah Indonesia kurang sigap terutama penyiapan infrastruktur, maka moblis asing lainnya akan deras membanjir ke Indonesia tanpa dapat dibendung lagi, dan lagi-lagi Indonesia akan kehilangan peluang untuk mengembangkan moblis sendiri seperti halnya mobil bensin di masa lalu. Bahkan, ada gelagat, sebagian produsen moblis DN siap-siap mengekspor produk moblis mereka ke LN (contohnya PT SAP, Cilodong, Depok, sudah sering mengekspor mesin-mesin ke Perodua, produsen otomotif lokal Malaysia, Daihatsu), bila kebijakan & infrastruktur DN tidak berfihak kepada mereka. Jadi, bersiaplah jadi penonton lagi dan rakyat Indonesia terus membeli moblis asing (termasuk mobil bensin) di Indonesia.

Salah satu hambatan infrastruktur adalah fasilitas/lab uji-coba untuk uji kelayakan terhadap moblis yang ada di Kemenristek (BPPT) oleh pemerintah dianggap belum lengkap (alat ukur belum ada, misalnya untuk uji kekuatan listrik, uji motor penggerak listrik, baterai dan sistem transmisi, dll) sehingga tahapan uji-coba di jalan raya belum mendapat izin Kemenhub. Pemerintah menargetkan th 2015 alat-alat ukur itu sudah ada dan moblis produk DN dan LN sudah dapat diuji di Indonesia. Akan tetapi, produk-produk moblis luar negeri biasanya lolos uji kelayakan di Indonesia, karena riset mereka sangat intensif dan sudah lolos uji di negaranya. 

Tucuxi rusak ditabrakkan ke tebing
Setiap kendaraan bermotor (termasuk motor listrik) yang dioperasikan di jalan harus memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan. Oleh karena itu, semua kendaraan (termasuk moblis) yang diproduksi, dirakit, dan diimpor untuk digunakan di jalan, harus lulus uji tipe kendaraan. Sementara, Kemenhub mengklaim bahwa baru moblis Mitsubishi i-MiEV mendapatkan seritifikat uji tipe. Hancurnya Tucuxi yang terpaksa dibiarkan menabrak tebing disebabkan oleh sistem pengereman (Regenerative Break) yang tidak berfungsi. Hal itu patut diduga bahwa Tucuxi belum melewati uji tipe kendaraan seperti yang tertera dalam UU No. 22 th 2009 pasal (48-51) tentang lalu-lintas angkutan jalan (LLAJ).

Uji tipe diatur dalam PP No. 55 th 2012 tentang Kendaraan, apakah bermotor (Pasal 12.b menjelaskan motor penggerak meliputi motor listrik) atau tidak bermotor. Bila lulus uji tipe (terutama pasal 121, 122, 141) seperti (a) uji fisik untuk pemenuhan syarat teknis dan laik jalan,/termasuk uji rem, emisi gas buang, dll, dan b) penelitian rancang bangun dan rekayasa), maka akan diterbitkan Sertifikat Registrasi Uji Tipe. Kemudian kendaraan dapat diproduksi sesuai standar uji tipenya. Bila belum memenuhi syarat teknis dan laik jalan tetapi sudah dioperasikan, maka pengguna dipidana kurungan paling lama 2 bulan atau didenda paling banyak Rp.500,000. (Pasal 286). Oleh karena itu, boleh jadi sejak kasus Tucuxi itu pemerintah berhati-hati terhadap kasus moblis ini.

Institusi yang berwenang dan kompeten melakukan uji itu adalah Balai Pengujian Laik Jalan dan Sertifikasi Kendaraan Bermotor (BPLJSKB) yang berlokasi di desa Cibuntu, Cibitung, Bekasi, Jabar. Alat-alat uji menggunakan standar ISO/IEC 17025:2005, yang selalu dikalibrasi tiap tahun. Ada 11 parameter uji yang harus dilakukan, dan memakan waktu 3 jam. Hasil uji dikeluarkan oleh Kemenhub (Kepmenhub No KM9/2004). Untuk uji-coba di jalan (harus dikemudikan oleh teknisi, dan ada fihak dari perusahaan) perlu didampingi fihak kepolisian, dan POLRI akan mengeluarkan TCKB (Tanda Coba Kendaraan Bermotor (Pasal 69 UU No.22 tahun 2009).

Uji tipe di LN memasukkan uji tabrak frontal/samping (misalnya Euro NCAP dan Japan NCAP) guna mengetahui seberapa kuat struktur mobil tsb dapat melindungi penumpang bila terjadi kecelakaan. Hal itu tidak dilakukan di Indonesia, karena 1) semua pengendara diharapkan patuh pada rambu-rambu lalulintas; 2) APM mobil di Indon berkeberatan akibat keterbatasan modal. Idealnya, uji tabrak itu wajib dilakukan baik di LN maupun di DN.

Contoh moblis lokal
 
Beberapa contoh / purwarupa moblis versi lokal telah diupayakan, baik dari jenis mewah (Ferrari), biasa, dan jenis bus maupun sampai ke jenis angkot atau mobil pedesaan. Dari buatan mahasiswa kampus [seperti UGM, ITS, FT-UNS, dll.], SMKN & SMK Swasta hingga produk pribadi di bengkel lokal di seluruh Indonesia, termasuk produk pribadi yang dihibahkan via CSR BUMN ke universitas (seperti Pertamina ke ITS, UGM, UI, ITB, Univ Riau, UB). Semua produk tsb kemungkinan belum melewati uji tipe, karena Indonesia belum memiliki lapangan luas untuk uji-coba seperti yang dimiliki fabrikan moblis LN. Sementara, riset di bawah naungan PPTIO (Pusbang Teknologi & Industri Otomotif) masih terus dilakukan, misalnya mengembangkan inverter, alat kendali motor listrik, charger, display, dan struktur rangka mobil. 

Contoh uji adalah ketika Mahasiswa T. Fisika, ITS, Surabaya merancang efisiensi energi pada moblis Zelena (2015). Litbang dkhususkan pada sisi teknis & kontrol, terutama converter daya (motor) yang akan dibuat lokal. Sistem dibuat untuk mengontrol motor induksi yang berpengaruh kepada laju, suhu, dan RPM. Pengemudi dapat memonitor via android. Material yang digunakan sebagai pendukung: Al-6061. 

PT FIN Komodo sedang menyiapkan purwarupa mobil listrik Komodo yang bebas perawatan. Desain moblis ini kira-kira masih mirip dengan kendaraan khusus off-road. Sasaran konsumen berupa instansi pemerintah, sipil, dan militer. Harga ~175juta.

Purwarupa Moblis sederhana satu penumpang yang mirip mobil balap formula dibuat oleh 8 mhs Teknik Mesin FT-UNP, Padang. Ia hanya melaju sekitar 40km/j, dengan jelajah 45km (waktu cas 3 jam) dengan baterai berkapasitas 48V 20A. Biaya ~ Rp.20jt. Berat ~90kg, dengan panjang 2,5m, lebar 1,1m, dan diameter ban 20cm, berbodi fiber dan rangka besi. Ia terus disempurnakan agar melaju hingga di atas 94km/j, agar dapat disertakan dalam kompetisi.
Kunthing Sakti, moblis mahasiswa Untag Surabaya, melaju hingga 40km/j. Ia dilengkapi dengan 5 buah baterai 12V yang mudah dilepas untuk dicas dan dapat bertahan hingga 3jam. Bodi plat galvanis dan akrilik. Suku cadang seperti mesin, roda, dan lampu masih mengandalkan pabrikan. Transmisi menggunakan rantai, bukan gir agar lebih ringan.

Potachi (Poci Tahu Aci, nama makanan & minuman khas Tegal), adalah moblis formula (balap) dengan bobot 176,8kg berteknologi ERBS (Energy recovery Brake System) buatan mahasiswa Politeknik Harapan Bersama, Tegal yang dapat melaju 125km/j. Ia menggunakan 4 baterai masing-masing 45 Amp (2kW) dengan jelajah 300km sekali cas (8jam, 220V). Bodi moblis terbuat dari bahan fiber ringan, sedangkan lainnya (sasis, fender, dll) terbuat dari logam yang dibuat sendiri. Ban depan 17", ban belakang 15". Ia pernah menyabet juara terbaik (tingkat nasional) kategori efisiensi atau hemat energi di lomba moblis, Unbraw (Malang). Dana: Rp.30jutaan.


Moblis operasional jenis MPV 7 penumpang (5 pintu) (dioperasikan sejak Agustus 2014) milik PT PJB (Pembangkitan Jawa Bali) UP (Unit Pembangkitan) Gresik adalah moblis pertama di Indonesia yang memiliki pelat nomor dan STNK (BPKB telah diterbitkan). Ia diproduksi oleh PT Great Asia Link alias GRAIN di Ds. Sumberwaru, Wringinanom, Km-37, Kedung Anyar, Kab. Gresik, Jatim.
Moblis jenis pick-up sebanyak 3 unit akan dipunyai (Harga mulai Rp 100jutaan). Ia mampu bergerak dengan laju maks 80km/j dan menjelajah sejauh 100km sekali cas (6-8jam, 2,86kW, 13A, 220V). Spek moblis ini: baterai lead acid (500x cas); motor listrik 10kW AC; Bodi terbuat dari ubiforme metal, L=3.785mm, W=1.565mm, H=1.920mm. Persyaratan dari Kemenhub dan Kemenperin telah dilewati, sehingga tahun 2016, PT GRAIN akan menjual produknya ~1000unit.

Purwarupa pengembangan moblis sport terbuat dari barang bekas dirakit oleh siswa SMKN 2 Klaten Jateng (Okt 2014), menggunakan motor dc yang digerakkan oleh 4 aki 12V dipasang seri (48V). Karya itu menelan dana Rp10juta (bantuan dari fihak sekolah). Kerangka terbuat dari besi dan bodi terbuat dari fiber. Moblis ini hanya melaju 20km/j yang sulit disebut moblis sport. Perbaikan harus terus dilakukan.


Sinosi-1, 2013
Moblis (roda 4, 2 penumpang) lainnya (sinosi-1, "Sing Nomer Siji", city car, dipakai hanya untuk internal kampus) dibuat oleh mahasiswa F.Teknik Univ. Jember [motor BLDC diletakkan di bagasi belakang, 4 aki kering @12V, 48V/30Ah, 3jam/25km, diletakkan di hidung mobil]. Bobot 300kg, Dimensi: P=3,5m, L=1,5m, T=1,4m. Laju 20km/j, jelajah 35km/cas (selama 3jam), bodi terbuat dari bahan fiberglass. Perbaikan pada motor perlu dilakukan guna menaikkan lajunya hingga >50km/j.

NAGA GENI
Moblis (molis) roda empat (2 penumpang) NAGA GENI adalah bagian program riset Dept. Ristek Himpunan Mahasiswa D3 T. Mesin ITS Surabaya (2012). Ia melaju maks 45km/j sejauh 85km (sekali cas 3 jam). Tahap selanjutnya, teknologi KERS, sel surya, tenaga angin akan diterapkan pada molis ini. Spek teknis (Motor & Baterai) tidak ada (kemungkinan: Baterai maks 48V, kapasitas maks 2,2kWh, daya motor maks 2kW).


Force UNISI
Moblis (molis) roda empat (satu penumpang) FTI UII Yogya yang disebut Force (Kaliurang) Unisi, adalah molis yang dilengkapi dengan sistem kontrol buatan sendiri (untuk tujuan riset). Ia pernah mengikuti KMLI VI Bandung (nov 2014) dan KMLI VII (Nov 2015), FSAE Jepang (2015), dan hadir pula di IIMS 2015, Jakarta.
Ia memiliki baterai GS-NS60 12V/45Ah yang dilengkapi panel instrumen sensor gadget (Galaxy TAB) bersistem operasi android (versi Jelly Bean) (controller buatan sendiri) yang diletakkan di tengah bilah kemudi yang juga bersifat infotainment (hiburan, navigasi, dan komunikasi). Tujuannya untuk 1) instrument display & monitoring, dan 2) parameter input
Contohnya: mencatat speedometer, indikator baterai, meter RPM, GPS, stopwatch, odometer, tombol lampu depan / belakang & lampu sein, wifi, bluetooth, dan fitur lainnya. Penggerak roda belakang: 2 unit motor BLDC @ 800W (total 1,6kW). Molis ini masih perlu diteruskan pengembangannya, karena laju maks 40km/j (via android hanya 20km/j), sedangkan jelajahnya (tidak diketahui) untuk sekali cas (8-10jam).

Molis roda empat (1 penumpang) dibuat oleh mahasiswa F. Teknik (T. Mesin) UMY Yogya yang diberi nama KHAD (KH Ahmad Dahlan, tokoh pendiri Muhammadiyah) (pernah ikut KMLI VI Bandung, Nov 2014). Daya motor 1,6kW, laju ~50km/j. Ia menggunakan 4 baterai 48V, (2 besar 55Ah, 2 kecil 35Ah) berfungsi hingga 5 jam. Bobot 120 kg. Komponen moblis terbuat dari barang bekas, sedangkan yang baru: ban, aki/baterai dan rem (biaya pembuatan Rp.19 juta).

ITS, Surabaya
Braja Wahana
Varian moblis lokal terbaru ITS, Braja Wahana (hatchback). Ia menggunakan sasis baja, dan bodi serat karbon, sehingga bobot ~1 ton (lebih ringan 500kg dibandingkan Ezzy-1 & Ezzy-2). Motor penggeraknya buatan ITS sendiri dengan daya 25 kW (50HP), sedangkan baterainya masih impor (Tiongkok); laju maks 200km/j. Dimensi: panjang 2,8m, lebar 1,6m, ground clearence sekitar 17cm guna menyesuaikan kondisi jalan di Indonesia yang banyak polisi-tidurnya. Varian buatan ITS lainnya adalah 
Ezzy ITS1
1) EZZY ITS1 [4 penumpang, RWD, desain futuristik, tanpa transmissi / gearbox, motor aksial (9.000 RPM, buatan Inggris, hadiah dari univ. Oxford), laju maks 150km/j, jelajah 25km per cas];
Ezzy ITS2
2) EZZY ITS2 [perbaikan dari Ezzy ITS1, empat penumpang, dg transmissi / gearbox speed-5, seperti lazimnya mobil BBM, motor radial (4500 RPM, buatan Tiongkok), baterai besar 20kWh. Laju maks 180km/j, jelajah 130km, FWD, 30-60kW, dc brushless, hatchback sporty city car], dan 3) Sapu Angin Surya.
Saat ini moblis tersebut berada dalam tahap evaluasi (baterai & motor listrik masih impor, efisiensi energi tanpa transmissi lebih baik dari bertransmissi, TKDN harus setinggi-tingginya, didesain dan diproduksi di Indonesia), dan diuji oleh BPPT, UI, dan ITB guna mengetahui kelemahan-kelemahan buatan Dalam Negeri itu. Uji-coba di jalan didampingi oleh fihak kepolisian dan fihak Kementerian Perhub setempat. Uji keselamatan perlu dilakukan. Tahun 2018 diharapkan dapat diproduksi massal.
  
UNS Surakarta
Kegiatan proyek Moblis nasional (Molina) UNS SmarT generasi 1, 2, dan 3 [daya baterai 10-20kW, laju 80km/j] (2015), melingkupi seluruh aspek (design, styling verification & testing, body &compartment, motor / cooling, battery & charging termasuk ion Li dan turunannya, interior, platform body, supporting research, etc.), melibatkan 86 peneliti; indikator luaran berupa cetak biru, purwarupa, paten, tulisan, market testing, model, rencana bisnis dan komersialnya) sedang disusun, disimulasikan, dan diuji-cobakan guna mendapatkan molina yang sesuai untuk Indonesia.


UB Malang
Apatte, UB, Malang
Moblis roda empat kategori urban concept (1 penumpang) yang bernama APATTE diluncurkan oleh tim Apatte-62 mahasiswa F. Teknik UB, Malang pada IEMC 2012 di Surabaya, Jatim. Penggerak roda dipercayakan kepada motor BLDC 48V/800W dengan 4 baterai (48V/45Ah), laju maks 35km/j, berjalan selama 3 jam (~105km).
Optimo 1, UB, Malang
Mahasiswa UB merilis moblis OPTIMO 1 city car (dua penumpang) [Hasil kembangan dari Apatte-1 (unggul di daya tahan baterai), dan Apatte-2/Aristo (unggul di kecepatan)] dengan daya motor 48V/5kW, dan baterai 48V 100Ah (masih impor dari AS dan Tiongkok) yang dilengkapi sistem pendinginan cair, dan sistem rem cakram hidrolik. Ia melaju 40km/j, dan dijadikan kendaraan dinas / operasional kampus FT-UB. Transmisi daya dari motor ke poros roda menggunakan rantai, dan pengereman menggunakan sistem cakram hidrolik pada keempat rodanya. TKDN 80%.

TUCUXI
Purwarupa Mobil sport listrik, Tucuxi, rancangan D. Suryatama (ITS/Michigan/Chrysler) memiliki baterai LiFePO4 atau nano Li dan berkapasitas 61kWh. Ia mampu melaju hingga 193km/j, dengan jelajah 321,8 km sekali cas. Bodi terbuat dari serat karbon yang digarap oleh bengkel KKM, Yogyakarta. Pengembangannya terhenti setelah mengalami kegagalan rem (yang dibiarkan menabrak tebing).

SELO
Purwarupa Moblis sport SELO, 4 penumpang (pengembangan dari Tucuxi, dirancang oleh Ricky Elson (Univ.Andalas/Jepang 14 th) dan Bengkel KKM, Yogya) bodi serat karbon, motor listrik EVD130LV kapasitas 135 kW (180HP), controller (impor), baterai 110 sel, transmisi otomatis dari Nissan, rem Willwood dari AS, pelek 20 inchi dari Breyton, Komponen lokal (TKDN) 70%, dilengkapi 3 pengaman sistem rem: Rem mekanik (layaknya mobil sport), Rem mesin (diberi gear box), dan Regenerative Brake System. Tipe rangka: kombinasi Channel & Tubular Frame, suspensi depan: Double Wishbone; suspensi belakang: McPherson. Sertifikasi Selo sedang diproses di Kemenhub. Baterai Nipress 360V, laju 150 km/j (laju maks 220km/j), jelajah sejauh 250 km sekali cas (selama 3 jam). Ada 2 teknik pengecasan, portable (perlu waktu lama), Fast Charging 3 Pass (3-4 jam). Ketidakperdulian Indonesia kepada SELO selama ini membuahkan hasil. Sep 2015, Selo dinyatakan gagal lolos uji kelayakan di Indonesia (kabarnya hanya dapat melaju 29km/j ? dan akan overheating bila >80km/j). Akibatnya dapat diduga, Elson mengindikasikan setuju atas pinangan individu dari Malaysia yang tertarik membiayai perbaikan purwarupa berikutnya (terutama dari sisi motor listrik), meski dia masih berharap SELO dapat diproduksi di Indonesia.

GENDHIS
Purwarupa Moblis Gendhis (minibus 6 penumpang) (buatan bengkel KKM, Yogya) memiliki motor listrik EVD 130LV, baterai 110 sel, 130kW, laju maks 220km/j, jelajah 250km, tipe rangka Ladder Frame, suspensi depan: Double Wishbone, suspensi belakang: Semi Trailing Arm. TKDN sekitar 75% (body & interior), sedangkan 25% impor (termasuk baterai, controller, motor listrik). Akses keluar masuk penumpang belakang via pintu model sliding door. Ia pernah dikenalkan pada APEC 2013 di Nusa Dua, Bali, dan cocok sebagai mobil keluarga.

SKEV-1 (Signal Kustom Electric Vehicle 1)
Purwarupa Mobil sport listrik menggunakan platform mobil balap Le Mans buatan Coachbuilder Kustom dan peneliti muda LIPI (didukung oleh Auto vision+audio Alpine), ditopang oleh motor listrik bertenaga 60 HP, yang berasal dari baterai 96V/200Ah, melaju 140 km/j, dan menjelajah sejauh 200km sekali cas. Ia belum diproduksi massal. Ia dilengkapi dengan 4 subwoofer 10", 4 speaker 6" + tweeter, tiga unit power plus tujuh layar LCD touchscreen (dari PT Multi Mayaka/Alpine).

SV-1
Purwarupa moblis tanpa atap ini kabarnya melucuti mesin bensin Nissan Cefiro (Jepang) dan diganti motor listrik (advance DC series 144V/500A) untuk menggerakkan roda belakang, sedangkan gearbox-nya tetap digunakan. Sekitar 45 baterai ion Li (@ 3,8V, diisi-ulang 6-8jam) dapat menghasilkan daya 100 HP dan torsi 146,43Nm, sehingga ia mampu melaju 150km/j.

E&C
Purwarupa Moblis 4 penumpang  karya mahasiswa & dosen ITS Surabaya. Desain molis E&C berupa SUV (tidak mengadopsi mobil balap), wheelbase 240 cm (lega) dengan desain futuristik dan mewah yang mirip Mazda-2. Daya motor listrik dc 20 kW, laju 80km/j, jelajah masih pendek 24km sekali cas (akan ditingkatkan menjadi 100-200km). Ia dilengkapi back lamp atau trail lamp (LED). Sistem daya dipasok dari baterai polimer Li berkapasitas 48V / 5 KWh. Sistem cas butuh 4 jam. Kondisi input, 220 Volt 10 kW (cas cepat), 220 Volt 1,5 kW (cas lambat).

PINDAD PIEV
Moblis buatan PT PINDAD (PIEV = Pindad Electric Vehicle) yang ramah lingkungan berkesan sporty (dibuat th 2012). Purwarupa Mobil hatchback dua pintu (city car, dua penumpang) mengusung permanent magnet (Nd) motor listrik 50kW (brushless dc/BLDC buatan Pindad sendiri, lebar 60mm diameter 200mm), tegangan 40V, torsi maksimal 40Nm, 5000rpm, efisiensi 95%, melaju hingga 80km/j, dengan jelajah 100 km sekali cas dan energi baterai 21kWh. Baterai basah 40 buah (Cd, kerma dengan Nipress) dan motor listrik PIEV dibuat di Pindad sendiri (TKDN 95%). Di masa datang, baterai basis ion Li (kering) akan digunakan untuk mengurangi berat dan tempat, sekaligus menaikkan jelajahnya. Riset masih terus dilanjutkan untuk memperbaiki kinerjanya.

ESEMKA
Esemka
Beberapa tahun lalu, Esemka bak gadis muda cantik yang diperebutkan oleh 1) PT GIG (pemegang merek mobil konvensional Fiat, Alfa Romeo, Chrysler/Jeep, Dodge, dan molis Zero, Italjet, Vmoto, dll); 2) BAIC (Beijing Automotive International Co.) [salah satu perusahaan otomotif top 5 di Tiongkok, termasuk produsen mobil listrik (dg tim desain Italia), kerma dengan chrysler/Jeep, dan Hyundai]; dan 3) PT ACL. Tiga perusahaan tsb menawarkan kerma bantuan teknis pembuatan suku cadang, pemasaran, hingga layanan purna jual. Akhirnya, April 2015, Esemka memilih PT ACL yang kemudian berubah nama menjadi PT ACE / Adiperkasa Citra Esemka). Esemka diharapkan bermigrasi menjadi mobil listrik yang bekerjasama dengan Proton untuk membuat mobil listrik untuk pasar ASEAN. PT GIG, yang gagal bermitra dengan Esemka, memfokuskan diri ke molis roda dua DN (dengan pasar lebih luas) yang bermitra dengan ITS. Sementara, PT BAIC mendekati PT ACE juga guna mengembangkan mobil listrik di Indonesia. Sebelumnya, BAIC telah meneken kerma dengan Amber Dual Sdn Bhd. Malaysia untuk mendirikan pabrik di Malaysia (RM300juta  ~Rp1,1triliun).

TIM UI (Universitas Indonesia)
UI salah satu kampus yang ditunjuk dalam proyek molina memiliki fokus tersendiri dalam pengembangan moblis yaitu mengupayakan teknologi moblis untuk City Car [Makara Electric Vehicle (MEV)01 (25kW), (MEV)02 (7,5kW, 102Ah), MEV03 (hibrid, 32kW, 102Ah)], dan Molina UI - Bus EV (kap. 60 penumpang, motor 120kW dan 300Ah). Desain sistem pendingin, inverter control, dan motor listrik 25kW juga dikembangkan.
Bus Listrik buatan UI
Dalam lima tahun ke depan, sepuluh bus akan diproduksi. Purwarupa itu diluncurkan th 2016 setelah melewati uji laik jalan & bersinergi dengan mobil Esemka. Sebelumnya, tim UI meluncurkan Keris V.4 [warna merah, baterai basis ion Li, laju 30km/j, 350km/kWh]. Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik dikembangkan dengan bantuan energi dari PLN dan Sel Surya.

ITB-1 (Si JALAK)
Bus listrik buatan ITB
Moblis rancangan mahasiswa, alumni, dosen, & fihak swasta menawarkan 14 jenis mobil (serbaguna, misalnya pick up, double cabin 4 kursi, hingga sedan) dengan teknik Lego (bongkar pasang pilar/pintu/atap/dek belakang dll. sesuka hati). 
Akan tetapi, pemakai moblis perlu melakukan pergantian surat-surat kendaraan bila mengubah mobilnya (misalnya pick up ganti sedan atau sebaliknya). Delapan buah aki 12V/100Ah dirangkai seri menghasilkan 96V/100Ah untuk memutar motor 10kW dengan torsi 38,5NM (6.000 rpm), hingga menjelajah 100km sekali cas (5-8jam).

MOBILIJO, JOGJA
Warga Jogja, Wiwien, menandingi moblis asing (Renault Twizy, Nissan NMC, Citroen C Zero, dll dengan kandungan lokal yang tinggi (2A, 2B, 2C, 2D, 2E), dan berkapasitas 2-4 penumpang (3A, 3B). Pengerjaan moblis lokal Mobilijo dilakukan dengan bantuan energi bebas (generator listrik tanpa BBM) rancangan Wiwien sendiri dan memanfaatkan peralatan bekas dan bengkel seadanya.

Contoh Moblis buatan pabrik di  Indonesia

PT Great Asia Link (GRAIN), Kedung Anyar, Gresik, Surabaya sudah mampu memproduksi moblis (ber-STNK) dengan kapasitas produksi sekitar 60.000 unit moblis otomatik, dan 20.000 unit moblis manual dengan varian ELVI LEVI (otomatis & Manual) (motor 10kW, 80km/j, 120km), ELVI HIVI (motor 7kW, laju 60km/j, jelajah 100km), dan ELVI HEVI (pick up) (spek menyusul).
ELVI SMARTVI JD
Selanjutnya, produk lainnya adalah ELVI BUSVI (motor 80kW, 120km/j, 100km, baterai LiFePO4), ELVI MINIBUSVI (10kW AC motor, 50km/j, 100km), ELVI SUVI (25kW, 120km/j, 200km, LiFePO4),  ELVI  JAYVI (1kWAC motor, 50km/j, 100km), & ELVI SMARTVI JD. Sertifikat Uji Laik Jalan dari Kemenhub Indon telah dipunyai, dan STNK dan BPKB telah diterbitkan, sehingga produksi moblis tsb dapat dilakukan. Berikut adalah contoh sebagian cara melakukan uji kendaraan (termasuk uji berkala).

Produsen moblis lainnya, PT SAP (Sarimas Ahmadi Pratama, Cilodong, Depok) masih menunggu uji tipe kendaraan dari Kemenhub yang belum kelar. Hal itu amat berguna untuk digunakan sebagai uji produksi dan komersialisasi DN dari Kemenperin dan permintaan pembebasan komponen impor (dg syarat TKDN >60%) ketika melakukan pinjaman dana Bank. Bila uji tipe kendaraan tak segera kelar, maka produk Bus listrik berkapasitas 20-40 orang terpaksa akan diekspor ke AS dan Eropa. Moblis yang banyak dipesan adalah varian Evina, MPV, dan Bus medium (harga Rp.1,5-2 miliar/unit). PT SAP dapat memproduksi sekitar 500-1000 unit per tahun. Spek moblis Ahmadi 5.0: roda 4 (4 penumpang) motor brushless dc (Tiongkok); Baterai LiFePO4, 36sel, energi total 21kWh (isi-ulang 8jam, PLN 2500W, 1/2jam untuk 80% isi-ulang); laju maks 100km/j, jelajah 130km/cas; bobot 900kg; dimensi: P=3,45m, L=1,49m, T=1.6m.
Evina (produk dari PT SAP, Depok, Jabar, bekerjasama dengan PLN sebagai penyedia infrastruktur moblis), mengusung baterai ion lithium 36 buah (buatan AS) dengan kapasitas 21 kWh (umur baterai 7 tahun, siklus cas 4000 kali) setara dengan mesin bensin 900 cc / 50 Hp, jelajah 135 km, Vmaks 120 km/jam, lama isi baterai 4-5 jam (220 V, 4000 W). Harga Rp.200 jutaan. Uji-coba di jalan ternyata cukup responsif, tarikan dan penanganan enak dan stabil, suspensi empuk, cocok untuk dalam kota. PT SAP telah mengekspor komponen mobil dan moblis ke Perodua, Malaysia.

Z-BEE
PT Lundin Industry Invest (LII) pemegang merek Clean Motion (Juni 2013, bermitra dengan perusahaan Swedia) membuka pabrik di Banyuwangi, Jatim guna memproduksi moblis Z-bee [3 roda (1 depan 2 belakang), tiga penumpang] dengan target produksi 100.000 unit per tahun. Berat moblis ~230kg dengan dimensi panjang 2,4m, lebar 1,23m, dan tinggi 1,5m. Ia menggunakan baterai ion Li (LiFePO4), Laju maks 50km/j, dengan jelajah 60km sekali cas (2-3 jam, dengan daya pengisian 40W/jam). Bodi moblis terbuat dari komposit fiber. Kapasitas listrik 4kWh/100km. Harga ~Rp.90juta.

BATIK (Bajaj Listrik)
Perusahaan PT Arrtu Mega Energie (Cawang, Jaktim) anak perusahaan Tiongkok dan Lokal (PT ARRTU International), memroduksi Batik (Bajaj Listrik) (roda tiga, 6 penumpang) ~500 unit berencana mengoperasikan bajaj ramah lingkungan di DKI Jakarta. Daya motor Batik 2kW (motor dari Tiongkok). Ia menggunakan 6 baterai, dan sekali cas (5jam) dapat menempuh 150km dengan laju maks 60km/j. Umur motor diduga 8 tahun dengan garansi 2 tahun. UJi tipe kepada Batik tetap harus dilakukan sebelum dipasarkan. Ia dilengkapi lampu sein, kaca spion, klakson, dan satu wiper.

Contoh Kompetisi Moblis di Indonsia

Peserta ajang KMLI VIII (Nov 2016), Bandung: Speeder Inelca, Speeder Inspiration (STTNas Yogya);
Speeder Inspiration, STTNas
Tarsius V 6.0
(UBB); Titen Gx-8, Titen NG-2 (U Jember); Ecus (Unsri); Amtenar Car,
Oragastra Speed (PEN Surabaya); Blue Warrior ((PN Jakarta); Kaliurang Unisi (UII); Ketut Kuat (U Udayana); Sakera Speed (PN Madura); PML-4 Evolution (PN Semarang); Habe II (PHB Tegal); El-Machete RX (Telkom Univ); Mandalika EV (U Mataram); Arjuna IV (UGM); P-Elcar I (POLBAN); Zelena (ITS); Mobil One GK.5-1 (PN Sriwijaya); Kujang 193 (U Pasundan).
Juara Umum I: Sakera Speed (Politeknik Negeri Madura); II: Speeder Inspiration (STTNAS, Yogya); III: Kujang 193 (Univ. Pasundan).
 
Kreasi moblis buatan mahasiswa diuji pada ajang KMLI VII (Nov 2015), Bandung. Syarat utama moblis: tegangan baterai: 48V, kapasitas baterai total maks 2,2kWh; daya total motor maks 2kW, dan bobot moblis min (+pengemudi) 175kg.
Sakera Speed, Poltera, Madura
Calon Peserta Kompetisi yang lolos verifikasi adalah: Zec-2 (ITS); Oragastra & Amtenar (PEN Surabaya); Potachi-Habe (PHB Tegal); P-Elcar (Politeknik Negeri / PN Bandung); Blue Warrior'15 (PN Jakarta);   Sakera Speed (Poltera Madura); PML-4 (PN Semarang; HMTM Speeder RR & Speeder Inelca (STTN Yogyakarta); Blue Sonic (STT-PLN); El-Machete (Telkom Univ); Tarsius X5 (UBB);
Kujang 193, Univ. Pasundan
 Arjuna (UGM); Kaliurang UNISI (UII); Khaum Emran (UISA Semarang); Titen GX-7 & NG-Titen (Univ Jember); Khad#3 (UMY); Kujang 193 (Univ Pasundan); Ecus (Univ Sriwijaya); Ketut Kuat & Made Laksmana (Univ Udayana); Mandalika EV (Univ Mataram). Dokumentasi kompetisi dapat dilihat di sini. Juara umum I: Sakera Speed, Politeknik Negeri Madura (75,7); Juara umum II: Kujang 193, Univ. Pasundan (75.0); Juara umum III: Titen GX-7, Univ. Jember (74,2)
Tim terbaik: Tim Arjuna (UGM); Teknologi terbaik (android): Tim UII (Kaliurang Unisi); Visi Terbaik: Tim Univ. SA Semarang; Desain konstruksi paling aman: Tim PE Surabaya; Tim Favorit: Tim Univ. Udayana.
A. Uji daya Tanjak: STTN (Yogya)  (I), Univ. Pasundan (II), Univ. Babel (III); B. Uji percepatan/akselerasi: Univ. Pasundan (I), UGM (II), PN Semarang (III); C. Uji Perlambatan: Univ. Pasundan (I), UGM (II), PN Semarang (III); D. Uji Efisiensi: Univ. Jember (I),Univ. Jember (II), PN Madura (III); E. Uji Kecepatan: UII (I), PN Semarang (II), STTN Yogya (III);
 
Arjuna, FMIPA UGM (2014)
Kompetisi tahun 2014, Moblis (molis) roda 4 (1 penumpang) ARJUNA buatan T. Mesin, T. Industri (F.Teknik) dan Elins (FMIPA) UGM mampu melaju 60 km/j (maks) (10km dalam 12menit 32detik, juara 1 kategori Uji kecepatan, KMLI-VI, Bandung, Nov 2014). Ia menggunakan 2 motor BLDC 48V/45Ah; 1 kW dengan 2 controller. Sumber tenaga berasal dari 4 aki (@12V, 45Ah) yang dirangkai seri. Adu balap mobil juga diadakan di berbagai tempat termasuk di UGM (2013).


TITEN-G-VI, Univ. Jember, 2014
Moblis (molis) roda 4 (1 penumpang) TITEN-G-VI (F.Teknik, Univ. Jember) dengan bobot 51 kg memenangkan Juara Umum (Juara 1 kategori uji percepatan dan uji efisiensi, juara 2 perlambatan) KMLI-VI, Bandung, Nov 2014. Spek daya motor berjenis BLDC dengan kapasitas 2x800W, baterai Lead acid 48V/35Ah.
TITEN-G-V, Univ. Jember, 2013
Titen-G-VI mampu melaju 55 km/j (jarak sepuluh km ditempuh dalam 17 menit 30 detik) dengan energi hanya 204,48Wh. Sebelumnya, (TITEN G-V), roda empat (satu penumpang) bobot 143 kg, melaju ~ 55km/j sejauh 60 km (aki penuh, 48V/35Ah, power motor 1kW) juga menyabet gelar juara umum (juara 1 untuk kategori percepatan + pelambatan; Juara 2 untuk kategori kecepatan + efisiensi, dalam KMLI-V, Bandung, Nov 2013). 

Batu Satam & Tarsius X4
Moblis (molis) roda 4 (1 penumpang) batu SATAM, dan Mentilen / TARSIUS X4 dirakit oleh mahasiswa F. Teknik (T. Mesin) UBB (Univ. Bangka Belitung) yang diikut-sertakan dalam  KMLI VI, POLBAN, Bandung, Nov 2014. Spek teknis motor dan baterai tidak dijelaskan (syarat dari panitia lomba: tegangan Baterai maks 48V, kapasitas maks 2,2kWh, daya motor maks 2kW). Berikut sekilas penyiapan Tarsius X2 oleh mahasiswa UBB.


Speeder Inelca, STTNas, 2014
STTNas Yogyakarta (tim El-Mechanizer) meluncurkan moblis (molis) roda 4 (satu penumpang) varian Speeder Inelca pada KMLI VI, POLBAN (Politeknik Negeri Bandung), Bandung, Nov 2014, dan berhasil menjadi Juara satu kategori Uji Daya Tanjak. Spek baterai & motor tidak dijelaskan.
Car-Toee-10, STTNas, 2013
Tahun 2013, STTNas meluncurkan moblis (molis) roda 4 (1 penumpang) varian CAR-TOEE-10 pada KMLI-V, POLBAN, Okt 2013, dan berhasil menjadi Juara 2 kategori uji tanjakan, dan Juara 2 kategori kecepatan. Spek teknis (motor & baterai) tidak dijelaskan.
All New Speeder II, 2012
Tahun 2012, STTNas meluncurkan moblis roda 4 (1 penumpang) varian All New Speeder II, pada KMLI-IV, POLBAN, Bandung, Nov 2012, dan berhasil menyabet juara Umum III (Juara satu kategori Efisiensi Serapan Energi Listrik). Spek motor & baterai tidak dijelaskan.
Speeder II Revolution, STTNas, 2011
Tahun 2011, STTNas meluncurkan molis roda 4 (satu penumpang) varian Speeder 2 Revolution pada KMLI-III, POLBAN, Bandung, Okt 2011, dan berhasil menjadi juara umum III. Spek motor & baterai tidak dijelaskan.
STTNas, Yogya, 2010
STTNas meluncurkan moblis (molis) roda 4 (1 penumpang) pada KLMN-II, POLBAN, Bandung, Nov 2010, dan berhasil memperoleh juara 2 kategori uji kecepatan dan juara 2 kategori uji Efisiensi. Spek teknis motor & baterai tidak dijelaskan.


MANDALIKA-EV
Moblis (molis) roda empat (satu penumpang) diluncurkan oleh mahasiswa F. Teknik (T. Mesin) UNRAM varian MANDALIKA-EV, menyabet Juara dua kategori uji perlambatan pada KMLI V, POLBAN, Bandung, Nov 2013. Sementara, pada KMLI VI, POLBAN, Bandung, Nov 2014, MANDALIKA-EV menyabet Juara Umum II ( Juara tiga uji dampak, Juara dua uji percepatan). Spek teknis motor & baterai tidak dijelaskan. 

Penyiapan Bogi Power Car menghadapi IEVC di UGM Juni 2013 ditampilkan. Dimensi P=2,1m, L= 1,4m, T=1,5m. [daya motor penggerak: 500W+3kW, controller, 8 baterai/aki diseri-paralel 48V/90Ah; Rem; depan: sistem brake, belakang: tromol; stabilizer; dll.]

FECAR, UNY 2012
Tim UNY Yogyakarta (2012) meluncurkan moblis (molis) roda 4 (1 penumpang) FECAR (FE-MAX Electric Car), bobot 189 kg, berpenggerak 4 motor BLDC 2kW, speed controller >2kW,  laju maks 60km/j ditempuh dalam waktu 6-7 detik. Tim ini memenangkan juara umum pada KMLI-IV, POLBAN, Bandung, Nov 2012.

Bogi Power Car, UNY
Tahun 2010 & 2011 purwarupa Bogi Power Car (karya Tim moblis F. Tekink & MIPA UNY) yang mirip gokart satu penumpang, sukses menjadi juara umum di berbagai kompetisi (IEVC, 2010, KMLI 2010/2011). Ia terbuat dari barang bekas (rantai, velg, roda gigi) dan mengusung 4 motor dc brushless dengan daya 2kW (12HP) (setara motor bensin 125cc). Ia melaju hingga 80km/j, aki 48V / 40Ah (4 aki kering mobil, waktu cas 4jam) untuk jelajah 50km. Dimensi: P=1,8m, L=1,28m, T=1,2m; Bobot 184kg.

Kujang 193, Unpas, 2012
Mahasiswa Univ. Pasundan yang tergabung dalam Tim Si Jalak Harupat Bandung meluncurkan moblis (molis) Kujang 193 (2012) (193 adalah no alamat kampus Unpas di jln Setiabudhi, Bandung). Kujang 193 menyabet Juara I (Kategori Uji Percepatan) dalam KMLI (Kompetisi Mobil Listrik Indonesia) IV (Nov 2012) di POLBAN, Bandung.
Pangrango, Unpas, 2013
Kujang 193 memiliki motor listrik 2x2kW, empat baterai Panasonic 12V/42Ah yang menghasilkan laju maks 70km/j. Bobot 200kg. Motor & baterai diimpor dari Tiongkok.
Sesudah itu, Tim Jalak Harupat via moblis Pangrango menyabet Juara I (Drag Race & Time Attack) di IEVC UGM Juni 2013. Pangrango mengusung motor yang berdaya 2x3kW, 4 aki (lead acid) (4x12V/42Ah), sehingga moblis dapat melaju 75km/j, jelajah 100km sekali cas (5jam) (pada laju 50km/j). Bobot 170kg.

Contoh Moblis Indonesia ikut kompetisi Internasional

UNNES (Universitas Negeri Semarang)
Moblis karya mahasiswa UNNES yang tergabung dalam tim PANDAWA berhasil menjadi tim terbaik kategori Shell Ecomaraton (SEM) Class dalam kompetisi moblis bertajuk Energy Challange di Okinawa, Jepang. Maret 2017 tim PANDAWA akan ikut berlaga dalam kompetisi moblis di Singapura. Hal yang harus diperbaiki: roda belakang, dan sistem rem hidrolik, 

UNY Yogyakarta
HYVO 101, UNY, Yogya
Tim GURT (Garuda UNY Racing Team 2015) yang disponsori perusahaan velg Amerika (Keizer Aluminium Wheels yang menyumbang 16 buah velg) satu-satunya wakil Indonesia dengan menggunakan HYVO (Hybrid Vehicle Odyssey) 101 berhasil menjadi Juara Umum (First winner dalam kategori maneuver & second winner dlm kategori acceleration) (nilai 594/600) di ajang ISGCC (International Student Green Car Competition) Songsan Myun, Korsel Mei 2015 kategori mobil Formula berteknologi hibrid (Listrik +motor BBM). Spek motor, baterai, dan mesin tidak diketahui.

Selanjutnya, mobil formula buatan UNY, Garuda F15 (no 76), telah lolos inspeksi Teknis yang diikutsertakan di ajang FSAE (Formula Society of Automotive Engineers / SFJ (Student Formula, ECOPA, Shizuoka, Jepang, Sep 2015) dan melaju di Track Ecopa Stadium. Garuda F15 mendapat peringkat 5 efisiensi dari 93 peserta, dan runner-up dalam kategori Best Rookie (pendatang baru). Secara keseluruhan, Garuda F15 berada di peringkat 28 dari total 93 peserta, sedangkan moblis Sapu Angin dari ITS berada di peringkat 49.


EVO & HYVO, UNY Yogya
Dalam ajang ISGCC 2014, Indonesia diwakili tim GURT 2014, yang menampilkan 2 jenis mobil, EVO (Electric Vehicle Odyssey) dan HYVO. Moblis HYVO karya mahasiswa F. Teknik UNY itu berhasil menyabet Juara 1 di Korsel kategori accelaration (Mei 2014), sedangkan EVO menyabet Juara 3.
HYVO, UNY, Yogya
Untuk kategori endurance, EVO berada di posisi 2. Spek motor listrik+BBM, dan baterai untuk HYVO tidak diketahui. 
UNY EVO, Yogya
Moblis balap hasil karya mahasiswa F.Teknik UNY, UNY EVO (TKDN 80%) yang mirip mobil balap Formula 1, berhasil memenangkan kategori Creative Technology seperti Quick release, steering wheel, LCD on steering wheel, dan electric differential di ISGCC, Seoul, Korsel Mei 2013 (kategori lainnya: Accelaration, manuverability, dan endurance performance). Moblis berbodi serat karbon. Ia dilengkapi 4 baterai 48V/80Ah dan 2 motor listrik BLDC 3kW (7HP), melaju 60-80km/j, dan jarak 0-200 m ditempuh dalam 17 detik.

ITS Surabaya
Mahasiswa ITS  meluncurkan moblis (baterai + tenaga surya) WW V (Widya Wahana V) (2 penumpang, tanpa persneling, hanya mengandalkan pedal gas, rem, dan kamera belakang) guna mengikuti kompetisi WSC (World Solar Challange) Oktober 2015 di Australia (~3000km, selama 6 hari, 9jam/hari). Spek motor yang diusung adalah BLDC 2x2kW dengan kemampuan jelajah 700km. Listrik dari sel surya disimpan dulu di baterai ion Li kapasitas tinggi (97,2V dc, 15kWh). Bobot 280kg, bodi fiberglass. Uji-coba DN (Tur Jawa-Bali) sejauh 1200km telah dilakukan, dan laju maks 130km/j. Sel surya berupa silikon mono kristalin (1.035W).

Contoh Gokart Listrik

Gokart karya SMK Laniang
Siswa-siswa SMK Laniang, Kompleks BTP, Kec. Tamalarena, Makassar, Sumsel, merakit gokart listrik. Spek teknis motor dan baterai tidak dijelaskan. 

Gokart listrik roda empat memerlukan aki (timbal-asam) mobil, dan dapat pula berupa ion Li (lebih mahal, tetapi melaju lebih cepat) yang dapat bergerak dalam ruang tertutup (tanpa emisi). Ada pula gokart yang roda tiga. Ia dapat melaju hingga 80km/j dengan daya 20HP. 

Cara merakit gokart (BBM) ada disini [1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, dll.]. Berikut cara membuat gokart listrik [1, 2]. Bila ingin membuat gokart listrik, maka gokart Mesin BBM diganti motor listrik (pasang motor, baterai, controller, kabel, dll), sehingga diperoleh gokart listrik (lihat pula paragraf "Contoh Gokart listrik Buatan Sendiri (LN)"). Fabrikan lokal gokart listrik belum diketahui, tetapi banyak fabrikan gokart BBM (motor bakar) hadir di Indonesia. Beda mobil & gokart listrik terletak pada suspensinya (gokart tanpa suspensi).

Contoh Moblis Baterai + Sel Surya

Suryawangsa-2
SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi, Kab. Malang, Prov. Jatim semula membuat mobil listrik jenis city car Suryawangsa-1 (2 tempat duduk), dengan spek dapat dilihat disini. Kemudian, SMK membuat mikrobus listrik bertenaga surya (2+3 tempat duduk), Suryawangsa-2 Arjuna 4.0 (berarti Dinasti matahari, Gunung Arjuna dg daya 4kW) yang dibuat oleh siswa (dari 5 kompetensi keahlian) (telan dana Rp.107juta, dibantu Lab. Power System Operation and Control ITS Surabaya, TKDN 90%; baterai, velg, dan suspensi diimpor). Suryawangsa-2 berencana akan diproduksi massal 2015
Interior Suryawangsa-2
Spek sel surya-nya berupa 4 baterai disusun seri (@12V) 48V, arus puncak 4A, daya puncak (peak power) 168W; Spek baterai: lead acid, 8 buah, diletakkan di bagian tengah dan belakang. Tegangan 48V, kapasitas 225Ah. Controller (1 unit) di bawah lingkar kemudi; Motor: dc 48V, daya 4kW, 5000rpm, dilengkapi dengan sistem pendingin motor. Laju 70km/j. Selama ada terik matahari jelajah menjadi tak terbatas. Berat kosong 840kg. Perbaikan masih perlu dilakukan pada sistem AC, setir, ban, dll. Dimensi; P=3,5m, L=1,6 m, T:=2,2m; wheelbase = 3m. Suspensi: independent double wishbone untuk roda depan & belakang. Kamera belakang untuk parkir, dll.

Moblis tenaga surya Giwangkara (bhs Sunda yang artinya matahari terbit) (kapasitas 8 orang) dibuat oleh siswa+guru SMK Muhammadiyah Haurgelis (SMKM HG) Indramayu, Jabar. Moblis ini melaju 60-70km/j, dengan jelajah 6 jam (sekali cas 6-8 jam)  yang menggunakan motor dc 7,5kW, 8 baterai (impor dari AS) dan 4 solar panel. Dimensinya adalah p=3,4m, L=1,55m, T=1,3m, dan berat 1.080kg. Sel surya di atap moblis menerima energi matahari yang disalurkan ke 4 aki, 6V 225A, setara 10HP.


Contoh Moblis HIBRID (Listrik + BBM)

LIPI
Purwarupa moblis hibrid roda 4 karya LIPI mengusung mesin padu (ganda) antara motor listrik (cas dari listrik jala-jala) dan generator yang diputar oleh motor bakar. Bila tenaga listrik dari baterai menurun, secara otomatis baterai diisi-ulang oleh generator yang digerakkan oleh motor BBM. Spek moblis hibrid LIPI menggunakan motor induksi 3 fase, 72 V AC, daya puncak 43HP (maks 7500 rpm), controller 72V/550A, baterai SLA-Deep cycle, 72V/235Ah @6V/235Ah dengan charger 72V/25A dan mesin bensin 160cc, laju 70km/j, generator 1 fase AC 2,2 kVA.

beberapa ATPM (Agen Tunggal pemegang Merek)/ APM sedang melirik mobil hibrid untuk diterapkan di Indonesia. Mereka menunggu regulasi mobil hibrid dari pemerintah termasuk pajak dan insentifnya, yang saat ini mobil hibrid dianggap mobil mewah oleh pemerintah, sehingga pajaknya 2x lipat). Bila dianggap mobil ramah lingkungan seperti di Malaysia dan Thailand, mustinya pajak dapat diturunkan, sekaligus melokalisasi kendaraan hibrid (TKDN menaik).

ATPM/APM yang berminat menjual mobil hibrid di Indonesia, misalnya:
Suzuki diesel hibrid, India
  • Suzuki: New Ertiga Facelift Hybrid [di India: suzuki diesel hybrid dijual murah dengan harga Rp.157-191jutaan; mesin 1,3L; konsumsi BB 24,5 km/L]. SIS (Suzuki Indomobil Sales) masih berfikir keras apakah mungkin mobil ini harganya masih terjangkau di Indonesia seperti halnya di India?
  • BMW: akan memasarkan BMW X5 Hybrid, dan  BMW 330e plug in hybrid.
  • Nissan X-Trail Hybrid (mesin 2L bensin; Tenaga 142HP; Akselerasi 10,1 detik; konsumsi BB: 20,6km/L; Torsi 150Nm; transmissi dual clutch] harga di Indonesia lebih mahal ~Rp.625juta (harga di Thailand yang didukung pemerintahnya lebih murah ~Rp.480-536juta)
  • Toyota Alphard Hybrid [mesin 2,5L 2AR-FXE; tenaga 154HP; akselerasi 11,3 detik; konsumsi BB 17,8km/L; torsi 205NM; transmissi CVT]
  • Toyota Prius
  • Toyota Camry
  • Lexus ES 300H [mesin 2,5 L atkinson cycle; tenaga 202HP; akselerasi 8,5 detik; konsumsi BB 18,2km/L; Torsi 213Nm; Transmissi otomatis]

Contoh Konversi total Mobil BBM ke Mobil Listrik

Mobil BBM Toyota Land Cruiser (lawas, sistem manual) dikonversikan (oleh tim Lab AJP) ke Moblis (power sterring). Blok mesin BBM diganti dengan motor listrik 40HP (1500rpm) 380Vac, 37kW, 3 fase, baterai basah 32Ah/220Vdc (waktu isi-ulang sekitar 2,5jam, atau bila hanya 80% cukup 9,2 menit dengan daya cas 200W/220Vac), Electroco 40HP (220Vdc ke 380Vac / 3 fase). Laju maks yang dicapai 60km/j. Kinerja moblis saat uji-coba di jalan: senyap, dan ramah lingkungan. Jarak tempuh sesuai jenis aki (220Vdc): 30km (aki 32Ah), 50km (aki 50Ah), dan 100km (aki 100Ah).


CONTOH BUS LISTRIK DALAM NEGERI

ITS SURABAYA (+ Sel Surya)
Pada bulan Jan 2015, ITS mengoperasikan bus listrik (baterainya diisi oleh sel surya dengan kapasitas 2kWh, maks 20kWh yang dipasang di atas atap bus). Dimensi: panjang 6 m, lebar 2,1 m. Ia sebagai bus operasional kampus [bobot kosong 4 ton, angkut beban 6-7 ton, kapasitas 26 penumpang (9 duduk + 17 berdiri)]. Bus ini dilengkapi TV, pendingin AC, dan layar sistem monitor.
Ia hasil karya 25 mahasiswa T. Mesin & T. Elektronika  ITS, Surabaya dengan PT Telkomsel yang disebut Electric Solar Bus yang diluncurkan Walikota Surabaya (T. Rismaharini) dengan tenaga baterai 36 kWh, sehingga dapat melaju 50km/j, dan menjelajah 160 km (sekali cas 8-10jam). Baterai dan Motor listriknya sementara masih impor dari Tiongkok. Uji kelayakan (pemkot Surabaya) dan uji-coba jalan sudah dilakukan. Ia menelan biaya 1,5 miliar. Biaya operasional dapat dihemat 40%. Produk ITS itu adalah varian kelima.

HEVINA (LIPI)
Sosialisasi purwarupa Bus listrik buatan Kemenristek (+LIPI) HEVINA (15 penumpang) dilakukan di Taman Pintar Yogyakarta. Ia menggunakan baterai LiFePO4 108VDC/24Ah yang berumur ~10tahun, dapat melaju ~100km/j, dan jelajah ~150 km sekali cas (perlu waktu 6-7 jam, dengan daya 500A). Charger input 220VAC. Tipe motor: dc brushless; tegangan: 320 V-dc; maks: 5000 rpm; torsi: 300Nm; controller: 280-380 V-dc / 600A. Riset terhadap baterai masih dilanjutkan guna mengurangi waktu cas dan menambah jelajahnya.

AHMADI
PT SAP juga membuat purwarupa bus listrik (panjang 12 m, Kapasitas 20-40 penumpang TKDN 50%, komponen luar dari AS), dilengkapi baterai LiFePO4 (132 sel) (bobot baterai 900kg) yang menyimpan daya 220kW setelah dicas 8 jam, melaju 170km/j dengan jelajah 100km yang diklaim dapat mengontrol perilaku pengendara yang terkoneksi langsung dengan pemilik kendaraan. Dimensi: P=12m, (Harga Rp.3-4 miliar).
Bus listrik itu (setelah dimodifikasi tempat duduknya) juga dikenalkan kepada Pemprov DKI Jakarta sebagai moda transportasi umum Jakarta yang dapat menempuh 250km (sekali cas selama dua jam). Ia mempunyai dua pintu keluar-masuk penumpang yang lebar di sisi kiri-kanan bus. Kapasitas bus besar sekitar 60 orang Rp.2-3miliar), dan bus sedang sekitar 20 orang (Rp.0,9-1,5miliar).


Linkkerbus (Finlandia)
Indonesia (DKI Jakarata) bekerjasama dengan Linkkerbus (Finlandia) guna mengembangkan bus listrik dengan waktu cas hanya 5 menit. Jelajah buslis ini sekitar 60-80km sekali cas. Kapasitas dan ukuran baterai masih menjadi kendala di samping infrastruktur kendaraan listrik yang masih belum memadai.


KERETA API LISTRIK (KALIS) DALAM NEGERI

KA listrik buatan PT INKA, Madiun  (jenis KRL KfW, hasil kerma dengan Bombardier, Jerman) adalah satu-satunya produsen di Indonesia (bahkan di ASEAN). KA dalam negeri ini masih menggunakan listrik dari PLTU dan PLTA. Oleh karena itu, Peluang swasta membantu PLN untuk memasok listrik ke gardu induk listrik aliran atas KRL cukup terbuka. Anda juga diminta membantu pengadaan listrik (mis: PLTS di atap stasiun) untuk KA (KRL) Indonesia.

METRO KAPSUL (Tanpa Awak)
Purwarupa ini adalah moda transportasi karya anak bangsa berjenis KA ringan (Light Rail) berenergi listrik untuk perkotaan hasil kerjasama ITB dan industri manufaktur PT INKA, PT KAI, PT INTI, PT PINDAD, PT LENS, dan kerma litbang dengan universitas LN yang sudah diuji-coba (uji sistem, fungsi, dll) pada track sepanjang 300m di Subang. Metro Kapsul akan dibangun di Kota Bandung sepanjang 6 km dari Stasiun Bandung, Dalem Kaum, Tegalega, dan kembali ke Stasiun Bandung. Fitur: Laju maksimum 80km/j, manauver putar beradius 15m, ringan (lebih ringan dari LRT), kapasitas angkut 24.000 penumpang per jam (50 penumpang per kapsul), aman & nyaman, ramah lingkungan, 4 motor listrik berbaterai cadangan bila terjadi pemadaman listrik dan mengatasi rusaknya 2 motor saat jalan, dkendalikan dari ruang kontrol guna menjamin ketepatan waktu yang sudah ditentukan, atau dikendalikan secara manual dalam masing-masing kapsul bila terjadi kondisi darurat via 2 pintu darurat. Ia beroperasi akhir tahun 2017. Dana yang diperlukan sekitar Rp.500miliar (70% dari LRT, lebih murah, Rp.150miliar/km, TKDN tinggi) berasal dari Pem Pusat, Pemda, dan Investor (Singapura), tiket Rp.7-15ribu. Listrik berasal dari PLTU/PLTA.

Studi pemanfaatan listrik tenaga surya di bidang perkereta-apian di berbagai lokasi di Indonesia telah dicoba:
  • Studi kelayakan (2014) pemanfaatan atap sel surya sebagai sumber listrik di stasiun KA Jember (oleh RN Syah) telah dilakukan. Sistem tsb termasuk komponen fotovoltaik, grid, dan converter, sedangkan BEP terjadi pada th ke 15.
  • PT PJKA memasang lampu penerangan jalan tenaga surya sepanjang lintasan jalur KA Pasuruan-Probolinggo. 
  • Tenaga surya sebagai sumber listrik untuk pengoperasian palang pintu KA di jalan Kenjeran Surabaya telah dianalisis
Pemanfaatan panel surya (PLTS) yang diletakkan di atap-atap stasiun & peron yang betul-betul menopang pergerakan KA (KRL) belum terlihat di Indonesia (hanya ada info PLTS dimanfaatkan untuk mendukung peralatan komunikasi).



SEPEDA LISTRIK DALAM NEGERI

Selis Tenaga Baterai/Aki 

Sepeda listrik (MTB) hasil rakitan A Andreas dilengkapi dengan baterai dan dinamo/motor pada roda belakang [1 (V ~55km/j), (2 + 3 + 4 + 5 diklaim V ~70-80km/j), (6, 7 + 8 uji tanjakan / turunan)]. Selain itu, selis dengan dinamo tengah dirakit pula. Sepeda ini cukup cepat, mampu untuk bermanuver di mana saja. Bandingkan kecepatannya dengan yang dirakit di LN. Selis dengan penggerak roda depan dapat bergerak cepat juga.


Sepeda dengan dua roda samping (kiri & kanan, diameter 1,5 m) Two Wheels Vehivle (ETV) (Agustus 2012) yang dapat berputar 180 derajat, mirip mainan anak-anak, dan memiliki kursi bekas Isuzu Panther dirakit oleh 4 siswa D3 FT-UNS, Solo (V ~20 km/j) sebagai tugas akhir yang menghabiskan dana Rp.11 juta. Daya baterai lithium adalah 36 V 17 Ah yang dapat bertahan 2-4 jam, dan dicas selama 4 jam. Sepeda itu diinspirasi oleh perancang sebelumnya (03/2009-02/2011), para mahasiswa T. Mesin Univ, Adelaide, Australia yang telah mendesain dan merakit kendaraan serupa yang semula disebut Bumblebee, kemudian berevolusi menjadi EDWARD (Electric Diwheel With Active Rotation Damping) dengan laju maks 40 k/j.


EBI (Eco Bike Indonesia) diciptakan oleh  GA Putra (Bantul, DIY, lulusan STMIK AMIKOM) yang berhasil dalam kompetesi Asia Youth Tech Enterpreneurship Camp di Seoul Korsel (2013). Kayuhan (gowesan) pedal sepeda dapat menghasilkan listrik (dual charging, selain dari PLN) yang mengisi baterai, sehingga dapat menghemat daya baterai. Voltase yang dapat dibangkitkan gowesan adalah 220 V dengan daya 1.000-2.500 Watt. Laju EBI 48 km/j.

Sepeda listrik DN lainnya adalah karya siswa beberapa SMK yang bekerjasama dengan PLNSMK Bunda Kandung, Psr Minggu, Jkt; SMKN 5 (El Bike), Pisangan, Jakut; SMKN 1 Budi Utomo; dan SMK 26 (Seli 26) (sepeda lipat, roda 16", 12V 20Ah, bila V~30km/j jelajah hanya 10 km, waktu cas 2 jam untuk 1 jam perjalanan, motor penggerak berada di luar sepeda yang dihubungkan dengan rantai).


SekutNix, selis klasik dibuat oleh R Elson dkk dari bengkel KKM (R. Elson adalah Pemrakarsa mobil sport listrik Indonesia, SELO). SekutNix dilengkapi dengan baterai Ion-Li 36V / 8Ah, motor BLDC, penggerak belakang 250 W, jarak tempuh 60 km, melaju dengan kecepatan 20-30 km/j. Sepeda ini tanpa boncengan, dan terus disempurnakan.


Tim (8 mahasiswa + 1 dosen) D3 T. Mesin UNS merakit 2 tipe selis: downhill (berat ~60kg) dan sepeda lipat (berat ~45kg) memanfaatkan modifikasi rangka sepeda angin. Tenaga sepeda berasal dari listrik & gowes. Daya motor setara 0,5HP (penggerak roda belakang); Aki 15V; jelajah 40-50km sekali cas (3-4jam). Beban ~100kg. Biaya pembuatan purwarupa Rp6-7juta per unit;

Upaya itu diteruskan oleh tim Peneliti PUSNAS UNS bekerjasama dengan PT Inka Multi Solusi menyelesaikan 2 unit selis BIKUNS (Bike UNS) dan sebanyak 24 selis dipesan oleh UNS untuk pengantar surat di lingkungan kampus. Ia mampu mengangkut beban 250kg
Baterai berupa LiPO4 / LiCo / Lead acid, motor listrik BLDC 250/500W, dan jelajah 30km sekali cas (3-5jam). Harga mulai Rp.6jutaan. Dimensi sepeda adalah 240 x 90 x 120 cm, cukup ringan saat digowes / dikayuh. Tahun 2016 tim meluncurkan roda tiga (TribUNS) dan th 2017 akan meluncurkan roda 4 untuk angkutan massal pengganti bus kampus, Kentingan, Solo

 Sepeda Listrik Roda Tiga (SLRT) dibuat oleh TH Ismaji (+ Alumni TS-UGM, dirakit oleh siswa SMK BLPT, DIY) yang dikhususkan untuk para lansia dan difabel. Sepeda ini mampu mengangkut beban 150 kg dilengkapi aki kering 12 A, dengan jarak tempuh 60 km, V = 30-35 km/j dan waktu cas baterai 6-7 jam. Bandingkan SLRT tsb dengan SLRT rakitan Long Beach (AS).


Selis roda tiga (2 di depan 1 belakang) untuk warga difabel (cacat kaki) (2014) yang melaju maks 40km/j sejauh 30 km dirakit oleh siswa SMK Triyasa 2 (Surabaya) dan SMK Sedayu (Gresik), Jatim. Selis tsb memiliki 4 aki (@12V) yang dapat diisi-ulang selama 5jam.

Wiwien MR Yogya (2012) menciptakan generator listrik dc 12V, kemudian diubah ke ac 220V / 2kW yang digunakan untuk las-lasan dan merakit molis, selis, becak, dan moblis, sekaligus arus sisa dimanfaatkan untuk mengisi-ulang baterai generator listrik  dc 12V.
Produk rakitan selisnya, di antaranya adalah selis roda tiga [2 depan 1 belakang (motor di roda belakang) dan 1 depan 2 belakang (motor tengah 48V)] dengan kerangka SS, dan kedua varian itu dapat bergerak mundur. Di sisi lain, Dia juga merakit skuter listrik (2014) (molis) dimana pengendara cukup duduk di stang skuter. Tahun 2015 selis roda empat (1 penumpang) berhasil dirakit pula dengan motor diletakkan di roda belakang.  
Becak listrik yang masih perlu penyempurnaan juga dirakit oleh Wiwien, menggunakan 4 aki 12x4V 20Ah, daya motor 500W (masih impor) mampu membawa beban 300kg, dan melaju ~30km/j sejauh 60km per cas (4 jam). Assesoris yang dilengkapi: lampu sein, lampu depan, lampu rem, klakson. Dana total Rp.10juta. Roda becak asli diganti roda motor dengan ban lebih tebal. Karya lainnya adalah berupa moblis (mobil listrik 1 (roda tiga), 2A / 2B / 2C3A / 3B).


R. Elson merakit becak biasa Ciheras, Jabar menjadi becak listrik (dana hanya Rp.2,5 juta). Spek yang diusulkan seperti gambar samping. Misalnya, motor dipasang pada roda belakang (250W / maks 500W). Spek nyata becak listrik yang sudah berjalan tak diketahui dan masih perlu penyempurnaan. Karya R. Elson lainnya: moblis SELO (150 kW, jelajah 250km), dan PLTB di Ciheras, Tasikmalaya, dan Sumba.

Purwarupa becak listrik roda 3 (2 depan 1 belakang) karya bengkel KKM, Yogya (Sep 2015) (rangka baja, bodi plastik, belum dilengkapi lampu depan, sein, dll) dipamerkan di Musem nasional Yogya (JNM), Wirobrajan. Baterai ion Li 8,8Ah buatan Miyata diletakkan di sandaran kursi. Daya motor (penggerak tengah) sebesar 500V, dan laju becak sekitar 40-70km/j dengan jelajah 30km. Biaya pembuatan ~ Rp.17jutaan.

SELIS DIGNITY
Selis buatan Indonesia dengan merek SELIS melaju 28-30km/j, jelajah maks 40 km, daya angkut/beban 150 kg, daya baterai 36V 10Ah dan waktu cas 8 jam. Harga on-line di Indonesia (Jan 2015) merek SELIS sekitar Rp. 4,2-5juta (+PPN 10%) (tergantung varian/spek). Suku cadang sangat lengkap. Varian yang lebih kuat (motor 350W, baterai 48V 20Ah, laju 35 km/j, beban maks 150 kg, jelajah 60 km) adalah Elang (Rp.7,15 juta), Garuda (Rp.7,8juta), dan Merpati (Rp.6,8juta). Daya motor tergantung kepada baterai, gowesan tidak mengisi baterai. Varian baru SELIS, MTB (DIGNITY) roda 20", motor 36 B & 250 W di roda belakang, baterai ion-Li 36V 8,8 Ah, lebih ringan, menjelajah ~80 km dg laju maksimal 50 km/j.


Selis spesial angkut beban berat yang dilengkapi dengan boncengan / taruh barang maks 100 kg adalah Highlander yang dibuat oleh PT Multisukses Wahana Karya, Jakarta Barat, dengan jarak tempuh sekitar 70-80 km yang disertai indikator sisa daya baterai, lampu sorot + sein, kunci remote, alarm, berkecepatan sekitar 40-50 km/j dengan daya angkut total 180 kg. Bila dalam perjalanan ditemukan daya baterai habis, maka sepeda masih dapat dikayuh/digowes hingga sampai tempat pengecasan. Cas baterai perlu waktu 4-5 jam. Harga (Jan 2015) sekitar Rp 6,5juta (48V) - Rp.7juta (60 V).


Mars
Selis asing buatan Tiongkok (Super rider) membanjir ke Indonesia dengan merek nama-nama planet, salah satunya dipasok oleh E-bike Indo, dengan merek Mars (kuning, kecil, cocok untuk anak-anak); Venus-1 (cocok untuk ABG); dan Venus-2 (cocok untuk ibu-ibu/belanja). Jenis lain hadir dengan nama Green Meteor-1 dan Meteor-2 yang bentuknya mirip motor matic, apalagi tanpa pedal. Sepeda ini dilengkapi dengan stater layaknya motor matic, disertai kunci remote & alarm. Lajunya 40-50km/j, dengan jelajah ~50 km, sedangkan yang tanpa pedal berjarak tempuh 80 km. Cas baterai 4-5 jam. Suku cadang mudah diperoleh. Harga selis sekitar Rp.3,9-5,2 juta. Merek lainnya: Neptunus, Pluto, Jupiter, dan Earth. Pada ajang IIMS 2014 lalu di Jakarta, selis merek Pluto, Jupiter, Earth, dan Mars, laku keras terutama merek Earth sempat laku >90 unit.

Polygon Full Suspension
Merek lain yang hadir di pasaran: Momentum (Harga 7,5 juta), Tiger (tipe Power 07, ZIP F8, TEC ONE JAZZ, TEC ONR PRO, SPEDTRIK 4U, SPEDTRIK V6, harga Rp.5jutaan), Yahonta (tipe FIT, NEO, JOY, MIAO Harga Rp.5 jutaan), Fantaci (Harga bervariasi, tergantung jenis), Polygon (Collosus, Vander, Plateau, Primiear, Fixie Zenith, Broadway, Cozmic, harga bervariasi tergantung tipe, Rp.3-42jutaan).


Yamaha ikut bermain di kelompok selis ini. Ia hadir dengan varian Metis X (gbr samping, desain maskulin, atraktif, cocok untuk kaum pria, harga Rp.12 juta, dibuat di pabrik Yamaha, Tiongkok) dan Metis J2 (lebih kalem, cocok untuk ibu-ibu belanja dan remaja putri ditambah pedal gowes seperti sepeda biasa, dan boks simpan di belakang untuk membawa barang belanjaan/lainnya). Spek Metis X: beban maks 90 kg, baretai 48 V, daya listrik 240 W, laju maks 20 km/j. Ada 2 pilihan moda laju: Power & Eco.


PT GIG (Garansindo Inter Global) mengimpor selis asal BolognaItalia, ITALJET. Selis ini mulai mengaspal di Indonesia sekitar Agustus 2015
Ascot Classic
Ada lima varian yang diproduksi oleh Italjet, yaitu Diablone, Angel, Ascot Sport, Ascot Classic dan Mantra. Dua varian lagi sedang dikembangkan. Fitur Italjet adalah: motor listrik berdaya 350W, laju maks 32km/j tanpa kayuh, baterai ion-Li 36V, jelajah ~100km sekali cas (4jam). Ban tebal: 26"x3,5. Harga sekitar Rp. 50jutaan.
   
Selis Tenaga Surya (+ baterai)

Upaya penambahan atap sel surya kepada selis (roda 2 dan 3) telah banyak dilakukan.
  • Selis roda dua beratap surya dirakit oleh mahasiswa T.Fisika FT-UGM. Motor diletakkan di bawah jok (tengah) dan menempel langsung (tanpa rantai) pada ban roda belakang guna menggerakkan selis.
  • Sepeda beratap surya dirakit oleh PT GENM (Green Energy Nusantara Mandiri). Motor diletakkan di roda depan.
Selis roda tiga diberi tambahan atap sel surya (Type E canopy-1) guna mengurangi waktu isi-ulang via colokan PLN kepada 6 baterai 12 V (3 aki basah & 3 aki kering), dan dirakit oleh siswa SMKN Klakah, Kab. Jember (H Kurniawan & HJ Satrio) dengan biaya total Rp.9juta. Dengan beban 90 kg, ia dapat melaju 30km/j. Energi dari sel surya disimpan dalam aki, yang langsung menggerakkan motor listrik di roda belakang. Bila aki diganti baterai ion-Li, mustinya laju dan jelajahnya akan bertambah.

Becak yang dibiarkan apa adanya kemudian ditambah sel surya (di atap becak) dan komponen listrik lainnya (motor, controller, aki, dll) pada bodi becak dirakit oleh siswa T. Mesin SMKN 1 Losarang, Indramayu, Jabar yang menyerap dana sekitar Rp.25 juta. Menristek (GM Hatta) sempat duduk mencobanya. Daya aki mampu bertahan 4 jam dengan laju becak sekitar 40 km/j.


Becak beratap sel surya lainnya dirakit di UPT PPPK Dinas Pendidikan Jatim oleh siswa SMK Trisakti Tulangan, Sidoarjo, Jatim. Listrik dari 2 panel surya 50V disimpan dalam aki kering (12V 12A) kapasitas 50 Wp selama 2,5 jam yang mampu menghasilkan daya 288W. Motor diletakkan di roda belakang dan hanya bergerak maju saja dilengkapi dengan lampu sein, rem cakram, dll. Becak melaju ~30km/j, dan masih dapat dikayuh dengan gigi belakang bila arus listrik habis.


Becak tenaga surya rakitan siswa SMK Piri 1 Yogyakarta, yang mereka sebut BELIS I (anti lelet, anti BBM, dan anti polusi) dengan motor penggerak roda tengah (3 phase 350 W, brushless) yang arus listriknya berasal dari 4 aki kering (48V 12Ah). Aki menerima tambahan arus listrik dari 4 sel surya yang diletakkan di belakang, atau dicas ke listrik PLN. Becak dapat melaju 20km/j sejauh 60km per cas. Pada malam hari dapat menempuh 40 km per cas. Becak dilengkapi lampu depan dan masih dapat dikayuh. Beban maks 350 kg (Mei 2013). Feb 2014 BELIS II dirakit dengan memasang panel surya di atap becak.
  Becak (muat 2 orang) elektrik tenaga surya (+cas PLN) dirakit oleh Mahasiswa PENS ITS dengan tambahan 3 aki (masing-masing 12V 26A, 2 aki untuk motor, 1 aki untuk lampu sein, & asesori lainnya), motor dc penggerak belakang, sistem kontrol PI-FUZZY, dan pengereman mekanik. Laju becak ~20 km/j sejauh 15 km (selama 4 jam). Panel surya 50 WP menghasilkan listrik 2A atau 19 V. Bila tidak ada matahari, maka gowesan pedal selama 3 jam dapat membantu motor penggerak.

Becak beratap tenaga Surya yang disebut CAKSUR (BeCAK SURya) dirakit Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, Perdagangan, dan ESDM Pemkab. Sidoarjo untuk mengatasi masalah PKL (para pedagang sate, siomay, roti, dll) di Sidoarjo, agar tidak ngendon (diminta lebih sering bergerak).  Energi listrik datang dari sel surya (100W) dan cas PLN guna mengisi aki. Strum aki menggerakkan motor becak dengan laju maks 30 km/j. Berat beban becak maks 150 kg.


Selis roda empat bertenaga surya untuk 2 penumpang dirakit oleh siswa SMK Muhammadiyah Kudus (2013). Untuk menjalankanya dibantu dengan sedikit gowesan pedal. Empat buah aki basah digunakan sebagai penyimpan listrik dari sel surya. Motor diletakkan di bawah kursi yang dihubungkan dengan rantai ke roda belakang.


Selis roda empat (satu di depan, tiga di belakang) bertenaga surya (Rp6juta) dirakit oleh B. Rozikin (alumni MIPA-ITS) seorang pekerja bengkel di Ds. Sekar Kurung, Kec. Kebomas, Gresik, Jatim. Motor diletakkan di roda tengah belakang yang menggerakkan molis dengan laju 25km/j sejauh 30km (malam). Dua panel surya (sebagai atap sepeda) berdaya 100W 12V dc mengisi 3 aki 12V (di bawah jok) (2 aki 35Ah, satunya 12Ah).

Selis bekas (Trekko) yg baterainya bermasalah  diperbaiki oleh F. Ardian (Pontianak), cas baterai 48V diganti 12V, dan semula casannya via listrik PLN diganti via panel surya. Lampu bawaan molis diganti LED. Aliran listrik seri diubah ke paralel. Daya motor 350W, melaju ~45 km/j, jelajah sekitar 50 km. Waktu cas 4-8 jam dilakukan di rumah via panel surya, sehingga panel surya yang semula menempel di selis dicopot, guna memperbaiki aerodinamika selis.

Bersambung ke Bagian 2. Motor & Sepeda Listrik


Disusun oleh: Fathurrachman Fagi
__________________________________________________________  
Bagi anda yang meng-copy & paste tulisan ini, dalam blog anda
cobalah ikhlas menyebutkan link sumbernya, yaitu
http://energibarudanterbarukan.blogspot.co.id/2016/08/1-motor-sepeda-listrik.html