Pages

Sabtu, 14 Oktober 2017

MAGNET TETAP sebagai Sumber Energi Terbarukan

                                                      
Pinisi, kapal tangguh Nusantara
Energi bebas (termasuk magnet) sebenarnya telah hadir dan dimanfaatkan sejak awal peradaban, jauh sebelum generator listrik dan motor bakar hadir. Manusia memanfaatkan energi bebas di alam sebagai mesin mereka, misalnya pelaut menyeberangi lautan luas hanya menggunakan tenaga angin, dan penggunaan kincir angin dan kincir air untuk membantu proses produksi. Akan tetapi, satu-dua abad lalu manusia menjadi amat bergantung kepada bahan bakar fosil seperti minyak, batu bara, dan gas alam untuk menghasilkan listrik. Ketika sumber BBM itu mulai menipis (terlihat dari harganya yang menaik drastis), manusia kembali ke pembangkit energi alami yang murah bahkan gratis.

PLTA Koto Panjang 114 MW, Riau
Manusia sangat mengenal teknologi energi bebas terbarukan seperti sel surya, turbin angin, PLTA, dan pompa panas geothermal. Sudah saatnya energi bebas jenis baru lainnya ditambahkan, yaitu magnet, PLTMn, Pembangkit Listrik Tenaga Magnet. Konsep PLTMn tanpa bahan bakar ini sebenarnya telah berumur lebih dari 100 tahun dan disiplin ilmu ini adalah kawasan milik Begawan Listrik, Nikola TeslaWesley Gary (1874) adalah orang pertama yang memberikan ide bahwa magnet dapat menggerakkan motor, tetapi saat itu masih tidak praktis. Hans Coler (1925) mendapatkan listrik menggunakan motor magnetik ketika bekerja sebagai tentara Jerman pada Perang Dunia II.

Keuntungan PLTMn adalah:
1) Sumber aliran listrik gratis, ajeg, dan stabil; 2) Ramah lingkungan, tidak menimbulkan emisi gas dan kimia berbahaya, dan tidak menghasilkan panas lebih; 3) Dapat dioperasikan pada kondisi cuaca apapun, sangat dingin atau sangat panas, baik di dalam maupun di luar ruangan; 4) Bentuknya bisa kecil dan murah dengan bahan-bahan yang mudah ditemukan di mana-mana; 5) Hampir tidak memerlukan perawatan, bila ada, biaya perawatannya murah. 
Cara kerja generator magnet menghasilkan listrik sama dengan turbin listrik. sebuah Rotor besi dililit kawat tembaga, kemudian diputar dalam medan magnet guna menghasilkan aliran elektron ajeg dan terus menerus. Bedanya adalah semula turbin listrik diputar menggunakan BB fosil / gas / uap dll. untuk menggerakkan rotor, maka dalam hal ini medan magnet menggerakkan rotor. Seperti diketahui, magnet memiliki kutub Utara dan Selatan, magnet dengan kutub sama akan saling tolak-menolak, dan kutub berlawanan akan saling tarik-menarik. Dalam PLTMn, dorongan dan tarikan kutub magnet akan membuat rotor tetap bergerak hingga menghasilkan listrik bebas yang dapat disimpan dalam baterai. Gesekan udara dan friksi akan menurunkan putaran rotor, tetapi sekali laju rotasi turun di bawah titik tertentu, motor listrik akan masuk ke sistem sehingga laju rotor pulih kembali, karena ada bantuan energi yang tersimpan dalam baterai.

Contoh: 
  • Motor magnet permanen buatan Howard Johnson (Paten AS No. 4.151.431 [1979]; 4.877.983 [1989]; dan 5.402.021 [1995])
  • Generator EBM 720 (Energy By Motion, Free Energy Magnetic Power Plant) 15 kW (sellable energy) seberat 15.000 kg buatan Budapest (Hongaria) dibangun tahun 2000 dengan medan elektromagnet sebagai 'bahan bakar'  (2senUSD/kWh). Penelitian serupa dikembangkan pula di Toronto, London, dan Houston, dan masing-masing meneliti berbagai aspek terutama keluaran listrik dan panasnya.
  • Demo motor listrik menggunakan magnet permanen 24V DC
  • Demo proyek penyiapan motor menggunakan 2 potongan magnet permanen Nd. Penambahan beberapa potongan magnet permanen kuat akan menambah daya motor / tenaga listrik, sehingga dapat menggerakkan koil / roda lebih cepat dengan arus tetap [1, 2, 4, 5].
  • Motor magnet permanen HoJo.
  • Generator listrik menggunakan magnet permanen (menghasilkan 40kW).
  • Generator magnet permanen 3 fase.
  • Generator magnet permanen rotor pisah rpm rendah 30kW.
  • Uji Generator magnet permanen 10kW, 1.088 rpm, 
  • Generator magnet rumahan (kecil, besar / 39kW), dll.
Peneliti Pakistan Wasif Kahloon (2013/2014) juga mencoba membuat purwarupa mesin PLTMn dengan menggunakan butir-butir magnet guna memproduksi energi bebas yang ternyata menghasilkan daya 3,5 kWatt (melistriki 2 elemen pemanas, fan besar, dan beberapa lampu) tanpa sumber apapun kecuali magnet di dalamnya. Teknologi itu akan dipasarkan ke personal, industri, dan publik guna menghasilkan energi listrik dan mekanik.

Laboratorium Micasa (Swiss) melakukan riset dengan memanfaatkan PLTMn yang terdiri atas 6 set magnet Nd (neodimium) yang baru mampu menerbangkan karpet seberat 2,4 kg hingga setinggi 7 cm. Percobaan berikutnya diharapkan mampu menerbangkan beban 10 kg setinggi 20 cm. Bila hal itu dilakukan serius, ia akan menjadi cikal-bakal karpet Aladin di masa depan.

Dadu magnet Nd
Magnet Nd (Neodymium, juga dikenal sebagai NdFeB atau Neo Magnet), jenis magnet logam tanah jarang (logam yang termasuk LTJ adalah Y, La, Ce, Pr, Nd, Gd, Sc, Sm, Eu, Dy, dll. yang banyak ditemukan di Bangka) adalah magnet permanen terkuat (tersedia di pasar) yang terbuat dari paduan logam Neodimium, Besi dan Boron dengan membentuk struktur kristal tetragonal Nd2Fe14B. Proses pembuatannya melalui teknik metalurgi serbuk, pemadatan cepat / isotropic pressing lalu sintering ~1000 oC tanpa oksigen). Sesudah itu, produk jadi dilapisi nikel guna mencegah korosi. Logam LTJ lainnya, Pr, juga dapat dibuat magnet permanen Ferrite, Pr2Fe14B. Magnet yang lebih murah dan cukup kuat sedang diupayakan pula.


Muammer Yildiz (peneliti Turki) tahun 2013 menunjukkan hasil litbangnya di Jenewa, Swiss, yaitu pemanfaatan magnet sebagai sumber daya / motor (PLTMn). Motor magnet yang berisi 1200 butir magnet itu dibiarkan berputar 4,5 jam (rencananya 5 hari, tetapi motor dihentikan, karena ada suara berisik, dan ternyata ada 4 butir magnet rusak). Hasil litbangnya telah ditampilkan di berbagai expo iptek energi. Purwarupa PLTMn ini menghasilkan listrik 5kW. 
Jan 2015 generator 5kW buatan Yildiz dilepas ke konsumen dari pusat distribusi di Turki (Kantor Pusat), Italia, dan Jerman dengan harga 15.100Euro (termasuk VAT). HMSB (Perusahaan Yildiz) memproduksi awal sekitar 2.000 unit (220V, 25A) yang berupa dua jenis produk, 1) generator listrik, 2) generator daya pada laju dan torsi beda (PTO). Tersedia 15 produk dari 7HP (5,2kW) hingga 3,3 MW. Gambar samping adalah Bell-1 (Belluno-1 versi Italia) dengan daya 5,2 kW. Beberapa kalangan mulai percaya pada teknologi PLTMn ini dan mulai digunakan.

Sebelumnya, purwarupa PLTMn 7kW semacam itu telah dibuat oleh Troy Reed (Tulsa, Oklahoma (AS), dan telah dipasang di mobil (AS) yang menggunakan jasa tenaga magnet saja sebagai 'bahan bakar" penggerak mobil (tidak ada BBM / gas / lainnya). Mobil bermotor magnet itu disebut SURGE yang dapat melaju hingga 137km/j.

PLTMn TK Omega RF5000 1 MW
Insinyur Spanyol DA Romero mengembangkan & mematenkan PLTMn Omega RF5000 berdasarkan resonansi Magnetik Elektro temuan Nikola Tesla sejak 17 tahun lalu. Kemudian, PLTMn 1MW dibuat oleh perusahaan Belgia TechnoKontrol (TK). Daya listrik 1.000kW tersebut diperoleh dari magnet permanen yang dapat beroperasi nyaris senyap selama 50 tahun secara ajeg dengan perawatan sangat minim di lingkungan apapun dan lokasi di mana saja. 
TK Orion AMGPP
PLTMn tsb dapat diturunkan dayanya ke 30 kW atau 20 kW sesuai kebutuhan dan dana anda. Susunan magnet di bagian dalam mesin dapat dilihat disini. Selanjutnya, TechnoKontrol memproduksi versi lanjut TK Omega RF5000 dengan nama TK Orion-AMGPP (TK Orion Advanced Magnetic Generator Power Plant). Kesuksesan teknologi ini menyebabkan banyak fihak ingin menghadangnya agar tidak masuk ke dunia komersial.

Perusahaan Platinum-Invests Group, kantor Pusat di Spanyol yang berkolaborasi dengan Universitas Pernik, Bulgaria, dan Institusi terkait lainnya dalam industri energi telah melakukan litbang membuat PLTMn Palladium (hanya nama, bukan unsur dalam sistem periodik) berbagai daya dan disertai daftar harga sesuai daya (mis. Palladium-30, 3 kW/j, 220V, harga 18.000 Euro). PLTMn ini bekerja terus menerus menghasilkan listrik (24/7) yang dikelola oleh peralatan kendali mandiri, sehingga dapat mengungguli PLTB dan PLTS yang kadangkala produksi listrik mereka naik/turun menuruti lingkungan pendukungnya. PLTMn ini dapat digunakan menggerakkan roda kendaraan atau mesin pesawat.

Perusahaan Unison, Jacksonville, FL, AS (anak perusahaan GE, 30th berpengalaman di industri pesawat terbang) adalah juga salah satu pemasok PLTMn untuk industri pesawat komersial/sipil dan militer (rotor & stator F100 untuk F15 Eagle dan F16 Falcon) dengan daya 3-250 kW.

General Motors (GM),  produsen otomotif di White Marsh, Maryland, AS pertama kali membuat motor listrik sendiri berdaya 85kW (114HP) dengan memanfaatkan magnet tetap yang digunakan dalam mobil Chevrolet Spark EV (2013) sebagai penggerak mobil. Saat ini motor listrik tsb digunakan sebagai bagian dari sistem propulsi pada 9 mobil lainnya, di antaranya:
Chev. Volt, Chev. Malibu Eco, Chev. Silverado Hybrid, Buick Lacrosse eAssist, Buick Regal eAssist, GMC Sierra Hybrid, GMC Yukon dan Yukon Denali Hybrid, dan Cadillac Escalade Hybrid. GM memfokuskan diri mengembangkan motor magnet permanen dan motor induksi untuk berbagai keperluan.

Peneliti Perancis Naudin (1999) memanfaatkan magnet guna menghasilkan listrik sekitar 24 Watt (3,5 Volt, 7 A DC) yang mampu secara mandiri bergerak ajeg. Rancangannya disebut Mini-Romag Generator. Generator ini perlu dipancing awal selama 42 detik pada putaran 2100 rpm, setelah itu motor dimatikan dan energi listrik yang dihasilkan dapat digunakan.

BIla pengendara mobil masih ingin menggunakan BBM, penempatan 4 nano magnet (yang disebut si pembuat sebagai quantum vehicle power magnets) di titik-titik tertentu (2 di kutub positif dan negatif pada aki, 2 di mana saja pada blok mesin) dapat menaikkan kinerja mobil (menjadi turbo). Nano magnet itu berfungsi mengatur pengeluaran BB secara harmonis sehingga dapat menghemat BB dan menaikkan akselerasi mobil.

Percobaan di Indonesia
  • Bandara Djalaluddin, Gorontalo sedang merintis penggunaan PLTMn (2018, investasi Rp.3,5miliar) guna menghasilkan listrk tambahan 500 kVA (selain PLN 1200kVA) yang akan dipakai untuk TV dan pendingin ruangan.
  • Purwarupa PLTMn 5 kW buatan DN dengan kode AIM PLMN (dibuat oleh Tim pengembang dari PT Artha Indera Mahakam Perkasa, Sumber Rejo, Balikpapan) (info via Mitra Tech) dapat bertahan hingga 12 jam. PLTMn berbobot 600kg dan jumbo yang mengakomodasi roda penggerak, kumparan, amfibi, kapasitor bank, automatic voltage regulator / AVR, variable speed control, dan safe control. Biaya riset puluhan juta Rp, magnet masih diimpor.
  • Kegunaan magnet permanen di antaranya adalah generator/pembangkit listrik, sistem motor listrik (PT Pindad), komponen otomotif (power window, wiper, dll.) (~50 ton magnet permanen/bulan, PT ASMO & PT MITSUBA), PLTBayu (LAPAN, LAGG-BPPT), otomatisasi industri seperti sensor meter air (1juta buah/th, PT Sintertech & PT Multi Instrumentasi / PT Linflow), alat printer (0,6juta buah/th, PT Epson), dll. Selama ini, magnet permanen tsb diimpor dari Jepang dan Tiongkok. Guna mengurangi hal tsb, LIPI membuat bahan magnet permanen ferit untuk meter air menggunakan oksida besi limbah Hot Strip Mill (HSM) PT Krakatau Steel via metalurgi serbuk (mixing, kalsinasi, kompaksi, sinterisasi).
  • Konsorsium Magnet Indonesia (Fisika LIPI, PPET LIPI, PTBIN BATAN, Dep. Fisika UI,  PT Sintertech) perlu segera menguasai proses teknologi pembuatan magnet permanen, dan mendifusi iptek guna membangun industri magnet lokal, sekaligus memenuhi kebutuhan magnet permanen Indonesia yang tinggi (pasar no 2 di dunia).
  • Para mahasiswa ITN Malang melakukan penelitian PLTMn sebagai sumber energi alternatif dengan bantuan dana DIKTI 12 juta (4 bulan). Mereka mampu menghasilkan putaran ajeg pada turbin yang selanjutnya dapat dikopel ke generator guna menghasilkan listrik.  
  • M. Gunawan (PT TDL) masih terus mengembangkan PLTMn. 
  • GC Sumindar memanfaatkan energi magnet pada komnet (kompor magnet) ciptaannya untuk membantu ibu rumah tangga di dapur.  
  • Mahasisiwa FT-UGM memanfaatkan energi magnet untuk mengisi aki. 
  • LIPI bekerjasama dengan PPET (puslit Elektronika dan Telekomunikasi) memproduksi PLTMn. 
  • Di samping untuk memproduksi generator listrik, produk magnet BATAN dikembangkan pula untuk produk lain seperti asesoris mobil, pembersih vakum, penyubur tanah, produk industri, dll.  
  • Walikota Bandung berencana menggunakan PLTMn th 2015 untuk mengganti 27.000 titik lampu PJU (Penerangan Jalan Umum) yang bekerjasama dengan USAID AS.
PLTMn lainnya di dunia banyak ragamnya disertai dengan penjelasan cara kerjanya. 

Segeralah anda menjadi Peneliti dan pengguna magnet di Indonesia yang mampu memanfaatkan jasa tenaga magnet tetap untuk menyumbang energi listrik alternatif yang bersih dan ramah lingkungan sekaligus mengurangi penggunaan BBM di Indonesia.
Bagi anda yang sudah berhasil membuat purwarupanya, coba nyalakan PLTMn anda dengan beban sesuai desain setidaknya 6 bulan terus-menerus tanpa henti, guna meyakinkan PLTMn anda berfungsi dengan baik.


Ditulis oleh: Fathurrachman Fagi
______________________________________________________
Bagi anda yang meng-copy & paste tulisan ini di blog anda
cobalah ikhlas menyebutkan link sumbernya
http://energibarudanterbarukan.blogspot.co.id/2011/04/magnit-tetap-sebagai-sumber-energi.html




Kondisi EBT di FILIPINA / Renewable Energy in Philippines

Peningkatan pemanfaatan EBT di Filipina merupakan strategi jitu pemerintah Filipina, karena peningkatan penggunaan energi panas bumi dan sumber daya air dapat mengurangi ketergantungan negara terhadap BBM yang diimpor. Pengadaan listrik di pedesaan di Filipina diupayakan dengan cara memanfaatkan tenaga surya, mikro-hidro, angin dan biomassa.
Pemanfaatan EBT yang hendak dicapai adalah 40% dari kebutuhan listrik negara. Per 31 Okt 2015, Departemen Energi Filipina telah menyetujui 616 proyek ET. Sementara, PLTA mendapatkan porsi terbesar dari sisi proyek dan kapasitas (344 proyek) 7,39GW. PLTS sebanyak 105 proyek (kapasitas 2,55GW) biomassa 65 proyek (255MW), PLTB 52 proyek (3,35GW), PLTP 46 proyek (750MW), dan PLTGLaut 7 proyek (26MW). Langkah yang ditempuh adalah melalui slogan : (i) Jadikan Filipina produsen energi panas bumi no.1 di dunia; (ii) Jadikan Filipina produsen energi angin no.1 di Asia Tenggara; (iii) Gandakan kapasitas hidro; (iv) Kembangkan energi biomassa, surya, dan energi laut hingga 250 MW.
Tahun 2014, DoE Filipina mencatat bahwa di kep. Palawan proyek 25,08 MW telah dimenangkan yang sebagian besar adalah PLTS dan PLTA. Misalnya PLTS Puerto Princes 10 MW dimenangkan oleh Enfinity Philippines Renewable Resources Inc. Di Pulau Mindoro: 189,3 MW, yang terbesar adalah PLTBayu Puerto Galera 48 MW. Kemudian 47,1 MW ET lainnya dan 151,2MW PLT Biomassa.

PANAS BUMI

Tahun 1967 pemerintah Filipina mengesahkan UU Panas Bumi. Setahun kemudian, ditemukan sumber panas bumi oleh Tiwiby COMVOL. Tahun 1969 COMVOL menghasilkan uap hingga mampu menggerakkan turbo-generator dan menghasilkan listrik. Tahun 1970 COMVOL-NSDB menuntaskan studi riset awal di Tiwi, sesudah itu potensi lapangan panas bumi lainnya ditemukan.
Listrik yang diproduksi oleh energi panas bumi (PLTP) di Filipina ternyata lebih murah dibandingkan dengan listrik yang diproduksi oleh gas alam dan batubara, bahkan lebih murah dari PLTA.
Potensi: 4.500 MW. Kapasitas tambahan yang potential: 1200 MW.
PLTP (Pembangkit Listrik tenaga Panas bumi) Filipina berada di pulau Luzon, Mindanao, dan Leyte dengan kapasitas terpasang hingga tahun 2009 sebesar 2.027 MW. Kapasitas itu ditargetkan akan terus bertambah hingga 3.097 MW pada tahun 2030.
Saat ini terdapat 8 lapangan panas bumi, yaitu PLTP Makban (Makiling-Banahaw) (426-480 MWe) Brgy. Bitin, Teluk Laguna (1996), Tiwi (275-330 MWe) Tiwi, Albay (1979), Tongonan-1 (112,5 MWe, direhab oleh Green Core), Leyte (606-701 MWe) Ormoc, provinsi Leyte (1996), Palinpinon (195 MWe, direhab oleh Green Core) Valencia, Negros Oriental (1995), Bacon-Manito (152 MWe) Bacon (direhab oleh Bacman; th 2014 direhab-ulang dan dibeli EDC), Sorsogon (1998-2014), Mt Apo/Mindanao (108 MWe) Kidapawan, North Cotabato, dan Northern Negros (49 MWe) NW Gunung Kanlaon. Kapasitas terpasang itu menyumbang energi listrik 27% terhadap total produksi listrik negara, dan menjadi negara kedua terbesar di dunia setelah Amerika Serikat dalam pemanfaatan energi panas bumi (Indonesia ketiga terbesar dunia).
  • Ada 4 Proyek sedang berjalan: 20-40 MW Amacan, di bukit Compostela oleh Guidance Management Corp (GMC); 20-40 MW Biliran oleh Biliran Geothermal Inc.; 20-40 MW Mabini di Batangas oleh Basic Energy Corp; 60 MW Kalinga oleh Aragon Power & Energy Corp. dan GMC.
  • Agustus 2010, telah ditawarkan 19 PLTP (total 620 MW) dengan dana USD 2,5 milyar (investasi Suasta), 10 di antaranya telah dikonfirmasikan, sisanya sedang dibicarakan dengan perusahaan lainnya. Pengembang Geysir Green Energy dan Energy Development Corp. (EDC), kontraktor panas bumi Filipina terbesar, disebut-sebut berada di antara para penawar pada 19 kontrak tersebut.
  • PLTP Maibarara 20 MW dikelola oleh MGI (Maibarara Geothermal Inc) di gunung Makiling, Batangas, telah disetujui oleh DoE Filipina dan diharapkan beroperasi th 2013. PLTP ini ditingkatkan 10 MW (beroperasi awal 2016) sehingga menjadi 30 MW (tambah 25jutaUSD), yang kelak akan ditambah lagi 10 MW.
  • PLTP Nasulo 20 MW oleh EDC di Visayas diharapkan beroperasi th 2013, dan PLTP Mindanao-3/Mt Apo 50 MW di Mindanao diharapkan beroperasi th 2014.
  • PLTP 40 MW di Mindoro dikelola oleh EPI (Emerging Power Inc), terdiri atas Occidental Mindoro (20MW, th 2015) dam Oriental Mindoro (20MW th 2016).

ANGIN

Potensi teknis: 70.000 MW.
Saat ini ada 30 unit kincir angin setinggi 60 m sepanjang pantai di teluk Bangui, Ilocos Vorte yang dibuat oleh perusahaan Vestas dengan kapasitas 25 MW (maks 33 MW oleh Northwind Power) kompleks ladang angin pertama di Asia Tenggara; Ada tambahan 8 MW pada proyek fase II.
Lokasi teridentifikasi: Batanes dan pulau Babuyan; Ujung Barat laut Luzon (Bangui, Ilocos Norte); pesisir Timur dari Luzon Utara ke Selatan hingga Samar; Koridor angin antara Luzon dan Mindoro; Antara Mindoro dan Panay. Tempat lain adalah Leyte, Negros, Cebu, Palawan Utara, Selatan), dan Timur Mindanao (Timur, Utara, Barat), Bohol, Basilan, Sulu dan Tawi-Tawi.
  • Ada 6 Proyek tambahan: 2 tempat di Ilocos Norte oleh Energy Development Corp, 2 tempat di Ilocos Norte oleh Northern Luzon UPC Asia Corp; 1 tempat di Negros Occidental, dan 1 tempat di Negros Oriental oleh Constellation Energy Corp.
  • Tahun 2014, PLTBayu dibangun oleh pemerintah dengan target perkiraan total kapasitas 557 MW (333 MW di Segi empat bisnis agro Luzon Utara, 124 MW di pinggiran kota Luzon Metro, 85 MW di pusat Filipina, dan 15 MW di Mindanao).
  • Trans-Asia Renewable Energy Co. membangun 27 kincir angin (PLTB) di kota San Lorenzo, Prov. Kep. Guimaras yang menghasilkan listrik 54 MW.

AIR (PLTA)

PLTA menyumbang listrik sekitar 10%. Guna memenuhi permintaan yang meningkat, setidaknya harus ada 2.950 MW dalam jaringan nasional, dan hal itu masih dapat ditingkatkan hingga 5.468 MW.
Potensi : 14.367 MW yang telah diidentifikasi dalam 293 titik di seluruh negeri.
PLTA terpasang sekitar 2,518 MW, di antaranya adalah Bakun 70 MW, Ilocos Sur (2001); Binga 100 MW, Benguet (1960); Casecnan 140 MW, Nueva Ecija (2001); Agus-1 80 MW, Marawi, Lanao del Sur (1992-94); Agus-2 180 MW, Saguiaran, Lanao del Sur (1979); Agus-4 158,1 MW, Baloi, Lanao del Norte (1985); Agus-5 55 MW, Iligan, Lanao del Norte (1985); Agus 6 200 MW, Iligan, Lanao del Norte (1953-77); Agus-7 54 MW, Iligan, Lanao del Norte (1982-83); Angat 408 MW, Norzagaray, Bulacan (1992); Kalayaan (PLT tandon terpompa) 685 MW,  Kalayaan, Laguna (1983); Magat 360 MW, Ramon Isabela (1984); Pulangi IV 255 MW, Maramag, Bukidnon (1985-86); Pantabangan-Masiway 112 MW, Pantabangan, Nueva Ecija (1980); San Roque 345 MW, San Manuel and San Nicholas Pangasinan (2003).

PLTA Bugasong 8 MW, Prov. Antique oleh SUWECO (Sunwest Water & Electric Co) beroperasi th 2014.

PLTA Kecil & Mini-Hidro (PLTMH)

Potensi: 13.428 MW; Terpasang: 1.784 MW di 1.081 titik.  Saat ini ada 102 PLTMikro-Hidro dan 45 PLTMini-Hidro yang beroperasi, misalnya Caliraya 22,6 MW, Laguna; Botocan 20,8 MW, Laguna;  Baligatan 6 MW, Isabela; Palakpakin 0,56 MW, Laguna; Balugbog 0,55 MW, Laguna; Cawayan 0,4 MW Sorsogon; Kalibato 0,075 MW, Laguna; Magat A 1,44 MW, Isabela; Magat B 1,08 MW, Isabela; Loboc 1,2 MW, Bohol; Amlan 0,8 MW, Negros Oriental; Talomo 3,5 MW, Davao City; Agusan 1,6 MW, Bukidnon; Matling 1,5 MW, Inarihan 0,96 MW, VESCO 75 kW, Dakkitan 6 kW, Dulao 3 kW, Gacab 10 kW, Ngibat 5 kW, Yamog 20 kW, Hinubasan 550 kW, Bubunawan 7 MW, Bukidnon; Romblon 0,9 MW, dll.  Bila digandakan perlu tambahan 3.100 MW. Rencana kapasitas terpasang dalam 10 th kemudian : 5.554 MW.
Ada 5 kontrak disetujui:  PLTMH Vilasiga 8 MW di Bugasong, Antique; Solong 2,30 MW di San Miguel, Catanduanes; Hitoma-1 1,5 MW dan Hitoma-2 1,6 MW di Caramoran, Catanduanes; GERPHIL  Renewable Energy, Inc. 0,11 MW di Impasugong, Bukidnon.
15 PLTMH dengan kapasitas 78,1 MW sedang ditawarkan.
Proyek yang telah disetujui DoE: Cabulig 8 MW oleh Cagayan Electric Power and Light's di Mindanao.

BIOMASSA
Terpasang: 20 MW. Rencana kapasitas terpasang dalam 10 tahun kemudian: 270 MW. Potensi dari pabrik gula: 540 MW; dari sekam padi: 360 MW; dari limbah kelapa: 20 MW. Proyek: PLT sekam padi La Suerte: 1 MW di San Manuel, Isabela, dioperasikan April 2008.
  • IFC (International Finance Corp, Grup Bank Dunia) dan CTF (Clean technology Fund) Canada kucurkan dana 161juta USD (via ThomasLloyd Group dan Bronzeoak Phillippines) untuk investasi patungan PLTBm 70MW dari bagas jadi listrik di kota Manapla, San Carlos, dan La Carlota di Prov. Negros Occidental, Pulau Visayan.
  • Belanda membangun PLBM 400 kW (biogas) dari kotoran ayam di Bantayan sebagai bagian dari industri unggas. Pembangkit itu juga dapat menggunakan limbah jagung sebagai bahan baku.
  • EEDC (Eco Enerhiya Development Corp.) menggunakan limbah pertanian yang melimpah (406.656,33 ton) di Camarines Sur (kota Ragay, Sipocot, dan Lupi) dan Libmanan sebagai bahan baku PLTBM. Kebun kelapa menyumbang 195.778,45 ton atau 48 % limbah total. EEDC berharap dapat mengganti pembangkit listrik konvensional 200 MW dengan energi terbarukan. Setiap 2 MW energi dibangkitkan membutuhkan 60 ton limbah pertanian per hari.
  • Green Power Panay Philippines Inc, berencana membangun PLTBM 17,5-35 MW dengan investasi sekitar P2,6 miliar di Mina, Iloilo guna mengatasi kelangkaan listrik di Panay dan jaringan listrik Visayas.
  • Pepsi-Cola membangun PLTBM dengan sistem integrator dari perusahaan India, Thermax, yang menggunakan sekam padi atau tatal kayu sebagai bahan baku. PLTBM pertama dengan kapasitas 1 MW yang akan menyerap dana sekitar US$ 1,4juta dibangun di pabrik Pepsi-Cola di Rosario, La Union di Luzon dan Cagayan de Oro di Mindanao. Pepsi-Cola telah mempunyai satu mesin uap di Muntinlupa untuk membersihkan botol-botol Pepsi. Selanjutnya, Pepsi akan membangun 11 PLTBM berbahan bakar tempurung kelapa untuk mendapatkan uap dari PLTBM tersebut yang diharapkan akan dibangun di Pampanga, Naga, Cebu, Leyte, Bacolod, Iloilo, Zamboanga, dan Davaoover untuk 3-4 tahun ke depan.
  • Global Green Power (Green Power Negros Philippines) bekerjasama dengan perusahaan China akan membangun PLTBM  35 MW di tanah seluas 12 Ha di kota Sagay, Negros Occidental Sangguniang Panlalawigan dengan bahan bakar jerami dan sekam padi, batang dan tongkol jagung, pucuk dan daun tebu, dan tempurung kelapa.
  • Perusahaan Filipina-AS, Clenergen, membangun PLTBM skala pilot (dengan biaya US$5juta) di Romblon (bekerjasama dengan Romblon State University) menggunakan potongan bambu sebagai bahan bakar dan akan menjual listriknya ke National Power Corporation. Satu Ha akan menghasilkan 100 ton bambu. PLTBM modular ini dapat dibangun di areal bambu yang berselingan dengan pohon kelapa.
  • Bulan Juni 2012, proyek biomassa dari Green Future 13 MW akan dikomisioning. Proyek Asian Energy 4 MW telah dikerjakan di Visayas.

BIODIESEL

Produksi biodiesel di Filipina didorong dengan tersedianya limpahan jelantah. Pasokan minyak jarak dan minyak kacang tidak konsisten untuk diubah ke biodiesel dan produk samping seperti sabun dan turunan dari gliserin. Mei 2012, kongres telah menelorkan House Bill 5957 yang melarang daur-ulang dan penjualan jelantah. Eway54 Ecodiesel dan keluarga Jeepney mengumpulkan jelantah guna diubah menjadi biodiesel untuk kendaraan mereka. Eway54 Ecodiesel telah mampu memberikan 10.000 liter biodiesel kepada langganan tunggalnya dengan harga P41,-/liter yang lebih rendah dari harga diesel di Filipina dan sesuai standar ASTM D6751. Produksi biodiesel itu telah berlangsung 3 tahun.

SURYA
Potensi: 5,1 kWh/m2/hari  (jam 6-9).
PLTS: 960 kW; panel surya dibuat oleh Sunpower Philippines; proyek mobil surya (Sinag: oleh mahasiswa Filipina).

Departemen Energi mengabulkan kontrak Sunray Power Inc. selama 25 tahun (75% saham dimiliki Menlo Renewable Energy Corp., anak perusahaan yang sepenuhnya milik MRC Allied Inc.) untuk menggali, mengembangkan PLTS 100MW di Clarck green City di Bamban, Tarlac.

Harga listrik dari PLTS makin murah saat ini. Penyedia listrik raksasa Manila Electric Co (Meralco) menetapkan kesepakatan penyediaan listrik PLTS 6senUSD/kWh (P3/kWh) untuk 85 MW sebagai patokan tarif PLTS di Filipina.

Setidaknya 451 rumah tangga di 16 titik di kota  Pamplona, Siaton, Santa Catalina, Tanjay di Negros Oriental menerima program Rumah Surya dari Departemen Energi (DOE). Setiap rumah menerima satu panel surya (30 Watt, hanya untuk penerangan) yang dipasang di atap, 4 lampu LED, dan radio AM-FM. Program itu diberikan kuartal III th 2011, dengan masing-masing panel seharga P23.000 dan diberikan cuma-cuma kepada penduduk yang tinggal jauh di pedalaman dan tidak mendapatkan akses listrik.
SunConnex, pengembang tenaga surya dari Belanda, pemasok PV atau produk listrik surya dan sistem PLTS, menginvestasikan dananya lebih dari US$100juta guna membangun proyek PLTS di Filipina dengan daya 5-10 MW di seluruh negeri hingga total daya 50 MW.

LAUT (Gelombang, Tidal/Arus, Salinitas/Osmotik, Thermal)
Potensi: 170.000 MW teridentifikasi di 22 tempat yang prospektif untuk ditawarkan kepada investor terutama energi tidal dan thermal.
Ada 14 tempat berpotensi untuk energi Thermal yang teridentifikasi: 1) San Vicente, Ilocos Sur; 2) Agno, Pangasinan; 3) Palauig, Zambales; 4) Mananao, Mindoro; 5) San Jose, Antique; 6) Manukan, Misamis Occidental; 7) Omosmarata, Basilan; 8) Palaui Island, Cagayan; 9) Dijohan Pt., Bulacan; 10) Mascasco, Masbate; 11) Batag Island, Samar Utara; 12) San Francisco, Surigao del Norte; 13) Lamon Pt., Surigao del Sur; 14) Lacaron, Davao del Sur.
Ada 8 tempat berpotensi untuk energi Tidal yang teridentifikasi: Lintasan Hinatuan, Selat Bohol/Taliban, Selat Surigao, Selat Gaboc, Basiao Channel, Selat San Bernardio, Selat Basilan, dan Selat San Juanico. Contoh: Dalupiri Blue Energy Project dengan kapasitas 2.200 MW di lokasi 12.25' Utara 124.17' Timur.
Studi dari Oceanographic Co. Norwegia menunjukkan ada tempat berpotensi untuk energi gelombang, seperti Batanes Islands, Cagayan, Polilio Islands di Aurora, dan Bolinao di Pangasinan.
Pada Oktober 2010, kontrak diberikan kepada Bell Pirie Power Corp. PLT Laut (thermal) Cabagan 5 MW di Zambales.

Guna mempromosikan EBT listrik masuk desa, 30 pulau ditargetkan menggunakan sistem tenaga hibrid. Tambahan pula, 1500 barangay diprogramkan untuk dialiri listrik menggunakan sistem EBT.

INSENTIF

Filipina banyak memberikan insentif kepada Pengembang, pemasok, dan pabrik EBT (7 year Income Tax Holiday (ITH)10 year Duty-free Importation of RE Machinery Equipment and Materials, Components, Parts and Materials , Zero Percent Value-Added Tax Rate / Tax Transactions100% Tax Credit on Domestic Capital Equipment and Services / Domestic Capital Components, Parts and Materials, dll).




Ditulis oleh: Fathurrachman Fagi



PELET KAYU / WOOD PELLET

Pelet kayu menjadi bahan bakar (BB) primadona saat ini terutama di negara yang memiliki 4 musim sebagai bahan pengganti batubara (sebagian / seluruhnya) dalam PLTU batubara, penghangat ruangan, kompor biomassa, dan pengeringan pada jasa laundry. Sementara, pemasaran pelet kayu di dalam negeri diatur dengan model satu paket bersama kompor atau burner untuk digunakan di pabrik-pabrik pengolahan makanan seperti ayam, tahu, gudeg Jogja, restoran / warung makan, tungku pengering teh, pengering tembakau, pengusaha gorengan, dll.

Tingginya permintaan pelet kayu di LN disebabkan oleh negara tujuan ekspor batubara (Korsel, Jepang, China, dan India) secara perlahan beralih ke pelet kayu Indonesia yang berkualitas baik, ramah lingkungan, dan terbarukan (terbukti dari permintaan pelet kayu di pasar internasional meningkat pesat). Di sisi lain, China secara bertahap juga mulai melarang penggunaan batubara (kalori rendah) bagi warganya (karena polusi dan emisi sulfur yang tinggi). Australia dan AS meminimalkan penggunaan batubara. Indonesia juga secara perlahan mengganti penggunaan batubara dengan pelet kayu. 

Menaiknya harga batubara akibat pengetatan produksi th 2016, menyebabkan  harga batubara acuan (HBA) Indonesia di pasar internasional (November 2016) mulai merayap naik menjadi US$84,89/ton yang sebelumnya, (Oktober 2016) US$69,07/ton, bahkan menembus USD100/ton pada bulan Desember 2016, yaitu menjadi US$101,69/ton. Akan tetapi, HBA bulan Mei 2017 menurun menjadi US$83,81/ton (6322kcal/kg, FOB vessel), sedikit naik bulan Juli 2017 US$78,95/ton, naik lagi pada bulan September 2017 (92.03 US$/Ton). Harga batubara yang terdaftar di Ditjen Minerba (September 2017) bervariasi dari 22.74 USD/ton (2.995kcal/kg) hingga 94.67 USD/ton (7.000kcal/kg). 

Di sisi lain, pengusaha batubara diminta melengkapi usahanya dengan membangun PLTU mulut tambang (RUPTL 2017-2026) dengan teknologi ramah lingkungan sub-critical pada boilernya guna mengurangi jumlah ekspor (yang pada gilirannya akan menaikkan harga) sekaligus mempercepat program realisasi daya listrik 35.000MW.

Salah satu pemanfaatan batubara adalah mengkonversinya menjadi syngas (gas sintetik) melalui teknologi gasifikasi (gasifikasi plasma) untuk mengubah syngas menjadi listrik, atau zat lain seperti metanol, DME, ammoniak, dll.

Ada beberapa alasan batubara akan terhempas oleh pelet kayu:
  • Pelet kayu adalah BB terbarukan (selalu ada, sekaligus dapat mengganti posisi batubara di masa depan), dan ramah lingkungan, sedangkan batubara tidak terbarukan (habis) dan kurang ramah lingkungan. Oleh karena itu, pemanfaatan batubara di level internasional berkurang secara bertahap. Jadi, ada peluang untuk menambah pasokan listrik nasional via BB pelet kayu. Kalori pelet kayu setara dengan kalori batubara rendah.
  • Produksi karbon lebih rendah dari batubara.
  • Biaya listrik yang dihasilkan pelet kayu pengganti batubara sama dengan yang dihasilkan gas alam yang tentu saja lebih murah dari batubara.
  • Staf yang diperlukan PLTU pelet kayu (termasuk penyiapan infrastruktur pelet kayu) lebih banyak (menambah lapangan kerja), yaitu sekitar 3.480 orang, sedangkan PLTU batubara dengan daya yang sama membutuhkan staf sekitar 2.540 orang.
  • Permintaan pelet kayu berkelanjutan dalam jangka panjang memotivasi pemangku kepentingan untuk melestarikan dan memperbaiki manajemen hutan, sekaligus mengembangkan lahan kritis (bekas tambang batubara, emas, timah, nikel, dll.) menjadi hutan tanaman industri khusus pelet kayu (misalnya kayu Kaliandra Merah (KM), Mahang / Macaranga Gigantean, Karamunting / Melastoma Malabatricum)
  • Permintaan pelet kayu yang datang dari segenap penjuru dunia terus berdatangan ke Indonesia. Hal itu seharusnya dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat
  • Indonesia sebenarnya mampu menghasilkan listrik biomassa ~49,8 GW (Indonesia cuma perlu tambahan listrik nasional 35 GW). Potensi biomassa Indonesia sekitar 146,7juta ton/tahun yang berasal dari residu padi (150GJ/th), kayu karet (120 GJ/th), residu gula (78 GJ/th), residu kelapa sawit (67 GJ/th), dan sampah organik lain (20GJ/th).

Seperti diketahui, pengguna pelet kayu dunia th 2013 (23,6juta ton) tercatat adalah negara Jepang, Korsel, China (2juta ton), Eropa (12juta ton) (pengguna sekaligus penghasil terbesar, yaitu Jerman, Swedia, Latvia, dan Portugal), AS (3juta ton), Rusia (2juta ton) dan Kanada (3juta ton). 
Meski negara-negara pengguna pelet kayu tersebut mampu memproduksi sendiri, tetapi mereka masih belum mampu mencukupi kebutuhan pelet kayu DN mereka (harus impor), karena pertumbuhan kayu di negara sub-tropis lebih lambat dibandingkan di negara tropis. Contoh: th 2013, Eropa butuh 19 juta ton [10 (panas) + 9 (industri)] (kurang 7juta ton), Kanada (4juta ton) (kurang 1juta ton), Asia (Jepang & Korsel) kurang 1 juta ton. Kedua negara Asia itu akan menjadi importir pelet kayu terbesar pada dekade mendatang (diduga sekitar 5juta ton th 2020). Th 2016,Jepang impor pelet kayu 400ribu ton/t (setelah musibah nuklir Fukushima th 2014), sedangkan Korsel butuh 1,7 juta ton.

Harga Pelet kayu di Eropa
Produksi pelet kayu dunia mendekati 28juta ton (2015, panas 15juta, industri 13juta). Sementara, pemasaran pelet kayu global untuk pembangkit listrik dan panas terus tumbuh sekitar 14,1% per tahun. Tahun 2020, kebutuhan pelet kayu diperkirakan melambung hingga 80 juta ton. Oleh karena itu, beberapa negara, misalnya Korsel, Jepang, Eropa (impor ~14juta ton/2014), AS, dan Kanada berusaha mencari pasokan bahan baku ke negara tropis yang salah satunya ke Indonesia. Berikut contoh harga pelet kayu di Eropa (Swiss, Austria, dan Jerman) yang dapat dilihat dalam Gambar di atas (~centEuro/kg).

Permintaan pelet kayu di Korsel
Sejak th 2012 Korsel menargetkan penggunaan Energi Terbarukan minimal 2%, dan th 2022 penggunaan biomassa harus memasuki 10%, yang 60%-nya berasal dari pelet kayu. Feb 2015, pasar Korsel perlu pasokan lebih dari 280.000 ton untuk kebutuhan rumah tangga dan industri makanan & minuman. Sekitar 70,3% pelet kayu Korsel adalah pelet impor (Indonesia hanya memasok >7% ke Korsel, tepatnya sekitar 8.940 ton dari 122.447 ton pada th 2012, dan sisanya diimpor dari Rusia, Malaysia, dan Vietnam).
Pasokan pelet kayu ke Korsel
Saat itu, harga CIF pelet kayu Indonesia termurah (US$131/ton, di bawah Vietnam US$144/ton, dan Malaysia US$141/ton). Impor dari Indonesia diteruskan dengan adanya kerma perusahaan Korsel Depian Co. Ltd. dengan BUMN PT Inhutani III (mengembangkan hutan tanaman industri 5000-8000Ha di Pelaihari, Kalsel via PT SL Agri guna mengekspor pelet kayu hingga 100.000 ton, th 2015). Di masa depan, beberapa perusahaan Korsel telah menjajagi kemungkinan untuk mengimpor pelet kayu dari negara Australia, Vietnam, Indonesia, Filipina, Malaysia, Thailand, Kanada, dan AS. Korsel mewajibkan PLTU-nya menggunakan pelet kayu. 

Kepada pemilik lahan (ratusan/ribuan hektar) di Indonesia dan tertarik di bisnis pelet kayu dimohon berhati-hati terhadap pengusaha asing (calo) yang membeli serbuk kayu DN dengan harga murah, karena mereka akan mengekspornya dalam bentuk pelet kayu ke Korsel atau Jepang. Anda harus memproduksi pelet kayu sendiri di DN dan mengekspor sendiri ke LN.

Daftar: Perwakilan Korsel di Indonesia, Perwakilan Indonesia di Korsel, Lembaga / Asosiasi Kayu Pelet di Korsel, dan Pengusaha / Importir Korsel dapat dilihat disini (Mei 2014).

Khusus untuk Indonesia, pabrik pelet kayu terbesar PT South Pacific, produsen furnitur di Jepara, jawa Tengah, memproduksi pelet kayu dari limbah sisa produksi furnitur yang produksi pelet kayunya populer di Korsel, karena kualitasnya bagus (kalori tinggi, kandungan kimia dan abu cukup rendah). Korsel melakukan proyek-proyek kerma di Jatim dan Jateng, Sumatera, Kalimantan, dan Papua. Indonesia akan menjadi target Korsel untuk menjadi pemasok pelet kayu di masa datang di Asia terutama untuk bahan biopelet yang berasal dari pelepah sawit, TKKS, bagas tebu, jerami, kaliandra merah, dll. 
Pelet Bagas
Serbuk Gergaji, jerami padi/gandum, sekam padi, bagas / ampas tebu (mengandung gula 2,5%, nilai kalori 1.825kKal), batang jagung/sorgum, sampah daun, rumput, ranting, Palm EFB (tankos sawit), dan bagian tanaman yang telah dianggap limbah dapat menjadi sumber pelet kayu. Pelaku usaha pelet kayu mulai menanam kayu cepat panen yang minim perawatan, dan kandungan energinya tinggi sebagai campuran limbah tsb. Sebagai contoh: Petai cina (Leucaena leucocephala), kaliandra merah (KM) (Caliandra calothyrsus), dan Gamal (Gliricidia sepium). Tujuan membuat pelet kayu adalah nilai kalor limbah kayu tersebut hendak ditingkatkan agar menjadi BB berkalori mendekati batubara (5.000 - 6.000 kKal), yaitu sekitar 4.200 - 4.800 kKal dengan kadar abu sekitar 0,5-3%.

Kaliandra Merah
Kaliandra merah (KM) merupakan bahan baku terbaik pelet kayu dibandingkan petai Cina, gamal, dan sengon buton dari sisi laju tumbuh. Energi terkandung dalam KM 4600kkal/kg, arangnya 7.400 kKal/kg, satu kg pelet KM setara dengan energi thermal 5,35kWh atau listrik 1,355 kWh. Penyuburan tanah melalui fiksasi nitrogen dalam tanah, dan berat jenis, sehingga kadar abu dapat lebih rendah. Lagipula, umur KM dapat mencapai 29 tahun sekali tanam, dan dapat dipanen 2 kali setahun, sehingga perlu 1,5 tahun menghasilkan listrik. Satu Ha KM dapat menghasilkan kayu 20-65m3/tahun atau 20-35ton/tahun. Untuk kapasitas 100kW, biaya investasi sekitar Rp.5,5miliar (jan 2017) sudah termasuk penyediaan lahan kritis 30Ha (sewa lahan Rp.1,5miliar selama 20 tahun, bibit, dan penanaman / pemeliharaan 250.000 pohon).

KM tidak hanya sebagai bahan baku pelet kayu, daunnya sebagai pakan ternak (protein tinggi), dan bunganya sebagai ladang ternak lebah (produksi madu berasal dari nektar bunga KM terkenal di dunia, Satu Ha KM menghasilkan madu 1 ton/th, sedangkan di Eropa dapat mencapai 2 ton/th) selama 15 tahun tanpa perawatan berarti.
Lebah menghisap sari bunga KM
KM tumbuh baik di ketinggian 400-600m di atas muka laut, pH~5, dan sedikit air. Tanaman tsb sekaligus berfungsi sebagai tanaman penutup tanah sedang (perdu) (penyubur tanah / konservasi lahan / penahan erosi di tanah miring / tanah bekas tambang seperti timah, batubara, emas, nikel, dll) guna menghindari banjir dan menghidupkan lahan kritis, kering, berpasir, dan tandus, karena berfungsi sebagai penyubur tanah, akar tunjangnya menghunjam ke dalam tanah, dan akar halus lainnya yang memanjang hingga ke permukaan tanah. KM berfungsi menjaga kelestarian alam.

Contoh pengembangan KM sebagai kayu pelet (ET) pengganti batubara secara swadaya masyarakat (tidak ada bantuan pemerintah) dilakukan di Butur (kab. Buton Utara, Prov. Sulawesi Tenggara). Awalnya pembibitan KM hanya 100.000 pohon dikembangkan di Kulbar (kec. Kalisusu Barat) oleh GANTI (Gerakan Nelayan Tani Indoneisa) Butur, dengan target satu juta pohon di masa depan. MoU dengan PT Energi Indonesia (pabrik pelet kayu) diteken untuk membeli KM dari para petani.

Pelet Kayu Kaliandra merah
April 2015, CV Gerbang Lestari mendirikan pabrik pelet kayu yang dikelola oleh Ponpes Darul Ittihad di Ds. Kombangan, Kec. Geger, Kab. Bangkalan, Madura berkapasitas 1 ton/j dengan bahan baku kayu kaliandra merah sekitar 12 ton/hari (1 hari = 8 jam, bahan baku basah mengandung air sekitar 40%). Bila setahun = 310 hari, maka butuh bahan baku 12ton x 310 = 3720 ton/th, atau perlu lahan 3720/20 = 186 Ha. Oleh karena itu, kebun dipanen per hari hanya 186 Ha/310 = 0,6 Ha. Harga jual pelet kayu KM Rp.1,4 - 2,5 juta/ton (PT Puspa Mandiri menjual harga pelet kayu FOB US$155/ton, Jan 2016). Sementara harga jual kayu KM hanya Rp.367.000/ton. 

Setelah produksi dikelola oleh ISE (IDEAS Semesta Energy, mesin-mesin diremajakan oleh CV SBE, Suryabaja Engineering), pelet kayu 2 ton/jam atau 25ton/hari (berupa campuran KM dan Kemlandingan) sempat di kirim ke Gresik, dan PTPN 8 di Pangalengan, Bandung (untuk BB pengeringan daun teh). Pengguna lokal mulai memanfaatkan pelet kayu sebagai pengganti gas LPG yang dapat menghemat biaya 47% yang dilengkapi dengan penggunaan kompor pelet kayu menjadi satu paket dengan pelet kayu. Ide itu dikembangkan pula di Mamuju (Sulbar) dan Lomok Utara (NTB).
Pabrik pelet kayu
Kayu Kaliandra merah dipanen setelah 14 bulan oleh CV Gerbang Lestari. Produksi optimumnya 20 ton/Ha/th. Warga setempat memanfaatkan proyek kebun energi kaliandra di hutan desa seluas 214 Ha dan pabrik pelet kayu seluas 200 m2 (bantuan ICCTF, Indonesia Climate Change Trust Fund). Sementara, produk pelet kayu dimanfaatkan sebagai BB PLTBm 197kW.

  • PT Toba Hijau Sinergi (Medan, Sumut) yang beroperasi akhir 2016 memanfaatkan palm EFB (TKKS, tankos sawit) menjadi pelet tankos sawit yang digunakan sebagai BB alternatif menuruti UU No.32 tahun 2009. Keunggulan pelet tankos sawit adalah kelembaban rendah, efisiensi energi panas tinggi, penanganan & penyimpanan mudah, cocok untuk boiler sistem kisi, dan menghasilkan asap yang rendah.
    Pengolahan 1 Ton TBS (Tandan Buah Segar) menghasilkan limbah 0,23 ton TKKS; 0,13 ton mesocarpfibre (serabut); 0,06 ton cangkang (palm shell), dan 0,65 ton LCPKS (Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit). TKKS selama ini hanya dijadikan kompos (mulsa). Proses yang digunakan meliputi: Empty Bunch Crusher, Thresser, Empty Bunch Press, Shredded Empty Brunch, Cutter, Dryer, Bricket Machine, dan Bricket Bunker. Asumsi: TKKS (dalam TBS) 23%, kapasitas olah PKS 30ton/j, TKKS yang diproduksi ~ 6,9ton/j. Satu unit shredder kapasitas 7ton/j diperlukan. Secara ringkas proses pembuatan pelet kayu: TKKS dihancurkan (crushing), dicacah (shredding), dibanting (thressing), ditekan (pressing) guna mengurangi kadar airnya, dan memungut sisa minyaknya; kemudian via conveyor dikirim ke unit pengering (drying), pemotong (cutting, maks 2 inch) dan seterusnya ke mesin pelet tankos. Kapasitas PKS 30ribu kg/j atau 600ribu kg/hari, TKKS 138ribu kg/hari, Pellet TKKS (40% dari TKKS) 55.200kg/hari, Nila kalor Pelet 17.660kJ/kg (4.640kCal/kg), potensi kalor pelet 974.832.000kJ/hari. Lima kg pelet tankos setara dengan 12 kg tabung gas LPG. Harga mesin pelet tankos buatan China 33.000 USD.
  • Salah satu pemasok pelet kayu (50 ton/bulan) ke Korsel (dan Jepang) adalah PT Greeno Inovasi Energi dari Ds. Kalangan, Bangunjiwo, Bantul, DIY. Bahan baku utama adalah serbuk gergaji yang diperoleh dari Jateng & DIY, yang dicampuri limbah biomassa lainnya seperti sekam padi, ampas tebu (bagas), debu tembakau, dan limbah uang kertas. Tepung tapioka ditambahkan ke dalamnya sebagai perekat.
  • PT Jhonlin Agro Mandiri (PT JA) membangun pabrik pelet kayu di areal 2 Ha yang berkapasitas 4 ton/jam dengan mesin fully automatic. Bahan baku berasal dari kayu Jabon, Gmelina, Sengon, dan Akasia yang ditanam di atas tanah seluas 15.000 Ha.
  • PT Inhutani III memasok bahan baku eucalyptus, sengon, dan gamal yang ditanam di lahan sekitar 5.000 Ha, Pelaihari, Kalsel, ke pabrik pelet kayu yang dibangun oleh PT SL Agro Industry (anak perusahaan Korsel, Depian) dengan kapasitas sekitar 100.000 ton (2015). Selanjutnya, PT SLAI memasok pelet kayu dari pabriknya ke perusahaan Korsel Western Power Co. Ltd. Kerma Inhutani III dengan China juga diteken, dan Inhutani III menyiapkan lahan 5.000 Ha. PLTBm 2x10MW dengan bahan baku chip kayu (140.000 ton) juga dibangun untuk menunjang daya listrik pabrik, sedangkan sisa daya listrik dijual ke PLN.
  • Indonesia meneken MoU dengan fihak Korsel guna memberikan peluang investasi biomassa basis kayu pada areal sekitar 200.000 Ha sebagai proyek percontohan di Indonesia. Salah satunya adalah di bawah bendera PT Solar Park Indonesia di Wonosobo Jateng, 2009..
  • DI (Dahlan Iskan) (via PT SDI, Sosiopreneur Demi Indonesia) mengajak siswa SMK membuat mesin pelet kayu (1 ton/jam) guna memanfaatkan penanaman kayu KM di 30 Propinsi (Kaltim, NTB, Riau, Lampung, Bengkulu, dll). PT SDI membangun mesin pelet kayu dan PLTBm, dan akan membeli KM dari penduduk. Motonya adalah masyarakat mendapat pekerjaan dan penghasilan (dari penyiapan pelet kayu, ternak sapi dan kambing, dan ternak lebah) sekaligus mendapatkan listrik. 
  • DI juga pernah berkunjung ke pabrik pelet kayu (2x350kg/j, bahan baku KM) Ds Rawa, Kec. Cingambul, Kab. Majalengka; ke pabrik tempe di Dukuh Semar, Cirebon, yang mencoba pelet kayu Kaliandra.
  • Beberapa contoh lokasi penanaman KM: 100ribu batang di lahan kritis di Wonogiri bekerjasama dengan Kementerian PDT; P Singkep (Kep Riau) (di tanah kritis bekas tambang timah); Kab. Gorontalo Utara (PT Citra Makmur kencana). 
  • Serbukkan bahan terlebih dahulu
  • letakkan dalam mesin pengering-putar guna menurunkan kadar airnya hingga mencapai 10%
  • Masukkan serbuk kering (yang telah dicampuri tepung tapioka; tak perlu untuk bagas, karena sudah mengandung gula) untuk dipres dan dipanaskan sekitar 180 oC ke dalam mesin pembuat pelet dengan hasil akhir pelet kayu berbentuk silindris berdiamater 6-10 mm, panjang 1-3 cm, dan kepadatan 650 kg/m3.
  • bungkus/pak, kirim ke fihak lain

Karakteristik produk BB pelet

Pelet batang
Bahan dasar pelet ini adalah, batang jagung, jerami gandum, jerami padi, kulit kacang tanah, tongkol jagung, ranting kapas, batang kedelai, gulma (rumput liar), ranting, dedaunan, serbuk gergaji, dan limbah tanaman lainnya. Setelah bahan baku diremukkan, lalu ditekan, dan dicetak, dibentuk menjadi bentuk pelet dengan memberikan tekanan antara roller dan dies pada bahan. Densitas bahan semula sekitar 130kg/m3, tetapi densitas pelet menaik hingga di atas 1100kg/m3, sehingga memudahkan untuk disimpan dan ditranspor, sekaligus kinerja bakarnya menaik.

Pelet Bagas
Bagas (ampas tebu) memiliki kandungan energi dan kualitas bakar tinggi. Prosedur produksinya: pembelian bahan mentah, pengeringan, peletisasi, dan pengepakan. Kualitas bahan tergantung kepada periode penanaman. Semua bahan dapat disimpan secara efisien pada waktunya, kemudian dikeringkan, dan dipeletisasi. Kandungan air pada tanaman tebu sekitar 20-25%. Pelet bagas memiliki nilai kalori tinggi 3.400-4.200 kKal (sebelum dipeletisasi hanya sekitar 1.825kKal, dan bila bagas mentah itu hanya dipanaskan menggunakan gas buang dari cerobong ketel, kadar air ampas turun 40%, dan nilai kalor menjadi 2305kKal).

Pelet Serbuk Gergaji
Jalur produksi pelet serbuk gergaji: pembelian bahan mentah, pengumpulan bahan, pengeringan, peletisasi dan pengepakan. Kandungan air serbuk gergaji sekitar 30-45% dan harga bahan mentah sekitar 21,05 - 24,29 USD/ton. Nilai kalorinya dapat mencapai 4.000 - 4.500 kKal.

Pelet Ranting
Jalur produksi pelet ranting: pembelian bahan mentah, peremukan, pengeringan, peletisasi dan pengepakan. Biaya bahan mentah ~16,19 USD/ton. Nilai kalori pelet ranting lebih rendah dari pelet serbuk gergaji. 





Pemanfaatan Pelet Bagas
 Pelet bagas adalah bioenergi yang baru. Ia dapat digunakan sebagai pemanas ruangan, kompor, boiler air panas dan industri, PLTBm, dan lainnya. Ia berfungsi sebagai pengganti kayu bakar, batubara, minyak bakar, dan LPG.

Potensi bagas di Indonesia adalah 30 ton/Ha/tahun. Sementara, areal lahan tebu (2014) seluas 447.000Ha [63,46% berada di Jawa, sisanya 36,54% berada di luar Jawa], maka potensi bagas total sekitar 13,41 juta ton/th, yang areal tanamnya menurun 6% dibandingkan th 2013, (470.198Ha). Oleh karena itu, guna memenuhi kebutuhan gula DN dan mengurangi impor raw sugar, maka Pemerintah menyiapkan lahan tebu tambahan sebanyak 500.000Ha di Sultra, P. Aru, dan Merauke, sekaligus membangun 10 pabrik gula baru DN. Di masa depan, akan ada tambahan bagas sekitar 15juta ton/tahun.
    Pemilihan Tapak dan Anggaran Biaya Pabrik Pelet Bagas
    Tapak pabrik bagas harus berada di lokasi bahan mentah yang melimpah, murah dan dekat bandar/pelabuhan guna mempermudah transportasi produk, sehingga biaya bahan mentah dan biaya lainnya (buruh, sewa gudang, biaya manajemen, dll) dapat dihemat serendah-rendahnya. Aspek legalitas bangunan dan ijin industri: TDI, SIUP, HO, IMB, dll yang terkait perlu disiapkan. Sertifikat untuk ekspor (SVLK) dan sertifikat produk (misalnya dari Sucofindo,dan SGS) juga disiapkan.

    Investasi awal pabrik pelet bagas sekitar 112.414 USD dengan kapasitas 1 ton/jam (kapasitas dapat dinaikkan hingga 6 ton/jam dengan menambah peralatan yang diperlukan). Investasi gedung pabrik sekitar 19.271 USD dengan luas lantai 6.000m2. Investasi modal awal peralatan sekitar 72.266 USD termasuk pengering 24.089 USD, stranding cage 1.927 USD, kabinet listrik 1.927 USD, mesin pelet (1 ton/jam) 25.695 USD, dll. Modal kerja sekitar 40.148 USD guna penyimpanan awal bahan mentah dan pra penjualan produk.

    Bila pasar dan operasi stabil, anda dapat menaikkan investasi. Pengering 24.089 USD dapat digunakan untuk 3 pabrik pelet, anda cukup menambah investasi di Stranding cage, mesin pelet, dan conveyor. Bila pabrik pelet lebih dari tiga, maka pengering perlu ditambah dan sebuah truk fork-lift diperlukan. Mesin pendingin perlu dipertimbangkan tergantung situasi produksi.

    Biaya & Analisis Laba Pelet Bagas
    Target bisnis: 500 ton/bulan (awal). Bila operasi normal, produksi bulanan dapat ditingkatkan hingga 1.500 ton atau 3.000 ton. Produk tahunan sekitar 30.000 ton.

    Contoh Estimasi Biaya dan Laba Pelet Bagas & Sebuk gergaji di Brazil

    ROI Pelet Bagas:
    • Harga bahan mentah bagas tebu: 19,45 USD/ton
    • Biaya transportasi: 3,24 USD/ton [biaya pengepakan dan biaya keluar]
    • Peremukan: 0
    • Beban listrik pengering: 1,39 USD/ton [7,5kV mesin listrik mengeringkan 0,7 ton/j]
    • Beban listrik peletisasi: 11,67 USD/ton [90kW mesin listrik pelet 1 ton/j]
    • Pengepakan: 5,19 USD/ton [25kg/karung; 0,13 USD/karung]
    • Buruh langsung: 8,10 USD/ton [1 alat untuk 8 pekerja, 11,34 USD untuk 1 pekerja dalam satu hari]
    • Biaya tapak: 5,33 USD/ton [19.434 USD untuk penggunaan 10 tahun]
    • Biaya alat: 3,25 USD/ton [alat 80.976 USD untuk 26 hari/bulan dalam 5 hari pakai]
    • Biaya perawatan: 4,86 USD/ton [biaya die / mata kempa yang aus]
    • Biaya TOTAL: 62,48 USD/ton
    Perhitungan Laba: Biaya total: 62,48 USD/ton; harga jual pelet di pabrik: 97,17 USD/ton; laba bersih untuk satu ton adalah 34,69 USD. Jika produksi bulanan 500 ton, laba bersih bulanan adalah 17.345 USD.

    Sementara, ROI Pelet Serbuk Gergaji:
    • Harga bahan mentah serbuk gergaji: 22,67 USD/ton
    • Biaya transportasi: 4,86 USD/ton [biaya pengepakan dan biaya keluar]
    • Peremukan: 0
    • Beban listrik pengering: 2,08 USD/ton [7,5kV mesin listrik mengeringkan 0,7 ton/j]
    • Beban listrik peletisasi: 15,16 USD/ton [90kW mesin listrik pelet 1 ton/j]
    • Pengepakan: 5,18 USD/ton [25kg/karung; 0,13 USD/karung]
    • Buruh langsung: 8,10 USD/ton [1 alat untuk 8 pekerja, 11,34 USD untuk 1 pekerja dalam satu hari]
    • Biaya tapak: 5,33 USD/ton [19.434 USD untuk penggunaan 10 tahun]
    • Biaya alat: 3,25 USD/ton [alat 80.976 USD untuk 26 hari/bulan dalam 5 hari pakai]
    • Biaya perawatan: 5,83 USD/ton [biaya die / mata kempa yang aus]
    • Biaya TOTAL: 72,46 USD/ton
    Perhitungan Laba: Biaya total: 72,46 USD/ton; harga jual pelet di pabrik: 137,65 USD/ton; laba bersih untuk satu ton adalah 65,19 USD. Jika produksi bulanan 500 ton, laba bersih bulanan adalah 32.595 USD.

    Limbah padat tebu lainnya yang berasal dari hasil saring nira pada rotary drum filter disebut blotong, dan bila dikeringkan dapat langsung digunakan sebagai bahan bakar di dapur untuk masak-memasak. Blotong umumnya digunakan untuk kompos.

    Pelet jerami padi/gandum/rumput/sejenisnya

    Berikut adalah contoh skema mesin alat pembuatan pelet dari jerami padi / gandum dengan kapasitas pelet 200-300 kg/jam. Mesin tersebut juga dapat memanfaatkan aneka bahan baku lainnya seperti kayu, ampas tebu, batang / kulit jagung / sorgum, kulit kacang, ampas jarak pagar, kulit kopi, tanaman cepat tumbuh, pelepah sawit (8,6ton/Ha, 3650kCal/kg) serbuk gergaji, potongan kertas, dan tatal kayu. Mesin terdiri atas, hammer mill, pellet mill, cooler, vibrated pellet separator yang dilengkapi dengan penangkap debu guna mencegah polusi debu. Seperti diketahui, jerami adalah benda yang halus dan sulit dipres. Oleh karena itu, mesin memerlukan pengumpanan screw conveyor yang khusus dirancang dengan tambahan hopper, sehingga pengguna dapat menambah serbuk gergaji dan potongan kertas guna meningkatkan kualitas pelet. Bila umpan terlalu basah, maka pengering ekstra perlu ditambahkan.

    Aneka jenis contoh mesin lain (diam, bergerak / dalam truk, mesin jinjing, besar dan kecil) banyak tersedia di pasaran LN [1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8]; DN [1, 2, 3] untuk membuat pelet dari aneka bahan baku biomassa.


    Perbandingan Pelet jerami (terhadap jerami padi) adalah: Kandungan air: 8-10% (15-30%); kadar abu 3% (15-20%); Nilai kalori: 18,5 MJ/kg (13,98 MJ/kg) atau 4422 kKal/kg (3341 kKal/kg). Pembakaran pelet jerami menghasilkan karbon netral yang dapat digunakan kembali pada pertumbuhan biomassa berikutnya.

    Pembuatan pelet jerami dapat menaikkan densitas curahnya, mengurangi biaya transpor, kandungan energi menaik (4422kKal/kg), kadar abu rendah (3%), dan abu pembakaran pelet jerami dapat digunakan sebagai pupuk mineral untuk pertumbuhan tanaman.


    Langkah-langkah pembuatan pelet jerami:
    1. Pemisahan jerami dari benda asing.
    2. Pelumatan jerami. Sebelum jerami dikirim ke pengumpan, Ia harus direduksi hingga berukuran seragam (<5mm) menggunakan hammer mill.
    3. Pengeringan jerami. Umumnya jerami dikeringkan di udara dengan kadar air 15%, sehingga pengeringan jerami tidak diperlukan. Akan tetapi, bila kadar air >15%, penggunaan pengering drum putar diperlukan.
    4. Peletisasi dalam mesin pelet. Setelah melalui proses pelumatan dan pengeringan, jerami diangkut ke mesin pelet jerami menggunakan ban berjalan (conveyor). Dengan bantuan tekanan antara die dan roller dalm mesin, pelet jerami ditekan keluar dan dipotong sesuai panjang yang diinginkan (6mm dan 8mm).
    5. Pendinginan pelet jerami. Guna mempertahankan kualitas pelet selama penyimpanan dan penanganan, keluaran pelet jerami yang bersuhu tinggi harus didinginkan di udara ke suhu kamar atau sedikit lebih tinggi menggunakan mesin pendingin udara lawan arah.
    Negara produsen beras (10 besar) yang berpotensi memanfaatkan mesin pelet jerami untuk mendaur-ulang energi dari jerami adalah Tiongkok, India, Indonesia, Bangladesh, Vietnam, Thailand, Filipina, Myanmar, Brazil, dan Jepang.

    Masa Depan Pelet kayu (kopel dengan PLTPk) 

    Harga Pelet Kayu di AS dan Kanada
    Pelet kayu mulai banyak diproduksi. Kemungkinan besar akan terjadi banjir pasokan di Dalam Negeri dan Luar Negeri yang dapat memerosotkan harga. Hal itu ditunjukkan dalam indeks pelet kayu versi Argus (Argus wood pellet index, US$/ton) di AS dan Kanada yang mewakili kondisi harga pelet kayu hingga waktu tertentu (lihat gambar samping). Importir dari LN mulai mengenakan sekatan mencari pelet kayu terbaik tetapi harga yang lebih murah. Oleh karena itu, sudah saatnya para pengusaha pelet kayu melengkapi usaha mereka dengan:
    1. Memasok pelet kayu ke PLTU batubara sebagai pengganti batubara (sebagian / seluruhnya) (meneken MoU dengan PLTU batubara).
    2. Membangun PLTU Pelet kayu (PLTPk; PLTBm = biomassa; contoh di Jepang) di DN / lokal di sekitar pabrik pelet kayu.
    3. Menanam pohon cepat panen, dapat tumbuh dan kualitas baik di lahan kritis / bekas tambang (timah, batubara, emas, zirkon, tembaga, nikel, dll) untuk bahan pelet kayu berkualitas, seperti kaliandra merah.
    Hal itu dimaksudkan guna menstabilkan harga pelet kayu sekaligus memproduksi listrik nasional dan membuka lapangan kerja baru yang diperlukan rakyat di sekitar pabrik pelet kayu, contoh:
    • PT Austral Byna membangun PLTPk 100MW (setiap 10MW memerlukan biaya Rp150miliar) di Mantuil Banjarmasin, Muara Teweh (Kab. Barito Utara) Kalteng, dan Kaltim.
    • PT EMI (Energy Management Indonesia) (BUMN via anak perusahaannya PT EBI) melakukan kerma dengan pemkab Purworejo guna membangun pabrik baru pelet kayu yang berasal dari kayu kaliandra merah dengan kapasitas 36.000 ton/tahun. Produksi itu untuk memenuhi permintaan pelet kayu DN (250 ton/hari) dan LN Jepang dan Korsel yang meningkat masing-masing 250 ton/hari (10.000 ton/bulan) via LOI. Potensi ini dapat pula dijadikan listrik oleh PT EMI  dengan membangun PLTPk sekitar 5-10MW (energi pelet kayu KM: 4.800kKal, bioarang ~7.500kKal) di Purworejo, Jawa Tengah (dengan luas pabrik 10 Ha). Limbah / abu pelet kayu masih dapat dibuat pupuk untuk restorasi lahan gambut yang amat luas di Indonesia (ke 4 dunia). Sementara, limbah PLTU batubara menjadi limbah B3, atau menjadi bahan pengganti semen yang bila dicampur dengan filler lumpur Lapindo dapat digunakan sebagai material pembuatan jalan raya.  Selanjutnya, PLTPk akan dikembangkan di beberapa lokasi di Indonesia. Bahan baku (KM) diperoleh dari masyarakat Wonosobo, Magelang, Kebumen, hingga Banyumas.
    • PT PLNE (Prima Layanan Nasional Enjinering) menandatangani kerma (MoU) dengan Kab, Morowali, Sulteng, membangun PLTBm 10MW (biaya Rp.30miliar dalam 2 tahun, FS 6 bulan) dengan bahan baku kaliandra merah yang tersebar luas di Morowali (200Ha).

    Ketika anda memproduksi pelet kayu, perhatikan pula hal-hal yang terkait dengan kesehatan dan keselamatan para pekerja
    • Bahaya debu pelet kayu di lokasi pabrik,
    • Bahaya keracunan gas CO di penyimpanan (silo, hopper) pelet kayu; dan  
    • Bahaya kebakaran di pabrik pelet kayu, pembangkit listrik, dll.

    Bila anda ingin membuka lahan, cacahlah limbah kayu yang tersedia kemudian dipres menjadi pelet kayu, sebagai tambahan penghasilan anda (sebagai bahan bakar PLTBm / PLTU batubara domestik, diekspor ke LN, bahan tungku rumah tangga, dll); bukan dengan cara membakar hutan yang akan menyebarkan asap ke seluruh penjuru dunia.




    Ditulis oleh: Fathurrachman Fagi
    ________________________________________________
    Bila anda meng-copy & paste tulisan ini di blog anda
    cobalah ikhlas menyebutkan link sumbernya
    http://energibarudanterbarukan.blogspot.co.id/2015/07/pelet-kayu-wood-pellet.html