Pages

Tuesday, May 26, 2015

MOTOR & SEPEDA LISTRIK

Motor Listrik (molis), Mobil Listrik (Moblis), dan Sepeda Listrik (selis) di masa depan harus mampu menjawab tantangan seperti ramah lingkungan, bebas (sedikit) perawatan, bebas ganti oli mesin / tune-up, suara nyaris senyap, harga ekonomis, bila mungkin tidak menggunakan BBM sama sekali, dan baterai yang dipakai dapat diisi-ulang berkali-kali dan berumur panjang. Akan tetapi, kelemahan molis/moblis & selis (terhadap motor bensin/bioetanol) perlu diantisipasi sebelum memilikinya, misalnya: umur baterai terbatas dan harganya cukup mahal (umumnya hanya 2th, harganya sekitar Rp.1-4,9juta); laju rendah (sekitar 28-40km/jam); jarak tempuh sekali cas baterai terbatas (40-60 km); waktu cas baterai cukup lama (sekitar 6-8 jam); desain tak secantik molis/moblis & selis asing; dan jaringan dealer dan bengkel resmi yang tersedia masih terbatas. Perusahaan molis/moblis & selis berusaha menekan kelemahan itu kepada konsumen di lapangan dengan menjelaskan kelebihan-kelebihan produk mereka.

Bila anda sudah faham kelebihan dan kelemahan molis/moblis & selis, maka anda dapat merakit sendiri atau membeli molis/moblis & selis di pasaran yang sesuai dengan selera anda. Anda dimohon berhati-hati bila ingin membeli secara online, karena banyak terjadi penipuan. Kemudian periksalah untuk molis/moblis apakah perlu menggunakan STNK & BPKB (biasanya bila kecepatannya >35km/j). Bila perlu, merek mana yang bersedia mengurus STNK dan BPKB.

Dinamo pengisi baterai atau sumber listrik lain seperti sel surya (PLTS), sel tunam (PLTST), PLTMn, Balaruna (versi Kang Dicky), kayuhan/gowesan pedal yang dihubungkan ke dinamo, sistem pengereman molis/moblis & selis, dll. dalam sistem pengisian baterai sebaiknya ditambahkan, agar waktu cas baterai lebih pendek dan jarak tempuh molis/moblis & selis dapat lebih jauh. TE Novanda (TM UN Malang, 2008) telah melakukan uji-coba penyisipan dinamo pengisi baterai yang dipasang pada roda, sehingga putaran roda dapat menghasilkan arus listrik sekaligus mengisi baterai. Hasil uji-coba menunjukkan bahwa tegangan / daya listrik yang dihasilkan / lama pengisian pada laju tertentu adalah: 20V / 80W / 5jam (5km/j); 30V / 120W / 3,3jam (12km/j); 38V / 152W / 2,6jam (19km/j). Hal itu terbukti bahwa makin cepat kendaraan, pengisian baterai makin besar, dan waktu cas baterai lebih cepat.

Bagi anda yang masih sayang kepada motor bensin lalu tertarik ingin mengubahnya menjadi motor hibrid tanpa mengubah tampilan pabrik, maka PT Retrofit Indonesia bersedia membantu dengan cara menambahkan komponen molis seperti motor (pada roda depan), controller, handle, aki/baterai, layar kendali, dll (biaya ~Rp.3,5juta). Bila ingin merakit sendiri, lihatlah rakitan siswa SMKN 1 Seyegan, Sleman, Yogyakarta, atau rakitan mahasiswa UI, Depok, atau mahasiswa D3 T. Mesin ITS, Surabaya. Perhatikan pula kerapihan koneksi kabel guna menghindari bahaya konsleting listrik selama di parkir (dan pengisian baterai) yang dapat menyebabkan kebakaran.

Contoh Molis (baterai) Karya Anak Bangsa

Pemanfaatan teknologi baterai penggerak roda belakang pada sebuah produk purwarupa molis (EM-SMK) roda dua (dua penumpang) dilakukan oleh siswa SMKN I Tirtajaya, Karawang, Jabar yang dilengkapi dengan satu dinamo yang disambungkan ke roda via V-belt. Dinamo tsb menghasilkan tegangan 50 volt, sekaligus mengisi baterai, sehingga purwarupa molis ini tidak perlu dicas ke listrik PLN. Molis tsb mampu bergerak hingga 40-50 km/j, dengan jelajah tak terbatas. Purwarupa itu menghabiskan dana Rp.16 juta. Molis ini di masa depan perlu diproduksi massal untuk rakyat di pedesaan terutama daerah yang tak terjangkau jaringan listrik PLN.


Purwarupa motor gede listrik (mogelis) sport roda dua (dua penumpang) buatan SB Nugraha (Banjarsari, Solo) (bodi dan mesin motor didesain sendiri) menggunakan empat aki (100A) sebagai penggerak molis dengan laju maksimum 60 km/j (dapat diubah ke 120 km/j). Motor menggerakkan roda belakang via roda gigi dan rantai. Aki dicas selama 3-6 jam untuk jarak sekitar 100 km. Ada kipas pendingin, 3 relay perpindahan voltase 24V, 36V, dan 48 V, sehingga kecepatan dapat naik 20km/j per 12V. Mogelis dilengkapi sekring via MCB, guna menghindari konslet.


Purwarupa molis roda dua (dua penumpang) jenis mopet, berdaya setara motor bensin 30cc, EROS, dibuat oleh RC Susanto (Ubaya), dengan jarak tempuh hanya 15 km (sekali cas), berkecepatan 35-40 km/j. Kerangka, peleg, dan beberapa bagian bodi dibuat sendiri, sisanya (motor, baterai 36V, controller, dll) dibeli/impor dari Tiongkok. Bila voltase baterai dinaikkan, daya jelajah akan bertambah.


Molis besar Harley Electric roda dua (1 penumpang,) yang mirip motor Harley Davidson memiliki 4 baterai kering (12V/65Ah, impor dari Tiongkok, Rp.13,5juta) yang berkapasitas 7HP, setara 5kW atau setara motor bensin 115 cc. Molis ini melaju 70 km/j dengan jelajah 100km (sekali cas di kampus UNS Kentingan, Solo selama 6 jam) dibuat oleh mahasiswa D3 T. Mesin UNS, Solo, Jateng. Indikator baterai dipasang via nyala lampu (merah, kuning, hijau) di kemudi motor. Perbaikan masih diperlukan.


Purwarupa moblis (molis) balap (tim: Apatte 62) Aristo, roda 3 (2 depan 1 belakang) (1 penumpang) dibuat oleh mahasiswa F. Teknik UB, Malang. Rangka terbuat dari paduan logam Aluminium, dan bodi terbuat dari serat karbon / poliuretan. Ia dilengkapi motor listrik BLDC 48V / 800W, dan 4 baterai (48V 20Ah), sehingga mampu melaju ~47km/j.  


Moblis Bambu, TEDC Bandung
Molis/moblis roda 3 (2 depan 1 belakang) (1 penumpang) dengan rangka & bodi terbuat dari bambu dirakit oleh mahasiswa jurusan Otomotif Politeknik TEDC Bandung (Cimahi) melaju 40km/j dengan baterai Li 38,5V/4,8 Ah, daya listrik 1kWh untuk jelajah 200km (sekali cas 2 jam) yang juga dapat dikendalikan dengan remote control. Purwarupa yang telah dibuat: Cimahi-1, Cimahi-2, dan Cimahi-3 (Gelsolin).


Estungkara 2.0 UNS, Solo
Tim otomotif Bengawan mahasiswa D3 T. Mesin UNS mendesain dan membuat purwarupa moblis roda 3 (2 belakang 1 depan) (1 penumpang) Estungkara 2.0 dengan spek: bodi serat karbon dengan bobot 40kg, baterai Li 20Ah (yang dapat bertahan hingga 3 jam) dengan jelajah 150km/kWh yang kemungkinan masih dapat ditingkatkan lagi di masa depan. Spek motor, dan kecepatan molis tidak tersedia.

Arjuna, FMIPA UGM
Moblis (molis) roda empat (satu penumpang) ARJUNA buatan T. Mesin, T. Industri (F.Teknik) dan Elins (FMIPA) UGM mampu melaju 60 km/j (maks) (10km dalam 12menit 32detik, juara 1 kategori Uji kecepatan, KMLI-VI, Bandung, Nov 2014). Ia menggunakan 2 motor BLDC 48V/45Ah; 1 kW dengan 2 controller. Sumber tenaga berasal dari 4 aki (@12V, 45Ah) yang dirangkai seri. Adu balap mobil juga diadakan di berbagai tempat termasuk di UGM (2013).


TITEN-G-VI, Univ. Jember, 2014
Moblis (molis) roda 4 (1 penumpang) TITEN-G-VI (F.Teknik, Univ. Jember) dengan bobot 51 kg memenangkan Juara Umum (Juara 1 kategori uji percepatan dan uji efisiensi, juara 2 perlambatan) KMLI-VI, Bandung, Nov 2014. Spek daya motor berjenis BLDC dengan kapasitas 2x800W, baterai Lead acid 48V/35Ah.
TITEN-G-V, Univ. Jember, 2013
Titen-G-VI mampu melaju 55 km/j (jarak sepuluh km ditempuh dalam 17 menit 30 detik) dengan energi hanya 204,48Wh. Sebelumnya, (TITEN G-V), roda empat (satu penumpang) bobot 143 kg, melaju ~ 55km/j sejauh 60 km (aki penuh, 48V/35Ah, power motor 1kW) juga menyabet gelar juara umum (juara 1 untuk kategori percepatan + pelambatan; Juara 2 untuk kategori kecepatan + efisiensi, dalam KMLI-V, Bandung, Nov 2013).


Batu Satam & Tarsius X4
Moblis (molis) roda 4 (1 penumpang) batu SATAM, dan Mentilen / TARSIUS X4 dirakit oleh mahasiswa F. Teknik (T. Mesin) UBB (Univ. Bangka Belitung) yang diikut-sertakan dalam  KMLI VI, POLBAN, Bandung, Nov 2014. Spek teknis motor dan baterai tidak dijelaskan.


Speeder Inelca, STTNas, 2014
STTNas Yogyakarta (tim El-Mechanizer) meluncur- kan moblis (molis) roda 4 (satu penumpang) varian Speeder Inelca pada KMLI VI, POLBAN (Politeknik Negeri Bandung), Bandung, Nov 2014, dan berhasil menjadi Juara satu kategori Uji Daya Tanjak.  Persyaratan moblis dalam lomba: tegangan baterai maks 48V, kapasitas maks 2,2kWh, daya motor maks 2kW.


Car-Toee-10, STTNas, 2013
Tahun 2013, STTNas meluncurkan moblis (molis) roda 4 (1 penumpang) varian CAR-TOEE-10 pada KMLI-V, POLBAN, Okt 2013, dan berhasil menjadi Juara 2 kategori uji tanjakan, dan Juara 2 kategori kecepatan. Spek teknis (motor & baterai) belum dijelaskan (syarat: V baterai maks 48V, kapasitas maks 2,2kWh, daya motor maks 2kW).


All New Speeder II, 2012
Tahun 2012, STTNas meluncurkan moblis roda 4 (1 penumpang) varian All New Speeder II, pada KMLI-IV, POLBAN, Bandung, Nov 2012, dan berhasil menyabet juara Umum III (Juara satu kategori Efisiensi Serapan Energi Listrik). Tidak ada spek motor & baterai (syarat: V baterai maks 48V, kapasitas maks 2,2kWh, daya motor maks 2kW).
Speeder II Revolution, STTNas, 2011
Tahun 2011, STTNas meluncurkan molis roda 4 (satu penumpang) varian Speeder 2 REVOLUTION pada KMLI-III, POLBAN, Bandung, Okt 2011, dan berhasil menjadi juara umum III. Tidak ada spek motor & baterai (syarat: V baterai maks 48V, kapasitas maks 2,2kWh, daya motor maks 2kW).
 
STTNas, Yogya, 2010
STTNas meluncurkan moblis (molis) roda 4 (1 penumpang) pada KLMN-II, POLBAN, Bandung, Nov 2010, dan berhasil memperoleh juara 2 kategori uji kecepatan dan juara 2 kategori uji Efisiensi. Spek teknis motor & baterai tidak dijelaskan (syarat: V baterai maks 48V, kapasitas maks 2,2kWh, daya motor maks 2kW).


MANDALIKA-EV
Moblis (molis) roda empat (satu penumpang) diluncurkan oleh mahasiswa F. Teknik (T. Mesin) UNRAM varian MANDALIKA-EV, menyabet Juara dua kategori uji perlambatan pada KMLI V, POLBAN, Bandung, Nov 2013. Sementara, pada KMLI VI, POLBAN, Bandung, Nov 2014, MANDALIKA-EV menyabet Juara Umum II ( Juara tiga uji dampak, Juara dua uji percepatan). Spek teknis motor & baterai tidak dijelaskan (syarat: V baterai maks 48V, kapasitas maks 2,2kWh, daya motor maks 2kW).


FECAR, UNY 2012
Tim UNY Yogyakarta (2012) meluncurkan moblis (molis) roda 4 (1 penumpang) FECAR (FE-MAX Electric Car), bobot 189 kg, berpenggerak 4 motor BLDC 2kW, speed controller >2kW,  laju maks 60km/j ditempuh dalam waktu 6-7 detik. Tim ini memenangkan juara umum pada KMLI-IV, POLBAN, Bandung, Nov 2012. Spek teknis baterai dll. tidak dijelaskan (syarat: V baterai maks 48V, kapasitas maks 2,2kWh, daya motor maks 2kW).

Bogi Power Car, UNY 2010/2011
Tahun 2010 & 2011 purwarupa Bogi Power Car (karya Tim moblis F. Tekink & MIPA UNY) yang mirip gokart satu penumpang, sukses menjadi juara umum di berbagai kompetisi (IEVC, 2010, KMLI 2010/2011). Ia terbuat dari barang bekas (rantai, velg, roda gigi) dan mengusung 4 motor dc brushless dengan daya 2kW (12HP) (setara motor bensin 125cc). Ia melaju hingga 80km/j, aki 48V/40Ah (4 aki kering mobil, waktu cas 4jam) untuk jelajah 50km. Dimensi: P = 1,8m, L = 1,28m, T = 1,2m; Berat 184kg.

NAGA GENI
Moblis (molis) roda empat (2 penumpang) NAGA GENI adalah bagian program riset Dept. Ristek Himpunan Mahasiswa D3 T. Mesin ITS Surabaya (2012). Ia melaju maks 45km/j sejauh 85km (sekali cas 3 jam). Tahap selanjutnya, teknologi KERS diterapkan pada molis ini. Spek teknis (Motor & Baterai) tidak ada.


Force UNISI
Moblis (molis) roda empat (satu penumpang) FTI UII Yogya yang disebut Force Unisi, adalah molis yang dilengkapi dengan sistem kontrol buatan sendiri. Ia memiliki baterai GS-NS60 12V/45Ah yang dilengkapi panel instrumen sensor gadget (Galaxy TAB) bersistem operasi android (versi Jelly Bean) yang diletakkan di tengah bilah kemudi. Tujuannya untuk 1) instrument display & monitoring, dan 2) parameter input.
Contohnya: mencatat speedometer, indikator baterai, meter RPM, GPS, stopwatch, odometer, tombol lampu depan / belakang & lampu sein, dan fitur lainnya. Penggerak roda belakang: 2 unit motor BLDC @ 1kW. Molis ini masih perlu diteruskan pengembangannya, agar dapat bergerak dengan cepat, karena laju dan jelajahnya belum diketahui pasti.

Moblis roda empat (1 penumpang) dibuat oleh mahasiswa F. Teknik (T. Mesin) UMY Yogya yang diberi nama KHAD (KH Ahmad Dahlan, tokoh pendiri Muhammadiyah). Daya motor 1,6kW, laju ~50km/j. Ia menggunakan 4 baterai 48V, (2 besar 55Ah, 2 kecil 35Ah) berfungsi hingga 5 jam. Bobot 120 kg. Komponen moblis terbuat dari barang bekas, sedangkan yang baru: ban, aki/baterai dan rem (biaya pembuatan Rp.19 juta).
 

Molis niaga / angkut serbaguna rakitan Pusdatek F. Teknik UNY (Univ Negeri Yogyakarta) roda tiga (satu depan dua belakang) (1 penumpang + bak barang berdimensi 100x90 cm, tinggi 30 cm) diluncurkan Maret 2015 sebagai sarana transportasi. Ia mampu mengangkut beban ~500kg dengan laju 60km/j dari 4 baterai 48V/32Ah sejauh 60km (sekali cas 3-4 jam). Ia dapat maju/mundur layaknya mobil, dan belum diproduksi massal sehingga harga masih ~Rp.25-30juta. Perbaikan masih terus dilakukan.

Contoh Gokart Listrik

Gokart karya SMK Laniang
Gokart listrik roda empat memerlukan aki (timbal-asam) mobil, dan dapat pula berupa ion Li (lebih mahal, tetapi melaju lebih cepat) yang dapat bergerak dalam ruang tertutup (tanpa emisi). Ada pula gokart yang roda tiga. Ia dapat melaju hingga 80km/j dengan daya 20HP. Cara merakit gokart (BBM) ada disini. Berikut cara membuat gokart listrik [1, 2]. Mesin BBM diganti mesin listrik (pasang motor, baterai, controller, kabel, dll) (Lihat pula paragraf "Contoh Gokart listrik Buatan Sendiri (LN)").

Siswa-siswa SMK Laniang, Kompleks BTP, Kec. Tamalarena, Makassar, Sumsel, merakit gokart listrik. Spek teknis motor dan baterai tidak dijelaskan. 

Fabrikan lokal gokart listrik belum diketahui, tetapi banyak fabrikan gokart BBM (motor bakar) hadir di Indonesia.

Contoh Molis buatan pabrik

Merak, SELIS, Indonesia
Molis merek SELIS buatan Indonesia roda dua (dua penumpang) berpenampilan sporty dijual sekitar Rp.18juta (tipe Merak & Jalak). Motor: 1000 W, Baterai 70V, 12A, jarak tempuh 60 km, berat maks 200 kg, laju maks 70-90 km/j. waktu cas baterai sekitar 4-6 jam (dicolokkan ke listrik PLN di mana saja). Molis ini memerlukan STNK & BPKB, dan pengguna diminta memeriksa dahulu ke instansi terkait apakah STNK & BPKB dapat diterbitkan untuk molis ini. 


Molis asing mulai membanjir masuk ke Indonesia (2015). Skuter listrik, VMOTO, berteknologi e-max (Eropa) dan rekayasa Jerman, (kini memproduksi 2 merek, vmoto & emax, laju 90 km/j, jarak tempuh 120 km) diproduksi di Li Shui, Nan Jing, Tiongkok, sekitar 300.000 unit/tahun (brand dari Australia). Harga Rp 18-30 juta tergantung tipenya. Ia dipasarkan di Indonesia oleh PT Garansindo Technologies. Varian e-max berupa 1) seri City: 80S, 80L; 2) seri V: 90S, 110S, 110L, 120L, 120LD, 120LD+; 3) seri VX: 110L, 110S. Varian vmoto: 1) Retro; 2) Vmoto1; 3) V5.

Molis asing Emoto (buatan Tiongkok) molis pertama di Indonesia hingga tahun 2014 masih bertahan dengan varian Xenos, Renza, Spirit, Titan, VIP dan Sonia yang sanggup lari ~80 km/j. Daya motor hub 350W, baterai 48V 24Ah, waktu cas 8 jam, jarak tempuh 45 km untuk pemakaian 2 jam. Ia telah berplat-nomor (STNK & BPKB) dan pajaknya disetarakan dengan motor bensin 8cc (Rp.60ribu). Harga ~Rp.8juta/unit).


Zero SR
Molis besar asing buatan AS (produsen: Zero Motorcycles) jenis premium masuk ke Indonesia (Mei 2015) yang diimpor oleh PT Garansindo Technologies (sebagai distributor) dengan merek ZERO dengan varian Zero SR (12,5kWh, Rp. 290 juta+, off the road), Zero DS (9,4kWh, 230juta+), Zero DS Police, Zero S (9,4kWh, Rp.230juta+), Zero FX (2,8kWh, Rp.175juta+) dan Zero FX military & Police. Zero mengaspal di Indonesia th 2015. Varian tertinggi Zero SR berupa molis sport berdaya 67TK dan torsi 144Nm, akselerasi 0-100km/j hanya ditempuh dalam 3,3 detik, mampu jelajah 298 km. Molis tsb menggunakan baterai berbasis ion Li dengan kemampuan prima hingga 500.000km. Kisaran harga di Indonesia (untuk seluruh varian) adalah Rp.170-300 juta (belum termasuk biaya balik nama). Sementara varian Zero DSP dipakai oleh kepolisian di LA, AS (kecepatan maks 158 km/j). Bila` anda tertarik memilikinya, siapkan tanda jadi Rp.5juta dengan garansi 5 tahun (160.000km).


Honda RC-E
Molis Honda menampilkan 3 varian utamanya, yaitu 1) motor balap Honda RC-E (tampangnya mirip motor balap /  sport, daya setara motor bensin 250cc); 2) Honda EV CUB (desain agak jadul, mirip bebek lawas C-70 50 th silam, dayanya setara motor bensin kap. 100cc); dan 3) Honda EVE-NEO (seperti skuter, 2,8 kW/daya setara motor bensin kap. 50cc), kecepatan 30 km/j, baterai ion lithium, tegangan 72V, 12,6Ah, torsi 4 Hp dan 11 Nm, daya jelajah 34 km. Isi-ulang baterai 1/2jam, yang cocok untuk kendaraan rumahan, usaha jasa, makanan cepat saji, dan surat kabar.

Kapal Listrik DN (baterai)


Purwarupa Kapal Laut bertenaga listrik dari baterai buatan dalam negeri dikembangkan oleh PT TDL (Terang Dunia Lestari). Spek baterai: 220Vdc/7A (4 buah); motor listrik berdaya 6HP (2 buah) jenis tempel; Controller (2 buah). Kapal berukuran panjang 5m, lebar 2,5m, bobot 500kg + awak kapal 5 orang. Laju kapal 3-7 knot (5,56-13 km/j). Kapal tsb sedang diuji-coba dengan jarak 1 mil dari P. Putri Timur menuju P. Putri Barat (di Kep. Seribu).
  
Sementara, PT TDL juga membuat kapal/perahu listrik sungai dengan baterai 220Vdc (efisien daya listriknya). Baterai dicas dengan charger standar selama 5 jam, dan charger khusus sekitar 1/2 jam saja). Kelengkapan lainnya: Motor listrik AC 3 phase 5HP; dan  controller; (semua produk buatan PT TDL sendiri, TKDN ~100%). Ia dapat melaju ~ 9 knot (28% tenaga dari motor listrik, yang dapat melaju selama 1 jam 10 menit), dan dapat bergerak maju/mundur (diuji-coba di Marunda, Tanjung Priuk, Jakut, di sungai Banjir Kanal Timur, 6km dari laut lepas). Bobot: kapal berbahan fiber 150kg, motor 40 kg, baterai 50kg, awak kapal 5 orang 250kg; jadi berat total ~500kg.

Mahasiswa T. Mesin UMS (Univ. Muhammadiyah Surakarta) merancang purwarupa perahu listrik wisata hibrida dengan memanfaatkan tenaga angin dan tenaga listrik dari baterai. Prinsip dasar perahu hibrida itu adalah kincir angin bersumbu vertikal menggerakkan altenator untuk menghasilkan daya listrik yang disimpan dalam aki 12V (menjadi penuh sekitar 3,5 jam). Daya listrik akan menggerakkan motor 2HP, sehingga perahu berukuran 5m dengan 2 awak dapat melaju ~ 4 knot dengan jarak tempuh 3 kilometer.

Uji-coba perahu listrik dengan spek: motor listrik 12Vdc, 7HP; baterai lead acid 120Ah/12V; laju ~7 knot; bobot mesin 15kg + awak 2 orang maks 200kg; gear box terkopel ke diferensial 1:10; juga telah dilakukan di Danau Grati, Pasuruan (2010); kemudian di telaga Ngipik, Gresik (Nov 2010).

Molis Sel Tunam (Fuel Cell)


Purwarupa sepeda motor sel tunam (PEMFC) buatan BPPT diaplikasikan ke molis yang telah ada di Indonesia dengan cara mengganti baterainya dengan sel tunam yang ternyata 28 liter gas H2 mampu menghasilkan listrik 500 W, dan menggerakkan motor dengan kecepatan hingga 60 km/j. Tabung metal hydride H2 dengan tinggi 20 cm diameter 10 cm mampu memampatkan gas H2 hingga 740 liter. Molis jenis ini belum diproduksi massal.

Penggunaan 2 sumber listrik berupa gabungan antara baterai penggerak roda (depan/belakang atau tengah) dan sel tunam (sebagai pengisi baterai) perlu difikirkan di masa depan. Gabungan 2 sumber listrik itu dilakukan oleh molis asing Hero iON.

Molis Tenaga Surya 

Tambahan energi listrik pengisi aki dari sel surya selain listrik dari PLN juga telah dilakukan.

Dua mahasiswa Teknik Elektro Untag (Univ 17 Agustus) Surabaya (R Wicaksono & SY Permana) merakit molis beratap sel surya (100Wp) (yang mereka sebut TETA-1) yang arus listriknya disimpan dalam 3 aki (@ 12 V 7,2Ah). Daya motor dc 250W 36V. Jarak tempuh hanya 8 km (karena kapasitas simpan aki yang rendah). Bila strum aki menurun, molis dibiarkan di bawah terik matahari 2,5 jam.

Molis roda-tiga beratap sel surya (Cakra Hybrid) dirakit oleh siswa SMK PGRI 2 Ponorogo, Jatim. Presiden SBY, Menristek, dan Gubernur Jatim sempat mencobanya. Daya listrik pengisi aki berasal dari 2 sumber, listrik PLN dan sel surya. Kecepatannya ~ 40 km/j bila 3 baterai (@12 V) terisi penuh, daya motor 500W 28A (diletakkan di roda depan). Ukuran roda 17", suspensi berupa spiral & shock absorber, disertai lampu sein dan lampu depan. Anak bangsa perlu terus meningkatkan kreativitasnya agar desain teknologi kreatif yang dihasilkan makin menarik.

Bandingkanlah becak karya anak bangsa di atas dengan becak buatan Jepang, Meguru (gambar samping). Sisipan nuansa khas kipas Jepang (kipas terbuat dari bubur kayu Jepang / washi & lantai terbuat dari bambu) mampu mempercantik becak elektrik ini. Lampu sein & depan juga disematkan, sehingga menimbulkan kesan klasik dan modern. Daya penggerak hanya berasal dari baterai ion Li (atapnya belum dilengkapi sel surya). Bila baterai terisi penuh, ia mampu bergerak hingga 40 km (V ~ 40 km/jam).

Becak Wisata Tenaga Surya atau disingkat "Beta Gaya" yang menyerupai becak cinta dirakit oleh siswa semua kejuruan di SMKN 2 Lamongan, Jatim, dengan dana Rp.20 jutaan. Sumber listrik selain PLN juga berasal dari 4 panel surya (@ 12V/10A) yang tersimpan dalam 4 aki (@ 12V/10Ah), kemudian daya dari aki menggerakkan 2 motor listrik (@ 500W) sehingga dapat melaju ~50 km/j. Becak roda empat yang dilengkapi GPS dapat dimuati 4 orang, dan bergerak sejauh ~80km. Bila sinar MH cukup, jarak tempuh akan bertambah.


Molis roda tiga beratap sel surya (2 depan, 1 belakang, untuk 1 penumpang) rakitan 15 siswa Madrasah Aliyah MA) Fatwa Alim Tulung, Kec. Saradan, Madiun (2014), yang mereka sebut Mobil Jangkrik 01 melaju ~50 km/j yang bertahan 1-1,5 jam sesuai cerahnya matahari. Dana yang dikeluarkan sekitar Rp.15juta (termasuk uji-coba). Jangkrik 01 berpenggerak motor roda belakang. Arus listrik dari sel surya 100W disimpan dalam 4 aki (@12V) 48V 20A via BCL (Battery Control Regulator) yang diteruskan ke motor. Daya lsitrik dari PLN dapat pula mencas baterai.

Motor listrik roda empat go green, buatan 39 mahasiswa Politeknik Jember, Comet-1, didesain seperti mobil ruang angkasa beratap sel surya (listrik disimpan dalam aki) dan rangka+bodi terbuat dari bahan bekas & daur ulang. Daya motornya 250W, melaju 40 km/jam selama 2-3 jam, sedangkan roda diambil dari sepeda rusak. Biaya yang telah dihabiskan sekitar Rp. 10 juta. Motor roda empat ini masih akan disempurnakan di masa depan dengan sebutan Comet-2.

Siswa SMK Muhammadiyah 1 Padang, Sumbar merakit Sepeda Motor Internet Tenaga Surya (SMONET TSU) (2014). Rakitan yang diklaim pertama di Indonesia itu digunakan umtuk mengakses internet bagi mereka yang berada di daerah/pelosok yang belum dialiri listrik. Bak belakang Sepeda motor roda tiga (bensin) dapat mengakomodasikan 5 komputer yang UPS-nya memperoleh listrik dari sel surya. UPS terangkai dengan server internet via Wi-Fi.

Molis HIBRID (bensin+baterai)

Bila anda masih sayang dengan motor bensin anda dan ingin menghibridkannya dengan motor listrik, maka uraian berikut mungkin berguna. Sekitar 86,3 juta motor bensin (2013) di Indonesia dapat dihibridkan.
 
PT Retrofit Indonesia (2012) (PT BMMR) merakit motor bensin roda dua dengan tambahan molis dengan cara menempatkan brushless hub 500W (molis pelan, bila ingin cepat ganti 1000W) pada penggerak roda depan (pelek diganti dari 14" menjadi 16", atau ganti pelek racing dengan ukuran sama, rem cakram depan dimodifikasi, dan tuas/choke dipasang yang digerakkan oleh jempol untuk menyalakan molis) agar tidak mengganggu mekanisme bawaan motor bensin. Dalam keadaan berjalan molis dapat di-off, lalu tekan tombol stater, motor bensin menyala. Ketika daya 4 baterai / aki 12V (48V) habis (selama 2 jam, melaju ~30-50 km/j), otomatis motor bensin akan menyala (autocharging, gerakan roda menggerakkan dinamo yang mengisi baterai). Isi-ulang baterai ~1,5 jam (via PLN). Baterai diletakkan di keranjang belakang (disembunyikan dimana saja sesuai kondisi motor bensin). Biaya tambahan ditaksir sekitar Rp. 3,5 juta (termasuk baterai). Pemasaran utama retrofit ditujukan kepada koperasi SMK.


Molis bermesin (Lisin) Honda Supra (2008) (bensin+Baterai) roda dua dirakit oleh SMKN 1 Seyegan Sleman, Yogyakarta (2012) dengan penampilan rapi. Molis didukung oleh 4 baterai 12V (4x12V), melaju ~30-40 km/j, sedangkan bila diubah ke mesin bensin melaju sesuai dengan standar motor bensin. Saat baterai habis, maka sistem secara otomatis menyalakan motor bensin dan gerakan roda mengaktifkan dinamo dan menimbulkan arus listrik yang mengisi baterai hingga penuh.

Sepeda motor hibrid Honda Supra 125 cc (bensin + Baterai) dua roda dirakit pula oleh mahasiswa UI, Depok (2012), daya motor 48V / 700W, 4 baterai (@12V/26Ah) disambung seri. Garpu depan dimodifikasi agar dapat mengakomodasi motor penggerak roda depan, kecepatan ~35 km/j dengan jelajah baterai 50 km. Di masa depan motor akan diganti berdaya 1000W agar start motor bergerak lebih cepat.

Sepeda Motor Hibrid dirakit oleh mahasiswa D3 T. Mesin ITS (bensin+baterai). Pada laju tertentu, ia menggunakan energi listrik. Bila laju di bawah yang ditentukan, maka otomatis menyalakan motor bensin. Selain itu, motor hibrid telah menggunakan teknologi KERS (Kinetic Energy Recovery Systems) pada sistem pengereman roda belakang.


Molis hibrid (bensin+baterai) empat roda (mesin Yamaha Mio) dirakit oleh mahasiswa UI, Depok (DW Utama). Pengalihan sistem dilakukan oleh micro controller. Daya listrik menggerakkan motor diperoleh dari: 1) 2 roda belakang dipasang motor; 2) alternator yang digerakkan oleh as motor bensin via belt. ke dua sumber listrik masuk dan tersimpan dalam empat aki 12V yang diseri menjadi 48V hingga menghasilkan 35Ah. Kecepatan diset <40 km/j. Jelajah ditentukan oleh kapasitas aki dan BB dalam tangki motor.

Konversi Total Motor bensin >> Motor Listrik
  • Motor bensin tua & rusak (Honda Astrea Legenda 2001) dirombak dan difungsikan kembali oleh 5 siswa SMK Raksana-1, Medan (2010) dengan cara membuang tangki bensin dll., kemudian menyisipkan panel surya dan 4 aki dc (@12V) beserta kabel yang diperlukan. Aki dan dinamo mengapit roda bagian belakang. Molis itu melaju 40km/j (dimuati 2 orang) dengan pengecasan aki selama 1 jam sejauh 60 km.
  • Enam mahasiswa D3 T. Mesin UNS merombak motor bensin Honda menjadi molis (Gen.II), berbaterai ion-Li buatan Fakultas. Ia melaju 70 km/j. Cas baterai 1/2 jam.

MOBIL LISTRIK DALAM NEGERI

Feb 2015 lalu, Presiden Jokowi menyaksikan penekenan kerjasama studi kelayakan pengembangan mobil ASEAN (tidak jelas, apakah mobil bensin atau listrik) antara perusahaan asal Indonesia PT ACL/ACE dan perusahaan asal Malaysia, Proton Holdings Berhad (B to B). Rakyat Indonesia sontak tergugah dan teringat kembali pengembangan Mobil Listrik Nasional (Molina) sejak 2007/2008 hingga kini. Apalagi, Menristekdikti menegaskan bahwa pengembangan mobil nasional (2015) harus berupa teknologi mobil listrik (bukan mobil BBM/gas/lainnya), karena Indonesia akan sulit menandingi negara lain seperti Jepang dan Korea bila mengembangkan mobil BBM.


Selo & Gendhis
Di sisi lain, masyarakat pengguna dan pembuat moblis masih memerlukan keseriusan pemerintah terhadap pengembangan moblis. Hal itu dibuktikan pada ajang IIMS 2014 lalu di Jakarta terutama di sudut pameran moblis Indonesia yang ternyata sepi pengunjung. Minimnya infrastruktur, sosialisasi, dan kebijakan pemerintah di bidang moblis dituding menghambat ketertarikan pengunjung moblis buatan Indonesia. Moblis yang dipamerkan Indonesia saat itu adalah SELO (mirip Lamborghini, daya 130 kW setara 182 HP, laju maks 220 km/jam) dan GENDHIS (mirip Toyota Velfire, laju maks 150 km/jam) produksi bengkel KKM yang siap dijual bila sukses melewati tahap uji tipe dan tahap uji-coba.

Sebenarnya, moblis sudah lama dikembangkan oleh anak bangsa dan Indonesia dianggap tidak tertinggal dengan negara lain terutama di negara Asia Tenggara. Buktinya, produk-produk moblis dari berbagai perguruan tinggi, pengusaha, SMK Negeri dan Swasta, dan pribadi telah muncul di berbagai kesempatan. Di sisi lain, Agustus 2014 lalu, mantan Menteri P&K (M Nuh) meneken kerma dengan 5 Perguruan Tinggi (UI, UNS, UGM, ITB, ITS) guna mengembangkan Molina, dengan target memproduksi masal 10.000 unit pada th 2018 dengan dana dari LPDP Rp.24 triliun. Saat itu, Pemerintah siap mengucurkan dana Rp 76 miliar untuk masing-masing Institusi. Konsistensi itu perlu ditelusuri kembali dalam era pemerintah baru (2014-2019).


Tesla model S
Di lain fihak, pemain asing jeli melihat 1) pasar moblis di Asia Tenggara terutama Indonesia yang menggiurkan, dan 2) kelambanan pengembangan moblis produk DN. Salah satu pemain dan produk asing itu adalah Tesla (model S) asal AS (2012 telah beredar di pasar Amerika, harga ~Rp.914 juta; di Indonesia: Rp 2 miliar) (daya 85 kWh, akselerasi 0-100 km/j hanya 3,2 detik, laju 250 km/j, jelajah 407 km sekali cas selama 8-10 jam, umur baterai 8-10 th) yang dalam waktu dekat akan mengaspal di Indonesia. Pemain lain adalah hadirnya perusahaan Tiongkok (kerma dengan PT lokal) yang akan membuat pabrik mobil listrik di Cirebon (Kec. Pangenan) atas nama PT ARRTU International (salah satu produksi anak perusahaannya, PT Arrtu Mega Energie, adalah Batik, Bajaj Listrik).

Oleh karena itu, bila pemerintah Indonesia kurang sigap terutama penyiapan infrastruktur, maka moblis asing lainnya akan deras membanjir ke Indonesia tanpa dapat dibendung lagi, dan lagi-lagi Indonesia akan kehilangan peluang untuk mengembangkan moblis sendiri seperti halnya mobil bensin di masa lalu. Bahkan, ada gelagat, sebagian produsen moblis DN siap-siap mengekspor produk mereka ke LN, bila kebijakan & infrastruktur DN tidak berfihak kepada mereka.

Salah satu hambatan infrastruktur adalah fasilitas / lab uji-coba untuk uji kelayakan terhadap moblis yang ada di Kemenristek (BPPT) oleh pemerintah dianggap belum lengkap (alat ukur belum ada, misalnya untuk uji kekuatan listrik, uji motor penggerak listrik, baterai dan sistem transmisi, dll) sehingga tahapan uji-coba di jalan raya belum mendapat izin Kemenhub. Pemerintah menargetkan th 2015 alat-alat ukur itu sudah ada dan moblis produk DN dan LN sudah dapat diuji di Indonesia. Akan tetapi, produk-produk moblis luar negeri biasanya lolos uji kelayakan di Indonesia, karena riset mereka sangat intensif dan sudah lolos uji di negaranya.


Tucuxi rusak ditabrakkan ke tebing
Setiap kendaraan bermotor (termasuk motor listrik) yang dioperasikan di jalan harus memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan. Oleh karena itu, semua kendaraan (termasuk moblis) yang diproduksi, dirakit, dan diimpor untuk digunakan di jalan, harus lulus uji tipe kendaraan. Sementara, Kemenhub mengklaim bahwa baru moblis Mitsubishi i-MiEV mendapatkan seritifikat uji tipe. Hancurnya Tucuxi yang terpaksa dibiarkan menabrak tebing disebabkan oleh sistem pengereman (Regenerative Break) yang tidak berfungsi. Hal itu patut diduga bahwa Tucuxi belum melewati uji tipe kendaraan seperti yang tertera dalam UU No. 22 th 2009 pasal (48-51) tentang lalu-lintas angkutan jalan (LLAJ).

Uji tipe diatur dalam PP No. 55 th 2012 tentang Kendaraan, apakah bermotor (Pasal 12.b menjelaskan motor penggerak meliputi motor listrik) atau tidak bermotor. Bila lulus uji tipe (terutama pasal 121, 122, 141) seperti (a) uji fisik untuk pemenuhan syarat teknis dan laik jalan,/termasuk uji rem, emisi gas buang, dll, dan b) penelitian rancang bangun dan rekayasa), maka akan diterbitkan Sertifikat Registrasi Uji Tipe. Kemudian kendaraan dapat diproduksi sesuai standar uji tipenya. Bila belum memenuhi syarat teknis dan laik jalan tetapi sudah dioperasikan, maka pengguna dipidana kurungan paling lama 2 bulan atau didenda paling banyak Rp.500,000. (Pasal 286). Oleh karena itu, sejak kasus Tucuxi itu pemerintah berhati-hati terhadap kasus moblis ini.

Institusi yang berwenang dan kompeten melakukan uji itu adalah Balai Pengujian Laik Jalan dan Sertifikasi Kendaraan Bermotor (BPLJSKB) yang berlokasi di desa Cibuntu, Cibitung, Bekasi, Jabar. Alat-alat uji menggunakan standar ISO/IEC 17025:2005, yang selalu dikalibrasi tiap tahun. Ada 11 parameter uji yang harus dilakukan, dan memakan waktu 3 jam. Hasil uji dikeluarkan oleh Kemenhub (Kepmenhub No KM9/2004). Untuk uji-coba di jalan (harus dikemudikan oleh teknisi, dan ada fihak dari perusahaan) perlu didampingi fihak kepolisian, dan POLRI akan mengeluarkan TCKB (Tanda Coba Kendaraan Bermotor (Pasal 69 UU no.22/2009).

Uji tipe di LN memasukkan uji tabrak frontal/samping (misalnya Euro NCAP dan Japan NCAP) guna mengetahui seberapa kuat struktur mobil tsb dapat melindungi penumpang bila terjadi kecelakaan. Hal itu tidak dilakukan di Indonesia, 1) dengan harapan semua pengendara patuh pada rambu-rambu lalulintas; 2) APM mobil di Indon berkeberatan akibat keterbatasan modal. Idealnya, uji tabrak itu wajib dilakukan baik di LN maupun di DN.

Contoh moblis lokal

Beberapa contoh / purwarupa moblis versi lokal telah diupayakan, baik dari jenis mewah (Ferrari), biasa, dan jenis bus maupun sampai ke jenis angkot atau mobil pedesaan. Dari buatan mahasiswa kampus [seperti UGM, ITS, FT-UNS, dll.], SMKN & SMK Swasta hingga produk pribadi di bengkel lokal di seluruh Indonesia, termasuk produk pribadi yang dihibahkan via CSR BUMN ke universitas (seperti Pertamina ke ITS, UGM, UI, ITB, Univ Riau, UB). Semua produk tsb kemungkinan belum melewati uji tipe, karena Indonesia belum memiliki lapangan luas untuk uji-coba seperti yang dimiliki fabrikan moblis LN. Sementara, riset di bawah naungan PPTIO (Pusbang Teknologi & Industri Otomotif) masih terus dilakukan, misalnya mengembangkan inverter, alat kendali motor listrik, charger, display, dan struktur rangka mobil. 

Contoh uji adalah ketika Mahasiswa T. Fisika, ITS, Surabaya merancang efisiensi energi pada moblis Zelena (2015). Litbang dkhususkan pada sisi teknis & kontrol, terutama converter daya (motor) yang akan dibuat lokal. Sistem dibuat untuk mengontrol motor induksi yang berpengaruh kepada laju, suhu, dan RPM. Pengemudi dapat memonitor via android. Material yang digunakan sebagai pendukung: Al-6061.

Braja Wahana
Varian moblis lokal terbaru ITS, Braja Wahana (hatchback) diduga akan mengaspal Agustus 2015. Ia menggunakan sasis baja, dan bodi serat karbon, sehingga berat total ~ 1 ton (lebih ringan 500kg dibandingkan Ezzy-1 & Ezzy-2). Motor penggeraknya buatan ITS sendiri dengan daya 25 kW (50HP), sedangkan baterainya masih impor (Tiongkok); laju maks 200km/j.Dimensi: panjang 2,8m, dan lebar 1,6m, ground clearence sekitar 17cm guna menyesuaikan kondisi jalan di Indonesia yang banyak polisi tidurnya.
Ezzy ITS1
Varian lainnya adalah EZZY ITS1 [4 penumpang, motor aksial (9.000 RPM, buatan Inggris), laju maks 150km/j, jelajah 25km per cas], EZZY ITS2 [perbaikan dari Ezzy ITS1, 4 penumpang, motor radial (4500 RPM, buatan Tiongkok), baterai besar 20kWh, laju maks 180km/j, jelajah 130km, FWD, 30-60kW, dc brushless, hatchback sporty city car], dan Sapu Angin Surya.
Ezzy ITS2
Saat ini moblis tersebut berada dalam tahap evaluasi dan diuji oleh BPPT, UI, dan ITB guna mengetahui kelemahan-kelemahan buatan Dalam Negeri itu. Uji-coba di jalan didampingi oleh fihak kepolisian dan fihak Kementerian Perhub setempat.
Kegiatan proyek Moblis nasional (Molina) UNS SmarT generasi 1, 2, dan 3 [daya baterai 10-20kW, laju 80km/j] (2015), melingkupi seluruh aspek (design, styling verification & testing, body &compartment, motor / cooling, battery & charging termasuk ion Li dan turunannya, interior, platform body, supporting research, etc.), melibatkan 86 peneliti; indikator luaran berupa cetak biru, purwarupa, paten, tulisan, market testing, model, rencana bisnis dan komersialnya) sedang disusun, disimulasikan, dan diuji-cobakan guna mendapatkan molina yang sesuai untuk Indonesia.


Apatte, UB, Malang
Moblis roda empat kategori urban concept (1 penumpang) yang bernama APATTE diluncurkan oleh tim Apatte-62 mahasiswa F. Teknik UB, Malang pada IEMC 2012 di Surabaya, Jatim. Penggerak roda dipercayakan kepada motor BLDC 48V/800W dengan 4 baterai (48V/45Ah), laju maks 35km/j, berjalan selama 3 jam (~105km).

Optimo 1, UB, Malang
Mahasiswa UB merilis moblis OPTIMO 1 city car (dua penumpang) [Hasil kembangan dari Apatte-1 (unggul di daya tahan baterai), dan Apatte-2/Aristo (unggul di kecepatan)] dengan daya motor 48V/5kW, dan baterai 48V 100Ah (masih impor dari AS dan Tiongkok) yang dilengkapi sistem pendinginan cair, dan sistem rem cakram hidrolik. Ia melaju 40km/j, dan dijadikan kendaraan dinas / operasional kampus FT-UB. Transmisi daya dari motor ke poros roda menggunakan rantai, dan pengereman menggunakan sistem cakram hidrolik pada keempat rodanya. TKDN 80%.

UNY EVO, Yogya
Moblis balap buatan UNY EVO (TKDN 80%) yang mirip mobil balap Formula 1 hasil karya mahasiswa F.Teknik UNY berhasil memenangkan kategori Creative Technology seperti Quick release, steering wheel, LCD on steering wheel, dan electric differential di ISGCC, Seoul, Korsel Mei 2013 (kategori lainnya: Accelaration, manuverability, dan endurance performance). Moblis berbodi serat karbon. Ia dilengkapi 4 baterai 48V/80Ah dan 2 motor listrik BLDC 3kW (7HP), dan melaju 60-80km/j, dan jarak 0-200 m ditempuh dalam 17 detik.
EVO & HYVO, UNY Yogya
Dalam ajang ISGCC 2014, Indonesia (diwakili tim GURT 2014, (Garuda UNY Racing Team 2014) menampilkan 2 jenis mobil, EVO (Electric Vehicle Odyssey) dan HYVO (Hybrid Vehicle Odyssey). Moblis HYVO karya mahasiswa F. Teknik UNY itu berhasil menyabet Juara 1 di Korsel kategori accelaration (Mei 2014), sedangkan EVO menyabet Juara 3. Untuk kategori endurance berada di posisi 2. Spek motor & baterai tidak diketahui.
HYVO, UNY, Yogya
Mobil Formula berteknologi hibrid (Listrik + Honda Vario, BBM) dipersiapkan untuk mengikuti ajang ISGCC (International Student Green Car Competition) Seoul Mei 2015 dan SFJ (Student Formula, ECOPA, Jepang, Sep 2015) oleh 10 mahasiswa Tim Balap Garuda UNY yang disponsori perusahaan velg Amerika (Keizer Aluminium Wheels menyumbang 16 buah velg).
PT Great Asia Link, Surabaya sudah mampu memproduksi moblis (ber-STNK) dengan varian ELvi Levi (otomatis & Manual) (motor 10kW, 80km/j, 120km), Elvi Hivi (motor 7kW, laju 60km/j, jelajah 100km), Elvi Hevi (pick up), Elvi Busvi (motor 80kW, 120km/j, 100km, baterai LiFePO4). Elvi Minibusvi (10kW AC motor, 50km/j, 100km), ELvi SUVI (25kW, 120km/j, 200km, LiFePO4), Elvi Jayvi (1kWAC motor, 50km/j, 100km), Elvi Smartvi JD, dengan kapasitas produksi sekitar 60.000 unit moblis otomatik, dan 20.000 unit moblis manual di Kedung Anyar, Gresik. Akan tetapi, produksi moblis tsb belum dapat dilakukan, karena uji tipe kendaraan kemungkinan belum dilaksanakan. Berikut adalah contoh sebagian cara melakukan uji kendaraan (termasuk uji berkala).

Produsen moblis lainnya, PT SAP (Sarimas Ahmadi Pratama) masih menunggu uji tipe kendaraan dari Kemenhub yang belum kelar. Hal itu amat berguna untuk digunakan sebagai uji produksi dan komersialisasi DN dari Kemenperin dan permintaan pembebasan komponen impor (dg syarat TKDN >60%) ketika melakukan pinjaman dana Bank. Bila uji tipe kendaraan tak segera kelar, maka produksi Bus listrik berkapasitas 20-40 orang terpaksa akan diekspor ke AS dan Eropa. Moblis yang banyak dipesan adalah varian Evina, MPV, dan Bus medium (harga Rp.1,5-2 miliar/unit). PT SAP dapat memproduksi sekitar 500-1000 unit per tahun.


Evina (produk dari PT SAP, Depok, Jabar, bekerjasama dengan PLN sebagai penyedia infrastruktur moblis), mengusung baterai ion lithium 36 buah (buatan AS) dengan kapasitas 21 kWh (umur baterai 7 tahun, siklus cas 4000 kali) setara dengan mesin bensin 900 cc / 50 Hp, jelajah 135 km, Vmaks 120 km/jam, lama isi baterai 4-5 jam (220 V, 4000 W). Harga Rp.200 jutaan. Uji-coba di jalan ternyata cukup responsif, tarikan dan penanganan enak dan stabil, suspensi empuk, cocok untuk dalam kota.

PT SAP juga membuat purwarupa bus listrik (panjang 12 m, Kapasitas 20-40 penumpang TKDN 50%, komponen luar dari AS), dilengkapi baterai LiFePO4 yang menyimpan daya 220kW setelah dicas 8 jam, melaju 170km/j dengan jelajah 100km yang diklaim dapat mengontrol perilaku pengendara yang terkoneksi dengan pemilik kendaraan. (Harga Rp.3-4 miliar).
Bus listrik itu (setelah dimodifikasi tempat duduknya) juga ditawarkan kepada Pemprov DKI Jakarta sebagai moda transportasi umum Jakarta yang dapat menempuh 250km (sekali cas selama dua jam). Ia mempunyai dua pintu keluar-masuk penumpang yang lebar di sisi kiri-kanan bus. Kapasitas bus besar sekitar 60 orang, dan bus sedang sekitar 20 orang.

TUCUXI
Purwarupa Mobil sport listrik, Tucuxi, rancangan D. Suryatama (ITS/Michigan/Chrysler) memiliki baterai LiFePO4 atau nano Li dan berkapasitas 61kWh. Ia mampu melaju hingga 193km/j, dengan jelajah 321,8 km sekali cas. Bodi terbuat dari serat karbon yang digarap oleh bengkel KKM, Yogyakarta. Pengembangannya terhenti setelah mengalami kegagalan rem (yang dibiarkan menabrak tebing).

SELO
Purwarupa Moblis sport SELO, empat penumpang (pengembangan dari Tucuxi, dirancang oleh Ricky Elson (Univ.Andalas/Jepang 14 th) dan Bengkel KKM, Yogya) bodi serat karbon, motor listrik EVD130LV kapasitas 135 kW (180HP), controller (impor), baterai 110 sel, transmisi otomatis dari Nissan, rem Willwood dari AS, pelek 20 inchi dari Breyton, Komponen lokal (TKDN) 70%, dilengkapi 3 pengaman sistem rem: Rem mekanik (layaknya mobil sport), Rem mesin (diberi gear box), dan Regenerative Brake System. Tipe rangka: kombinasi Channel & Tubular Frame, suspensi depan: Double Wishbone; suspensi belakang: McPherson. Sertifikasi Selo sedang diproses di Kemenhub. Baterai Nipress, laju 150 km/j (laju maks 220km/j), jelajah sejauh 250 km sekali cas (selama 3 jam). Ada 2 teknik pengecasan, portable (perlu waktu lama), Fast Charging 3 Pass (3-4 jam).

GENDHIS
Purwarupa Moblis Gendhis (minibus 6 penumpang) (buatan bengkel KKM, Yogya) memiliki motor listrik EVD 130LV, baterai 110 sel, 130kW, laju maks 220km/j, jelajah 250km, tipe rangka Ladder Frame, suspensi depan: Double Wishbone, suspensi belakang: Semi Trailing Arm. TKDN sekitar 75% (body & interior), sedangkan 25% impor (termasuk baterai, controller, motor listrik). Akses keluar masuk penumpang belakang via pintu model sliding door. Ia pernah dikenalkan pada APEC 2013 di Nusa Dua, Bali, dan cocok sebagai mobil keluarga.

SKEV-1 (Signal Kustom Electric Vehicle 1)
Purwarupa Mobil sport listrik menggunakan platform mobil balap Le Mans buatan Coachbuilder Kustom dan peneliti muda LIPI (didukung oleh Auto vision+Alpine), ditopang oleh motor listrik bertenaga 60 HP, melaju 140 km/j. Ia belum diproduksi massal. Ia dilengkapi dengan 4 subwoofer 10", 4 speaker 6" + tweeter, tiga unit power plus tujuh layar LCD touchscreen (dari PT Multi Mayaka/Alpine).

SV-1
Purwarupa Moblis tanpa atap ini kabarnya melucuti mesin bensin Nissan Cefiro (Jepang) dan diganti motor listrik (advance DC series 144V/500A) untuk menggerakkan roda belakang, sedangkan gearbox-nya tetap digunakan. Sekitar 45 baterai ion Li (@ 3,8V, diisi-ulang 6-8jam) dapat menghasilkan daya 100 HP dan torsi 146,43Nm, sehingga ia mampu melaju 150km/j.

E&C
Purwarupa Moblis 4 penumpang  karya mahasiswa & dosen ITS Surabaya. Desain molis E&C berupa SUV (tidak mengadopsi mobil balap), wheelbase 240 cm (lega) dengan desain futuristik dan mewah yang mirip Mazda-2. Daya motor listrik dc 20 kW, laju 80km/j, jelajah masih pendek 24km sekali cas (akan ditingkatkan menjadi 100-200km). Ia dilengkapi back lamp atau trail lamp (LED). Sistem daya dipasok dari baterai polimer Li berkapasitas 48V / 5 KWh. Sistem cas butuh 4 jam. Kondisi input, 220 Volt 10 kW (cas cepat), 220 Volt 1,5 kW (cas lambat).

PINDAD PIEV
Moblis buatan PT PINDAD (PIEV = Pindad Electric Vehicle) yang ramah lingkungan berkesan sporty (dibuat th 2012). Purwarupa Mobil hatchback dua pintu (city car, dua penumpang) mengusung permanent magnet (Nd) motor listrik 25kW (brushless dc/BLDC buatan Pindad sendiri, lebar 60mm diameter 200mm), tegangan 40V, torsi maksimal 40Nm, 5000rpm, efisiensi 95%, melaju hingga 80km/j, dengan jelajah 100 km sekali cas dan energi baterai 21kWh. Baterai basah 40 buah (Cd, kerma dengan Nipress) dan motor listrik PIEV dibuat di Pindad sendiri (TKDN 95%). Di masa datang, baterai basis ion Li (kering) akan digunakan untuk mengurangi berat dan tempat, sekaligus menaikkan jelajahnya. Riset masih terus dilanjutkan untuk memperbaiki kinerjanya.

HEVINA
Sosialisasi purwarupa Bus listrik buatan Kemenristek (+LIPI) HEVINA (15 penumpang) dilakukan di Taman Pintar Yogyakarta. Ia menggunakan baterai LiFePO4 108VDC/24Ah yang berumur ~10tahun, dapat melaju ~100km/j, dan jelajah ~150 km sekali cas (perlu waktu 6-7 jam, dengan daya 500A). Charger input 220VAC. Tipe motor: dc brushless; tegangan: 320 V-dc; maks: 5000 rpm; torsi: 300Nm; controller: 280-380 V-dc / 600A. Riset terhadap baterai masih dilanjutkan guna mengurangi waktu cas dan menambah jelajahnya.

Esemka
PT GIG (Garasindo Inter Global) (pemegang merek mobil konvensional Fiat, Alfa Romeo, Chrysler/Jeep, Dodge, dan molis Zero & Vmoto) siap berinvestasi mengembangkan Esemka (termasuk migrasi ke mobil listrik) menjadi produk lokal guna memenuhi permintaan kendaraan rakyat untuk angkutan pedesaan & perkebunan. Untuk itu, PT GIG siap mengucurkan dana Rp.100 miliar, bukan untuk menjadi pesaing otomotif dunia. 
Seperti diketahui, saat ini Esemka bak gadis muda cantik yang diperebutkan oleh 1) PT GIG; 2) BAIC [salah satu perusahaan otomotif top 5 di Tiongkok, termasuk produsen mobil listrik (menggunakan tim desain Italia), kerma dengan chrysler/Jeep, dan Hyundai]; dan 3) PT ACL (yang berubah menjadi PT ACE / Adiperkasa Citra Esemka). Tiga perusahaan tsb sedang melakukan pembicaraan sekitar kerma bantuan teknis pembuatan suku cadang, pemasaran, hingga layanan purna jual. Esemka diharapkan bermigrasi menjadi mobil listrik.

UI salah satu kampus yang ditunjuk dalam proyek molina memiliki fokus tersendiri dalam pengembangan moblis yaitu mengupayakan teknologi moblis untuk City Car, desain bus kampus, sistem pendingin, inverter control, dan motor listrik. Purwarupa akan diluncurkan tahun 2016 setelah melewati uji laik jalan & bersinergi dengan mobil Esemka. Sebelumnya, tim UI meluncurkan Keris V.4 [warna merah, baterai basis ion Li, laju 30km/j, 350km/kWh].

PT Lundin Industry Invest (LII) pemegang merek Clean Motion (Juni 2013, bermitra dengan perusahaan Swedia) membuka pabrik di Banyuwangi, Jatim guna memproduksi moblis Z-bee [3 roda (1 depan 2 belakang), tiga penumpang] dengan target produksi 100.000 unit per tahun. Berat moblis ~230kg dengan dimensi panjang 2,4m, lebar 1,23m, dan tinggi 1,5m. Ia menggunakan baterai ion Li (LiFePO4), Laju maks 50km/j, dengan jelajah 60km sekali cas (2-3 jam, dengan daya pengisian 40W/jam). Bodi moblis terbuat dari komposit fiber. Kapasitas listrik 4kWh/100km.


BATIK (Bajaj Listrik)

Perusahaan Tiongkok dan Lokal yang mengatasnamakan dirinya PT Arrtu Mega Energie (Cawang, Jaktim, anak perusahaan PT ARRTU International) memroduksi Batik (Bajaj Listrik) (roda tiga, 6 penumpang) ~500 unit dengan daerah operasi ke DKI Jakarta. Daya motor Batik 2kW (motor dari Tiongkok). Ia menggunakan 6 baterai, dan sekali cas (5jam) dapat menempuh 150km dengan laju maks 60km/j. Umur motor diduga 8 tahun dengan garansi 2 tahun. UJi tipe kepada Batik tetap harus dilakukan sebelum dipasarkan. Ia dilengkapi lampu sein, kaca spion, klakson, dan satu wiper.

Moblis Baterai + Sel Surya

Pada bulan Jan 2015, ITS mengoperasikan bus listrik (baterainya diisi oleh panel surya dengan kapasitas 2kWh, maks 20kWh yang dipasang di atas atap bus). Dimensi: panjang 6 m, lebar 2,1 m. Ia sebagai bus operasional kampus [bobot kosong 4 ton, angkut beban 6-7 ton, kapasitas 26 penumpang (9 duduk + 17 berdiri)]. Bus ini dilengkapi TV, pendingin AC, dan layar sistem monitor.
Ia hasil karya 25 mahasiswa T. Mesin & T. Elektronika  ITS, Surabaya dengan PT Telkomsel yang disebut Electric Solar Bus yang diluncurkan Walikota Surabaya (T. Rismaharini) dengan tenaga baterai 36 kWh, sehingga dapat melaju 50km/j, dan menjelajah 160 km (sekali cas 8-10jam). Baterai dan Motor listriknya sementara masih impor dari Tiongkok. Uji kelayakan (pemkot Surabaya) dan uji-coba jalan sudah dilakukan. Ia menelan biaya 1,5 miliar. Biaya operasional dapat dihemat 40%. Produk ITS itu adalah varian kelima.

SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi, Kab. Malang, Prov. Jatim semula membuat mobil listrik jenis city car Suryawangsa-1 (2 tempat duduk), dengan spek dapat dilihat disini. Kemudian, SMK membuat mikrobus listrik bertenaga surya (2+3 tempat duduk), Suryawangsa-2 Arjuna 4.0 (berarti Dinasti matahari, Gunung Arjuna dg daya 4kW) yang dibuat oleh siswa (dari 5 kompetensi keahlian) (telan dana Rp.107juta, dibantu Lab. Power System Operation and Control ITS Surabaya, TKDN 90%; baterai, velg, dan suspensi diimpor). Suryawangsa-2 berencana akan diproduksi massal 2015
Spek sel surya-nya berupa 4 baterai disusun seri (@12V) 48V, arus puncak 4A, daya puncak (peak power) 168W; Spek baterai: lead acid, 8 buah, diletakkan di bagian tengah dan belakang. Tegangan 48V, kapasitas 225Ah. Controller (1 unit) di bawah lingkar kemudi; Motor: dc 48V, daya 4kW, 5000rpm, dilengkapi dengan sistem pendingin motor. Laju 70km/j. Selama ada terik matahari jelajah menjadi tak terbatas. Berat kosong 840kg. Perbaikan masih perlu dilakukan pada sistem AC, setir, ban, dll. Dimensi; P=3,5m, L=1,6 m, T:=2,2m; wheelbase = 3m. Suspensi: independent double wishbone untuk roda depan & belakang. Kamera belakang untuk parkir, dll.

Moblis tenaga surya Giwangkara (bhs Sunda yang artinya matahari terbit) (kapasitas 8 orang) dibuat oleh siswa+guru SMK Muhammadiyah Haurgelis (SMKM HG) Indramayu, Jabar. Moblis ini melaju 60-70km/j, dengan jelajah 6 jam (sekali cas 6-8 jam)  yang menggunakan motor dc 7,5kW, 8 baterai (impor dari AS) dan 4 solar panel. Dimensinya adalah p=3,4m, L=1,55m, T=1,3m, dan berat 1.080kg. Sel surya di atap moblis menerima energi matahari yang disalurkan ke 4 aki, 6V 225A, setara 10HP.


Moblis hibrid (Listrik + BBM) LIPI

Purwarupa moblis hibrid roda 4 karya LIPI mengusung mesin padu (ganda) antara motor listrik (cas dari listrik jala-jala) dan generator yang diputar oleh motor bakar. Bila tenaga listrik dari baterai menurun, secara otomatis baterai diisi-ulang oleh generator yang digerakkan oleh motor BBM. Spek moblis hibrid LIPI menggunakan motor induksi 3 fase, 72 V AC, daya puncak 43HP (maks 7500 rpm), controller 72V/550A, baterai SLA-Deep cycle, 72V/235Ah @6V/235Ah dengan charger 72V/25A dan mesin bensin 160cc, laju 70km/j, generator 1 fase AC 2,2 kVA.

Contoh Konversi total Mobil BBM ke Mobil Listrik

Mobil BBM Toyota Land Cruiser (lawas, sistem manual) dikonversikan (oleh tim Lab AJP) ke Moblis (power sterring). Blok mesin BBM diganti dengan motor listrik 40HP (1500rpm) 380Vac, 37kW, 3 fase, baterai basah 32Ah/220Vdc (waktu isi-ulang sekitar 2,5jam, atau bila hanya 80% cukup 9,2 menit dengan daya cas 200W/220Vac), Electroco 40HP (220Vdc ke 380Vac / 3 fase). Laju maks yang dicapai 60km/j. Kinerja moblis saat uji-coba di jalan: senyap, dan ramah lingkungan. Jarak tempuh sesuai jenis aki (220Vdc): 30km (aki 32Ah), 50km (aki 50Ah), dan 100km (aki 100Ah).


KERETA API LISTRIK (KALIS) DALAM NEGERI

Studi pemanfaatan listrik tenaga surya di bidang perkereta-apian di berbagai lokasi di Indonesia telah dicoba:
  • Studi kelayakan (2014) pemanfaatan atap sel surya sebagai sumber listrik di stasiun KA Jember (oleh RN Syah) telah dilakukan. Sistem tsb termasuk komponen fotovoltaik, grid, dan converter, sedangkan BEP terjadi pada th ke 15.
  • PT PJKA memasang lampu penerangan jalan tenaga surya sepanjang lintasan jalur KA Pasuruan-Probolinggo. 
  • Tenaga surya sebagai sumber listrik untuk pengoperasian palang pintu KA di jalan Kenjeran Surabaya telah dianalisis

 
SEPEDA LISTRIK DALAM NEGERI

Selis Tenaga Baterai/Aki

Sepeda listrik (MTB) hasil rakitan A Andreas dilengkapi dengan baterai dan dinamo/motor pada roda belakang [1 (V ~55km/j), (2 + 3 + 4 + 5 diklaim V ~70-80km/j), (6, 7 + 8 uji tanjakan / turunan)]. Selain itu, selis dengan dinamo tengah dirakit pula. Sepeda ini cukup cepat, mampu untuk bermanuver di mana saja. Bandingkan kecepatannya dengan yang dirakit di LN. Selis dengan penggerak roda depan dapat bergerak cepat juga.


Sepeda dengan dua roda samping (kiri & kanan, diameter 1,5 m) Two Wheels Vehivle (ETV) (Agustus 2012) yang dapat berputar 180 derajat, mirip mainan anak-anak, dan memiliki kursi bekas Isuzu Panther dirakit oleh 4 siswa D3 FT-UNS, Solo (V ~20 km/j) sebagai tugas akhir yang menghabiskan dana Rp.11 juta. Daya baterai lithium adalah 36 V 17 Ah yang dapat bertahan 2-4 jam, dan dicas selama 4 jam. Sepeda itu diinspirasi oleh perancang sebelumnya (03/2009-02/2011), para mahasiswa T. Mesin Univ, Adelaide, Australia yang telah mendesain dan merakit kendaraan serupa yang semula disebut Bumblebee, kemudian berevolusi menjadi EDWARD (Electric Diwheel With Active Rotation Damping) dengan laju maks 40 k/j.


EBI (Eco Bike Indonesia) diciptakan oleh  GA Putra (Bantul, DIY, lulusan STMIK AMIKOM) yang berhasil dalam kompetesi Asia Youth Tech Enterpreneurship Camp di Seoul Korsel (2013). Kayuhan (gowesan) pedal sepeda dapat menghasilkan listrik (dual charging, selain dari PLN) yang mengisi baterai, sehingga dapat menghemat daya baterai. Voltase yang dapat dibangkitkan gowesan adalah 220 V dengan daya 1.000-2.500 Watt. Laju EBI 48 km/j.

Sepeda listrik DN lainnya adalah karya siswa beberapa SMK yang bekerjasama dengan PLNSMK Bunda Kandung, Psr Minggu, Jkt; SMKN 5 (El Bike), Pisangan, Jakut; SMKN 1 Budi Utomo; dan SMK 26 (Seli 26) (sepeda lipat, roda 16", 12V 20Ah, bila V~30km/j jelajah hanya 10 km, waktu cas 2 jam untuk 1 jam perjalanan, motor penggerak berada di luar sepeda yang dihubungkan dengan rantai).


SekutNix, selis klasik dibuat oleh R Elson dkk dari bengkel KKM (R. Elson adalah Pemrakarsa mobil sport listrik Indonesia, SELO). SekutNix dilengkapi dengan baterai Ion-Li 36V / 8Ah, motor BLDC, penggerak belakang 250 W, jarak tempuh 60 km, melaju dengan kecepatan 20-30 km/j. Sepeda ini tanpa boncengan, dan terus disempurnakan.


Tim (8 mahasiswa + 1 dosen) D3 T. Mesin UNS merakit 2 tipe selis: downhill (berat ~60kg) dan sepeda lipat (berat ~45kg) memanfaatkan modifikasi rangka sepeda angin. Tenaga sepeda berasal dari listrik & gowes. Daya motor setara 0,5HP (penggerak roda belakang); Aki 15V; jelajah 40-50km sekali cas (3-4jam). Beban ~100kg. Biaya pembuatan purwarupa Rp6-7juta per unit; Mereka digunakan di lingkungan kampus UNS oleh petugas pengantar surat atau satpam di tiap-tiap fakultas.


Sepeda Listrik Roda Tiga (SLRT) dibuat oleh TH Ismaji (+ Alumni TS-UGM, dirakit oleh siswa SMK BLPT, DIY) yang dikhususkan untuk para lansia dan difabel. Sepeda ini mampu mengangkut beban 150 kg dilengkapi aki kering 12 A, dengan jarak tempuh 60 km, V = 30-35 km/j dan waktu cas baterai 6-7 jam. Bandingkan SLRT tsb dengan SLRT rakitan Long Beach (AS).


Selis roda tiga (2 di depan 1 belakang) untuk warga difabel (cacat kaki) (2014) yang melaju maks 40km/j sejauh 30 km dirakit oleh siswa SMK Triyasa 2 (Surabaya) dan SMK Sedayu (Gresik), Jatim. Selis tsb memiliki 4 aki (@12V) yang dapat diisi-ulang selama 5jam.

Wiwien MR Yogya (2012) menciptakan generator listrik dc 12V, kemudian diubah ke ac 220V / 2kW yang digunakan untuk las-lasan dan merakit molis, selis, becak, dan moblis, sekaligus arus sisa dimanfaatkan untuk mengisi-ulang baterai generator listrik  dc 12V. Produk rakitan selisnya, di antaranya adalah selis roda tiga [2 depan 1 belakang (motor di roda belakang) dan 1 depan 2 belakang (motor tengah 48V)] dengan kerangka SS, dan kedua varian itu dapat bergerak mundur. Di sisi lain, Dia juga merakit skuter listrik (2014) (molis) dimana pengendara cukup duduk di stang skuter. Tahun 2015 selis roda empat (1 penumpang) berhasil dirakit pula dengan motor diletakkan di roda belakang.  
Becak listrik yang masih perlu penyempurnaan juga dirakit oleh Wiwien, menggunakan 4 aki 12x4V 20Ah, daya motor 500W (masih impor) mampu membawa beban 300kg, dan melaju ~30km/j sejauh 60km per cas (4 jam). Assesoris yang dilengkapi: lampu sein, lampu depan, lampu rem, klakson. Dana total Rp.10juta. Roda becak asli diganti roda motor dengan ban lebih tebal. Karya lainnya adalah berupa moblis (mobil listrik 1 (roda tiga), 2A / 2B / 2C3A / 3B).


R. Elson merakit becak biasa Ciheras, Jabar menjadi becak listrik (dana hanya Rp.2,5 juta). Spek yang diusulkan seperti gambar samping. Misalnya, motor dipasang pada roda belakang (250W / maks 500W). Spek nyata becak listrik yang sudah berjalan belum diketahui dan masih perlu penyempurnaan. Karya R. Elson lainnya: moblis SELO (150 kW, jelajah 250km), dan PLTB di Ciheras, Tasikmalaya, dan Sumba.

SELIS DIGNITY
Selis buatan Indonesia dengan merek SELIS melaju 28-30km/j, jelajah maks 40 km, daya angkut/beban 150 kg, daya baterai 36V 10Ah dan waktu cas 8 jam. Harga on-line di Indonesia (Jan 2015) merek SELIS sekitar Rp. 4,2-5juta (+PPN 10%) (tergantung varian/spek). Suku cadang sangat lengkap. Varian yang lebih kuat (motor 350W, baterai 48V 20Ah, laju 35 km/j, beban maks 150 kg, jelajah 60 km) adalah Elang (Rp.7,15 juta), Garuda (Rp.7,8juta), dan Merpati (Rp.6,8juta). Daya motor tergantung kepada baterai, gowesan tidak mengisi baterai. Varian baru SELIS, MTB (DIGNITY) roda 20", motor 36 B & 250 W di roda belakang, baterai ion-Li 36V 8,8 Ah, lebih ringan, menjelajah ~80 km dg laju maksimal 50 km/j.


Selis spesial angkut beban berat yang dilengkapi dengan boncengan / taruh barang maks 100 kg adalah Highlander yang dibuat oleh PT Multisukses Wahana Karya, Jakarta Barat, dengan jarak tempuh sekitar 70-80 km yang disertai indikator sisa daya baterai, lampu sorot + sein, kunci remote, alarm, berkecepatan sekitar 40-50 km/j dengan daya angkut total 180 kg. Bila dalam perjalanan ditemukan daya baterai habis, maka sepeda masih dapat dikayuh/digowes hingga sampai tempat pengecasan. Cas baterai perlu waktu 4-5 jam. Harga (Jan 2015) sekitar Rp 6,5juta (48V) - Rp.7juta (60 V).


Mars
Selis asing buatan Tiongkok (Super rider) membanjir ke Indonesia dengan merek nama-nama planet, salah satunya dipasok oleh E-bike Indo, dengan merek Mars (kuning, kecil, cocok untuk anak-anak); Venus-1 (cocok untuk ABG); dan Venus-2 (cocok untuk ibu-ibu/belanja). Jenis lain hadir dengan nama Green Meteor-1 dan Meteor-2 yang bentuknya mirip motor matic, apalagi tanpa pedal. Sepeda ini dilengkapi dengan stater layaknya motor matic, disertai kunci remote & alarm. Lajunya 40-50km/j, dengan jelajah ~50 km, sedangkan yang tanpa pedal berjarak tempuh 80 km. Cas baterai 4-5 jam. Suku cadang mudah diperoleh. Harga selis sekitar Rp.3,9-5,2 juta. Merek lainnya: Neptunus, Pluto, Jupiter, dan Earth. Pada ajang IIMS 2014 lalu di Jakarta, selis merek Pluto, Jupiter, Earth, dan Mars, laku keras terutama merek Earth sempat laku >90 unit.

Polygon Full Suspension
Merek lain yang hadir di pasaran: Momentum (Harga 7,5 juta), Tiger (tipe Power 07, ZIP F8, TEC ONE JAZZ, TEC ONR PRO, SPEDTRIK 4U, SPEDTRIK V6, harga Rp.5jutaan), Yahonta (tipe FIT, NEO, JOY, MIAO Harga Rp.5 jutaan), Fantaci (Harga bervariasi, tergantung jenis), Polygon (Collosus, Vander, Plateau, Primiear, Fixie Zenith, Broadway, Cozmic, harga bervariasi tergantung tipe, Rp.3-42jutaan).


Yamaha ikut bermain di kelompok selis ini. Ia hadir dengan varian Metis X (gbr samping, desain maskulin, atraktif, cocok untuk kaum pria, harga Rp.12 juta, dibuat di pabrik Yamaha, Tiongkok) dan Metis J2 (lebih kalem, cocok untuk ibu-ibu belanja dan remaja putri ditambah pedal gowes seperti sepeda biasa, dan boks simpan di belakang untuk membawa barang belanjaan/lainnya). Spek Metis X: beban maks 90 kg, baretai 48 V, daya listrik 240 W, laju maks 20 km/j. Ada 2 pilihan moda laju: Power & Eco.


PT GIG (Garasindo Inter Global) mengimpor/menghadirkan selis Italia, ITALJET. Selis ini mulai mengaspal di Indonesia sekitar Agustus 2015. Ada lima varian yang diproduksi oleh Italjet, yaitu Diablone, Angel, Ascot Sport, Ascot Classic dan Mantra. Dua varian lagi sedang dikembangkan. Fitur Italjet adalah: motor listrik berdaya 350W, laju maks 32km/j tanpa kayuh, baterai ion-Li (cas 4 jam), jelajah ~100km. Ban tebal: 26"x3,5. Harga sekitar Rp. 50jutaan.
   
Selis Tenaga Surya

Upaya penambahan atap sel surya kepada selis (roda 2 dan 3) telah banyak dilakukan.
  • Selis roda dua beratap surya dirakit oleh mahasiswa T.Fisika FT-UGM. Motor diletakkan di bawah jok (tengah) dan menempel langsung (tanpa rantai) pada ban roda belakang guna menggerakkan selis.
  • Sepeda beratap surya dirakit oleh PT GENM (Green Energy Nusantara Mandiri). Motor diletakkan di roda depan.


Selis roda tiga diberi tambahan atap sel surya (Type E canopy-1) guna mengurangi waktu isi-ulang via colokan PLN kepada 6 baterai 12 V (3 aki basah & 3 aki kering), dan dirakit oleh siswa SMKN Klakah, Kab. Jember (H Kurniawan & HJ Satrio) dengan biaya total Rp.9juta. Dengan beban 90 kg, ia dapat melaju 30km/j. Energi dari sel surya disimpan dalam aki, yang langsung menggerakkan motor listrik di roda belakang. Bila aki diganti baterai ion-Li, mustinya laju dan jelajahnya akan bertambah.

Becak yang dibiarkan apa adanya kemudian ditambah sel surya (di atap becak) dan komponen listrik lainnya (motor, controller, aki, dll) pada bodi becak dirakit oleh siswa T. Mesin SMKN 1 Losarang, Indramayu, Jabar yang menyerap dana sekitar Rp.25 juta. Menristek (GM Hatta) sempat duduk mencobanya. Daya aki mampu bertahan 4 jam dengan laju becak sekitar 40 km/j.


Becak beratap sel surya lainnya dirakit di UPT PPPK Dinas Pendidikan Jatim oleh siswa SMK Trisakti Tulangan, Sidoarjo, Jatim. Listrik dari 2 panel surya 50V disimpan dalam aki kering (12V 12A) kapasitas 50 Wp selama 2,5 jam yang mampu menghasilkan daya 288W. Motor diletakkan di roda belakang dan hanya bergerak maju saja dilengkapi dengan lampu sein, rem cakram, dll. Becak melaju ~30km/j, dan masih dapat dikayuh dengan gigi belakang bila arus listrik habis.


Becak tenaga surya rakitan siswa SMK Piri 1 Yogyakarta, yang mereka sebut BELIS I (anti lelet, anti BBM, dan anti polusi) dengan motor penggerak roda tengah (3 phase 350 W, brushless) yang arus listriknya berasal dari 4 aki kering (48V 12Ah). Aki menerima tambahan arus listrik dari 4 sel surya yang diletakkan di belakang, atau dicas ke listrik PLN. Becak dapat melaju 20km/j sejauh 60km per cas. Pada malam hari dapat menempuh 40 km per cas. Becak dilengkapi lampu depan dan masih dapat dikayuh. Beban maks 350 kg (Mei 2013). Feb 2014 BELIS II dirakit dengan memasang panel surya di atap becak.

Becak (muat 2 orang) elektrik tenaga surya (+cas PLN) dirakit oleh Mahasiswa PENS ITS dengan tambahan 3 aki (masing-masing 12V 26A, 2 aki untuk motor, 1 aki untuk lampu sein, & asesori lainnya), motor dc penggerak belakang, sistem kontrol PI-FUZZY, dan pengereman mekanik. Laju becak ~20 km/j sejauh 15 km (selama 4 jam). Panel surya 50 WP menghasilkan listrik 2A atau 19 V. Bila tidak ada matahari, maka gowesan pedal selama 3 jam dapat membantu motor penggerak.


Becak beratap tenaga Surya yang disebut CAKSUR (BeCAK SURya) dirakit Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, Perdagangan, dan ESDM Pemkab. Sidoarjo untuk mengatasi masalah PKL (para pedagang sate, siomay, roti, dll) di Sidoarjo, agar tidak ngendon (diminta lebih sering bergerak).  Energi listrik datang dari sel surya (100W) dan cas PLN guna mengisi aki. Strum aki menggerakkan motor becak dengan laju maks 30 km/j. Berat beban becak maks 150 kg.


Selis roda empat bertenaga surya untuk 2 penumpang dirakit oleh siswa SMK Muhammadiyah Kudus (2013). Untuk menjalankanya dibantu dengan sedikit gowesan pedal. Empat buah aki basah digunakan sebagai penyimpan listrik dari sel surya. Motor diletakkan di bawah kursi yang dihubungkan dengan rantai ke roda belakang.


Selis roda empat (satu di depan, tiga di belakang) bertenaga surya (Rp6juta) dirakit oleh B. Rozikin (alumni MIPA-ITS) seorang pekerja bengkel di Ds. Sekar Kurung, Kec. Kebomas, Gresik, Jatim. Motor diletakkan di roda tengah belakang yang menggerakkan molis dengan laju 25km/j sejauh 30km (malam). Dua panel surya (sebagai atap sepeda) berdaya 100W 12V dc mengisi 3 aki 12V (di bawah jok) (2 aki 35Ah, satunya 12Ah).

Selis bekas (Trekko) yang bermasalah baterainya diperbaiki oleh F. Ardian (Pontianak), cas baterai 48V diganti 12V, dan semula casannya via listrik PLN diganti via panel surya. Lampu bawaan molis diganti LED. Aliran listrik seri diubah ke paralel. Daya motor 350W, melaju ~45 km/j, jelajah sekitar 50 km. Waktu cas 4-8 jam dilakukan di rumah via panel surya, sehingga panel surya yang semula menempel di selis dicopot, guna memperbaiki aerodinamika selis.


PERKEMBANGAN MOLIS, MOBLIS, KALIS, SELIS dan PETERLIS DI LUAR NEGERI

Jumlah Selis yang hanya digunakan di Tiongkok, India, Jepang sekitar 405 juta (2014) dan diprediksi akan menaik hingga sekitar 1 miliar di Asia, Eropa, dan AS pada tahun 2020. Sementara, pertumbuhan Molis diprediksi akan lamban (akibat mahalnya harga komponen dan rendahnya minat pemakai), yaitu dari sekitar 1,2 juta (2014) menjadi hanya 1,4 juta (2023). Oleh karena itu, perkembangan Selis ramah lingkungan yang menggunakan baterai (ion-Li, polimer Li, atau udara-Li), sel tunam, sel surya atau gabungan di antara mereka, dapat dilipat atau tidak, mendorong minat pengusaha LN/DN untuk terus mengembangkannya dengan menampilkan fitur-fitur menarik.

Misalnya, Molis & selis roda 2 dapat dilipat, sehingga mudah ditenteng, disimpan, dan diletakkan dalam mobil; Roda tiga yang roda belakangnya bisa dirapatkan, kemudian untuk meletakkan belanjaan maka roda belakang diregangkan, sehingga sepeda menjadi beroda tiga. Contoh lain adalah Selis roda tiga (dapat dilipat, sempit, jarak 2 roda belakang hanya 35cm) VIENNA, muatan 150liter/40kg (buat membawa belanjaan, piknik ke luar kota, tempat duduk anak, barang jasa misalnya bawa surat kabar, makanan cepat saji,  dll), untuk sekali cas (3 jam), daya jelajah sampai 60km, dan melaju dg bantuan pedal sampai 22 km/jam. Model lain, adalah BIQUATTRO (2 roda belakang dapat dirapatkan).  Selis roda 3 juga dapat dilipat & dirapatkan, dan dimuatkan ke mobil. Teknik melipat selis merek lainnya juga ditampilkan.


Beberapa contoh molis, moblis, kalis, selis, dan peterlis di dunia selengkapnya ditunjukkan berikut ini.

SEPEDA-MOTOR LISTRIK

Contoh molis kencang (baterai)
KILLA CYCLE (AS) adalah molis spesial untuk balapan yang berakselerasi 0-100 km/j dalam 1 detik, (tercepat di dunia) menggunakan baterai LiFePO4 375V 14 Ah, daya 500+HP, rakitan dari sel A123Systems. Baterai dapat diisi-ulang hanya 10 menit saja (dari PLTBayu di rumah). Daya motornya 260 kW (500HP), menggunakan 2 motor dc (berat 37kg). Laju molis tercatat 387 km/j (top record: ~ 435 km/j).

Molis CHIP YATES Superbike (AS) berakselerasi 0-100 km/j dalam 1-2 detik; berdaya dorong 258HP, torsi 400lb-ft, laju tercepatnya 316 km/jam. Daya berasal dari 3 pak baterai yang terdiri atas 6 sel polimer ion-Li dan didesain khusus menaikkan tegangan pada arus sekitar 500A. Chip Yates sendiri penemu paten KERS (Kinetic Energy Recovery System) mendapatkan arus listrik tambahan untuk isi-ulang baterai dari sistem rem di roda depan.
   
LIGHTNING LS-218 (AS), laju 350 km/j, daya 200HP, berakselerasi 0-100 km/jam dalam 2 detik (baterai ion-Li 380V 12kWh, isi-ulang setiap190km atau 380V 15kWh, isi-ulang setiap 240 km), cocok untuk balapan, harga USD38.900,-. suara desir terdengar (bukti ada motor lewat); Perawatan: rantai diminyaki berkala.


SAROLEA SP 7 Superbike (Belgia), berakselerasi 0-100 km/j dalam 2,8 detik; 180 HP, laju 240 km/j; berat 200 kg; torsi 400 Nm; bodi terbuat dari fiber karbon. Motor balap ini dilengkapi ban balap Bridgestone Battlax V02 terbaru. Sarolea SP 7 buatan 2015 lebih langsing guna menaikkan aerodinamiknya, lebih ringan (turun 10kg) (beberapa bagian diganti Titanium), daya 150HP (110kW), torsi maks 900Nm, spek baterai masih belum dibuka, Laju maks 270km/j, tegangan baterai >370V.
       
MISSION R (Mission Motorcycles, San Fransisco, AS) daya 120 kW (160 HP), torsi 120lb/ft pada 15 kWh; Ia berakselerasi 0-100 km/j dalam 3 detik menggunakan daya hantaman, dan laju puncaknya pada 240 km/j dengan jelajah 193 km (322 km dalam kota). Ia dilengkapi dengan sistem GPS, bluetooth, kamera HD, via layar sentuh HD. Varian lain: Mission RS (USD59.000) dan Mission RS+GP Package (USD75.000). Harga USD 36.500+.

ENERGICA varian EGO (Italia) daya 100 kW (134 HP), 195 Nm, laju maks 240 km/j, jelajah 200km (bila V~60km/j) atau 100 km (bila V~100km/j), atau hanya 50 km di landasan pacu. Akselerasi 0-100 km/j dicapai dalam 3 detik, desiran kecil terdengar (Harga USD 34.000+ tergantung harga baterai), fiber karbon, roda terbuat dari paduan logam cor aluminium, daya baterai 11,7 kWh (isi-ulang 1200x), waktu isi-ulang 3,5 jam (arus ac), 30 menit (arus dc), ada GPS 10 Hz, dan bluetooth. Varian lain: Energica Ego 45. Harga USD34.000+.


Molis ZERO (California, AS) (Zero Motorcycles adalah produsen molis terbesar di dunia), nyaris senyap, baterai ion-Li, dengan varian S/USD13.345+, SR/USD17.345+ (akselerasi 0-100 km/j dicapai dalam 3,3 detik, laju maks 163 km/j, daya baterai 11,4 kWh, jelajah 220 km, charger 110V, daya motor 67 HP); DS/USD13.345+, FX/Trail (USD9.845+, harga di AS). Zero DSP dipakai oleh Polisi di AS (gambar samping).
LITO SORA (Quebec, Canada); Fitur-fiturnya adalah baterai Polimer Li densitas tinggi (cas 2jam), 12kWh, daya 60HP, torsi 66,4lb-ft sistem GPS terintegrasi, layar sentuh, tempat duduk dapat diatur secara elektronik (naik/turun, pertama di dunia), komponen suspensi kualitas tinggi, sistem rem regeneratif, wadah simpan dapat dikunci, bodi dilapisi fiber karbon dan sasis aloy aluminium, transmissi CVT. Sora dapat berakselerasi  0-100 km/j dalam 4 detik, laju maks 189 km/j, jelajah 192km, dan sistem notifikasi unik yang akan mengirim e-mail kepada anda bila pengecasan sudah selesai dan siap untuk ditunggangi. Harga ~USD44.000.


Lima mahasiswa teknik  Univ. of Life Sciences Oslo, Norwegia merancang purwarupa molis balap ROSKVA (2012) yang membawa 2 motor listrik 120V/600A (D135RAGS buatan LEM200 dikendalikan oleh controller Kelly) hingga menghasilkan daya 97HP dan torsi 80Nm. Ia mampu berakselerasi 0-100km/j dalam waktu 4 detik dengan laju maks 180km/j yang mampu menjelajah hingga 100km. Serat karbon disematkan pada rangka monokok (berat <25kg), roda-rodanya, single-sided swingarm dan enclosed drivershaft.  Baterai LiFePO4 sebanyak 144 sel dipasang seri yang berkapasitas 6kWh. Moncong depan dibuat mirip peluru guna memperbaiki aerodiamisnya.


Brutus V9
Molis BRUTUS 2 (akselerasi 0-100 km/j dalam 4,7 detik); 161 km/j; berat 226 kg. Daya 153 V / 4,9 kWh baterai polimer Li (mati setelah jalan 80.000 km, dengan perawatan minim), isi-ulang (110V) selama 3,5 jam setiap 160 km. Kemudian, Brutus 2 didesain-ulang menjadi Brutus V2 Rocket (harga ~USD26.500) dengan baterai 21,7 atau 17,8kWh dan motor 130HP (100kW), torsi 172ft.lb pada 6000 rpm. Sementara Brutus V9 (harga USD32.500, 2015) melaju 184 km/j, jelajah 448 km (dalam kota), 336 km (di tol); baterai 18,8 atau 33,7kWh, Daya: 125HP, torsi 277ft.lb.


Molis BRAMMO (AS), Empulse R (2014, harga USD14,000) (akselerasi 0-100 km/j dalam 4,8 detik, laju maks 177km/jam), daya dipasok oleh 7 baterai, 104V & 9,3kWh, 54bhp (40kW) @4500rpm, torsi 66lb.ft (90Nm). Setiap modul berisi 36 ion-Li sel NiCoMn. Enertia PLus (kap.6,2 kWh, 188,8 V, 54 HP, jelajah 128 km, laju maks 96 km/j, baterai ion-Li NCM, 1500x isi-ulang, 7,5 jam), Empulse LE (kap. 10,2 kWh, 103,6 V, , 54 HP, jelajah 128 km, laju maks 96 km/j, baterai ion-Li, 500x isi-ulang, 3 jam); Enertia Plus LE.

BULTACO varian Rapitan dan Rapitan Sport (buatan Spanyol) daya 40 kW, 125 Nm,  jelajah 180-200 km, 55 HP, laju maks 144 km/j (dapat menempuh 129 km), baterai ion-Li, dapat diisi-ulang 3,5 jam (ac), 45 menit (dc). Sistem suspensi depan, Rem regenaratif terletak pada roda belakang. Tangki depan bekas tangki BB cocok digunakan untuk penyimpanan helm. 

Molis balap/sport (di AS, UK, Italia, 2012) berdaya 100HP (73 kW @ 5800 RPM, torsi 105Nm (77,4 ft.lb) buatan Inggris MAVIZEN TTX02 (laju maks 210 km/j), akselerasi 0-100km/j ditempuh dalam 5 detik, halus, senyap, menggunakan brushed motor dc ganda 96V, dan daya baterai Polimer Li 7,5 kWh (waktu cas 4 jam) bersistem pendingin udara, dilengkapi dengan Wi-Fi & bluetooth. Molis ini juga legal digeber di jalan raya, yang dapat menempuh 120-209 km (tergantung baterai) tapi kalau digeber di  track balap, jelajah hanya 64 km. Daya sisa baterai terlihat di dashboard (layar sentuh). Rem depan: cakram ganda; rem belakang: cakram single. Gearbox: 1-speed; transmissi: rantai. Harga: USD41.500 (2014).


HARLEY-DAVIDSON (Milwaukee, Wisconsin, AS) varian Livewire belum diproduksi massal (masih dalam proyek, menunggu sumbang saran para mania HD yang sedang melakukan touring di jalan publik untuk pelanggan di Asia/Malaysia, Eropa Canada, dan AS). Th 2014, sekitar 1500 saran sudah masuk; dan produsen HD menawarkan lagi kepada 6800 pengendara; th 2015, Livewire akan mencapai UK, Perancis, Jerman, Italia, dan Belanda. Daya motor 55 kW 74 HP, laju maks 147 km/j, jelajah 209 km, isi-ulang baterai selama 30-60 menit, spek lain seperti baterai belum dibuka. Bila kendali listrik diturunkan, rem generatif bekerja.


Mahasiswa Ohio State University yang tergabung dalam tim Buckeye Current mendesain molis balap ke 2 yang disebut RW-2 (2013). Laju maks didesain >200km/j. Pendahulunya RW-1 mampu melaju maks 232km/j. Sementara RW-2.X (2014) yang lebih ringan dan lebih cepat (daya 70HP setara motor bensin 600cc) kapasitas baterai basis ion Li 8 kWh (110 sel x 4,2V/sel = 472V) dipasang seri) yang akan menghasilkan daya 95kW.


Molis Yamaha mengeluarkan dua varian, PES1 (PES = Passion-Electric-Street) (100kg, gaya streetbike. Dugaan spek: Sports, daya motor 7HP, torsi 5Nm, laju maks ~100km/j),  dan PED1 (PED = Passion-Electric-Dirt) (85kg, gaya motor Trail) pernah diperkenalkan di Tokyo Motor Show 2013, dan akan diproduksi massal tahun 2016 yang hadir dengan transmisi manual dan otomatis. Spek motor & baterai belum dibuka.

Purwarupa molis Jepang (2007), GENESIS, varian EV-X7 hasil kerjasama Genesis & Axle Corp. dengan motor magnetik hibrid (antara elektromagnet dan magnet permanen), menempuh jarak 180km, sekali cas (selama 6 jam) dan dapat melaju 150 km/j. Motor baru yang disebut SUMO, (singkatan dari super motor) disisipkan di roda belakang yang 7x lebih efisien dibanding skuter BBM. Motor menghasilkan daya 2130W pada efisiensi 80%, dan mampu mendaki lembah dengan kecuraman 6 derajad pada laju 24km/j.

Lit Motors, San Fransisco, AS, menampilkan purwarupa molis roda dua C-1 (menjadi AEV = Autobalancing Electric Vehicle bila diproduksi) (1+1 penumpang) untuk travel di perkotaan yang mampu menyeimbangkan diri via sistem stabilisasi roda gila horizontal (adanya sistem gairoskop yang dikendalikan secara elektronik), sehingga tidak akan terjatuh meski ditabrak dari samping. C-1 menggunakan torsi tinggi pada hub motor listrik, dan rem regeneratif saat pengereman dengan memanfaatkan teknologi KERS guna menyimpan energi kinetik pada roda-gila gairo. 
C-1 juga dilengkapi dengan fitur keselamatan seperti pada roda empat, misalnya seat belts, multiple airbags, proteksi benturan samping, sasis baja pada sistem stabilitas gairo. Baterai: ion Li (LiFePO4) 8-10kWh (negara berkembang 4-6kWh), sehingga mampu berakselerasi 0-100km/j dalam <6 detik, laju maks 161 km/j, dan jelajah 320km. (sekali cas 6 jam untuk 120V, 4jam untuk 220V, 1/2 jam bila pakai DC). Harga ~USD 24.000,-.

Rusia menampilkan molis perangnya yang kabarnya mampu menempuh jarak sekitar 320km. Jenis baterainya masih dirahasiakan. Molis itu dapat masuk dalam bagasi mobil biasa (mungkin dapat dilipat). Berat molis sekitar 55-65kg. Daya motor 3kW, dan laju maks 110km/j. Selain pengendara, jenis senjata/amunisi, dan peralatan taktis apa yang dapat dibawa dapat dilihat dalam gambar. Harga sekitar 300K rubles (USD 10.000) (2014).

Contoh molis hibrid (bensin + baterai)


Pabrikan Honda juga membuat molis hibrid pada motor besarnya, Gold Wing, yaitu perubahan pada rangka bodi, roda depan, sumber penggerak hibrid (yang dipasang pada rangka bodi antara head pipe dan swing arm pivot, berupa mesin yang memiliki crankshaft aksial sejajar panjang kendaraan, dan motor yang dipasang pada poros roda depan). Ringkasnya, mesin 6 silinder diubah menjadi mesin 4 silinder dipadu dengan motor listrik dengan menerapkan teknologi KERS (Kinetic Energy Recovery  System) (2011) yang banyak digunakan di tim Formula-1. Honda telah mematenkan produknya. Teknologi ini belum dapat direalisasikan.


Skuter tiga roda (buatan Italia) Piaggio meng-upgrade MP3 125 (bensin) menjadi Hybrid, yang disebut MP3 300ie (2010) atau HyS di AS, sistem hibrid paralel dengan cara menaikkan volume mesin dari 125cc (14HP, lamban) menjadi 278cc (22HP, isi tangki BB 12 liter) + molis (baterai ion-Li, 2,6 kW, 15 Nm, brushless permanent magnet), sehingga daya total hibrid 25HP seperti skuter bensin Piaggio 400cc. Tombol di handel ada 3 moda. Moda "Hybrid" artinya 2,6 kW (3,5 HP) molis membantu mesin. Moda "Hybrid Charge", menggunakan mesin bensin sambil mencas baterai ion-Li. Moda "Electric", jalan seperti molis sejauh ~ 20 km. Bila menggunakan rasio moda 2/3 hibrid dan moda 1/3 elektrik, maka kebutuhan bensin hanya 2 liter untuk 100km. Skuter ini dapat mundur saat parking dan pengereman (cakram 240 mm pada 2 roda depan 1 belakang) juga berfungsi memberi listrik ke baterai. Bila baterai dicas via PLN perlu waktu 3 jam.

Contoh molis baterai (normal)
 
Skuter listrik cantik & pintar buatan Taiwan GOGORO (2015) memiliki dashboard digital, semua bodi terbuat dari paduan aluminium, melaju 0-50 km/j dalam 4,2 detik, (laju maks 100 km/j), jelajah 97 km (bila laju tetap 40 km/j). Dua baterai (di bawah tempat duduk) buatan Panasonic Corp. mudah diambil untuk diganti dengan baterai yang sudah terisi penuh di Kios Gogoro (GoStation). Semua lampu terbuat dari LED, tersedia sambungan koneksi bluetooth ke smartphone app. Kios Gogoro perlu disediakan di beberapa tempat operasi skuter Gogoro. 

ZEV seri S
Skuter listrik ZEV (Z Electric Vehicle Corporation) yang dianggap paling cepat (paling bertenaga) dengan jelajah terjauh dibuat oleh AS dan Tiongkok yang dirakit di AS, Australia dan Vietnam untuk pasar AS, Eropa, Asia, dan Australia. ZEV memiliki >13 varian dari ZEV 3600 (lambat, 60 km/j, jelajah 51 km) hingga ZEV 10 LRC (cepat) dengan daya 10kW (13 HP) melaju ~130 km/j dengan jelajah hingga 230 km. Ia memakai baterai ion-Li atau Natrium Silikat. 
ZEV seri T
Rahasia kekuatan ZEV ada pada torsi masiv berdiameter besar, motor multifase di roda belakang yang hub-nya berpendingin minyak, sehingga tidak merusak motor pada laju tinggi. Tidak ada rantai, tidak ada sabuk penggerak, tidak ada udara yang dihembus ke motor, sehingga motor lebih halus. Tiga Elektronik transmisi disediakan untuk mengontrol amper & voltase (torsi & rpm).
ZEV seri B beban berat
ZEV Versi baru (2015) telah dibuat dengan daya 12,2 kW, 84V. Laju motor dicek oleh GPS. Ada 2 jenis ZEV, untuk angkut barang berat, dan untuk gaya. Beberapa varian yang didemo adalah 8500; T-10 (motor 10kW,  baterai 10kWh berupa 28 buah masing-masing 100Ah, mampu bawa barang 100 kg, dimiliki kepolisian, laju 121 km/j, ban lebih lebar); 7000; T7100 (versi baru untuk kepolisian, laju 125 km/j); B750 (untuk bawa barang berat/kembung ~100 kg, tidak perlu SIM, ~35 km/j); DOT (3000W); B4000 (4000W); 2700; 4100L; 6000L; SPORTER (750 / 875 W, takperlu SIM); dan 6100;


Molis trail KTM (FREERIDE E) (buatan Austria) hadir dengan varian, XC, SX, dan SM terutama di Eropa. Varian XC cocok untuk pemula yang tidak ikut rally. Sebaliknya, mereka yang ikut bertanding, gunakan varian SX. Molis ini diberi tenaga oleh motor 22HP pada 4500 rpm dan torsi 42 Nm, dan sel baterai basis ion-Li sebanyak 360 dengan daya 2,6 kWh (dilengkapi pendingin). Bila baterai (mudah diambil) dicas normal, akan terisi penuh selama 80 menit, (bila hanya terisi 80%, waktu cas ~50 menit) dengan arus 10A (kalau ingin cas cepat, perlu 13A) untuk berkendara selama 1 jam. Harga USD14.600+ (XC), dan USD14.310+ (SX).

BMW C1-E
Molis BMW C1-E beratap (buatan Jerman) dikombinasikan dengan operasi ekonomi dengan fitur keselamatan mobil (bodi lebih lebar, beratap penuh, sabuk pengaman, pelindung angin, tak perlu pakai helm, dll). Molis komuter perkotaan buatan perusahaan Mega City Line ini akan berkompetisi dengan divisi Smart milik Daimler. Motor listrik (dari perusahaan skuter Vectrix) 27bhp diberdaya oleh baterai ion Li 125V. Laju maks 100km/j, dengan akselerasi 0-100km/j selama 7 detik, dan jelajah 90km. 

Konversi Total Motor bensin >>> Motor Listrik


Bagi anda yang tertarik merombak motor bensin menjadi motor listrik, cobalah ikuti petunjuk cara mengkonversinya dalam beberapa situs berikut:
11 langkah konversi menjadi molis: konversi moben (Honda Rebel) ke molis; Dirikan molis anda (Kawasaki)Motor Kawasaki Ninja 750R; Honda VF750 (bensin) menjadi molis; Konversi Suzuki GSX-R 750 RS (1989) bensin ke Molis [1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11], dll.


Contoh Gokart Listrik Buatan Sendiri (LN)

Seorang broker real estate G Fortin (San Clemente, California, AS) merakit gokart yang dia sebut Z-kart untuk satu penumpang model Buggy yang dapat melaju hingga 64km/j dan menjelajah 32km. Ia menggunakan 6 aki mobil 72V (6x@12V) (lebih murah dari baterai Ion Li) (cas aki selama 3 jam dengan jala listrik rumah AS 120V). Rangka terbuat dari bahan bekas polietilen padat (plastik). Hub & pelek terbuat dari aluminium, sedangkan rem dipilih yang biasa dipakai untuk gokart.
Ban (ban depan lebih kecil dibanding ban belakang) berasal dari roda sepeda motor agar lebih kuat. Suspensi depan tidak ada, tetapi poros depan dapat dimiringkan guna mengikuti kemiringan jalan. Fortin membeli motor listrik (berisi magnet kuat di dalamnya) 20HP dengan torsi tinggi yang dia lengkapi dengan pendingin udara, dan controller yang dapat dikoneksi dengan komputer untuk mengoptimasi daya ke roda. Z-kart diberi lampu depan untuk jalan malam, kaca spion, klakson, dll. Tim balap Arciero telah mencobanya. Sebelumnya dia telah membuat moblis dengan baterai 48V, laju maks 64km/j, jelajah 24km, dan akselerasi 0-100km/j ditempuh dalam 10 detik. 

Gokart Linde E1
Produsen gokart listrik di dunia dapat dilihat disini [(Eropa (Sodi, Speedomax / Perancis, BIZ / Inggris, EKC / Belanda, dll.); Amerika (Kart1, FormulaK, Electra Motorsports, J&J Amusement, Shaller, Pole Position raceaway, dll.)]. 

Sementara, Gokart Linde E1 yamg memakai baterai ion Li 96V (50kW) diketahui memiliki laju tercepat (masuk GWR 2011) di dunia 120km/j, akselerasi 0-100km/j dalam 3,45 detik. Berat 160kg. Motor: Linde BR387, torsi 150Nm.

Contoh molis tenaga surya  
Kereta kuda (1600an) diganti menjadi kereta surya (Amish Buggy) (Pinecraft, Sarasota, Florida, AS, 2013) muat untuk 6 orang, keempat rodanya dipasangi rem, bisa maju / mundur; ada kaca spion, lampu sein, GPS, 4 baterai 12 V (48V), 4 panel surya. Dalam parade malam minggu, kereta surya ini ikut tampil. Kecepatannya 22 km/j (maju) dan 13 km/j (mundur). 
Sayang, Andong Yogyakarta bertenaga surya belum terlihat di jalan Malioboro. Demikian pula delman Betawi bertenaga surya belum terlihat di area Monas. Cobalah siswa SMKN di Yogya dan Jakarta membantu merealisasikan kendaraan legendaris bertenaga surya (+baterai) itu sekaligus melestarikan budaya tradisional dengan sentuhan teknologi masa kini, agar kota menjadi bersih dan ramah lingkungan.

SunRed (pabrikan kendaraan Spanyol) mendesain purwarupa molis cangkang siput (clamshell) (2012) yang bodi keseluruhan diselubungi sel surya seluas 3,1 m2. Ia diharapkan melaju hingga 50 km/j, sejauh 30 km. Semua fungsi molis dapat diakses dan dikontrol via layar LCD 6.4". Motor memiliki penggerak roda depan. Kemudian, SunRed berkolaborasi dengan Quimera guna menyempurnakannya, agar tidak hanya mendapat energi dari sel surya, tetapi juga dari jaringan listrik. Spek: Daya 18kW, Torsi 96Nm, konsumsi 10kWh/100km, jelajah 100km, waktu cas 1 jam, baterai polimer Li, dan berpendingin air.


Contoh molis Sel Tunam (Fuel Cell)


Molis sel tunam HERO iON, konsep dari Hero MotoCorp pada Auto Expo (2014) India, menggunakan baterai baru Udara-Li (energi spesifiknya 5-15 kali ion-Li) dan roda maglev yang dilengkapi oleh sel tunam sebagai pengisi baterai dengan 2 kapasitor super untuk menggerakkan dua roda. Waktu tempuh 0-100 km/j adalah 5 detik (kencang) dengan laju 160 km/j, dan jelajah 300 km. Rem ABS terkendali secara elektronik. Motor listriknya merangkap rem, yang berfungsi sebagai pemberi tenaga listrik tambahan via roda magnetik (hubless wheels, pusat roda tidak ada). Fitur kendali berupa teknologi ride-by-wire, yang terintegrasi dengan sensor lalu-lintas dan sistem VSA (Variable Situational Awereness) untuk mendeteksi lintasan sekitar dan deteksi benturan.


Molis ENV (2007) produksi dari Intelligent Energy (IE Inggris) menggunakan PEMFC yang menghasilkan daya 6 kW 48V dc, 80 km/j, jelajah 160 km (selama 4 jam), isi-ulang hidrogen diperlukan sekali di beberapa tempat; bahan material bodi molis terbuat dari paduan logam Aluminium untuk pesawat. Di sisi lain, IE bekerjasama dengan Suzuki (2008) untuk memasarkan molis sel tunam, Suzuki Crosscage. Ia menjelajah sekitar 200 km dengan daya setara motor bensin 125cc.

 
CONTOH  MOBIL LISTRIK  DI DUNIA

GRIMSEL
Moblis kecil dengan berat 169 kg yang dikembangkan oleh peneliti Swiss menjadi moblis tercepat di dunia (laju maks 120km/j). Akselerasi 0-100 km/j hanya memerlukan 1,785 detik dengan daya 200 HP diupayakan oleh Tim Balap AMZ (para mahasiswa Universitas Swiss yang mania moblis Formula). Ia digerakkan oleh motor hub pada 4 roda AMZ M4, masing-masing berdaya 37kW dengan berat 3,4kg. Planetary gearbox-nya menghasilkan akumulasi torsi 1630Nm pada semua roda yang terkontrol secara individu. Sasis monokok dari serat karbon dirancang sendiri oleh tim. Desain yang efisien dari kekakuan torsi sebesar 4500Nm/derajad dapat dicapai dengan berat hanya 18,3kg. Desain aerodinamika menghasilkan tekanan ke bawah yang cukup untuk mendorong langit-langit pada 110km/j. Tim AMZ juga merancang moblis balap lainnya, seperti Julier (laju 120km.j, 0-100km dalam 2,6 detik), Umbrail (120km/j, 3,2 detik), Novena (120km/j, 3,4 detik), Furka (111km/j, 3,8 detik), Simplon (130km/j, 3,6 detik), Maloja (135km/j, 3,8 detik), dan Albula (150 km/j, 3,7 detik).

WHITE ZOMBIE
Mobil Datsun 1972 (1 penumpang + Sopir) dirombak (buang mesin bensin ganti dengan motor listrik, dll., baterai di kursi belakang) sedemikian rupa sehingga akselerasi 0-100 km/j hanya dalam 1,8 detik. Motor Siamese 9; Satu Pak baterai 355V (192 sel polimer Li buatan Dow Kokam disusun menjadi 12 bagian (@ 29,6V), mampu mengeluarkan arus listrik 2.400A, daya tersimpan 22,7kWh. Kecepatan maks 207km/j. Jelajah ~145km (Perkotaan), ~193km (jalan besar), daya 400HP (torsi 1250ft.lbf). Proyek ini menelan dana >USD100.000.

RIMAC (varian: CONCEPT ONE)
Moblis mahal ini (sekitar USD 1juta / ~Rp12miliar) dirancang dan dikembangkan oleh perusahaan mobil Rimac dari Kroasia (Zagreb) mengusung daya 1.088HP (torsi 3.800Nm) dengan bodi dan sasis monokok (dengan baterai di dalamnya) terbuat dari serat karbon. Akselerasi 0-100km/j hanya dalam 2,8 detik. Laju maks ~306km/j, jelajah ~600km sekali cas (hanya 30 menit menggunakan SPLU 200kW). Ia hanya diproduksi sebanyak 88 mobil sejak 2013 untuk pasar Eropa. Berat 1650 kg. Daya Baterai (1400 sel LiFePO4) 92 kWh. Setiap roda diberdayakan oleh motor magnet permanen 250kW berpendingin cair.

2015 Toyota TMG EV P002
Moblis sport/balap Toyota TMG EV P2 (Toyota Motorsport GmbH) dilengkapi dengan 2 molis fluks aksial untuk menggerakkan roda belakang yang berasal dari baterai ion Li (keramik) 42kWh (dicas oleh 400V dc), sehingga menghasilkan daya motor 460HP (maks 350kW), torsi 900Nm (5.000rpm). Ia mampu berakselerasi 0-100km/j selama 2,8detik. Laju maks 255km/j.

WRIGHTSPEED (varian: X1)
I. Wright, bekas karyawan Tesla Motors, CEO dan penemu Wrightspeed hanya membuat purwarupa moblis X1, bukan untuk diproduksi. Moblis ini tercepat di jalan. Purwarupa X1 adalah konsep moblis dan plafon uji berdasarkan modifikasi moblis Ariel Atom. Akselerasi 0-100km/j dicapai hanya dalam 2,9 detik. laju maks 273km/jam menggunakan baterai polimer Li buatan Dow Kokam yang menghasilkan daya 300HP. Jelajah 161 km.

SPARK- RENAULT SRT_01E
SRT_01E buatan Perancis didesain khusus untuk liga balap baru, Formula E. Akselerasi 0-100km/j selama 3detik. SRT menggunakan bahan komposit dan sistem simpan energi dapat isi-ulang (RESS) memasok energi ke sirkit daya dan sekaligus ke motor traksi. Sasisnya terbuat dari serat karbon dan monokok aluminium. baterai: 28kWh, RESS.  Daya: maks 200kW (268HP; 272PS, torsi 230Nm); Motor listrik: dibuat oleh teknologi elektronik Mclaren, beratnya 26kg, berdaya maks 270bhp dengan torsi instan 140Nm. Ketika musim balapan, kendaraan formula E dapat dicas pada momen apa saja selama minggu balapan tanpa kabel. Sistem cas kendaraan listrik tanpa kabel (WEVC) yang menggunakan pad di tempat parkir. Laju maks 225km/j.

LOLA DRAYSON B12/69
Moblis balap ini buatan Inggris, diproduksi tahun 2012. Empat motor listrik berdaya 850 HP/640kW, 160kW per roda, 4.000Nm,  motor 200kW axial flux (PMSM), inverter 750V/400A CAN controller, akselerasi 0-100km/j ditempuh hanya dalam 3 detik, laju maks 328km/j (di trak balapan Elvington RAF, Yorkshire), baterai 123 ion Li 30-kWh (berat 300kg) dengan transmissi rasio tunggal (isi-ulang 15 menit).

TESLA MODEL S P85D
Ada 2 model: P85D dan P60D buatan AS. Tesla model S P85D menghasilkan daya sekitar 691HP dari motor listrik ganda (221HP di depan, 470HP di belakang) (All Wheel Drive Dual Motor) mencapai laju maks 250 km/j, dengan akselerasi 0-100km/j hanya dalam 3,2 detik; baterai 85kWh (cas hanya 20 menit, adapter 240V, atau J1772 adapter PLSU); jelajah 459 km (pada laju konstan 105km/j).
Moblis Model S (P60D) (5 penumpang) agak lambat dibanding P85D. Akselerasi 0-100km/j dalam 5,6 detik. Laju maks 201km/j. Jelajah 335km (pada laju 89km/j) untuk motor 60kWh,  daya 362HP. Perlengkapan lainnya berupa fasilitas layar sentuh, akses internet Wi-Fi, dll. Harrga: USD75.000-105.000.

RENOVO COUPE
Moblis super buatan Amerika Renovo Coupe (2 penumpang) menggunakan motor kembar roda belakang 500HP / 400kW; torsi 1.000lbf.ft (1.356Nm); berakselerasi 0-100km/j selama 3,4 detik. Baterai ion Li 30kWh, 740V,  laju maks 193km/j, jelajah sekitar 160km sekali cas (30 menit, arus dc); Electric power steering; Bodinya sama dengan Shelby Daytona. Renovo diproduksi terbatas dengan harga ~USD529.000 (2015).

VOLAR-e
Atas: Volar-e; Bawah: Rimac
Purwarupa super moblis Volar-e (2013) (2 penumpang) rancangan industri Spanyol Applus IDIADA bekerjasama dengan komisi Eropa (berkolaborasi dengan Rimac Concept One). Ia memanfaatkan daya 1.000HP (760kW), torsi 737Lb-ft (1.000Nm), yang dihasilkan oleh 4 motor listrik pada roda-rodanya (AWD = All Wheel Drive). Keempat motor itu diletakkan di bagian tengah mobil, bukan di hub-nya. Daya itu berasal dari baterai basis ion Li (LiFePO4) 10 sel, 38kWh, dengan waktu cas hanya 15-20 menit. Akselerasi 0-100km/j dicapai selama 3,4 detik. Laju maks 300km/j. Bodi terbuat dari fiber karbon, dan sasis baja khrom. Ia dilengkapi oleh sistem rem regeneratif.

DETROIT ELECTRIC SP.01
Moblis (Detroit, Michigan, AS) (2 penumpang) ini memiliki motor listrik 285HP/210 kW, torsi 166lb-ft, berada di roda belakang; dengan transmissi manual 4 speed; bodi serat karbon dan transmissi manual (standar), tetapi pilihan transmissi otomatis laju tunggal dan laju ganda juga tersedia. Ia dapat berakselerasi 0-100km/j dalam 3,7 detik, sedangkan versi dwi-motor dicapai dalam 3.2 detik. Laju maks sekitar 249km/j seperti Tesla. 
Baterai berupa polimer Li 37kWh yang berpendingin (supaya beterai awet dan sistem pengendaraannya menjadi lebih ringan dan selamat) yang memberikan jelajah 290km, sedangkan pengecasannya sekitar 4,3 jam (7,7kWh). Bila menggunakan sumber listrik 13A standar, pengecasannya memakan waktu 8 jam. Produksinya hanya dibatasi hingga 999 unit saja sejak Agustus 2013. Harga dibanderol mulai dari USD135.000. Purwarupanya dirakit di Eropa (Belanda). SP.01 akan diproduksi Inggris, dan fasilitas di Belanda berfungsi sebagai penjualan dan pemasaran. Ia dilengkapi teknologi smartphone (SAMI), android, navigasi satelit, musik, GSM via SAMI, dll.

 R8 E-TRON
Audi memperkenalkan moblis sport terbaru R8 e-tron (165.000 Euro) di Jenewa (3-25 Maret 2015). Daya motor 456HP, torsi 679lb-ft, laju maks 209km/j atau 250km/j. Jelajahnya sekitar 450km sekali cas (2 jam isi-ulang). Kapasitas baterai R8 e-tron 92kWh (harga baterai 400USD/kWh, tahun 2025 akan turun menjadi 180USD/kWh, idealnya harus <100USD/kWh); akselerasi 0-100km/j dicapai dalam 3,9 detik.

 ACCIONA
Moblis Acciona buatan Spanyol ini pertama kali ikut serta dalam ajang Rally Dakar 2015. Ia dilengkapi dengan motor listrik 300HP (synchronous electric) (220kW pada 6.000 rpm), torsi 700Nm, dengan berat hanya 80 kg (dibandingkan dengan mesin bakar seberat 280kg). 
Ia dilengkapi dengan 4 baterai basis ion Li dengan daya total 140kWh (dapat dilepas) yang dianggap cukup untuk menjelajah 322km per etape dan total jarak 9.000km. laju maks 150km/j. Baterai dengan mudah ditukar dengan yang baru di setiap check point. Sistem cas baterai dapat dilakukan via jala-jala normal (220V), koneksi industri (400V), dan sistem cepat (50kW). Konsumsi energi dari 20-45kWh per 100km sesuai dengan jenis lembah.

ELIICA
Eliica (8 roda) 4 penumpang
Purwarupa Moblis Eliica (Electric Lithium Ion Car) roda delapan (4 penumpang) dirancang oleh tim mahasiswa Keio University (tim dipimpin oleh Prof Hiroshi Shimizu), Jepang dan lisensi komersialnya dipegang oleh perusahaan SIM-Drive). Desainnya unik, fitur menarik, kinerja sangat baik. Roda delapan dimaksudkan agar tarikannya hebat, kemampuan setir yang stabil bila 4 roda belok, dan daya lebih baik. Tenaga berasal dari Motor listrik 60kW (80HP) untuk setiap roda (Total 640HP) yang Rotornya menggunakan magnet permanen yang kuat. Proses pembuatan moblis ini dijelaskan [1, 2, 3, 4, 5, 6].
Eliica Limusin (8 penumpang)
Ia muncul pada tahun 2004, dan terus dikembangkan menuruti model (Model Akselerasi (digunakan di jalan raya, laju maks 190km/j, jelajah 322km) dan model kecepatan (untuk balap, laju maks 370km/j, jelajah 193km). Kedua model berakselerasi 0-100km/j selama 4detik (seperti Tesla Roadster). Berat 2.400kg, panjang 5,1m. Baterai basis ion Li dengan waktu cas 10jam (bila kosong). Eliica jenis limusin telah mengalami banyak perubahan & pengembangan. Pintu kedua terbuka ke atas. Moblis in belum ada tanda-tanda untuk dipasarkan. (Harga ~USD255.000).



BMW i3
Moblis 4 penumpang BMW i3 (5 pintu, bukaan pintu tanpa rangka, pintu belakang harus menutup dulu baru pintu depan, hatchback) (RWD) berdaya 170HP (130kW), torsi 184lb-ft,  EPA rating 124 MPGe, dengan interior menarik, nyaman, dan futuristik. Ia mengusung baterai ion Li 22kWh (garansi 8th/161.000km) yang memberikan jelajah 160km sekali cas (selama 4 jam, 220V AC atau 1/2 jam arus DC). Akselerasi 0-100km/j ditempuh selama 6,5 detik. Laju maks 145km/j. Sewa bulanan USD300-400. Harga ~USD43.350+.

TOYOTA RAV4 EV
Moblis (5 penumpang, 4 pintu) (FWD) model SUV ini berdaya 154HP (motor 115kW), torsi 296Nm (220lb-ft), sedang tipe sportnya 370Nm (270lb-ft) dengan akselerasi 0-100km/j ditempuh dalam 7 detik. Laju maks 137km/j (sport 160km/j); EPA Rating 76 MPGe. Biaya sewa sekitar USD600/bulan selama 3 tahun (DP USD3500). Produksinya mengikuti Tesla (MoU diteken Juli 2010). Baterai berbasis ion Li 386V (4.500 sel), 41.8kW yang dipasok oleh Tesla dengan kapasitas 50kWh dengan jelajah 166km. Ia laku terjual 2425 unit hingga 2014, tetapi kemudian dihentikan produksinya. Harga mulai ~USD49.800.

CHEVROLET SPARK EV
Mobil kecil Chevrolet Spark EV (FWD) (4 penumpang, 5 pintu) berdaya motor 130HP (105kW), torsi 327lb-ft (444Nm), EPA rating 119MPGe, dengan jelajah 132 km. Ia mengusung baterai basis ion Li 18,4kWh (sekali cas 7 jam AC, kalau DC hanya 45 menit). Ia dilengkapi dengan layar sentuh infotainment & navigasi, dan konektivitas bluetooth. Akselerasi 0-100km/j selama 7,2 detik. Laju maks 145km/j. Ia gampang diparkir. Harga mulai USD 27.645.

LOOX
Moblis perkotaan Loox buatan perusahaan Dok-Ing asal Kroasia seperti Lamborghini kecil mengadopsi kabin McLaren F1 dengan jok pengemudi di tengah, dan 2 tempat duduk di jok belakang. Pintu besar terbuka ke atas. Baterai yang digunakan adalah basis ion Li (LiFePO4) 32kWh, menggerakkan motor listrik 61HP. Sasis Loox terbuat dari Aluminium dengan bodi serat karbon. Ia mampu berakselerasi 0-100km/j dalam 7,7 detik sekali cas (selama 3-8 jam). Harga ~USD35.000.

MERCEDES-BENZ B-CLASS Electric Drive
Moblis 5 penumpang 4 pintu hatchback, bagasi lebih besar, dashboard konvensional, lebih mewah (interior), canggih, lebih lembut dikendarai. Baterai basis ion Li 28kWh, jelajah 140km, daya motor 85 kW (177HP), torsi 251 lb-ft, akselerasi 0-100km/j selama 7,9 detik, laju maks 161km/j, EPA rating 116MPGe. Baterai, motor, charger, dan sistem dukung EV dibuat oleh Tesla yang dikirim dari AS ke Jerman. Ia dilengkapi dengan radar sensor (pengaturan laju dan pengereman, jarak, informasi sekitar mobil, menghindari tabrakan, dll.) sekaligus mengoptimalkan energi, jelajah, dan keselamatan penumpang. Harga mulai USD42.375.



FIAT 500e 
Mobil listrik kecil 4 penumpang (dua pintu) Fiat 500e (FWD) buatan Italia membawa baterai ion Li 24kWh (jaminan 8 tahun) yang dapat dicas selama 4jam (220V) atau 24jam (120V bila sama sekali kosong). Ia dilengkapi dengan Permanent magnet AC synchronous electric motor berdaya 83 kW (111HP), torsi 147lb-ft (200Nm), 7 airbag, EPA rating 116 MPGe, akselerasi 0-100km/j selama 8,4 detik, laju maks 137km/j, dan menjangkau jarak 140km. Harga USD33.200+.

HONDA FIT EV
Molis 5 pintu (lima penumpang) ini menggunakan satuan baterai basis ion Li 20kWh, keluaran 100kW, dengan modul cas baterai yang super hanya sekitar 3 jam, dan akselerasi 0-100km/j selama 9,49 detik yang berasal dari daya motor 123HP/92kW, torsi 189Lb-ft. EPA rating: 118 MPGe (1 MPGe ~0.04775 km/kWh); Laju maks 145km/j, dan jelajah 132km. Moda berkendara ada 3: Sport, Normal (34km/j), dan Econ. Ia juga mampu melaju di jalan bersalju. Sewa USD389/bulan selama 3 tahun. Harga mulai USD36.625.

FORD FOCUS ELECTRIC
Moblis hatchback 5 penumpang (5 pintu) membawa baterai basis ion Li 23kWh berpendingin cair, daya motor 107 kW (143HP) dengan EPA rating 105 MPGe, Jelajah 122km untuk sekali cas (3jam/220V, atau 20jam/120V). Akselerasi 0-100km/j selama 9,6 detik. Ia dilengkapi dengan penyalaan sentuh dan komputer (+layar) guna mengetahui kondisi moblis, dll. dan sistem audio Sony dengan 9 speaker Harga mulai USD29.995.
 
VOLKSWAGEN e-GOLF
Moblis 5 penumpang buatan Jerman yang lembut dan senyap dengan moda berkendara ada 3: Normal, Eco, dan Eco+. Ia dilengkapi dengan rem generative system. Daya motor 115HP (85kW) dan torsi 199lb-ft untuk lalu-lintas komuter. Baterai (sel 264, berat 313kg) 24.2kWh dicas selama 4 jam 220V AC di rumah setiap malam menghasilkan jelajah 134km, EPA Rating 116MPGe. Akselerasi 0-100km/j ditempuh dalam 10 detik. Harga mulai USD36.265. 

NISSAN LEAF
Moblis (5 penumpang) senyap (hanya terdengar suara roda menyentuh aspal) ini menggunakan FWD, lima pintu (hatchback) yang dilengkapi dengan 2 jenis baterai: 1) baterai basis ion Li (sel 192) 24kWh dapat isi-ulang yang dapat mencapai laju maks 145km/j dengan jelajah 113 km sekali cas (4 jam, 240V); dan 2) baterai tradisional 12V untuk memberdayakan sistem radio, lampu, wiper kaca depan, layar, dll. Daya motor 107HP (80kW AC synchronous), torsi 207 lb-ft. EPA rating: 115 MPGe. Akselerasi 0-100km/j dicapai selama 10 detik.  Jangan biarkan mobil di luar pada suhu di bawah -13oF selama 7 hari (baterai ion Li akan beku). Harga ~USD29.860.  

Podadera
Molis city car Casple-Podadera 2 kursi buatan Spanyol (rancangan Fransisco Podadera) (dapat diperpendek, dari 2,3m menjadi 1,9m, supaya dapat masuk ke tempat parkir yg sempit). Ia memiliki akselerasi 0-100km/j dalam waktu 11 detik dengan laju maks 110km/j dan jelajah 130km. Konsumsi energi ~95Wh/km, bobot 720kg. Podadera menantang molis perkotaan lainnya Hiriko (city car, 2 kursi) yang pemasaran komersialnya dikembangkan oleh MIT Media Lab sejak 2003 bersama dengan Konsorsium Mobilitas Pengendara Hiriko di negara Basque (komunitas otonomi di Utara Spanyol) (Hiriko artinya urban = perkotaan).
Hiriko
Baterai (sewa, dicas hanya 15 menit) Hiriko berbasis ion Li sehingga dapat menjelajah ~120km. Motor penggerak berada di bagian dalam masing-masing roda yang menghasilkan daya 20HP, dan laju terkendali secara elektronik sekitar 50km/j. Bobot ~500kg. panjang semula 2,5m dapat dilipat/diperpendek menjadi 1,5m saat parkir sambil berputar 60 derajad. Penumpang dapat keluar mobil lewat kaca depan. Harga USD16.400 ~ Euro12.500.

SMART FORTWO Electric Drive
Moblis SMART (Swatch Mercedes ART) city car (dua penumpang, FWD), mengusung baterai ion Li 17,6kWh (buatan Deutsche ACCUmotive),  EPA rating 107MPGe, daya motor 74HP (55kW), torsi 130Nm (96lbf-ft), laju maks 125km/j, dengan jelajah 145km sekali cas (6 jam, 220V AC). Akselerasi 0-100km/j selama 11,5 detik. Moblis ini dilengkapi dengan suara peringatan dini secara otomatis (AS dan Jepang) & manual (di Eropa) bagi para pejalan kaki yang mendekat. Ia mampu beradaptasi pada kondisi bersalju yang ekstrim. Harga mulai USD25.750.

KIA SOUL EV
Moblis (5 penumpang) kotak (FWD) Kia Soul EV, city car, buatan Korsel, di Fasilitas KIA di Gwangju) dilengkapi dengan baterai basis ion Li 27kWh (yang diletakkan di sisi mobil, agar kabin tetap besar), berdaya motor 109HP (81kW), torsi 273lb-ft (maks 285Nm), Akselerasi 0-100km/j ditempuh selama <12 detik. EPA Rating 105MPGe, laju maks 161km/j, dan menjelajah 148km. Kursi terbungkus kulit yang berventilasi. Ia dilengkapi dengan sistem navigasi layar sentuh 8", kamera belakang dan bantuan parkir. Harga mulai USD34.500.

MITSUBISHI i-MiEV
Moblis (4 penumpang, 5 pintu) perkotaan yang kecil dan kompak (buatan Jepang) ini (RWD, motor diletakkan di bawah bagasi belakang) berdaya 66HP, torsi 145lb-ft, keluaran motor 49kW, baterai basis ion Li 330V/16kWh dengan jelajah ~100km, EPA Rating; 112 MPGe. Ia dapat dicas dengan tegangan 220V selama 7 jam. Akselerasi dari 0-100km/j selama 13 detik. Laju maks 129km/j. Harga mulai ~USD23.845.

RENAULT TWIZY
Renault Twizy
Moblis empat roda Renault Twizy (2 penumpang, depan belakang) rancangan F. Leboinne & L. Bove dapat melaju hingga 85km/j dengan jelajah 100km (sekali cas 3,5 jam) yang juga menampilkan desain yang manis dan mudah dikendarai. Ia dipasarkan oleh Renault dan diproduksi di Valladolid, Spanyol. Spek: daya 17 HP (13kW), torsi maks 57 Nm, drag 0,64 Cd/A, beban maks 31 liter, roda: 13", rem regenaratif, bluetooth. Harga dari BP6.895,-(+VAT) atau dari 7.700 Euro-an (USD10.000). 
Nissan NMC
Baterai: ion Li 6,1 kWh (22MJ) di bawah kursi depan. Berat Motor dan baterai 400kg. Moblis jenis ini sudah laku lebih dari 14.160-an unit (Oktober 2014) di Jerman, Perancis, Itali, Spanyol, Benelux, dan Inggris. Jepang meluncurkannya dengan nama baru NMC (Nissan New Mobility Concept), sedangkan Tiongkok kabarnya mengopi dengan merek Rayttle E28 (beberapa bagian sedikit diubah) yang harganya setengah dari harga Renault Twizy.

Sementara, anak bangsa (Wiwien, Yogya) menandinginya dengan model serupa (2A / 2B / 2C) dengan kapasitas penumpang lebih banyak (dua hingga empat) (3A / 3B) yang memanfaatkan peralatan dan bengkel seadanya.

E-CAR 333
Moblis kecil buatan desainer Xavier Van der Stappen, Belgia, E-car 333 (6 varian bagi pribadi / famili / professional: kargo, buggy, roadster, hard top, urban/perkotaan, tiga roda, 2/3/4 tempat duduk) diproduksi lokal tahun 2016. Ia mampu melaju 130km/j, jelajah 300km sekali cas (3jam, 220V). Sasis terbuat dari baja daur-ulang dan bodi terbuat dari laminated flax. Ada 2 opsi motor: 15 atau 25 kW, dan baterai basis ion Li, LiFePO4 9,6 kWh. Moblis ini akan dipasarkan di Beijing, New York, London, dan Mumbai. Harga mulai Euro35.000 termasuk baterai (USD47.000+).


i-ROAD (Toyota)
Produsen mobil Toyota menampilkan transportasi perkotaan dengan molis tiga roda (2 depan 1 belakang) i-ROAD yang diberi tenaga oleh baterai ion-Li, 2 motor berdaya 2kW di roda depan yang bila melaju 30km/j, maka jelajah 50km sekali cas (3 jam). Laju maks 60km/j (Jepang, Eropa 45km/j). Moblis ini untuk 1 penumpang (Jepang), atau 2 orang ( Eropa). Kaki pengendara tidak menyentuh aspal, sehingga i-ROAD aman, kedap cuaca, badan pengendara terlindungi dan tak perlu memakai helm. Ia dilengkapi penerangan, pemanas, audio, dan bluetooth. Ada 5 warna ditawarkan kepada pengguna.
 
Contoh moblis bertenaga Surya (+baterai)

Produsen sel surya terbesar di dunia Hanergy Holding Group (mengakuisisi Alta Devices asal AS, penyedia energi listrik untuk kendaraan, pengembang sel surya lapis tipis berefisiensi tinggi), meluncurkan moblis bertenaga surya Oktober 2015. Moblis tsb mampu menjelajah ~100km sekali cas. Hanergy dan Alta Devices menyediakan stasiun isi-ulang moblis di Beijing dan Shanghai.



Contoh Mobil Sel Tunam (hibrid dengan moblis)


Toyota memroduksi massal mobil menengah Sel Tunam (Fuel Cell) MIRAI (= Future, 4 penumpang, FWD) Des 2014 sebanyak 3 unit/hari [perakitan mobil, pasang sasis, sistem sel tunam, converter, 2 tangki H2, perakitan akhir, dan QC & Inspeksi].  Tahun 2015, berencana memroduksi sekitar 700 unit untuk pasar global dengan buka harga ~USD57.400 (pasar Jepang, harga itu disubsidi oleh pemerintah Jepang ~USD19.600), atau ~USD58.325 (sewa USD500/bulan, tengah th 2015 di pasar AS, hanya di California) atau 60.000 Euro di Jerman (Sep 2015 termasuk pajak). Pasar Eropa hanya baru ada di UK, Jerman, dan Denmark. Ukuran mobil mirip Camry. Fitur sel tunam mengandalkan densitas daya 3kW/L dengan gas hidrogen dalam tangki bertekanan 70 MPa (10.000psi).

Mirai mengusung teknologi sel tunam dan teknologi hibrid (baterai) termasuk hak cipta susunan sel tunam (370 sel; tebal satu sel 1,34 mm dengan berat 102 gram), converter (kapasitas 13 liter, menghasilkan listrik 650V), dan tangki hidrogen (ada 2 tangki dengan struktur 3 lapis terbuat dari plastik diperkuat serat karbon berisi nilon 6 buatan industri Ube dan dicampur bahan lain, beratnya 87,5 kg). Laju dari 0-100km/j ditempuh dalam 9 detik (dari 40-64 km/j hanya 3 detik). Isi-ulang memakan waktu 3-5 menit, jelajah ~480km bila tangki penuh. Setiap 4km keluar air dari knalpot ~240 cc. Komponen hibridnya adalah motor listrik (113kW/153HP, dan torsi 335 Nm/247lb.ft), kendali daya dan baterai isi-ulang (245V / 1,6kWh, NiMH, sama dengan yang dipakai Toyota Camry Hybrid, mesin bensin diganti dengan sel tunam).

Tahun 2015 produksi 3 varian Honda ramah lingkungan: Insight (hibrid), Fit EV (moblis), dan FCX Clarity (sel tunam) telah dihentikan, karena hasil pemasaran mobil tersebut mengecewakan. Selanjutnya, Honda menampilkan konsep baru FCEV (ditampilkan pada pameran mobil/auto di Los Angeles, AS, 2013) dengan memperkecil susunan sel tunam 33%, tetapi menaikkan volume gas hidrogen sekaligus menaikkan densitas daya 60% (dibandingkan FCX Clarity) dan dengan jarak tempuh 483km, tangki gas dapat diisi-ulang hanya dalam waktu 3 menit pada tekanan hingga 70MPa. Ia akan diluncurkan Nov 2015 hanya ratusan unit saja di AS, Jepang, dan Eropa.

Hyundai punya Tucson Fuel Cell ditawarkan sejak Juni 2014 dengan cara disewakan pada calon konsumen khusus terutama yang tinggal dekat dengan stasiun pengisian hidrogen (dijual massal 2015). TFC berdaya 134 HP (5.000 rpm), smooth, senyap. pengisian hidrogen butuh waktu 10menit, jelajah 424km.


KERETA-API LISTRIK DI DUNIA

Contoh Kereta-Api Listrik (Kalis) (dan fasilitas stasiun) bertenaga surya

Contoh teknik pemasangan modul surya (amorphous silicon) terintegrasi (termasuk diagram listriknya) pada atap stasiun KA di Meidaimae dan Wakabadai Jepang dapat dilihat disini.


PLTS di atap jalur KA, Belgia
INFRABEL (perusahaan manajemen Kereta-api Belgia) dan Enfinity (pengembang tenaga surya) memasang 16.000 panel surya (dengan luas muka sekitar 8 lapangan bola, atau 50.000m2, lama konstruksi 12 minggu) di atap terowongan (sejauh 3,4 km) antara perbatasan Antwerp dan Belanda yang menghasilkan daya listrik 3,3 GWh per tahun khusus untuk kereta. Daya sebesar itu setara dengan daya untuk melistriki 950 KK per tahun (pengurangan emisi 2.400 ton CO2 per tahun). Proyek kerjasama diperoleh dengan pola PPP yang menelan dana 14,5 juta Euro. Daya itu cukup untuk menggerakkan 4.000 kereta per tahun.
PLTS di stasiun KA Blackfriars
Atap stasiun King Cross di London (UK) ditempati panel surya (2.500m2) yang menghasilkan listrik 175.000kWh per tahun (memasok 10% kebutuhan listrik stasiun). Hal yang sama, panel surya seluas 6.000m2 (4.400m2 = 1,1MWp berada di atap baru di atas jembatan dengan teknik atap multipel dan beda kemiringan guna menaikkan efisiensi penyerapan sinar matahari) dipasang di stasiun Blackfriars.
Selain itu, PLTS juga dibangun di sisi jalur KA di seluruh negeri guna mendapatkan listrik 2,44GW.
Stasiun KA West Footscray, Aus
Atap 5 stasiun di Australia di negara bagian Victoria, meng-upgrade 3 stasiun (Footscray, West Footscray, dan Sunshine), dan membangun 2 stasiun baru (Wyndham Vale, dan Tarneit) di kawasan metro Melbourne masing-masing memiliki >100 panel surya untuk mendapatkan daya listrik dan air panas, lampu LED, penggunaan teknologi smart yang memanfaatkan energi secara efisien, desain gedung berkelanjutan, sistem pemanfaatan air hujan untuk air sembur toilet dan cuci lantai peron. PLTS tsb memasok kebutuhan listrik di stasiun sekitar 30%.
Stasiun. Stillwell Av., Brooklyn
Di atas atap kanopi seluas 60.000ft2 di stasiun KA bawah tanah New York AS [Terminal Stillwell Avenue (Brooklyn)] dipasang modul surya fotovoltaik lapis tipis guna menghasilkan listrik 250kW. Selain itu modul surya dipasang di Gun Hill Road Bus Depot di Bronx (300kW), Corona Car Washer & Maintenaca facility di Queens (100kW), Stasiun Roosevelt Av-74th Street, Queens (65kW).

KA Federal Austria (OBB) mengoperasikan PLTS 7.000m2 yang dipasang di samping jalur KA di Wilfleinsdorf (distrik Bruck a.d. Leitha) di Austria Bawah untuk menghasilkan listrik 1.100MWh per tahun. Proyek itu memasuki fase uji-coba hingga pertengahan 2016. Aliran listrik tsb dipasang pada jalur atas KA.
Voltase dc diubah ke ac 16,7Hz melalui power inverter sebanyak 95 unit yang menempati area seluas dua Ha. Sekitar 200 KA dari Vienna ke Salzburg dapat dioperasikan yang selama ini menggunakan 90% listrik dari PLTA, 8% dari gas alam, dan 2% dari listrik hijau.
 
Stasiun KA Katra, India
PLTS 1MW dibangun (Juli 2014 - Maret 2015) oleh Northern Railways di atap-atap dan fasilitas (peron) stasiun KA Katra (Shri Mata Vaishno Devi Katra Railway Station), Jammu & Kashmir di India via subsidi. Instalasi PLTS tsb terbagi menjadi 3 fase: daya 300kWp (Peron-2 & 3, selesai Des 2014), 500kWp di Peron-1 (selesai Jan 2015), dan 200kWp di atap stasiun (selesai Feb 2015).
Peron 1+2+3 di stasiun KA Katra
PLTS dipasang pada atap peron 1, 2, dan 3 sepanjang 400m dan atap stasiun KA Katra yang menelan dana sekitar Rs.8,52 Crore dan dikerjakan oleh Rajasthan Electronics and Instruments. Contoh lain adalah pemasangan PLTS 1,1MW dilakukan pada 16 peron yang menyediakan luasan panel surya sekitar 421.388m2 di Stasiun New Delhi. Oleh karena itu, dalam 5 tahun ke depan, India mengharapkan dapat membangun PLTS hingga 1GW di atap-atap stasiun dan fasilitas di sekitar stasiun di seluruh India. 

Contoh Kalis Sel Tunam (Fuel Cell) gas Hidrogen


Sistem Daya Ballard telah meneken MoU dengan fihak CSR Sifang (CSR Qingdao Sifang Co.) produsen Lokomotif dan gerbong KA di Qingdao, Prov. Shandong, China, guna membangun Kerlis sel tunam gas hidrogen yang pertama di dunia. Mereka berhasil menguji dan mendemonstrasikan KA listrik di Kantor Pusat Fasilitas Uji dan Produksi (Maret 2015) menggunakan teknologi sel tunam Ballard.


SEPEDA LISTRIK DI DUNIA
Contoh selis kencang (baterai)
  • Selis gunung, cepat, motor roda belakang, CARRERA / Vulcan (Inggris) memiliki daya motor 1000 W, baterai ion-Li 48 V 12 Ah, V ~ 65km/jam.
  • Selis CYCLONE (buatan Yunani) motor tengah, cepat (menempuh Athens-Monastiraki) (6000W 48V 12Ah, 2 baterai basis ion-Li /LiFePO4, sel sebanyak 38.140). Ada Rem cakram, klakson, lampu depan, kaca spion, layar tayang kecepatan, sisa baterai, dll.
  •  Selis sangat cepat (2014) (MTB), HPC XC-4A "VIPER", roda belakang, daya motor 5000W, 90 V, laju 96 km/jam, jelajah 144 km, 7 gigi, kerangka lebih gemuk terbuat dari paduan logam) dibuat terbatas, aki terjaga baik dalam kantong kuat, lampu amat terang (4000 lumen, cocok untuk jalan malam di hutan), sadel empuk, dilengkapi suspensi shock kompresi & kaca spion.
Selis gunung (2015) (buatan AS) HPC seri XC 7000W AWD (All Wheels Drive) (penggerak roda depan/belakang) adalah selis yang ditawarkan oleh Hi-Power Cycles, kerangka paduan logam Al (6061)/fiber karbon, depan/belakang memakai rem cakram hidrolik, dengan varian XC-1, XC-2,dan XC- Elite. Gowesan pedal menambah daya motor hingga 80km/j. Hal itu terjadi pada varian HPC XC ELITE dan pilihan bagi XC-1 dan XC-2. Baterai: 90V 1395Wh HPC Elite Li-NMC, umur 4-5 tahun. jelajah > 64 km (laju di tanah datar 29km/j). Selis ini bukan untuk dipacu di jalan raya. Versi XC-1 memiliki fitur pembagian berat 50:50, seimbang, dapat bermanuver tanpa rasa seperti sebuah sepeda motor. Torsi terbelah 70:30 dengan 70% ke penggerak belakang dan 30% ke penggerak depan. 
  • HPC REVOLUTION, naik/turun gunung, jelajah 161km, daya: 4.000-6.500W, laju: ~97km/j (harga mulai USD7.000); HPC REVOLUTION X, melaju sekitar 100km/j, 6.500W; HPC New 6000W melaju ~100km/j.
  • Versi lawas (2014) HPC XC-1 AWD (penggerak depan/belakang), 5500 W, baterai 74V, 925Wh, laju 61 km/j (Striker), atau 74 km/j (Thunderbolt). Sementara, HPC XC-2 AWD (pengerak depan/belakang) MTB, 5600W/8000W, 72V, laju 75-80 km/jam, spesial untuk mendaki gunung. Sementara HPC XC-1 4000W (AeroShield) dapat melaju hingga 92 km/j.
  • Versi 2013 HPC 4000W XC-2, 90V, (Thunderbolt) melaju hingga 80 km/j dan menempuh jarak 176 km. Sementara HPC WOLVERINE 8k2 8000W 2WD (2013) melaju hingga 72km/j (Striker)  atau 88 km/j (Thunderbolt), dengan jelajah 90 km.
  • Selis HPC gunung/pantai sangat cepat dengan 2 sumber daya (5000 W roda depan dan 5000 W roda belakang, tapak ban lebar), ban tebal, 100 V, spesial untuk mendaki gunung pasir / tepi pantai, tetapi ia dilarang berjalan di jalan raya.
    Selis Stealth B-52 Bomber (Arizona, AS) (meniru nama-nama pesawat tempur AS) 72V, 18 Ah, baterai basis ion-Li (LiFePO4) motor roda belakang 750/4500 W. Juga dapat dipakai di gunung dengan motor 4500 W, laju 80 km/j, suspensi depan & belakang, 9 gigi, cenderung mirip motocross waktu cas 2-3 jam (800x). Varian lain: F-37 Fighter (motor 3700W, 48V 77A), dan H-52 Hurricane (3500W/4500W). Berikut contoh Stealth Fighter 9.000W, baterai 90V100Ah (78km/j).


     Selis gunung SUNAHME (Canada), suspensi penuh, motor roda belakang, baterai basis ion-Li (800x), waktu cas 1-6jam; tersedia 3 varian, The Interceptor, (2,4/4,8kW, motor 4800/7200W, V~80/90km/j), jelajah 140/300km ; The Raptor (2,4/3,2kW, motor 4800/7200W, laju 80/90km/j, jelajah ~120 /~150km); Cruez (1,6/2,4kW, motor 3200 / 4800W, V~55/65km/j, jelajah~90/140km).


    CRYSTALYTE 5303, motor roda depan 3000W, baterai basis ion-Li LiFePO4 (25kg) dari Tiongkok, daya 72V 40 Ah, Laju ~ 80-85km/jam, ada cruise control, jelajah ~ 140 km; Sementara, Varian 5403 motor roda belakang, laju ~94km/j, daya baterai 100V 80Ah.
    SPA Bicicletto (Torino, Italia, 2014), selis ini menampilkan gaya, cantik, dan produk eksklusif, diproduksi terbatas dan mahal. Motor diletakkan di roda belakang, baterai basis ion Li 36V 25Ah di dalam rangka (karbon), waktu isi-ulang baterai 5 jam, daya 250/500W tergantung peraturan di negeri jual, jelajah 50 km, bila dibantu gowes jelajah menjadi 120 km, melaju 45 km/jam.

    VECTOR e-bike (Ukraina) motor roda belakang, material komposit untuk rangka; Ada 3 varian: 48V 2000W Lightning (pemakai di perkotaan, laju 45 km/j, jelajah 80 km sekali cas); 72V 4000W Tornado (laju 45 km/j, jelajah 100 km sekali cas, mudah mendaki ke bukit); 84V 7000W Typhoon (paling bertenaga, laju 80 km/j, mirip berkendara seperti molis, jelajah 120 km sekali cas, dapat menjelajah ke segala bukit nan tinggi).


    Selis SIEMPRENBICI (Spanyol), selis ringan, penggerak tengah, rangka suspensi kuat terbuat dari fiber karbon; daya motor 600 W (22 V 27 A) yang cocok untuk naik/turun gunung (besar, untuk di jalan hanya diperbolehkan 250W). Jadi, perlu fitur klakson, lampu depan/belakang, lisensi dan asuransi, dll. Variannya adalah Mountain Wolf.
    Selis SURAIN Ezekiel (Surain adalah lokasi di Belgia dekat utara Perancis), selis gunung bukan untuk jalan raya; terbuat dari paduan logam Al 7075-T6, motor hub 2,5 kW, baterai 72V 15Ah sel Panasonic, laju 60 km/j. Varian lain: BARON (untuk putri; 36V/15Ah sel Panasonic, motor 350W, laju 25 km/j); RV (baterai KOKAM 48 V/40Ah, laju 85km/j); dan EOL (pendorong roda belakang, masih dirahasiakan).

    Selis STROMER ST1 (Swiss) motor roda belakang, baterai diselipkan dalam kerangka (gampang dibuka untuk dicas) yang jarang dilakukan untuk selis sejenisnya. Gerakannya nyaris senyap, dengan berat hanya  28 kg. Variannya adalah ELITE (36V 11,5 Ah, sekitar ~36 km/j, 9 gigi) dan PLATINUM (36V 14,5 Ah, sekitar ~45 km/j, 27 gigi). Harga ~USD3000.

    Velomobil

    Berikut adalah uraian tentang velomobil yang disukai di Eropa & AS. Apa itu Velomobil? (mobil sepeda, kendaraan yang digerakkan oleh manusia (HPV) (kadangkala dibantu baterai, misalnya 48V 15Ah LiFePO4 yang disebut velomobil elektrik), yang dikungkung oleh bahan fiber-karbon / fiberglass / plastik / polimer guna memperbaiki aerodinamisnya dan melindungi penumpang dari cuaca dan risiko benturan).
    ELECTROVELO (2013) (becak Cepat tiga roda, 2 depan 1 belakang) (rakitan sendiri, Canada); daya dorong/motor diletakkan di roda belakang, melaju sekitar 65 km/j, jelajah 200 km (40 km/j + gowes); baterai 48/60V 20Ah LiFePO4; 100W dc conveter untuk sistem lampu (12V), fan, pemanas, dan radio; Motor: crystalyte 405; controller 35A; rem cakram depan, ditambahkan Cycle Analyst Computer; Desain Electrovelo dan cara merakitnya dapat dilihat di sini. Konsumsi daya 9Wh/km pada ~30km/j.


     Purwarupa Velomobil listrik / becak Belanda hibrid (baterai & gowes) 3 roda (2 depan 1 belakang), AERORIDER SPORT (Belanda) / SUNRIDER (Jerman) memiliki 7 gigi, motor 750W, baterai 48V 12Ah Li, charger 3A, kecepatan 45 km/j, setirnya pakai joystick ganda, menggunakan pedal/gowes untuk mempercepat lajunya. Ia telah dibuat sebanyak 50 (th 2015). Konstruksi material dari bahan komposit, fiberglass poliester tekan dan ditopang suspensi aluminium di semua roda.  Aerodimanisnya menghindari angin dan hujan. Ada lampu depan & belakang, monitor baterai, kaca spion belakang, dll.

    Velomobil lainnya adalah Allewender 6 typ 2 (Jerman, 2009), selis roda tiga, daya 1,5 kWh / 100 km, jelajah 200 km, laju maks 45 km/j, berat <50kg, motor diletakkan di roda belakang. Sementara, Model-model velomobil karya para desainer dapat disaksikan di sini beserta demo velomobil di jalanan (Belanda, 2011). Banyak pula pengguna menjelajah menggunakan Velomobil dengan laju tinggi (111km/j, 87 km/j, 104km/j, 70km/j, 96km/j, 76km/j)


    Velomobil tripod buatan EcoSpeed, Portland, Oregon, AS, dengan motor penggerak tengah dapat mendaki bukit meski membawa kopor. Jenis Tripod didesain sebagai kendaraan komuter lengkap dengan lampu depan, belakang, dan rem, ruang baterai, kunci nyala, motor hub 500W yang melaju hingga 32 km/j sejauh 48 km, bila ditambah dengan gowesan anda, maka akan makin jauh, sedangkan spek baterai dapat diubah sesuai selera anda.


    Sementara, velomobil Challenger yang didesain oleh Ocean Cycle (Inggris) diproduksi dengan varian Trice Q, Trice QNT, dan Sprint Trikes. Challenger dikerudungi material fiberglass dilengkapi dengan suspensi penuh. Motor hub 250 / 500 / 750W (sesuai selera), dan baterai ion-Li 20Ah. Jelajah tak terbatas sesuai kemampuan gowes pengguna.

    Purwarupa Velomobil hibrid roda 3 (selis & gowes / kayuh) Rath Racer (2 penumpang, dibuat oleh R. Kronfield, Minneapolis, AS) mampu melaju hingga 160 km/j (moda 'throttle') (sangat cepat seperti mobil) menggunakan motor listrik 20 kWh yang ditempatkan di roda belakang. Gowesan akan mempercepat laju selis, sekaligus mengisi baterai. Baterai berupa ion Li 9,2 kWh. Bodi terbuat dari serat karbon dilengkapi dengan lampu depan/belakang, sabuk pengaman, air-bag, trunk space dan full suspension. Harga sekitar USD40.000,-.

    Masih banyak lagi model velomobil elektrik lainnya guna memenuhi selera pengguna.


    Ada pula contoh velomobil elektrik yang telanjang (seperti scorpion) dari perusahaan HP Velotechnik Jerman (terkesan kurang aman, karena tak terkungkung), apalagi bila melaju tinggi. Pada contoh ini baterai yang digunakan adalah ion-Li 36V 20Ah, cas 3 jam, kapasitas 446Wh, jelajah 105km. Kalau digowes doang melaju hanya 6km/j. Motor diletakkan di tengah dihubungkan dengan rantai ke roda belakang. Ia melaju hingga 70km/j (baterai+gowes), sedangkan normalnya hanya 35-45 km/j. Suspensi 3 roda terintegrasi dalam desain kerangka yang terpisah dari daya gowes anda, dan sandaran dapat diatur, agar nyaman berkendara. Di bagian depan diberi sedikit hambatan angin (streamer). Pengamannya (yang terlihat oleh pengendara lain) hanya berupa tiang bendera kecil (menyala di malam hari) dan lampu merah di belakang. Di musim dingin (+beban) Scorpion berfungsi dengan baik.


    Desain serupa dari AS (North Carolina) disebut Outrider sebagai selis leyeh roda tiga, dengan 4 varian/model: 1) 209 Enduro: laju 32 km/j sejauh 106 km (gowes) atau 72 km (tanpa gowes), dan daya hingga 2.086 W. Harga USD6.000; 2) 311 Solo: laju 48 km/j sejauh 134 km (gowes) atau 90 km (tanpa gowes, pada 32km/j), dan daya hingga 2.800 W. Harga USD8.000; 3) 411 Hyperlite: laju 64 km/j sejauh 134 km (gowes) atau 90 km (tanpa gowes, pada 32km/j), dan daya hingga 4.200 W. Harga USD10.000. 4) 422 Alpha: laju 64 km/j sejauh 266 km (gowes) atau 179 km (tanpa gowes, pada 32km/j), dan daya hingga 4.200 W. Harga USD12.000 (2012); Ia dilengkapi dengan kaca spion, dan tiang berbendera (safety flag) di belakang (tiang menyala bila malam). Baterai Polimer Li 2.131W disimpan di bawah tempat duduk, 44,4V 48Ah. jelajah 422 Alpha antara 179-266 km tergantung laju dan gowesan anda. Motor tergantung pilihan anda, 750 W, 2.100W, dan 4200W. Lampu depan adalah LED 1000 lumen buat jalan malam. Untuk ganti gigi tekan tombol di tengah besi gowes dengan tumit anda. Laju, seting daya, dll dapat dilihat di layar.


    Contoh selis normal (baterai)


    Selis baru (2015, motor pendorong tengah, bottom bracket) Haibike (AS) RX29 & FS-RX (4 suspensi, motor 350W, baterai 48 V 11 Ah, 400 Wh, jelajah 161 km muka datar, pedal menambah daya motor, rem disk hidrolik), All Mtn PRO & RX, NDURO PRO & RX, Fat Six (4 suspensi, 10 gigi, motor 350 W, gowesan membantu daya motor dengan respon cepat, baterai buatan Jerman Bosch 36V / 11 Ah 390Wh, laju 40km/j dapat dilihat di layar, jelajah 97 km, ada 4setelan, ban gemuk 10 cm).


    Selis inovatif (UK) dengan kerangka dan roda terbuat dari cetakan injeksi paduan logam magnesium, ban tebal, dapat dilipat, dan roda dapat dilepas, berat 16 kg, disebut Gocycle G2, dengan rem cakram hidrolik, rantai tertutup (tanpa perawatan), 3 gigi, garpu satu sisi, gaya berkendara dengan smartphone app. Motor hub 250 W diletakkan di roda depan, disediakan tayangan di stang, semua kabel berada di dalam rangka, sehingga terlihat rapi. Kendali jauh disediakan untuk berkomunikasi dengan komputer dalam selis, misalnya laju motor dapat diatur 25 km/j. Baterai Li, jelajah 64 km.
    • YAMAHA YPJ-01 (Jepang), baterai ion-Li, daya motor tengah berdaya 250 W, memiliki 22 gigi, berintegrasi dengan smartphone untuk mengetahui informasi selis. (laju, jelajah, sisa daya baterai, ketinggian, posisi gigi, dll).
    • Selis lipat KAFU (Tiongkok) (12 varian), V=25-30 km/j, jelajah >50km, baterai: Li 36V 9Ah, motor roda belakang (36 V/250W), ukuran roda: 20 inchi.
    • Selis lipat EW (Electro-Wheels) Accordion (Tiongkok), penggerak roda belakang, EW-01-EN & EW-02-NA, V~20/23 km/j, jelajah 80/45km, motor dc 36V/240W, baterai ion-Li 36V/8Ah.
    • Selis lipat baterai basis ion Li 36V/10,4Ah (cas 6 jam), motor 250W roda belakang, 6 gigi, laju 25km/j, Jarak 60km,  Batribike Breeze buatan Inggris, dan mudah dimuatkan ke mobil (harga 829 BP). Selis lipat buatan Inggris lainnya: VOLT, Halfords Coyote, Dillenger Cheetah, Ever Eco (ECF10), Byocycles, Velosolex, dll.
    • selis lipat buatan Jerman: Wisper 806 Classic.
    • Selis lipat buatan AS: Prodeco Phantom X2 versi 4, dll.
    EMMO (Toronto, Canada), baterai gel, Skuter Listrik: varian Monster, GT5, GT80, Urban, Urban 2.0, Titan, Soho, Prestige, MAX, S6, H5, Sabre, X, T300, dan Alien; Selis varian F6 (dapat dilipat, tidak boleh bawa boncengan, V~30 km/j, jelajah 45km, cas 3-6 jam, baterai 36V/10Ah ion-Li, motor 36V dc 350W); Skuter Mobilitas varian T300 (24V/33Ah, V~maju 8/15km/j, mundur 4km/j, jelajah 45km, cas 3-8 jam, sudut tanjak 20 derajad, motor dc 24V/500W, 2 Baterai Lead Acid 12V/33Ah).


    Selis gunung segala medan memiliki ban besar/gemuk (Buatan Canada, 2013/2014), Surly Moonlander, dengan ketebalan sekitar 4,7 inchi (12 cm) yang cukup besar untuk berjalan di segala medan paling kasar, kayu, rumput, bebatuan, bukit/gunung, pasir, salju, jalan setapak di hutan, dll. yang dilengkapi dengan kit BionX (350W, baterai ion-Li 48V, 10 gigi) menghasilkan kecepatan 32 km/j, dan jelajah 56 km sekali cas.

    Electric Trike 3 roda (1 depan 2 belakang) (becak, 3 penumpang, didesain oleh Malupe Agro Ltd, Hungaria, 2011). Speknya adalah 4 baterai Lead acid, atau NiCd dengan berat 1/2-nya, (4x12) 48V (diletakkan di bawah kursi belakang), daya motor di roda depan 49V 3kW, (belum beratap surya), pengisian baterai menggunakan PLTBayu, stir seperti stir sepeda motor, bisa maju/mundur, kecepatan sampai 55 km/j, jelajah 140 km, panel kontrol listrik, suspensi udara (muka & belakang) dan rem.


    Sepeda taksi 3 roda (1 depan 2 belakang) GOCab untuk antar/jemput anak-anak sekolah buatan Vanraam adalah selis dengan bantuan gowesan pedal yang dapat membawa 8 anak (maks), bisa maju atau mundur. GoCab awalnya hanya tersedia di Belanda. Kecepatan dengan gowesan sekitar 20-60km/j. Bila tanpa gowes hanya 8 km/j. baterai basis ion Li 36V 11,2 atau 24,8 Ah buatan Jerman yang disebut baterai dadu. Jelajah sekitar 30km  (maks cas 500x).  Harga 7.500 Euro-an.

    Contoh Selis Sel Tunam (Fuel Cell)
    Purwarupa selis buatan Tiongkok dengan merek Pearl Hydrogen (2007) varian ACTIVE dari Shanghai Pearl Hydrogen Power Source Technology Co., melaju 25 km/j, jelajah 100 km, dengan membawa gas hidrogen yang diletakkan dalam tabung 600 liter gas hidrogen kembar; ukuran roda 20", berat 32 kg (lebih ringan), memperoleh tenaga listrik dari PEMFC dan motor elektrik brushless. Hanya memakan waktu 30 menit untuk mengisi-ulang gas hidrogen, dibandingkan mencas baterai sekitar 3 jam. Belum ada rencana selis tunam semacam ini diekspor ke luar Tiongkok.

    Purwarupa selis HYDRO-BIKE (2008) hibrid, yang menggunakan gas hidrogen dan listrik dari PLN didesain oleh Horizon Fuel Cell Technologies [Perusahaan pemasok sel tunam kelas dunia dari Singapura (2003), dan produsen PEMFC <1000W. Sistem 5000-10.000W sedang disiapkan]. Hydro-bike menggunakan tempat simpan hidrogen padat (solid Hydrogen storage).
    Purwarupa selis Hydrocycle bermotor roda belakang yang dikembangkan oleh  Manhattan Scientific Inc. di AS (2008) (bekerjasama dengan unit perusahaan NovArs di Pasau, Jerman) menggunakan komposit material tumpukan sel tunam bentuk silinder yang didesain secara unik (beratnya hanya 0,78 kg), sehingga mampu menghasilkan daya motor 670 W, laju 30 km/j pada jalan datar dengan jarak tempuh sekitar 70-100 km untuk satu tabung jinjing fiber karbon 2 liter gas hidrogen bertekanan yang diletakkan di belakang dudukan sepeda.  Gowesan pedal cukup ringan di jalan tanjakan. Tabung jinjing dengan mudah dapat diisi-ulang. Limbahnya berupa air saja.

    Demonstrasi Selis sel tunam dengan penggerak roda belakang yang disebut Alter Bike (Cycleurope diperkenalkan dengan nama GITANE) (2013) buatan Perancis (Cycleurope, Pragma Industries & Ventec). Ia menggunakan BB gas hidrogen dalam 2 cartridge  yang dengan mudah diselipkan ke wadahnya di bawah dudukan sepeda. Tahun 2016 selis ini akan dijual ke publik. Penggunaan moda hibrid dengan tambahan sumber listrik dari baterai basis ion-Li sedang dikaji.
    Selis sel tunam (BB gas hidrogen) yang disebut Hy-Cycle dirakit oleh mahasiswa Australia (University of New South Wales, UNSW) (2014). Satu tabung berisi 100 liter gas hidrogen dapat menempuh jarak 125 km (pada laju 20km/j); laju maks 35 km/j dengan motor roda depan. Baterai berupa ion-Li 518 Wh yang secara ajeg dicas oleh sel tunam. Tabung gas H2 berkapasitas 738Wh yang dapat diganti dengan yang baru dalam  waktu hanya 1/2 menit.

    Contoh selis Tenaga Surya
    Selis roda dua (sepeda dengan panel surya dari AKT), tanpa pedal, tanpa baterai (2013), daya listrik hanya datang dari sel surya yang berada di atap yang langsung menggerakkan motor di roda belakang. Selis ini dicoba oleh S. Milward untuk melewati gurun Sahara Barat tgl 22-31 April 2013 (9 hari, rerata menempuh 170 km/hari), menjelajah sejauh 1275 km dari Guelmin di Maroko Selatan, menyeberang Sahara Barat, lalu tiba di perbatasan Mauritania dengan laju 20-30 km/j. Sel surya mampu memberikan listrik 16.000 Wh selama perjalanan itu yang setara dengan penerangan untuk satu rumah selama setahun. Hal itu bertujuan untuk mengumpulkan uang amal, dari badan amal Oxfarm.
     
    Selis roda tiga / becak berbadan plastik (buatan Organic Transit, AS), ELF, (velomobil listrik, hanya untuk satu orang, varian lain bisa + 1 dewasa atau + 2 anak kecil boncengan), digerakkan oleh tenaga surya 100W dan gowesan pedal yang dilengkapi oleh baterai basis ion-Li 750W, melaju 32 km/j (bila + gowesan pedal bisa sampai 48 km/j), jelajah 24 km, waktu cas (Matahari) 6 jam, sedangkan via PLN (2,5 jam); Lampu depan / belakang, sinyal terbuat dari LED; kaca spion, rem cakram, kursi dapat diatur. Harga mulai USD 5495.
     
    Selis roda tiga (2 depan 1 belakang) dirakit oleh  F. Khan mahasiswa Univ. Eng. &  Techn. Lahore, Pakistan yang beratap surya (40W) dan baterai (12V/80Ah). Kerangka selis ini terbuat dari Aluminium bentuk T di bagian depan, disambungkan dengan potongan sepeda tua di bagian belakang dan dipasang penyerap kejut. Motor 24V diletakkan di tengah, dan dihubungkan ke roda belakang via rantai, agar selis melaju 30km/j sejauh 70 km.
    • Selis roda tiga (Taiwan, 2013) (2 orang, 1 di muka, 1 di belakang) telah dirakit, dan daya motor berasal dari sel surya dan baterai, laju 15 km/j (surya saja), 22 km/j (surya + baterai).
    • Baterai dari MTB (buatan HPC, Hi-powercycle), selis gunung 5000W 2WD (motor pada roda depan/belakang, suspensi ganda), dicas menggunakan lembaran sel surya 60 W yang dapat dilipat dalam tas, biarkan baterai dicas via sel surya sebentar, kemudian selis dapat berjalan kembali. 
    • Selis sel surya (sel surya diletakkan di depan) roda 3, (Fukuoka, Jepang), buatan sendiri, dc 48 V.  
    • Selis roda 4 beratap sel surya (2013) pada mobil baterai anak-anak, buatan sendiri. Sebelumnya, baterai diisi-ulang setiap 30 menit. 
    • Dan lain-lain.
    Contoh hibrid sepeda normal + Roda-Gila (KERS)


    Teknologi alternatif masa depan pengganti motor listrik adalah penggunaan teknologi roda-gila (KERS, Kinetic Energy Recovery System) langsung pada sepeda biasa. Roda-gila besi cor 7 kg dapat menyimpan energi sehingga dapat mempercepat laju sepeda, mirip selis. Sepeda ini tidak perlu dicas, tetapi anda sebagai pemakai sepeda roda-gila perlu dicas dengan makanan 4 sehat 5 sempurna.

    Sepeda/motor Terbang


    Di LN sepeda terbang (Hoverbike) gabungan antara motor dan helikopter telah dikembangkan (rakitan Teknisi Perusahaan Malloy Aeronautics,Surrey Guildford, Inggris, melaju 72 km/j, daya 22 V, berat 2,2 kg, harga mainan itu Rp.21 jutaan), yang dapat dilipat, dan dikendarai di darat. Ilmuan Cheko juga sedang mencoba sepeda terbang (hanya berlangsung 5 menit). Sebelumnya (Juni 2013) Paravelo, sepeda berparasut (buatan Inggris) juga berhasil terbang.


    Selain itu, Dave & Al (Hobart, Tasmania, Australia, 24 Des 2008) menerbangkan molis roda 3 (1 depan 2 belakang) (ElectraFlyer Trike, harga ~USD9.900 / tak termasuk baterai, harga baterai USD4.400/2,6kWh - 8.500/5,6kWh, untuk terbang selama 1-2 jam) yang menggunakan motor dc (dikopel dengan baling-baling)  14kW (brushed) 20HP, baterai 3,3kWh berupa sel polimer Li- 90x3,7V. (dilengkapi Brosur).

    Model-model lainnya: 
    • Dragonfly Trike (Electric Blue); 
    • Motolotnia Echo +912;  
    • Ultralight trike/ES trike (hanya 7 kg, serat karbon); 
    • Icaro2000 electric trike (dikembangkan oleh M. Ruhmer), 
    • twin-electric engined trike/untuk 2 penumpang, cukup menggunakan landasan pendek; 
    • Icaro2000 electric pit-trike /Italia (dapat dilipat agar masuk bagasi mobil);  
    • Ultralight trike terbang pada cuaca buruk, dll.
    Sepeda/motor terbang perlu pula difikirkan dan dirakit secara lokal oleh anak bangsa di masa depan. Siswa SMK BA (Bukit Asam) sedang mencoba merancang sepeda/motor terbang tersebut.


    PESAWAT TERBANG LISTRIK HIBRID

    Pesawat terbang listrik (peterlis) hibrid perlu ditinjau perkembangannya di dunia. Penggunaan pesawat terbang motor bakar (gas turbin) komersial selama ini telah menimbulkan suara bising/gelegar, emisi gas CO2 dan gas N2O yang tinggi. Oleh karena itu, salah satu upaya menurunkannya adalah memigrasi penggunaan motor bakar (gas turbin) ke motor hibrid (motor bakar + motor listrik), kemudian bila tiba saatnya, hanya menggunakan motor listrik. Uni Eropa menargetkan penurunan polusi bising hingga 65%, emisi CO2 hingga 75%, dan emisi N2O hingga 90% nanti pada tahun 2050. Di sisi lain, bila kapasitas baterai sudah mencapai 400 Wh/kg dengan rasio sel daya ke massa keseluruhan sekitar 07-0,8, dan harga baterai basis ion Li menurun hingga 70% tahun 2025, maka peterlis hibrid harus dimanfaatkan untuk menjelajah benua.

    Pengembangan dan pemanfaatan baterai polimer lithium yang ringan, bertenaga, dan sudah banyak digunakan pada moblis/molis/selis, membuka peluang bagi pengembangan peterlis lebih jauh. Idenya adalah ketika pesawat tinggal landas (take off), yang membutuhkan tenaga luar biasa, didorong oleh 2 mesin, yaitu mesin bakar (BBM / biodiesel / biosolar / bioetanol atau campurannya) dan motor listrik/generator yang diberdaya oleh baterai guna menggerakkan baling-baling atau turbin. Kemudian, setelah mencapai ketinggian jelajah, pengaturan BB diset ke "generator mode", molis mengambil alih peran mesin bakar yang melambat kecepatannya 30% untuk menghemat BB-nya, sekaligus listrik dari mesin bakar digunakan untuk mengisi-ulang baterai.

    Peterlis hibrid pertama kali dilakukan oleh Univ. Cambridge bekerjasama dengan Boeing yang mendesain modul untuk mengendalikan arus listrik ke dan dari 16 sel baterai polimer Li yang diletakkan di sayap pesawat (satu penumpang) bermesin Honda 4 tak yang dilengkapi molis/generator. Ia diuji di Sywell Aerodrome, dekat Northampton, UK (Inggris) guna mengetahui kinerja mesin + generator dan keekonomian BB-nya.

    Peterlis yang muncul di Berlin Air Show (Mei 2014) menampilkan pesawat uji E-Fan buatan Grup Airbus (2 penumpang) yang baling-balingnya diputar sepenuhnya hanya oleh motor listrik. Baterai basis ion Li dipasang di kedua sayapnya guna menggerakkan 2 motor listrik 30kW (270Vdc). Sebuah motor listrik 6kW pada roda utama memberikan daya ekstra saat berjalan menjelang lepas landas, berpacu (akselerasi), dan menjelang dan sesudah mendarat (landing) guna mengurangi konsumsi listrik di daratan. Akan tetapi, jelajah E-Fan hanya sejauh 1 jam dengan laju 160km/j yang hanya berputar-putar di sekitar bandara (laju maks 220km/j). Untuk mengurangi kecemasan penumpang, peterlis ini dilengkapi dengan baterai cadangan guna keperluan pendaratan dan parasut yang dapat digunakan pada ketinggian 610 meter. Sasaran akhir Grup Airbus adalah ingin membuat peterlis hibrid jet komuter (70-80 penumpang) dengan jelajah 3 jam pada tahun 2050. 

    Siemens, Diamond Aircraft, dan EADS mengembangkan peterlis hibrid generasi kedua guna mereduksi konsumsi BB (25%) dan emisi gas buang hingga seperempatnya. Peterlis hibrid (2 penumpang) DA36 E-star 2 ditampilkan pada satu jam penerbangan perdananya di Paris Air Show (2013). Baling-balingnya dimotori oleh molis 65 kW dengan keluaran ajeg. Listrik dipasok oleh mesin Wankel (generator) yang irit BB. Baterai EADS memberi daya untuk tinggal landas secara senyap dan irit BB guna memperjauh jelajah, lalu baterai tsb diisi-ulang saat jelajah. Converter buatan Siemens memasok molis dengan listrik dari baterai dan generator. Di masa depan, sistem daya dorong akan dibesarkan (scale-up) agar peterlis dapat dimuati oleh 50-100 penumpang.

    Peterlis buatan NASA menggunakan Propulsi listrik Turbo yang banyak jumlahnya juga didesain untuk pesawat terbang masa depan.

    Di sisi lain, EADS (European Aerospace, Defence, etc) dan Rolls Royce mengembangkan konsep peterlis hibrid yang mengkombinasikan listrik dengan biofuel dari alga. Mereka mengklaim bahwa CO2 dapat diturunkan 75% dari pesawat terbang besar biasa. Proyek E-Thrust akan memberikan propulsi pesawat yang berasal dari 6 Fan listrik di belakang kedua sayapnya. Mesin biofuel menghasilkan listrik yang disimpan dalam baterai basis ion Li yang besar untuk tinggal landas dan mendaki, dan baterai akan terisi-ulang saat pesawat menjelajah.

    Para insinyur telah mencoba berkompromi antara helikopter dan pesawat terbang sayap tetap. Oleh karena itu, NASA mencoba merotasi sayap pesawat terbang (yang biasanya tetap) 90 derajad (vertikal-horizontal-vertikal) yang dibantu oleh rotor penggerak (tiltrotor / proprotor), sehingga dapat terbang vertikal seperti helikopter (hover mode) dan menjelajah horizontal seperti pesawat terbang.

    GL-10
    Purwarupa Peterlis hibrid takberawak Greased Lightning GL-10 buatan NASA dilengkapi dengan 10 motor listrik (4 di lengan kiri, 4 di lengan kanan, 2 di ekornya) sebagai propulsi telah dicoba (Agustus 2014) di Pusat Riset Langley milik NASA di Hampton, Virginia, AS. 

    Sepuluh motor listrik itu diberdayakan oleh 2 mesin diesel (pembangkit listrik, di depan ekor) masing-masing 8 bhp (6kW) yang melistriki baterai ion Li. Ia memiliki rentang sayap 6,1m, berat 24,9kg dan berat saat tinggal landas 28,1kg. Sistem kendali masih terus diperbaiki, karena landingnya masih kurang mulus.



    SPLU (Stasiun Pengisian Listrik Umum)
      
    SPLU di beberapa titik telah disiapkan oleh PLN (telah diresmikan oleh PLN dan hanya tersedia di kantor-kantor PLN). Pengisian baterai selama 1 jam dikenakan biaya Rp.2000,- (2012). Spesifikasi SPLU adalah arus listrik 32 A, tegangan 220 V, dan daya 7 kW. Pembangunan SPLU PLN hanya memakan waktu seminggu dengan biaya sekitar Rp.6 jutaan (2012). Bila komplit beserta travo, kabel instalasi dan pondasinya, maka investasi totalnya sekitar Rp 20 jutaan (2012).

    Sementara, SPLU produksi Itron terlihat seperti gambar samping. PLN bekerjasama dengan Itron (Cikarang) yang baru membangun 60 titik guna mengantisipasi permintaan isi-ulang baterai molis & selis yang belum begitu banyak. SPLU tsb setinggi 1,5 meter yang dilengkapi dengan alat colokan listrik ke baterai molis yang cocok untuk molis dan mobil listrik. SPLU dilengkapi dengan panel unjuk daya listrik yang akan dialirkan ke baterai. Pengisian baterai otomatis akan terhenti bila daya yang dikeluarkan sudah sesuai permintaan, dan bila baterai sudah terisi penuh. Teknologi kunci isi-ulang baterai harus didukung oleh stasiun cas yang dapat berupa teknologi energi terbarukan, misalnya PLTS/PLTB/ PLTAL/PLTBiogas/PLTBm, dll.


    SPLU molis, Barcelona, Spanyol
    Dari sisi penyediaan SPLU, bandingkan SPLU PLN tsb dengan SPLU molis yang tersedia di Barcelona (Spanyol) yang dilengkapi dengan tanda lokasi pengisian baterai dan peta lokasi lain di sekitarnya, dan SPLU selis di stand penyewaan listrik Sanyo, Tokyo, Jepang yang dilengkapi dengan 36 panel surya berkapasitas 9,7 kWh.



    SPLU selis, di Tokyo, Jepang
    Nissan (di Jepang) melaporkan bahwa sejak molis, selis, dan moblis dikenalkan 1 dekake lalu, jumlah SPLU (~40.000) melebihi jumlah SPBU (~34.000, BBM). Namun, SPLU itu banyak berada di lokasi pribadi yang melayani isi-ulang baterai beberapa mobil sekaligus, guna menghindari kekuatiran pengendara akan mengalami 'low-bat' di lokasi jauh dari SPLU.


    Lithium (Li) Dalam Negeri

    Komponen inti / utama moblis/molis/selis DN adalah baterai basis ion Lithium (LIB), dan penggunaannya masih sedikit karena harganya masih mahal (Impor dari LN). Guna menghindari impor baterai terus menerus yang cukup mahal (Aturan impor baterai Lithium mulai diperketat), maka Kemenristekdikti melakukan upaya  memroduksi baterai ion-Li DN/lokal. Infrastrukturnya diupayakan dengan cara mendirikan sebuah pilot plant baterai lithium yang dikerjakan secara bersama oleh Konsorsium Nasional Riset Baterai Lithium yang melibatkan para akademisi dan peneliti di Kemenristekdikti (LIPI, BPPT, BATAN, UI, UGM, ULM, dan ITS), dan fihak swasta (Nipress Indonesia) yang telah menghasilkan purwarupa baterai (basis ion Li jenis LiMnPO4, LiFePO4, dll.). Teknologi penyiapan baterai ion Li telah dikuasai Indonesia (BATAN & LIPI). Konsorsium motor listrik juga sudah dibentuk guna mendukung penggunaan magnet yang kuat (Magnet Nd). Langkah awal pelaksanannya adalah menduplikasi alat untuk memproduksi baterai lithium, kemudian mengembangkan alat produksi baterai voltase tinggi (2015-2016, buat pabrik dari hulu ke hilir, dengan TKDN 80-90%). Dukungan pabrik tsb telah datang dari PT Krakatau Steel, PT Antam, PT Timah, PT Alumindo Maspion, dan Politeknik Batam. 

    Sementara, Fak Teknik UNS (Universitas Sebelas Maret) Solo (2014) juga telah mampu memproduksi baterai basis ion Li (LiFePO4) bentuk  tabung (yang diberi nama SmarT UNS) berkinerja tinggi (3000x isi-ulang selama 1 jam, atau ~7 tahun) untuk selis dengan bantuan dana hibah litbang dari PDP (Rp.2 miliar). Baterai yang berkode 18650 (diameter 18mm, tinggi 65mm, angka 0 berarti bentuk silinder) akan dihargai Rp.50-100ribu/buah, sedangkan baterai kotak untuk moblis sedang dikembangkan oleh PPT LEN, dan PT NIPRESS telah siap untuk bekerjasama, karena telah memiliki peralatan untuk memproduksi baterai secara massal dan mempunyai jaringan distribusi pemasarannya. 

    Pabrik baterai Li DN (PT Nipress Tbk / NIPS, Cileungsi, Bogor) yang mampu memproduksi 2 juta baterai basis Ion-Li jenis LiFePO4 per tahun (untuk moblis, molis, selis, tank, kapal selam, pesawat, dan BTS) (60% diekspor ke 80 negara) telah diresmikan oleh menteri BUMN. Sebelumnya (2007), PT PGBI (Panasonic Gobel Battery Indonesia), Cikarang, Bekasi, Jabar yang memproduksi bateri Lithium coin telah diresmikan pula oleh Menperin. 

    Lumpur Lapindo, Sidoarjo, Jatim
    Di sisi lain, Indonesia secara tak terduga mendapatkan anugerah dari Allah SWT berupa luapan lumpur Lapindo yang mengandung logam Lithium cukup tinggi (W. Tanikawa menyebutkan sekitar 6 ppm, tetapi hasil penelitian Y Kurniawan & L Noerochiem/ITS sekitar 15.985 ppm, sangat besar). Upaya pemungutan Lithium dalam lumpur Lapindo (lebih ekonomis) menjadi baterai Li telah dilakukan, tetapi upaya itu perlu terus digalakkan, termasuk pengembangan anoda baterai dari grafit ke silikon, guna menaikkan kapasitas baterai 10x lipat. Oleh karena itu, Lumpur Lapindo akan menjadi primadona bahan baku pabrik baterai Li di masa depan.  

    Di masa depan, diperlukan baterai ion Li berumur panjang (berisi titanium oksida pengganti grafit) yang hanya perlu dicas selama 5 menit saja (seperti waktu yang digunakan untuk mengisi bensin di SPBU). Sementara, baterai kering biasa dari lumpur Lapindo (disebut LUSI PRO) telah berhasil dibuat oleh mahasiswa FMIPA UNS, Semarang.  

    Saat ini lumpur Lapindo dimanfaatkan untuk  bahan keramik, dan bahan bangunan, seperti genteng, batu bata, batako dan sejenisnya. Selanjutnya, guna mengurangi jutaan meter kubik lumpur Lapindo, sebaiknya lumpur Lapindo segera dimanfaatkan, misalnya untuk membuat material konstruksi (bangunan atau jalan raya) secara massal di seluruh Indonesia (material beton pengganti semen 60% melalui proses kalsinasi 600-800oC dan penambahan bahan kimia tertentu, misalnya abu layang PLTU batubara), agar tidak terbuang percuma ke kali Porong, sekaligus melestarikan lingkungan.